Anak Tunggal Allah Yang Menyatakan Siapa Allah (Yunani 2 Tugas ke 2)

  1. Yohanes 1:18
  • Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
  • Θεὸν οὐδεὶς ἑώρακεν πώποτε· ὁ μονογενὴς υἱός, ὁ ὢν εἰς τὸν κόλπον τοῦ πατρός, ἐκεῖνος ἐξηγήσατο.
  • No man hath seen God at any time; the only begotten Son, which is in the bosom of the Father, he hath declared him.

Parsing:

  • ἑώρακεν = ini adalah perfect Intensive artinya perbuatan itu telah dilakukan dimasa lampau sampai sekarang yang mendatangkan hasil = dari lampau sampai sekarang artinya dari dulu sampai sekarang dari jaman dulu tidak seorangpun dapat melihat Allah sampai masa sekarang
  • ὢν presend gnomic artinya sejak kekal berada
  • ἐξηγήσατο verb indicative aorist middle deponent 3rd person singular from ἐξηγέομαι

ini adalah aorist gnomic artinya kebenaran yang terjadi di masa lampau atau di suatu titik dalam sejarah manusia = Middel kata ini menjelaskan bahwa ia sendiri yang menyatakannyaàini mengatakan aorist bahwa sewaktu-waktu dalam sejarah ia menyatakan siapa Allah. Fakta sejarah dimasa lampau.

Terjemahan Literal = Tidak ada seorang pun sepenjang waktu pernah melihat Allah; Anak tunggal Allah yang sejak kekal berada dipangkuan atau didada Bapa dia sendiri yang menyatakan-Nya.

tidak seorangpun dari jaman dulu sampai sekarang pernah melihat Allah. Anak tunggal Allah yang ada dipangkuan Bapa (didada Allah) atau yang dekat dengan Allah, Dialah sendiri yang (menyatakannya) à pada satu titik waktu didalam sejarah

indicative Voice = menyatakan lebih pada subjek.  dia sendiri menyatakannya

Middel = bahwa tidak ada yang lain selain dari pada Dia.

Poin-poin Sintaksis

  1. Tidak ada seorang pun sepanjang waktu/zaman pernah melihat Allah
  2. Anak tunggal Allah yang sejak kekal berada di pangkuan/ dada Bapa

Poin-poin semantic

  1. Allah tidak pernah membuat dirinya dilihat oleh orang-orang di sepangjang zaman (1)
  2. Tidak ada seorang pun yang mengenal pribadi Allah  (1)
  3. Tidak ada seorang pun mengenal Allah secara utuh (1)
  1. Hanya Anak tunggal Allah melihat, mengenal dan menjelaskan Allah kepada manusia secara utuh (2)
  2. Melalui Anak tunggal Allah ini manusia bisa melihadan mengenal Allah secara utuh  (2)
  3. Anak tunggal Allah ini menjad perantara atau jalan bagi manusia untuk mengenal Allah (20)
  4. Anak ini yang melihat dan mengenal Bapa sebab ia lahir/ berasal dari Bapa dan berada dekat dengan Bapa dekat dengan Bapa, dan hanya dia saja sebab Dia adalah Tunggal Bapa (2)

Ide utama

  1. Anak tunggal Allah yang menyatakan siapa Allah

Ide Pendukung

  1. Tidak ada seorang pun yang bisa melihat dan mengenal Allah secara utuh
  2. Sebab Dia adalah anak tunggal Allah yang lahir dan

Semantin contend

Kolose 1:15

Yang tidak bisa dilihat adalah Allah. Allah dari yang invisible, Ketika Yesus menyatakan siapa Allah itu maka ia dapat menyatakan karana ia adalah gambarnya. Melihat Allah dimulai dengan Anak. Melihat Anak sama dengan melihat Allah. Namun Anak itu adalah gambar Allah invisible Dialah firman Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Gambar atau ikon atau foto itu adalah Kristus. Para Rasul yang telah melihat Anak merekalah yang perlu dipercaya karena mereka telah melihat gambar Allah yaitu Kristus sendiri yang telah berinkarnasi menjadi manusia. Dan ini berarti mereka melihat Allah seperti yang dituliskan oleh Bapa gereja Chrysontom.

