Efesus 1:18 (Hati Memiliki Mata)

Poin-poin semantic :

  1. Hati memiliki mata
  2. mata yang di terangi bukan hatiàmata-mata gelap
  3. Nous (Roma 12:2)à inti

logos (Markus 2:1) à pikiran-pikiran

Pneuma (Efesus 4:23) àRoh

  • Diterangioleh terang/ energy ilahi /kemuliaan itu

hati ini adalah wadah. Mengapa Nous kita harus diperbaharui? karena itu adalah inti dari hati kita yang paling dalam. Diterangi oleh Anugerah Allah, kasih karunia Allah yang berasal dari Allah sendiri. Orang-orang kudus maka akan menerima warisan. 2 Korintus 4:6 dan terang itu akan membuat cahaya didalam hati kita itu adalah terangnya Allah. Terangnya Allah yang masuk dalam diri kita bercahaya didalam hati kita dan memperoleh terang itu. Terang Allah masuk dalam hati kita sehingga bercahaya, disini adalah terang pengetahuan dari kemuliaan Allah yang ada didalam Yesus Christ terangnya adalah terang pengetahuan kemuliaan Allah. Orang yang melihat wajah Yesus maka melihat terang.

Matius 17:2 wajahnya bercahaya seperti matahari. Terang ini adalah terang kemuliaan Allah yang diturunkan kepada Yesus, terang kumuliaan itu masuk didalam hati kita. kalau kita mau melihat terang itu ada didalam Yesus. Yesus mengatakan bahwa Aku adalah terang dunia Yohanes 8:12 cahaya itu adaah kemuliaan Allah maka kita disuruh disini. Terang itu adalah di dalam wajah Allah, untuk mendapatkan terang itu maka kita perlu ada pengetahuan untuk memperoleh terang itu. 2 Korintus 4:4 cahaya injil tentang kemuliaan Kristus, terang itu adalah kemuliaan Kristus. Kalau orang tidak kenal injil maka tidak punya kemuliaan terang itu. Mengenal injil itu adalah kita mengenal kemuliaan Kristus injil itu adalah pribadi atau Kritsus yang tentu pribadi punya cara maka injil itu Pribadi makanya bisa punya cahaya. Cahaya injil sama dengan cahaya Kristus maka kita diterangi dengan injil, injil itu adalah benda maka injil itu diterangi oleh cayaha.

2 Petrus 1: 19 terang itu menyinari hati, artinya menyinari mata batin. Fajar menyising artinya bersinar menyising di dalam hatiku. Fajar yang menyising yang mau menyerangi hati. Injil itu bekerja didalam hati manusia ini adlaah terang ilahi atau spiritual itulah yang ditulis oleh Rasul Paulus maka Petru juga memiliki ilham yang sama.Paulus dan Petru ngomong hal yang sama. Roma 1:17 orang yang punya iman pada injil maka akan hidup. Karena dalam injil ada Allah yang menyelamatka artinya membawa kita keluar dari gelap menuju pada terang.

Literalnya:

“Supaya kamu boleh mengetahui apa pengharapan dari panggilannya”

Harapan itu adalah sudah disediakan Allah pada waktu  yang akan datang. Pengharapan akan panggilannya, yang terkandung pada panggilannya. Apa yang terkandung pada harapan panggilannya? pengharapan ini masih belum diwujudkan atau masih belum datang tetapi sudah disediakan oleh Allah. Ada satu panggilannya yang sudah disediakan kepada kita yaitu kemuliaan yang ditentukan untuk orang-orng kudus. Ketika kita diterangi maka kita akan menerima terang orang-orang kudus. Artinya panggilan itu sudah disediakan yaitu warisan kemulian yang kaya kepada orang-orang yang kudus, jadi kita akan menerima kemuliaan dari Allah. Ketika kita diterangi maka kita akan  menjadi pewaris. Orang terang itu adalah orang kudus, perlu untuk odimengerti akan panggilan ini karena hanyalah orang-orang suci yang memperoleh panggilan itu. kita dipanggil Allah bukan hanya karena baik tetapi harus suci. Orang kudus itu Allah melihat bahwa hati kita suci Allah hanya melihat hati. Pada saat Anak manusia datang maka anak manusia akan bercahaya seperti makhluk atau orang-orang bercahaya seperti matahari. Orang kudus itu adalah orang yang mempunyai kemuliaan Allah.

Efesus 4:4

Panggilan kita adalah untuk menjadi orang kudus. 1 Korintus 1:2 dipanggil menjadi orang-orang kudus. Roma 1:7 dipanggil dan dijadikan menjadi orang-orang yang kudus, orang mendapat kemuliaan.

Kolose 1:12 kita dipanggil untuk menjdi kudus dan menjadi terang, jadi orang-orang kudus itu pasti didalam terang. Kamu mendapat bagian artinya kamu mendapat warisan, kamu mengambil bagian dari orang-orang kudus yang menjadi  terang. Tuhan sudah memberikan warisan itu, maka kita mengambil bagian mulai dari hati diterangi dan semua yang ada dalam hati harus diterangi untuk menjadi orang kudus didalam terang.

Kita akan menjadi orang kudus yang ada didalam kemuliaan. Ketaatan yang mau kita kerjakan yaitu hidup kudus dan memperbaharui pikiran kita yang mesti kita kerjakan adalah hati terus diperbaharui untuk terus diterangi oleh Kritus misalnya baca firman, berdoa dan lain sebagainya.

Nama              : Nesti Nurani Gulo

Semester         : 4 (empat)

Tugas              : Ke-9

M.k                 : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                : 99

Hati

Efesus 1:18

Roh atau jiwa kita itu ada didalam hati. yang harus diterangi bukan bukan hati tetapi mata

  • Hati itu memiliki mata
  • Mata dari hatimu diterangi
  • Dari hatimu diterangi
  • hati yang terang bersumber dari mata yang terang yang menerangi adalah Kristus

Mata itu fungsinya melihat, dkikatakan oleh Paulus maka mata itu untuk melihat menyaksikan. Mata yang ada dalam hati itu apa? mengapa perlu untuk diterangi, apa yang gelap didalam hati itu? Matius 7: dalam hati ada yang namanya pikiran-pikiran berarti pikiran itu ada didalam hati itulah yang harus diterangi, berarti yang dimaksuda dari mata disini adalah pikiran Efesus 4:23 Nous yang punya roh itulah yang harus diperbaharui yaitu roh. kyang menjadi mata-mata disini adalah roh. Roma 12:2 Nous yang harus diterangi ada tiga pikiran-pikiran, nous dan roh dan diterangi oleh cahaya Kristus nous atau mata batin dan pikiran-pikiran.

Jiwa

  • Nous
  • Logos
  • Pneuma

Galatia 4:19 Pertumbuhan spiritual kata Paulus seperti orang yang bersalin.

Kata Clement inilah kehendak Alla kalau kita mengetahui kehendak Allah, bahwa kita akan mengetahui kehendak Allah. Kalau firman menjadi manusia dimana manusia bisa belajar dari kehidupan Firman yang jadi manusia itu. Bukan hanya pengetahuan atau kerja otak tetapi kembali pada hati yang mengerjakannya. Untuk mengetahui keselamatan itu maka kita  perlu pertobatan, hidup baru, penuh dengan kasih, memaafkan saudara dan memberi.

Alegoris

Alegori dari kata Allah, apa yang tertulis sebetulnya ada makna yang lain, misalnya tongkat Musa dimana dari tongkat itu siapa yang melihat maka akan hidup. Alegori itu ada tiga yaitu figurative = kiasan atau lambang, tipology = tipo dari kata ada sesuatu cetakkan, narative = cerita misalnya perumpamaan2. Keluaran 16: 32,34 buli2 itu isinya mana, figurnya adalah Maria karena isi dari rahimnya Maria ada Kristus Yohanes 6:58 mana itu sendiri adalah Yesus sendiri beraeti kunci itu adalah Yesus Kristus sendiri.

contoh Figurative

Keluaran 25:31-40 tempat apai itu terus dinyalakan diatas itu. Kandil itu tipologynya Maria, di dalam kemah suci itu ada loh batu Keluaran 25:10-22 loh batu (firman Allah) itu adalah tipologynya Maria. Tongkat Harus yang bertunas ini adalah tipologinya mMaria yang sama seperti Maria yang berbuah yaitu Yesus Kristus sendiri. Perjanjian itu visinya Kristus dimana perjanjian Allah dan manusia. Dari awalnya Maria itu sudah dipilih dan perjanjian itu sendiri adalah antara Allah dan manusia. Dalam PB itu tertulis Kejadian 3: 15 tertulis didalam hati kita. 2 Korintus 3:3 Firman itu tidak lagi tartulis di kertas tetapi tertulis dalam hati itulah sebabnya kita mencari Allah. Dadalam hati kita ada Kristus di dalam hati kita sudah dirangkum surat Kristus itu.

hati sangat perlu untuk dijaga dan dikontrol, karena dengan hati apa akan tercermin perbuatan kita. Menjaga hati dengan berdoa dan membaca firman

Nama              : Nesti Nurani Gulo

Semester         : 4 (empat)

Tugas              : Ke-8

M.k                 : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                : 99

Energy Ilahi

Suatu fakta bahwa Allah itu punya esensi dan energy. Esensi dan energynya itu tidak sama, walaupun Allah itu bermanifestasi dalam setiap energynya, esensinya tetap tidak kelihatan. Energy itulah yang memanifestasikan energy Ilahi. Contohya: Mereka kok bisa saling mengasihi? karena ada energy. Tetapi karena Allah itu selalu hadir dalam setiap energynya kita menamakan Dia dari setiap energynya. John Chrisostom mengatakan esensi dari energy Ilahi mengatasi tempat waktu dan alam. Energy Ilahi itu yang terpancar keluar (energy kasih itu yang keluar). 1 Yoh 2:5–>kasih Allah sempurnan didalam kita, kalau dia menuruti firman-Nya (perbuatan2 baik itu) yang disempurnakan melalui esensi2 Allah tadi. Ketika Firman itu masuk yang dicurakahkan oleh Roh Kudus kedalam hati (energy itu masuk) dan itu sempurna dan menurutinya dengan perbuatan-perbuatan. Allah mengelurkan firmanNya dengan energy yang dicurahkan oleh Roh Kudus. jadi bisa disimpulakan bahwa Allah bertanggungjawab mencurahkan energynya dan manusia bertanggungjawab melakukan yang diwujudkan dalam perbuatan (baca firman, doa) Filipi 2:13 –>ketika kita mengerjakan firmanNya tadi Allahlah yang mengerakkan/juga turut bekerja menurut kemauan dan kerelaan-Nya. Hati ini ibarat tangki bensin yang harus diisi sehingga kita bisa bergerak.  Esensi itulah yang mnjelaskan kekuatan2 yang ada didalam Allah misalnya: Allah itu hidup, terang. Esensi Ilahi itu, itulah yang membuat Allah itu punya kekuatan, dan power itulah yang disebut energy. Cahayalah yang memancarkan energy . kita hanya bisa menerima energynya.  Yohanes 14:23–> yang tinggal didalam kita itu adalah energynya bukan esensinya. Mau menangkap energy Ilahi manusia itu harus synergy. Hati mau berdoa supaya menerima energy Ilahi baru energy Ilahi yang diterima digunakan untuk perbuatan-perbuatan baik (itu terjadi karena ada energy Ilahi). Filipi 2:13–>Bicara kemauan ada didalam Jiwa. Manusia itu terdiri dari tubuh, jiwa dan roh. Geogory Palamas mengajarkan Jiwa manusia ini di bagi dalam  nous (inteleck), logos (manifestasi dari nous), pneuma (spirit/roh). Pikiran manusia ada didalam logos, nous dan logos ini ada didalam pneuma. Allah bekerja melalui kemauan itu ada didalam logos. Dosa dilahirkan didalam hati seperti: sombong(suka dipuji), keinginan daging (ketamakan, uang), kebencian dan kecurangan.

Intelengent–>pride (sombong)

Appetitiveàkeinginan daging

Incersesive–>emosi, kebencian, kemarahan.

Proses lahirnya dosa dan maut:

Godaan Iblis –> Nous –> Lemari batin –> Id –> Logismoi –> Keinginan daging/ nafsu –> menyeret dan memikat –> Dosa –> Maut.

Energy

Pikiran dan perbuatan Kristus disalurkan oleh Roh Kudus masuk kedalam nous, lemari batin masuk dalam. Logos kita mengalami perubahan. Dan hanya Melalui doalah itu baru sampai. Roma 6:1-2–>semakin besar kita memiliki energy Ilahinya maka semakin besar godaannya. Ini satu ayat menegaskan bahwa semakin kita mendekatkan diri kepada Allah dalam doa maka semakin besar tantangannya. Maka dengan tegas Yesus ajarkan kepada kita didalam Matius 18:8–>perbuatan dosa dilakukan oleh bagian tubuh kita, kata Yesus cungkil dan potong, dalam arti logos harus memerintahkan tubuhmu untuk mematikan mata dan memotong tanganmu itu, ini dalam arti spiritual sesnse bukan dalam arti literal.

Energy dan esensi

Allah itu baik esensi dan energy. seperti matahari dan cahaya. Jika Dia hanya esensi apa masalahnya? Kita tidak bisa mencapai manunggal dengan Allah jika yang ada hanya esensi, sebab esensi Allah tidak bisa didekati. Maka kalau tidak ada energynya Allah tidak bisa berkomunikasi dengan ciptaan-Nya. Kita menjadi Ilahi bukan esensinya tapi energy-Nya. Bapa-bapa Gereja menjelaskan Allah itu kasih dan menjangkau keluar. Kita bersatu dengan Allah dalam energy-Nya. Energynya itulah dia hadir didalam alam, dan dia memelihara dunia ini. ia menghidupkan, menyucikan, dan di Ilahikan menjadikan kita serupa dengan gambar anak-Nya. Energynya tidak di ciptakan tapi dia keluar.  St. Gregory of Palamas ia menjelaskan kita bisa berpatisipasi didalam menerima kodrat Ilahi 2 Petrus 1:4 dan menjadi satu dengan Dia melalui anugrahNya baik dibumi dan di surge walaupun dalam tingkat yang berbeda.

Aplikasi

Sangat penting untuk kita tetap bersinergy dengan Allah, karena diluar Kristus  maka tidak ada kehidupan.

Nama              : Nesti Nurani Gulo

Semester         : 4 (empat)

Tugas              : Ke-7

M.k                 : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                : 98

Cerita Zakheus

Injil ditulisàcerita Zakheusàtradisi lisanàlukas

berpusat kepada Kristusàberita injilàcatatan injil

Yohanes 10:30-31àjadi ada saksi mata itulah tradisi lisan yang menceritakan tetang kelahiran Yesus yang mereka lihat secara langsung dan menceritakannya dari mulut-kemulut itulah yang ditulis dan yang kita baca sekarang. Injil itu disaksikan dan ditulis. Alkitab ada bukan hanya sekedar dipelajari tetapi dicatat supaya kita diselamatkan. Berarti apa yang dicatat dalam Alkitab ini bukan hanya sekedar catatan peristiwa tetapi ini adalah catatan yang membawa orang pada kehidupan. Apa yang dilihat dan disaksikan adalah kehidupan kekal bukan hanya pelajaran saja tetapi membawa kita pada kehidupan. Ada satu kehidupan kekal yang ada bersama-sama dengan Bapa. Ayat 3 dibalik tulisan itu ada kehidupan kekal yaitu persekutuan dengan Allah artinya persekutuan Bapa dengan Yesus Kristus. Pada saat mengajar injil kita bisa melihat kehidupan kekal.

1 Yohanes 1:2 Yohanes menuliskan apa yang sudah ia lihat. Hidup kekal itu yang ada bersama Bapa, jadi diluar Allah tidak ada kehidupan kekal. Yeng dituliskan  oleh para rasul adalah apa yang sudah disaksikan itulah yang dirasakan dan yang pernah terjadi. Ketika kita membaca Alkitab maka kita harus bisa melihat Kristus. Seperti apa melihat itu? kita yang berdosa mau membaca kitab suci itu, bagaimana caranya? kita melihatnya bukan dengan kacamata jasmani tetapi dengan kacamata iman.