  1. Yohanes 1:14
  2. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat lmelihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran
  3. Καὶ ὁ λόγος σὰρξ ἐγένετο καὶ ἐσκήνωσεν ἐν ἡμῖν, καὶ ἐθεασάμεθα τὴν δόξαν αὐτοῦ, δόξαν ὡς μονογενοῦς παρὰ πατρός, πλήρης χάριτος καὶ ἀληθείας
  4. And that Word was made flesh, and dwelt among vs, (and we sawe the glorie thereof, as the glorie of the onely begotten Sonne of the Father) full of grace and trueth
  • ἐγένετο verb indicative aorist middle 3rd person singular from γίνομαι = ini adalah gnomic aorist artinya sabjek kebenaran yang terjadi dimasa lampau atau dalam sejarah manusia, middle itu berarti menekankan subjek itu sendiri yang menjadi daging

middle menjelaskan logos itu sendiri dan menekan sabjeknya artinya logos itu sendiri yang menjadi daging.

  • ἐσκήνωσεν verb indicative aorist active 3rd person singular from σκηνόω = gnomic aorist. Dan firman itu sendiri menjadi daging dan berkema (tinggal) di antara kami. Kalau firman itu jadi daging maka akan tinggal didalam kemah. Berkema berarti memiliki tubuh, firman itu menjadi daging dan Dia ada didalam tubuh atau kemah. Manusia bukan hanya natur tubuh tetapi juga natur firman. Yesus punya tubuh karena ia mempunyai daging dan berkemah disitu (kemah). Firman itu berkemah. Ada tubuh maka atau kemah maka disitulah ada namanya firman yang telah berinkarnasi menjadi manusia.

Firman itu jadi daging tinggal didalam daging sehingga memiliki tubuh dan disebut sebagai kemah.

  • ἐθεασάμεθα verb indicative aorist middle 1st person plural from θεάομαι = Epirtolary/dramatic aorist artinya suatu kejadian yang pernah terjadi masa lampau namun ditulis seakan-akan terjadi pada saat pembaca membacanya

Terjamahan Literal

Dan firman itu sendiri menjadi daging dan berkemah (tinggal) di antara kami dan kami telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, Firman itu penuh anugerah dan kebenaran

Poin-poin sintaksis

  1. Firman itu sendiri menjadi daging
  2. Firman itu sendiri manjadi kemah (tinggal) di antara kami
  3. Firman telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa
  4. Firman itu penuh anugerah dan kebenaran

Poin-poin semantic

  1. Firmna itu berinkarnasi menjadi manusia yang memiliki tubuh atau daging (1)
  2. Firman itu ada di dalam kemah atau tinggal di dalam tubuh daging itu (2)
  3. Manusia inkarnasi ini terdiri dari tubuh /daging dan firman Allah (1,2)
  4. Manusia ini ada bersama dengan para Rasul (2)
  5. Kesaksian para Rasul yang melihat kemuliaan manusia ini sebagai kemuliaan Anak Tunggal Bapa (3)
  6. Di dalam tubuh Anak Tunggal Allah atau firman yang berinkarnasi ini ada kepenuhan anugerah dan kebenaran Allah
  1. Yohanes 5:37
  • καὶ ὁ πέμψας με πατὴρ ἐκεῖνος μεμαρτύρηκεν περὶ ἐμοῦ. οὔτε φωνὴν αὐτοῦ πώποτε ἀκηκόατε οὔτε εἶδος αὐτοῦ ἑωράκατε
  • And the Father himselfe, which hath sent me, beareth witnesse of me. Ye haue not heard his voyce at any time, neither haue ye seene his shape
  • Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nyapun tidak pernah kamu lihat

  • πέμψας verb participle aorist active nominative masculine singular from πέμπω = Gnomic aorist artinya Bapa bersaksi tentang Yesus , Bapa ini yang menegaskan bahwa Aku itulah kebenaran, Kalau Bapa yang mejadi saksi maka ia yang menyatakan siapa Yesus itu. suatu kebenaran yang terjadi dimasa lampau
  • μεμαρτύρηκεν verb indicative perfect active 3rd person singular from μαρτυρέω = ini adalah perfect Extensive
  • ἀκηκόατε verb indicative perfect active 2nd person plural from ἀκούω = ini adalah Intensive
  • ἑωράκατε ini adalah Intensive

Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suaraNya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.