Iman itu timbul dari pendengarana, pendengaran yang kita dengar itu akan masuk dalam hati, sebab jiwalah yang mengontrol semua pikiran  kita. Iman ada didalam hati kita dengan hati dan jiwalah manusia dapat melihat Allah. Matius 5:8 ketika kita dapat melihat Allah terlebih dahulu hati kita harus suci. Didalam injil itu ada Allah, hidup kekal dan ada Kristus. Didalam hati kita adalah tempat kediaman Allah maka ketika kita berjalan dalam gelap kita tidak dapat melihat Allah.

Untuk menjadi orang-orang yang bisa melihat Allah maka kita harus mengerjakan apa yang Tuhan inginkan. Begitu kita melihat Dia maka hati kita disucikan.

Ketika kita dalam proses penyucian diri

1 Yohanes 3:2 à Melihat Allah dalam keadaan yang sebenarnya, ayat 3 perintah menyucikan diri artinya kerena kita sudah melihat dia dalam keadaan yang seutuhnya, ketika kita sudah melihat Dia maka kita sepenuhnya suci. Kita melihat Allah dalam keadaan samar-samar.

Bagaimana mencapai keadaan yang suci hatinya?   

  • Benih ilah
  • Mati
  • Akar dan
  • Pohon
  • Buah
  • Hanba Kristus
  • Anak-anak Alla
  • Padang gurun
  • Serupa dengan Kritus

Lukas 19:11-12

Perumpamaan Tentang Uang Mina

Dalam perumpamaan ini injil tentang Kristus yang mengandung kehidupan kekal, kita sendiri harus melihat injil itu apa dan kita mengerti apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan. Apakah hati kita bisa melihat injil itu? untuk bisa melihat secara langsung mujizat itu. Untuk kita bisa melihat injil Allah salah satu cara yang kita lakukan adalah

  • Menyucikan diri dengan Roh Kudus dan menjadi pengajar injil bagi seluruh dunia

Bapa àRoh Kudus àLogos/firman /Kristus àRasul PaulusàRoh Kudus àBapa2 gereja àRoh Kudus dan àgereja.

Yohanes 14:26 kalau diajarin berarti sedang belajar. 2 Petrus 1:20 Roh Kuduslah yang akan memasukkan Roh Kudus dalam hati kita dan ia yang menuntun kita kepada Allah. Ketika kita dituntun Roh Kudus maka kita dapat melihat Allah. Ayat 11

  • Yesus mengajarkan perumpamaan kepada mereka yaitu murid-murid Tuhan Yesus
  • Sebab Yesus sendiri sudah dekat Yerusalem, tetapi murid-muridnya mengatakan bahwa kerajaan Allah akan segera datang.
  • Seorang bangsawan yang dinobatkan menjadi raja
  • Sepuluh hamba yang dipanggil dan masing-masing mendapatkan 1 minah untuk berdagang

Dia tidak disukai oleh bangsa-bangsa sebangsanya sebab mereka tidak mau kalau orang itu menjadi raja.

  • Kembali
  • Memanggil sepuluh hamba men
  • Yang kedua mendapat dua minah
  • 1 mina menghasilkan 10 minah

Orang –orang yang membenci bangsawan itu sudah mati

Bangsawan atau raja ini memberikan hambanya. Hamba yang pertama ia mengerjakan apa yang diperintahkan tuannya.

  • Hamba yang kedua ia mengerjakan dengan baik.
  • orang-orang sebangsa tidak mengerjakan dengan baik
  • Tuannya

Endingnya

  1. satu binasa
  2. satu dapat uang

ketika ia masuk kedalam Yerusalem maka ia tahu bahwa ia akan mati dan menyongsong kematiaannya sendiri. Filipi 2:9-10 Bangsawan yang dinubuatkan menjadi raja ini adalah sama seperti Yesus yang dinubuatkan. Ia harus meninggalkan negerinya dan menghadang pada Yerusalem, maka pada saat itu ia tahu bahwa banyak orang yang membenci Dia dan ia juga tahu bahwa banyak orang-orang yang menggelus-gelus ia.

2 Tipe  orang

  1. mengasihi Tuannya dan
  2. Menbenci tuannya

Pada saat peristiwa penyalipan banyak orang yang membenci Dia. Perintah mengerjakan sepuluh uang mina itu, ini adalah ada perintah agung yang harus dikerjakan oleh hamba itu. Ini adalah perintah tuan kepada hambanya untuk melimpah gandakan, kita atau para muridnya itulah yang memiliki perintah untuk menyebarkan injil supaya semakin banyak yang percaya. Itu adalah kuasa yang diberikan oleh Allah untuk diturunkan kepada muridnya itulah arti dari uang yang 1 minah supaya dilimpah gandakan menjadi 10 minah. Akan mengalami kebinasaan,

Ide utamanya

  •  

Yang mengasihi dia adalah orang yang menjalankan perintahnya untuk mengabarkan injil. Itulah hamba yang menerima 1 minah dan menghasilkan keuntungan menjadi 10 mina. Tetapi orang yang tidak mengasihi Tuhan maka ia tidak menghasilkan apa-apa. Dan yang membenci dia adalah orang yang akan menerima hukuman dari Allah. Setiap orang yang mendengarkan perintahnya maka tidak akan menerima hukuman dari Allah melainkan menerima sukacita dari Allah. Mengasihi Allah bukan hanya sekedar perkataan tetapi disertai dengan perbuatan, disini disoroti bahwa orang yang mengasihi Dia maka ia akan mengabarkan injil sehingga banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan/memperoleh kehidupan kekal.

Dalam perumpamaan ini injil tentang Kristus yang mengandung kehidupan kekal, kita sendiri harus melihat injil itu apa dan kita mengerti apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan. Apakah hati kita bisa melihat injil itu? untuk bisa melihat secara langsung mujizat itu. Untuk kita bisa melihat injil Allah salah satu cara yang kita lakukan adalah

  • Menyucikan diri dengan Roh Kudus dan menjadi pengajar injil bagi seluruh dunia

Bapa àRoh Kudus àLogos/firman /Kristus àRasul PaulusàRoh Kudus àBapa2 gereja àRoh Kudus dan àgereja.

Yohanes 14:26 kalau diajarin berarti sedang belajar. 2 Petrus 1:20 Roh Kuduslah yang akan memasukkan Roh Kudus dalam hati kita dan ia yang menuntun kita kepada Allah. Ketika kita dituntun Roh Kudus maka kita dapat melihat Allah. Ayat 11

  • Yesus mengajarkan perumpamaan kepada mereka yaitu murid-murid Tuhan Yesus
  • Sebab Yesus sendiri sudah dekat Yerusalem, tetapi murid-muridnya mengatakan bahwa kerajaan Allah akan segera datang.
  • Seorang bangsawan yang dinobatkan menjadi raja
  • Sepuluh hamba yang dipanggil dan masing-masing mendapatkan 1 minah untuk berdagang

Dia tidak disukai oleh bangsa-bangsa sebangsanya sebab mereka tidak mau kalau orang itu menjadi raja.

  • Kembali
  • Memanggil sepuluh hamba men
  • Yang kedua mendapat dua minah
  • 1 mina menghasilkan 10 minah

Orang –orang yang membenci bangsawan itu sudah mati

Bangsawan atau raja ini memberikan hambanya. Hamba yang pertama ia mengerjakan apa yang diperintahkan tuannya.

  • Hamba yang kedua ia mengerjakan dengan baik.
  • orang-orang sebangsa tidak mengerjakan dengan baik
  • Tuannya

Endingnya

  1. satu binasa
  2. satu dapat uang

ketika ia masuk kedalam Yerusalem maka ia tahu bahwa ia akan mati dan menyongsong kematiaannya sendiri. Filipi 2:9-10 Bangsawan yang dinubuatkan menjadi raja ini adalah sama seperti Yesus yang dinubuatkan. Ia harus meninggalkan negerinya dan menghadang pada Yerusalem, maka pada saat itu ia tahu bahwa banyak orang yang membenci Dia dan ia juga tahu bahwa banyak orang-orang yang menggelus-gelus ia.

2 Tipe  orang

  1. mengasihi Tuannya dan
  2. Menbenci tuannya

Pada saat peristiwa penyalipan banyak orang yang membenci Dia. Perintah mengerjakan sepuluh uang mina itu, ini adalah ada perintah agung yang harus dikerjakan oleh hamba itu. Ini adalah perintah tuan kepada hambanya untuk melimpah gandakan, kita atau para muridnya itulah yang memiliki perintah untuk menyebarkan injil supaya semakin banyak yang percaya. Itu adalah kuasa yang diberikan oleh Allah untuk diturunkan kepada muridnya itulah arti dari uang yang 1 minah supaya dilimpah gandakan menjadi 10 minah. Akan mengalami kebinasaan,

Ide utamanya

  •  

Yang mengasihi dia adalah orang yang menjalankan perintahnya untuk mengabarkan injil. Itulah hamba yang menerima 1 minah dan menghasilkan keuntungan menjadi 10 mina. Tetapi orang yang tidak mengasihi Tuhan maka ia tidak menghasilkan apa-apa. Dan yang membenci dia adalah orang yang akan menerima hukuman dari Allah. Setiap orang yang mendengarkan perintahnya maka tidak akan menerima hukuman dari Allah melainkan menerima sukacita dari Allah. Mengasihi Allah bukan hanya sekedar perkataan tetapi disertai dengan perbuatan, disini disoroti bahwa orang yang mengasihi Dia maka ia akan mengabarkan injil sehingga banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan/memperoleh kehidupan kekal.

Nama              : Nesti Nurani Gulo

Semester         : 4 (empat)

Tugas              : Ke-6

M.k                 : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                : 97


Tugas dogmatika 3

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Dosen              : Hendi Wijaya Ss.

M.K                 : Dokmatika 3

Tugas               : Ke-3

Nilai                : 95

Pemberian Allah = Anugerah Allah

Synergy = Anugerah +iman à keselamatan

Iman à kehendak Allah + Anugerah à Injil

ketika Anugerah itu datang, manusia harus punya respon yaitu memegang tangga itu dan menaikinya. Respon itu adalah iman. Kalau tangga itu tidak dipegang maka tidak akan selamat. Ada kerja sama anatara ALlah dan manusia sehingga mendatangkan keselamatan. Efesus 2:8 à Anugerah itu bukan hasil usaha manusia. Walaupun didalam ada iman tetap itu bukan hasil usaha. Jadi ketika kita bisa menaiki tangga itu maka bukanlah hasil usaha tetapi pemberian Allah. Synergy itu adalah kemurnia Allah, jadi anugerah tambah iman itu semua adalah pemberian Allah. ketika manusia bisa beriman maka imannnya itu juga adalah pemberian Allah. Ketika itu adalah pemberian Allah maka ada kehendak bebas maka kehendak itu yang dipimpin oleh kristus oleh iman.

Roma 10:14 à jika tidak ada orang yang memberitakan injil maka kebenaran itu tidak tersebar diseluruh dunia. Oleh iman timbul dari pendengaran. Ketika orang mendengar injil maka anugerah itu masuk. Orang percaya Kristus bukan semata-mata kerena kehendak bebas tetapi ada Roh Kudus yang masuk (anugerah). Kehendak bebaslah yang memutuskan percaya atau tidak, Allah tidak pernah memaksa tetapi oleh kepercayaan sendiri. Kalau hanya kehendak bebas maka tidak ada anugerah, tetapi ketika anugerah itu memberitakan injil maka anugerah itu masuk. Kita bisa beriman bukan semata-mata karena kehendak bebas tetapi pemberian Allah. ketika kita memberitakan injil maka Roh Kuduslah yang bekerja.

Efesus 2:8 à bukan berarti kalau tidak ada iman anugerah itu tidak ada, anugerah didapatkan oleh semua orang karena kasih Allah yang besar dan diberikannya kepada semua orang, namun yang menentukan untuk dapat selamat adalah dengan iman. Manusia harus tetap bersinergy dengan Allah karena kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Kalau tidak ada yang memberitakan injil maka tidak ada yang kenal Kristus. Ada anugerah harus bekerja sama dengan iman. Allah baru bisa menyelamatkan kita kalau kita memiliki iman. Anugerah itu tidak pernah melukai kehendak bebas kita, Allah yang berinisiatif dan manusia yang menerimanya yaitu anugerah Allah. Keselamatan itu adalah anugerah Allah walaupun ada peperangan. Tanpa anugerah Allah kita tidak dapat mengerjakan apa-apa dan tanpa kerja sama kita anugerah Allah itu sia-sia artinya walaupun ada anugerah tetapi kalau tidak ada iman maka sia-sia. Keselamatan itu adalah hasil dari penyatuan dua faktor yaitu iman dan anugerah. Apa yang Allah kerjakan itu adalah untuk makhluk ciptaannya tetapi respon manusia itu juga menentukan. Didalam iman itu juga pemberian Allah bukan didadapat semata-mata, dan begitu merespon iman itu, maka akan mendapat keselamatan.

Allah tidak pernah memaksa siapapun untuk percaya kepada Dia tetapi ditentukan oleh kehendak diri sendiri. Tanpa anugerah Allah maka kita tidak sanggup melakukan pekerjaan baik, seperti Paulus mengatakan aku ada seperti aku sekarang oleh karena anugerah Allah bukan oleh karena diri saya sendiri tetapi karena Allah. Kita tidak hanya memegang tangga itu tetapi harus manjat dengan erat sampai melihat terang.

èYohanes 15:5 = pokok  + ranting-ranting = buah

synergy  = tinggal didalam Kristus + Kristus didalam aku àberbuah sesuatu = menghasilkan buah

Kalau ada pohon maka harus ada didalam Kristus. Pohon itu adalah Allah sendiri dan rantingnya adalah kita yang menempel dan menghasilkan buah. Kita harus tinggal didalam Kristus supaya dapat berbuah. Walaupun kita tinggal didalam Kristus kalau tidak berbuat sesuatu maka sia-sia. Buah atau hasil adalah buah hasil dari kita menempel didalam Kristus, buah itu ada di ranting begitu juga kita harus berbuah sesuatu. Synergi menghasilkan buah/hasilnya. dihidup ini ketika kita mau menghasilkan buah maka kita harus bersinergy dengan Allah tetapi itu tidak cukup maka kita harus berbuat sesuatu.

Alkitab mengajarkan kita bukan menjadi manusia baik tetapi menjadi manusia baru (manusia ilahi) serupa dengan Kristus atau anak-anak Allah, kalau kita anak-anak Allah maka kita terang sama seperti Allah 1 Yohanes 3:2.Senergi itu akan mendatangkan kita menjadi manusia ilahi.

Senergy àkarya Roh Kudus + karya Manusia ilahi

Manusia ilahi itu orang-orang yang penuh kasih, sukacita, damai sejahtera, lemah lembut dan lain-lain.

Paskah

Paskah itu sentral dari kekristena. Tidak ada iman maka tidak ada Persiapan. dalam menjelang paskah ada beberapa yang perlu dipersiapkan yaitu perjalanan spiritual. Kalau kita sudah kembali kepada Bapa maka kita harus menjadi bangsa domba yang harus menghasilkan buah (kasih). Apa bedanya bangsa domba dengan bangsa kambing? yaitu bangsa domba mengasihi dengan tidak memandang muka tetapi bangsa kambing mengasihi dengan memandang muka. Setelah bertobat maka haruslah hidup dalam kasih

Minggu ke empat Matius 6:14-21

sebab barang siapa mengampuni orang bapamu yang disorga akan mengampuni engkau.