Poin-poin Sintaksis

  • Bapa yang mengutus Aku
  • Bapa Bersaksi tentang Aku
  • Kamu tidak pernah mendengar suara Allah Bapa
  • Kamu tidak pernah melihat rupa Allah Bapa

Poin-poin semantis

  • Yesus datang dari Bapa
  • Yesus membawa misi atau tugas khusus dari Bapa (1)
  • Bapa yang menyatakan atau menegaskan siapa dan apa yang dikerjakan atau diucapkan Yesus (2)
  • Sehingga siapa dan Apa yang diucapkan atau dilakukan oleh Yesus adalah kebenaran sebab ada kesaksia Bapa (2)
  • Mereka tidak mengenal Allah Sama sekali (3,4)
  • Sedangkan Yesus mendengar Allah secara utuh baik suara dan rupa atau pribadi (3,4)
  1. Yohanes 6:17
  • dan menyeberang ke Kapernaum. Ketika hari sudah gelap Yesus belum juga datang mendapatkan mereka
  • καὶ ἐμβάντες εἰς τὸ πλοῖον, ἤρχοντο πέραν τῆς θαλάσσης εἰς Καπερναούμ. Καὶ σκοτία ἤδη ἐγεγόνει, καὶ οὐκ ἐληλύθει πρὸς αὐτοὺς ὁ Ἰησοῦς
  • And entred into a shippe, and went ouer the sea, towardes Capernaum: and nowe it was darke, and Iesus was not come to them
  • ἐμβάντες verb participle aorist active nominative masculine plural from ἐμβαίνω = igresif

dan Yesus belum datang kepada mereka

ἤρχοντο  =

Danau diombang—ambing oleh ombak

Mengenal Dan Mengasihi Allah (Yunani 2 Tugas ke 1)

Diagram

  1. Terjemahan Literal

Dijawa Yesus, bahwa perintah pertama adalah dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan Allah adalah Esa, dan Kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu, dan kekuatanmu. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti dirimu sendiri, tidak ada perintah lain daripada perintah ini.

Poin-poin Sintaksis = (Comprehension (olah data)

  1. Yesus menjawab apa itu perintah pertama
  2. perintah pertama adalah
    1. Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan adalah Esa
    1. Kasihilah Tuhan, Allahmu dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu dan kekuatanmu
  1. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.
  2. Dua perintah di atas adalah yang paling utama.
  3. Poin-poin Semantin
  1. Yesus sendiri yang memberi jawaban apa itu perintah pertama sehingga perintah pertama adalah kebenaran.
  2. Perintah pertama berarti perintah yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mengerjakan perintah-perintah lain.
  3. Yesus memerintahkan supaya bangsa Israel mengerti bahwa Allah itu Esa
  4. Setelah mengerti atu mengenal Allah itu Esa dilanjutkan dengan perintah mengasihi Allah yang Esa itu dari segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan bangsa Israel.
  5. Mengenal dan mengasihi Allah adalah satu kesatuan yang utuh
  6. Kata “Tuhan”dan “Allah” itu menunjuk pada entitas yang sama yaitu Allah Bapa. Pada perkembangannya kata “Tuhan” menunjuk pada Yesus Kristus sehingga mengenal mengasihi kristus sama artinya mengenal dan mengasihi Allah atau mengenal mengasihi Allah Bapa sama artinya menegenal dan mengasihi Kristus.
  7. Tidak mengenal Kristus berarti tidak mengenal Allah
  8. Mengasihi Allah itu harus bersumber dari dalam yaitu hati, jiwa, dan pikiran manusia yang terpancar keluar dalam wujud kekuatan atau energy atau daya manusia yang kita sebut sebagai terang.
  9. Mengasihi Allah menghasilkan hidup yang terang sebab kasi itulah berwujud terang
  10. Hidup terang itu berarti hati, jiwa, pikiran yang mengalami terang (batin mengalami terang ) terpancar keluar pada tubuh sehingga tubuh mengalami terang
  11. Bukti mengasihi Allah yang segenap batin dan kekuatan itu adalah mengasihi orang-orang disekeliling kita.
  12. Mengasihi orang-orang disekitar harus didahului mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendiri adalah orang paling dekat
  13. Mengasihi diri sendiri kemudian orang lain adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dan seimbang
  14. Kedua perintah di atas adalah inti atau fondasi dari perintah-perintah yang lain
  • Outline Konsep Teologis
  1. ide utama = mengenal dan mengasihi Allah
  2. ide-ide pedukung
  3. mengenal dan mengasihi Allah adalah perintah pertama
  4. perintah pertama menjadi dasar mengerjakan perintah selanjutnya
  5. mengenal Allah yang Esa
  6. mengasihi Allah yang Esa dari segenap hati dan tubuh

Fokus Pada Ekternal Teks (Christ-centered & Ecclesial)

  • Semantic Kontent

Interaksi dengan teks-teks lain dan buku-buku seperti Church Father dan lain sebagainya yang mendukung.