Pertobatan à  kembali kepada Bapa à kasih àpengampunan sesama

kerendahan hatià hidup baru à(Allah – sesama)àbelajar untuk menjadi sama seperti Allah

Allah mengampuni dosa kita

Jika kamu mengampuni kesalahan maka Bapa yang disorga juga mengampuni kamu. Sebab Alah sudah mengampuni dosa kita maka kita juga harus mengampuni seperti Allah kepada sesama. Kalau kita tidak mengampuni sesama maka kita juga tidak diampuni oleh Allah. Mengampuni sesama wajib kita lakukan sebab Allah sudah lebih dulu mengampuni kita. Tanpa ada pengampunan tidak mungkin ada kehidupan yang baru apalagi kasih, kalau tidak ada pengampunan maka kehidupan kita kembali hidup dalam dosa karena ketika kita mengampuni maka kita hidup dalam kasih. Pengampunan terhadapat sesama ini kita belajar sama seperti Allah.

Pengampunan itu intinya adalah kasih kalau kita bisa mengampuni maka kita sama seperti Allah maka ada kasih Efesus 4:32 mengapa kita harus mengampuni? sebab kita mau belajar seperti Allah. mengapa harus seperti Allah karena Allah sudah terlebih dahulu mengasihi kita artinya mengampuni dosa kita maka kita sama seperti manusia ilahi. Kalau kita mengampuni maka itu membuktikan bahwa kasih Allah ada didalam kita, karena kita sudah mengalami kasih Allah artinya kita dapat kasih Allah. Sekarang kita harus membagikan kasih Allah itu dengan cara mengampuni sesama kita. Pengampunan sasama ini menunjukkan bahwa kita memiliki kasih Allah.

Kolose 3:13 à ketika didalam pengampunan ini maka Rasul Paulus mengajarkan untuk sabar kepada orang lain sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu. Dalam kasih harus ada pengampunan dan kesabaran. Ketika kita mengampuni orang itu maka kita harus sudah punya kesabaran, kerendahan hati, belas kasihan, kelemah lembutan dan lain-lain, ketika kita sudah memiliki itu maka itu menjadi modal kita untuk bisa mengampuni. Jadi ketika kita mengampuni sesama maka kita sudah mempunyai sifat-sifat ilahi sama seperti Allah.

Aplikasinya buat saya adalah mengajarkan saya untuk mampu mengampuni orang yang bersalah, karena Allah sudah lebih dulu mengampuni saya. Ketika saya tidak dapat mengampuni orang yang bersalah maka pengampunan dari Allah tidak saya dapatkan. Mulai sekarang saya mau mengampuni sesama dan mengasihi mereka sama seperti Kristus yang telah rela mati untuk saya.

Tugas dogmatika 3

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Dosen              : Hendi Wijaya Ss.

M.K                 : Dokmatika 3

Tugas               : Ke-2

Nilai                : 95

Keselamatan

  1. Mencari data (Knowgedle)

3 bentu keselamatan yaitu :

  • Sudah diselamatka
  • Sedang diselamatkan
  • Akan diselamatkan

Sudah diselamatkan berarti hidup kudus dan tidak hidup dalam dosa kerena sudah menerima kasih karunia.

  1. Keselamatan itu = sudah, sedang dan akan datangè keselamatan itu utuh/ komprehensif
  2. Sudah diselamatkan berarti diselamatkan dari dosa dan kematian melalui baptisan èpelepasan dari dosa/ kematian melalui karya Kristus di selamatkan. Yaitu kematian dan kebangkitan Kristus dan dibaptiskan dalam karya Kristus itu.
  3. Sedang diselamatkan berarti perjalanan dan pertumbuhan rohani di dalam Kristus dan roh kudus, pengudusan/pemurnian è Semakin dewasa dalam kerohanian, perjuangan usaha, dijalan, ditumbuhkan , pertandingan. Perjuangan dengan Kristus dan roh kudus
  4. Akan diselamatkan berarti kemuliaan di dalam Kristus, pemulihan/pengilahian (Kolose 3:4, 1 Yoh 3:2)è  mendewasakan kerohanian

Keselamatan itu diselamatkan dari dosa, kematian karena ia bangkit kembali dan memberikan kehidupan bagi seluruh manusia. Tanpa kasih Allah maka tidak aka nada terang yang menaugi kita atau tidak ada synergy maka yang ada adalah kegelapan.

  • Comprehension (poin-poin semantic)
  • keselamatan itu utuh/ komprehensif
  • pelepasan dari dosa/ kematian melalui karya Kristus di selamatkan. Yaitu kematian dan kebangkitan Kristus dan dibaptiskan dalam karya Kristus itu.
  • perjuangan, usaha, dijalan, ditumbuhkan, pertandingan. Sinergy dengan Kristus dan roh kudus
  • Keselamatan itu, theosis, serupa dengan Kristus. Hidup kekal bersama Kristus dan berjaga-jaga
  • Aplikasi (Obedience) penerapan data
  • Keselamatan itu sampai akan datang artinya sampai akhir hidup kita

Mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar

  • jaga kekudusan Nepsis, doa, puasa dan baca Alkitab dll
  • keselamatan itu membangkitkan /mengupayakan buah dengan cara bersinergi dengan Kristus atau Allah.
  • Keselamatanà wujud akhirnya, upah, kemuliaan, Theosis, hidup kekal

Aplikasi

Melatih jiwani dan badani. Pemurnian itu adalah makin hidup suci. Keselamatan terus dikerjakan dengan takut dan gentar. Serta membuktikan kasih kita kepada Tuhan dengan berbuat baik kepada sesama karena perbuatan kita sangat penting karena perbuatan tanpa imana maka akan mati. Siapa lagi yang menghidupi iman kita kalau bukan diri sendiri, itulah sebabnya sangat perlu yang namanya iman dan perbuatan.

Tugas dogmatika 3

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Dosen              : Hendi Wijaya Ss.

M.K                 : Dokmatika 3

Tugas               : Ke- 1

Nilai                : 95

Tangga Keselamatan

            Sebuah sumur menyerupai kehidupan kita yang memiliki lobang yang sangat dalam, begitu juga manusia yang jatuh dalam dosa artinya terpisah dengan Allah maka kegelapan yang ada. Terpisah dengan Allah berarti dosa, tidak ada kehidupan karena masih hidup pada kegelapan artinya tidak ada terang. Allah itu terang dan penuh kasih maka dari itu orang yang tidak hidup dalam Allah maka akan meti karena masih ada kegelapan yang menguasai dia.

orang yang terpisah dengan Allah maka akan terrus menerus melakukan kejahatan karena terpisah dari Allah. Kalau tidak ada kasih maka kegelapan dan kebencian yang ada Roma 3:23 semua orang terpisah dari Allah sehingga kehilangan terang Allah atau kasih-Nya Allah maka manusia itu mengalami kehilangan Allah. Dosa itu mengakibatkan kahancuran, lalu bagaimana caranya keluar dari sumur itu? harus ada tangga, dan ada penolong yang diatas yaitu Allah, Allah yang harus memberikan tangga ilahi yang berasal dari Allah supaya orang itu bisa keluar dan diterangi oleh Allah artinya lepas dari kuasa kegelapan karena tidak hidup lagi dalam dosa.

Manusia selalu mencari cara lain keluar dari sumur tetapi selalu gagal karna manusia sudah kehilangan kemuliaan Allah, dan mati secara spritual Efesus 2:1.Tangga itu adalah Allah Yohanes 4:16 tangga Allah, kita yang ada dalam sumur itu harus meresponi untuk naik tangga, oleh seba itu tangga ini adalah Anugrah Allah . Ketika kita memegang tangga itu adalah iman dan itu menghasilkan keselamatan Efesus 2:8.

Kita di selamatkan oleh iman berarti Anugerah Allah itu tangga yang harus kita pegang dan memanjat tangganya, sehingga Allah dan manusia itu harus saling bersinergi antara Anugerah Allah dan iman manusia. Iman itu memegang dan di pancat selangkah demi selangkah lalu sampai kepada Allah, maka keselamatan itu tiba di kerajaan sorga dimana Allah itu berada dan akan menuju terang dan kasih. Iman itu Yakobus 2:17 harus di sertai perbuatan. Apa perbuatannya kita harus naik tangga satu persatu jangan hanya berjalan ditempat namun melangkah demi selangkah sehingga sampai pada puncaknya dan akhirnya terang itu menyinari kita. Perbuatan itu adalah 2 petrus 1:5 yang harus di lakukan, iman tambah perbuatan melalui kebajikan, pengetahuan, dan ujungnya kasih. Naik tangga berati semakin terang, dan hidup kita pun terang supaya iman kita itu bertumbuh dan bukan hanya itu saja namun menghasilkan buah.

Tuhan itu mau kita aktif karna Allah pun bekerja dan kita harus pun bekerja, dan kita pastikan tangga Kristus sehingga kita selalu memengang hidup kita dan tinggal bersama Kristus.

Supaya hidup dalam Kristus harus ada iman artinya harus mengalami hidup baru Yohanes 3:6 menuju kepada Allah dan menjadi sama seperti Yesus Kristus. Menjadi terang dan itu tujuan akhir manusia kembali kepada Kristus atau theosis inilah yang harus kita jalani. 1 Yohanes 1:4 Rasul Yohanes mengalami tangga ini sehingga dia memberitakan kepada orang lain.

Pentingnya kita menyampaikan Injil sehingga pada akhirnya kita sama-sama bersukacita. Bersekutu dengan Allah itu adalah hidup kekal Yohanes 17:33 mengenal Yesus Kristus itulah tujuan kita bersekutu denga Allah. Matius 24:24 nanti ada banyak orang yang memberitakan tangga palsu sehingga banyak orang yang disesatkan dan itu muncul di gereja sendiri, tidak ada keselamatan lain selain keselamatan Kristus, hanya satu juruselamat dan tangga itu untuk kita selamat. Maka kita harus mengenal Dia, maka iman itu harus di tambah pengetahuan.

Terang + kasih = Allah 1 Yohanes 3:2 serupa Kristus atau theosis. Yohanes 17:3, 1 Yohanes 1:14. Yohanes 14:6 bekerja sama

Anugrah Allah + iman manusia = keselamatan

Efesus 2:8, Yakobus 2:17, 2 petrus 1:5-7 perbuatan-perbuatan.

            Untuk hidup dalam terang satu-satunya adalah meneriman kasih Allah (iman). kasih Allah yang memberikan kehidupan yang menerangi sehingga tidak ada lagi dosa yang menguasai kehidupan. Hidup bersama dengan Kristus itu menyenangkan karena ada terang yang terus menaungi kita.

Tugas sipnotik tafsiran PB Roma/Filipi

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Tugas               : Ke-6

M.k                  : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                : 97

Injil ditulisàcerita Zakheusàtradisi lisanàlukas

berpusat kepada Kristusàberita injilàcatatan injil

Yohanes 10:30-31àjadi ada saksi mata itulah tradisi lisan yang menceritakan tetang kelahiran Yesus yang mereka lihat secara langsung dan menceritakannya dari mulut-kemulut itulah yang ditulis dan yang kita baca sekarang. Injil itu disaksikan dan ditulis. Alkitab ada bukan hanya sekedar dipelajari tetapi dicatat supaya kita diselamatkan. Berarti apa yang dicatat dalam Alkitab ini bukan hanya sekedar catatan peristiwa tetapi ini adalah catatan yang membawa orang pada kehidupan. Apa yang dilihat dan disaksikan adalah kehidupan kekal bukan hanya pelajaran saja tetapi membawa kita pada kehidupan. Ada satu kehidupan kekal yang ada bersama-sama dengan Bapa. Ayat 3 dibalik tulisan itu ada kehidupan kekal yaitu persekutuan dengan Allah artinya persekutuan Bapa dengan Yesus Kristus. Pada saat mengajar injil kita bisa melihat kehidupan kekal.

1 Yohanes 1:2 Yohanes menuliskan apa yang sudah ia lihat. Hidup kekal itu yang ada bersama Bapa, jadi diluar Allah tidak ada kehidupan kekal. Yeng dituliskan  oleh para rasul adalah apa yang sudah disaksikan itulah yang dirasakan dan yang pernah terjadi. Ketika kita membaca Alkitab maka kita harus bisa melihat Kristus. Seperti apa melihat itu? kita yang berdosa mau membaca kitab suci itu, bagaimana caranya? kita melihatnya bukan dengan kacamata jasmani tetapi dengan kacamata iman.

Iman itu timbul dari pendengarana, pendengaran yang kita dengar itu akan masuk dalam hati, sebab jiwalah yang mengontrol semua pikiran  kita. Iman ada didalam hati kita dengan hati dan jiwalah manusia dapat melihat Allah. Matius 5:8 ketika kita dapat melihat Allah terlebih dahulu hati kita harus suci. Didalam injil itu ada Allah, hidup kekal dan ada Kristus. Didalam hati kita adalah tempat kediaman Allah maka ketika kita berjalan dalam gelap kita tidak dapat melihat Allah.

Untuk menjadi orang-orang yang bisa melihat Allah maka kita harus mengerjakan apa yang Tuhan inginkan. Begitu kita melihat Dia maka hati kita disucikan.

Ketika kita dalam proses penyucian diri

1 Yohanes 3:2 à Melihat Allah dalam keadaan yang sebenarnya, ayat 3 perintah menyucikan diri artinya kerena kita sudah melihat dia dalam keadaan yang seutuhnya, ketika kita sudah melihat Dia maka kita sepenuhnya suci. Kita melihat Allah dalam keadaan samar-samar.

Bagaimana mencapai keadaan yang suci hatinya?     

  • Benih ilah
  • Mati
  • Akar dan
  • Pohon
  • Buah
  • Hanba Kristus
  • Anak-anak Alla
  • Padang gurun
  • Serupa dengan Kritus

Lukas 19:11-12

Perumpamaan tetang uang  mina

Dalam perumpamaan ini injil tentang Kristus yang mengandung kehidupan kekal, kita sendiri harus melihat injil itu apa dan kita mengerti apa yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan. Apakah hati kita bisa melihat injil itu? untuk bisa melihat secara langsung mujizat itu. Untuk kita bisa melihat injil Allah salah satu cara yang kita lakukan adalah

  • Menyucikan diri dengan Roh Kudus dan menjadi pengajar injil bagi seluruh dunia

Bapa àRoh Kudus àLogos/firman /Kristus àRasul PaulusàRoh Kudus àBapa2 gereja àRoh Kudus dan àgereja.

Yohanes 14:26 kalau diajarin berarti sedang belajar. 2 Petrus 1:20 Roh Kuduslah yang akan memasukkan Roh Kudus dalam hati kita dan ia yang menuntun kita kepada Allah. Ketika kita dituntun Roh Kudus maka kita dapat melihat Allah. Ayat 11

  • Yesus mengajarkan perumpamaan kepada mereka yaitu murid-murid Tuhan Yesus
  • Sebab Yesus sendiri sudah dekat Yerusalem, tetapi murid-muridnya mengatakan bahwa kerajaan Allah akan segera datang.
  • Seorang bangsawan yang dinobatkan menjadi raja
  • Sepuluh hamba yang dipanggil dan masing-masing mendapatkan 1 minah untuk berdagang

Dia tidak disukai oleh bangsa-bangsa sebangsanya sebab mereka tidak mau kalau orang itu menjadi raja.

  • Kembali
  • Memanggil sepuluh hamba men
  • Yang kedua mendapat dua minah
  • 1 mina menghasilkan 10 minah

Orang –orang yang membenci bangsawan itu sudah mati

Bangsawan atau raja ini memberikan hambanya. Hamba yang pertama ia mengerjakan apa yang diperintahkan tuannya.

  • Hamba yang kedua ia mengerjakan dengan baik.
  • orang-orang sebangsa tidak mengerjakan dengan baik
  • Tuannya

Endingnya

  1. satu binasa
  2. satu dapat uang

ketika ia masuk kedalam Yerusalem maka ia tahu bahwa ia akan mati dan menyongsong kematiaannya sendiri. Filipi 2:9-10 Bangsawan yang dinubuatkan menjadi raja ini adalah sama seperti Yesus yang dinubuatkan. Ia harus meninggalkan negerinya dan menghadang pada Yerusalem, maka pada saat itu ia tahu bahwa banyak orang yang membenci Dia dan ia juga tahu bahwa banyak orang-orang yang menggelus-gelus ia.