  • Perintah manakah yang paling utama? Mengenal dan mengasihi Allah yang Esa adalah perintah pertama

ini adalah pengakuan Yesus tentang keesaan Allah atau Tauhid dan merupakan perintah atau hukum yang paling utama. Tauhid adalah hukum paling utama sehingga menjadi fondasi dari semua ajaran dan dogma. dalam kekristenan. Itu sebabnya dalam pengakuan iman Nikea di mulai dengan “Aku percaya pada satu Allah”.

            Kata Allah atau Tuhan sendiri secara antologis memang harus satu karena melekat pada sifat atau atribut-Nya yang Maha itu. Allah tak ada persamaan dalam sifat-sifat-Nya. Allah itu unik dan terpisah dari makhluk-Nya. Jika Dia mempunyai sifat sama dengan lainnya berarti Dia bukan unik dan bukan Esa lagi. Itulah sebabnya bagi Allah semua ilah yang disembah manusia itu tak mempunyai sifat ilahi sedikit pun namun malah hanya sekedar gambaran yang rusak tentang keilahian yang dibuat makhluk sendiri. Allah itu tidak dapat diserupakan oleh apapaun dalam segala sifat-sifatNya (Yesaya 45:5-6). Allah itu tidak sama dengan manusia namun hanyalah gambar manusia yang sama dengan Allah tetapi rupa masih belum sama, itulah yang terus dikerjakan manusia untuk mencapai rupa Allah. Pengakuan atau syahadat Yahudi sehingga Yesus mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel.” Syahadat Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus datang bukan untuk menyingkirkan Taurat dan ajaran para nabi namun untuk meneguhkan dan menegaskannya. Dengan demikian pengakuan akan Tauhid ini merupakan ajaran pokok atau “Hukum yang terutama” menurut Yesus Kristus baik dalam Taurat dan kitab para nabi ataupun dalam ajaran Yesus Kristus (Isa Almasih) sendiri (lihat Ulangan 6:4, Yesaya 45:5-6; Matius 4:10; Yohanes 17:3; Roma 3:10; 1 Korintus 8:4,6; Galatia 3:20; Efesus 4:6; 1 Timotius 2:5; Yakobus 2:10; Yudas 25). Ayat-ayat ini menegaskan bahwa syahadat orang Kristen adalah Tauhid atau keesaan Allah. Dalam surat Yakobus 2:19, setan-setan pun percaya bahwa Allah itu esa tapi mereka tidak diselamatkan karena mereka tidak meng-esa-kan Allah dalam sikap hidup mereka. Sebab itu, iman akan Tauhid disertai dengan sikap hidup yang ditegaskan oleh Yesus di atas yakni mengasihi Allah yang esa itu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Setan ingin menghancurkan Allah dan tidak mengasihi Allah malahan ia ingin menduduki keesaan Allah.

            Mengasihi sama juga kita mengasihi Yesus yang adalah firmanNya yang berinkarnasi. Kerena Allah itu esa maka mengasihi Allah sama dengan kita mengasihi FirmanNya. Ketaatan pada perintah Yesus membuktikan kita mengasihi Yesus sehingga kita hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21). Mengasihi Allah maka kita sama dengan mengasihi diri sendiri dan juga sesama. Ajaran Tauhid membuat kita mengerti bahwa Allah yang telah lebih dahulu mengasihi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia (1 Yohanes 4:10). Sehingga pengakuan kepada Allah yang Esa itu dan mengasihi Dia yang membawa kita mengasihi sesama merupakan respons atas kasih Allah kepada kita. Benarlah yang dikatakan oleh Rasul Yohanes bahwa kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).

  • Perintah Kedua: Mengasihi Diri Sendiri untuk Mengasihi Orang-orang Di sekitar

Mengasihi orang-orang di sekitar kita harus dimulai dari mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendirilah orang yang paling dekat itu. Mengasihi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita adalah mengasihi mereka yang tampak oleh mata kita seperti yang dituliskan oleh Rasul Yohanes bahwa kita tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak tampak oleh mata kita jikalau kita tidak mengasihi mereka yang tampak oleh kita. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4:20). Dan diri kita sendiri adalah yang paling tampak dan dekat pada kita setiap hari.