2 Tipe  orang

  1. mengasihi Tuannya dan
  2. Menbenci tuannya

Pada saat peristiwa penyalipan banyak orang yang membenci Dia. Perintah mengerjakan sepuluh uang mina itu, ini adalah ada perintah agung yang harus dikerjakan oleh hamba itu. Ini adalah perintah tuan kepada hambanya untuk melimpah gandakan, kita atau para muridnya itulah yang memiliki perintah untuk menyebarkan injil supaya semakin banyak yang percaya. Itu adalah kuasa yang diberikan oleh Allah untuk diturunkan kepada muridnya itulah arti dari uang yang 1 minah supaya dilimpah gandakan menjadi 10 minah. Akan mengalami kebinasaan,

Ide utamanya

  •  

Yang mengasihi dia adalah orang yang menjalankan perintahnya untuk mengabarkan injil. Itulah hamba yang menerima 1 minah dan menghasilkan keuntungan menjadi 10 mina. Tetapi orang yang tidak mengasihi Tuhan maka ia tidak menghasilkan apa-apa. Dan yang membenci dia adalah orang yang akan menerima hukuman dari Allah. Setiap orang yang mendengarkan perintahnya maka tidak akan menerima hukuman dari Allah melainkan menerima sukacita dari Allah. Mengasihi Allah bukan hanya sekedar perkataan tetapi disertai dengan perbuatan, disini disoroti bahwa orang yang mengasihi Dia maka ia akan mengabarkan injil sehingga banyak jiwa-jiwa yang diselamatkan/memperoleh kehidupan kekal.

Tugas sipnotik tafsiran PL Roma s/d Filipi

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Tugas               : Ke-5

M.k                  : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                 : 97

Lukas 19:1-10

Minggu Zakheus

Teks (Yunani) àterjemahanàsintaksisà poin2 semantis à konsep/doktrinàsemantic contentàringkasanàobedience

Syntantic formàKwnoledgeàkomprehensionàaplikasiàAnalisisàsintensisàketaatan

Dataàpemahaman dataàolah dataàpersonalàaplikasi

Dibalik teks maka ada injil. Perlu untuk meneliti dengan baik untuk mendapatkan kebenaran yang yang sesungguhnya.

Data:

  1. Yesus masuk dan melintasi kota Yerikho
  2. Zakheus
  3. kepala pengut cukai
  4. orang yang kaya
  5. Zakheus berusaha melihat Yesus dari atas pohon
  6. Yesus memangil dia turun dari atas pohon Ara. Artinya Yesus itu memperhatikan/ mengenal setiap hati orang, Yesus datang ke kota Yerikho untuk mau menumpang dirumah Zakheus menunjukkan seolah-olah ia sudah mengenal Zakheus. Ketika Zakheus berusaha melihat Yesus maka ini adalah menunjukkan bahwa Anugerah itu datang dan direspon oleh Zakheus, artinya anugerah itu datang dan perluh untuk diresponi. Menumpang itu berarti disini anugerah datang dan perlu utnuk direspon. Itulah yang dilakukan oleh Zakheus ia mempersilahkan Yesus masuk kerumahnya.
  7. Zakheus menerima Yesus dengan sukacita. Artinya Anugerah datang maka itu belum selesai tetapi perlu untuk kita membuka pintu supaya Kristus masuk. Ketika kita membuka pintu untuk Yesus selalu ada orang yang tidak mengerti apa arti mengapa Yesus masuk kerumah zakheus. Kita harus mengerti untuk apa Yesus datang dan mau masuk kerumah kita. Zakheus bukan hanya mengerti mengapa Yesus datang tetapi ia menyambut dengan sukacita.
  8. Orang-orang disekitarnya bersungut-sungut artinya orang-orang ketika hanya mengikut maka hanya melihat mujizat.
  9. Zakheus menyumbangkan ½ hartanya = pertobatan

ketika anugerah datang pintu dibuka lalu masuk dan hasilnya adalah pertobatan. Mengalami pertobatan artinya tidak lagi hidup dalam dosa tetapi menerima anugerah dari Allah dan melakukan hal-hal yang Tuhan inginkan.

  • Yesusàkeselamatan kepada seisi rumahnya = keselamatan itu adalah kembali, keselamatan itu dicari dan ditemukan kembali. Anugerahlah yang mencari dan ditemukan kembali seperti Yesus yang menemukan Zakheus. Zakheus yang memiliki fisik yang pendek mengalami pertobatan yang artinya ia tidak lagi berbalik pada perbuatan dosa tetapi ia mau hidup benar dihadapan Allah.

Pemahaman Data

  1. Kristus telah datang dan mencari artinya memanggil, mengetok pintu maka Zakheus membuka pintu. Kristus datang maka ditemukan respon manusia dalam bentuk membuka pintu dan anugerah itu masuk untuk tinggal. Maka terjadilah pertobatan karena telah merespon anugerah itu.

Konsep Doktrin  : (injilnya)

  1. Yesus tidak memperhatikan setiap orang artinya siapapun ia dapat memanggil
  2. Tuhan dapat memanggil siapapun

Ide Utama

  1. Zakheus diselamatkan
  2. pertobatan Zakheus
  3. Keselamatan Zakheus

Poin-Poin Utama

  • Kristus yang datang mencari Zakheus/ Yesus Kristus datang mencari Zakheus
  • Zakheus membuka pintu rumahnya untuk Kristus dengan sukacita
  • Zakheus mengalami pertobatan dari keserahkahannya atau pertobatan Zakheus dari dosa-dosanya
  • Keselamatan Zakheus dan seisi rumahnya = Keselamat itu adalah dicari dan ditemukan kembali oleh Kristus.

Berita Injil : Tentang keselamatan,

Wahyu 3:20 à Anugerah itu datang ibarat Yesus mengetuk pintu rumah kita. Mengetok berarti membutuhkan respon. Begitu juga dengan Zakheus yang sudah selamat karena ada respon ia membuka pintu dan mengizinkan Yesus masuk dalam rumahnya. Yohanes 3:17 à Ketika Yesus diutus kedunia ia tidak menjadi hakim tetapi ia menjadi penyelamat, Yesus diutus kedunia untuk menjadi juruselamat supaya dunia diselamatkan oleh Dia. Tetapi kedatangannya yang kedua bukan lagi untuk menyelamatkan tetapi menghakimi dunia. Ayat 18, Ketika Yesus datang kedunia hanya untuk menyelamatkan. Siapa yang tidak percaya maka tidak akan selamat karena ia tidak merespon anugerah itu. Di bawah hukuman disini adalah tidak membuka pintu artinya tidak menerima anugerah itu yang diberikan oleh Allah. Hukum itu adalah menyukai gelap dari pada terang, kalau kita tidak mempersilahkan masuk maka masih hidup dalam kegelapan. Kegelapan itu adalah dosa yang terus menggelapkan mata kita sehingga tidak dapat melihat terang namun terus menerus melakukan perbuatan dosa. Kalau kita menerima anugerah itu maka kita tidak dibawah hukuman. Kita lebih menyukai gelap dari pada terang itu, berarti tidak ada pertobatan. Ketika pada terang itu maka sama dengan hukuman, satu-satunya cara yaitu harus berani datang pada terang dan meninggalkan gelap. Orang yang meninggalkan gelap maka akan dapat menghadap terang yaitu Kristus yang memberikan kehidupan.

Ketaatannya : Membuka hati, mengakui dosa, menerima terang, dan menjadi pelaku-pelaku kebenaran. Hidup dalam terang dan meninggalkan kegelapan yang membawa kita pada kehancuran sehigga. Orang yang sudah menerima terang maka akan dilihat dari kehidupan sehari-hari yang memberi dampak kepada sesama, seperti mengasihi dan saling memperhatikan satu degan yang lain.

Aplikasi

            Saya belajar dari kehidupan Zakheus yang berusaha melihat Yesus dengan cara manjat diatas pohon sebab orangnya pendek tetapi hal itu tidak membuat Dia putus asa, namun ia berusaha untuk dapat melihat Tuhan Yesus. Apa yang terjadi Yesus memanggil Dia dan Zakheus sangat bersukacita dan menggundang Yesus untuk bertamu dirumahnya. Dari kehidupan dia mengajarkan saya bahwa ketika kita merespon anugerah Allah maka kita akan mendapat terang dan sukacita, itulah yang dilakukan oleh Zakheus ia menyambut Yesus dengan sukacita yang besar. Mulai sekarang saya ingin merepon anugerah Tuhan dalam hidup saya dengan menggunakan waktu dengan baik karena itu juga pemberian Tuhan. Belajar untuk tetap hidup dalam terang dan tidak hidup dalam gelap. Orang yang hidup dalam gelap sama dengan orang yang tidak menerima anugerah Allah. Hidup dalam Kristus maka akan diterangi oleh Allah dan gelap tidak berkuasa dalam dia. jadi Anugerah itu harus direspon dengan iman kepada Kristus.

Tugas sipnotik tafsiran PL Roma s/d Filipi

Nama               : Nesti Nurani Gulo

Semester          : 4 (empat)

Tugas               : Ke-4

M.k                  : Sipnotik (Tafsiran PB Roma/Filipi)

Nilai                 : 97

Buah Roh

  • Ranting Roh
  • Pohon Roh
  • Akar Roh àBenih roh à Lahir dari Allah

Lahir dari Allah

              Inisiatif ilahi (anugerah) maka harus direspon oleh iman. Iman kerja dari kasih, maka bila tangga itu diturunkan maka harus direspon dengan iman. Benih ilahi itu adalah sinergy oleh iman 1 Yohanes 3:9 lahir dari Roh dan air, Roh itu adalah karya Roh Kudus dan air itu adalah Baptisan (perkawinan) penyatuan 2 benih. Lahir dari Roh dan air maka akan melahirkan benih. Dari benih maka harus jadi akar, untuk menjadi akar maka harus menjalani proses mati. Maka dari benih akan berubah menjadi akar Yohanes 12:24 menghasilkan banyak buah kalau bijinya jatuh ke tanah. Yesus itu mesti mati supaya menghasilkan banyak buah, begitu juga kita sebagai hamba Tuhan maka kita harus mati sebagai biji. Proses kematina ini adalah yang disebut dengan mematikan keinginan daging. Yesus mati dengan cara penyalipan, begitu juga dengan kita, kita harus menyalipkan keinginan daging. Penyalipan itu untuk mematikan pikiran jahat, keinginan daging dan dosa-dosa lain.

              Pertobatan itu adalah penyalipan mematikan keinginan daging yang harus dikerjakan setiap hari. Kalau tidak ada pertobatan maka tidak akan menghasilkan akar artinya menyalipkan keinginan daging. Yohanes 15:4,6 à Mengapa ranting harus dipotong dan dibuang? karena tidak menghasilkan buah. Perjalanan orang Kristen tidak hanya berhenti menjadi benih ilahi tetapi harus menjadi benih berakar, bertumbuh dan menghasilkan buah. Kristus itu diibaratkan seperti tanah yang menyediakan makan. Kita harus bertumbuh didalam Kristus bukan di dalam air. Kalau kita diluar Roh Kudus maka tidak ada kehidupan.

            Apa artinya menjadi pohon dan menjadi ranting? Kristuslah yang menjadi pohon kita yaitu tempat dimana kita bersandar dan kitalah yang menjadi rantingnya. Berada didalam Alllah maka kita tidak pernah kekurangan apapun dan kita menjadi hidup oleh kuasa Allah. Sebaliknya berada diluar Allah maka akan mati artinya tidak ada pertumbuhan seperti ranting yang lepas dari pohon maka akan mati.

Matius 25 tentang perumpamaan

4 persiapan yang perlu u ntuk dilakukan oleh setiap orang yaitu:

  1. Minggu orang Farisi dan pemungut cukai (kita melihat dosa kita lalu bertobat)
  2. Minggu anak yang hilang
  3. Minggu penghakiman akhir
  4. Minggu pengampunan dosa

Orang Farisi dan pemungut cukai

Jalan untuk masuk dalam pertobatan adalah rendah hati bukan kata-kata seperti orang Farisi tetapi kerendahan hati seorang pemungut cukai. Apa yang dilakukan orang-orang Farisi? orang Farisi bukan hanya melakukan yang jahat juga melakukan perbuatan yang baik. Dia merasa paling hebat ia tidak mau bertobat tetapi ada tinggi hati padahal dimata Tuhan semua manusia sudah berdosa. Orang Farisi melihat dirinya orang yang sangat baik tidak ada dosa. Kontarsnya seorang pemungut cukai. Ia melihat dirinya sebagai orang berdosa, maka ia bertobat. Orang pemungut cukai itu adalah bagaimana kita melihat dosa kita dan merendahkan diri dihadapan Allah dan bertobat.

Anak yang hilang Lukas 15:11-32

Yang terjadi kepada anak sulung itu adalah mati dan kembali lagi. Ini mengajarkan bahwa kasih Bapa yang tak terbatas dan tanpa melihat kesalahan anaknya. Pertobatan itu harus masuk kepada Allah sehingga anak yang hilang itu kembali kepada Bapa. Bapa itu tidak melihat dosanya, itu adalah bukti kasih yang tidak melihat dosa anaknya itu tetapi ia menerima kembali. Kasih Bapa itu selalu melihat pada jiwa orang itu, melihat pribadi orang itu bukan melihat dosa. Kasih itu melihat pribadinya tidak melihat dosanya. Kita harus kembali sebab ada Bapa yang selalu menunggu. Begitu kita kembali Allah itu bersukacita. Minggu kedua itu mengajarkan kita untuk kembali. Kalau kita kembali ada kasih Allah yang selalu menunggu.

Minggu Penghakiman Akhir

Matius 25:31-46

Apa maksud dari cerita ini? ini adalah perumpamaan tentang penghakiman bagi manusia. Penghakiman itu sama dengan pemisahan antara domba dan kambing, domba disebelah kanan dan kambing disebelah kiri. Yang mendapat kerajaan Allah itu adalah domba. Yang disebelah kiri akan mendapat penghakiman. Domba itu melakukan perintah Allah (ketaatan) sedangkan yang kiri melawan perintah Allah (tidak taat). ayat 35 Raja itu mengalami haus, sakit dan lain-lain. Raja ini menghadapi berbagai penderitaan, ayat 45 kasih adalah kasih yang tanpa kondisioner. Penghakiman akhir ini berbicara tantang kasih apakh masuk sorga atau neraka. Kasih itu adalah buah Roh dengan dibuktikan dengan iman itu adalah dasar dari penghakiman.

Kasih yang dituntun oleh Allah adalah kasih yang tidak melihat muka atau kasih yang tidak memandang muka itulah kasih yang hidup. Yakobus 2:1- kita harus bedakan kasih kita dengan kasih dunia. Dunia mangasihi dengan mengharapkan imbalan tetapi kita mengasihi seperti Allah mengasihi kita. Orang yang mengasihi Allah itu adalah menjadi ahli waris surga. Bangsa kambing ini melihat muka. Kalau kamu memandang muka maka kamu melakukan dosa. Walaupun ia mengasihi tetapi ia memandang muka, itu berarti melakukan yang satu dan melalaikan yang lain. Kasih yang tidak memandang muka adalah kasih yang dilakukan kepada Allah sehingga tidak mengharapkan imbalan karena ia tulus melakukannya. Itulah sebabnya bangsa kambing itu mendapat penghakiman.

Matius ini mengajarkan tenatng penghakiman dimana kasih menjadi dasar dari penghakiman. Kasih disini adalah kasih yang tidak memandang muka itulah kasih kepada Allah. Orang yang mengasihi Allah di dalam Yakobus 2 ia yang mewarisi kerajaan sorga. Minggu ketiga itu adalah kasih.

  1. Melihat dosa dan bertobat
  2. kembali kepada Allah
  3. Mengasihi Allah maka kita mengasihi sesama 1 Korintus 8:8, Matius 25, Yakobus 2,

1 Yohanes 3:18 kasih itu bukan hanya perkataan tetapi disertai dengan perbuatan. Kasih itu tidak membenci 1 Yohanes 3:11,12 kebencian itu menimbulkan kebinasaan. Kalau mengasihi harus dengan perbuatan. Kasih memimpin kepada kasih