            Apa arti mengasihi orang lain? Menurut Rasul Yohanes harus ada bukti kasih. Ada 2 bukti mengasihi. Pertama, dia tidak membenci saudaranya (1 Yohanes 2:9). Apa arti membenci? Kalau kita lihat Rasul Yohanes memberikan contoh di 3:12 tentang Kain membunuh Habel. Membenci berarti mengorbankan orang lain supaya binasa untuk hidupnya sendiri. Kata kasih dikontraskan dengan kebencian. Hanya ada dua pilihan yaitu membenci atau mengasihi. Jika kita tidak mengasihi, maka kita pasti membenci. Kasih Kristus adalah mati di kayu salib hanya untuk mrenebus kita dari dosa. Mengasihi bukan hanya dibibir saja tetapi disertai dengan tindakan nyata.

            Kasih menjadi fondasi kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan lain. Mengapa? karena kasih adalah penggenapan dari hukum  taurat atau hukum yang kesepuluh. Mengasihi Allah dan manusia adalah ringkasan dari hukum Taurat yang telah digenapi oleh Yesus Kristus. Penggenapan yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak bisa dibayar dengan apapun juga. Kemudian Kristus memberikan perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti Kristus. Mengasihi Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati perintah Kristus yaitu saling mengasihi. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.

Personal (Hati)

  • Ringkasan = Sintesis (menyimpulkan/menyusun kembali)

Mengapa kasih? Sebab kasih adalah kegenapan Hukum Taurat dan kasih itu adalah kasih Kristus. Oleh kasih Kristus Hukum Taurat telah digenapi dengan sempurna. Oleh kasih Kristus kita telah diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut. Sebab itu, dengan kasih Kristus kita taat sama seperti Kristus taat. Dengan kasih Kristus kita memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus menerangi dunia. Dengan kasih Kristus kita melakukan apa yang telah Kristus lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa seperti Kristus.

  • Aplikasi
  • Terlebih dahulu kita harus mengenal siapa itu Allah karena tanpa mengenal Allah maka ia tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya
  • Bukti mengasihi Kristus berarti kita mengasihi diri sendiri dan juga mengasihi orang lain
  • Dan kita harus menerapkan bukti kasih itu dengan mengasihi

Perjuangan Memperoleh Hadiah (Makhota) 2 Timotius 4:7-8

Tugas Akhir Yunani 2 (2 Timotius 4:7-8)

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (2 Tim. 4:7 ITB)

I have fought the good fight, I have finished the race, I have kept the faith. (2 Tim. 4:7 NKJ)

τὸν καλὸν ἀγῶνα ἠγώνισμαι, τὸν δρόμον τετέλεκα, τὴν πίστιν τετήρηκα· (2 Tim. 4:7 BGT)

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2 Tim. 4:8 ITB)

Finally, there is laid up for me the crown of righteousness, which the Lord, the righteous Judge, will give to me on that Day, and not to me only but also to all who have loved His appearing.

(2 Tim. 4:8 NKJ)

λοιπὸν ἀπόκειταί μοι ὁ τῆς δικαιοσύνης στέφανος, ὃν ἀποδώσει μοι ὁ κύριος ἐν ἐκείνῃ τῇ ἡμέρᾳ, ὁ δίκαιος κριτής, οὐ μόνον δὲ ἐμοὶ ἀλλὰ καὶ πᾶσιν τοῖς ἠγαπηκόσιν τὴν ἐπιφάνειαν αὐτοῦ.

 (2 Tim. 4:8 BGT)

Penjelasan syntactic form

Ada 2 subjek dari diagram diatas (X) στέφανος, ini adalah nominative subjek ini menjelaskan bahwa Paulus yang telah berjuang untuk sebuah pertandingan menunjukkan pada pribadi (person)

γώνισμαι, (Hadiah)verb indicative perfect middle 1st person singular from ἀγωνίζομαι adalah indicate of declarative yang menjelaskan kata στέφανος,bahwa hadiah akan diperoleh τὸν ἀγῶνα (perjuangan)noun accusative masculine singular common from ἀγών

ἠ adalah accusative of direct objek bahwa perjuangan itu secara langsung bukan main-main menjelaskan kata γώνισμαι,

 τετέλεκα,(akhir) verb indicative perfect active 1st person singular from τελέω adalah indicative of declarative bahwa ia telah mencapai garis akhir dari perjuangannya, perfect of intensive bahwa telah diselesaikan paulus mencapai garis finish kata τετέλεκα menjelaskan kata στέφανος,

καλὸν(baik)adjective normal accusative masculine singular no degree from καλός adalah accusative of result perjuangan dan hasilnya yang telah dicapai itu baik kata καλός menjelaskan kata τὸν ἀγῶνα

τὸν δρόμον(perlombaan)noun accusative masculine singular common from δρόμοςadalah accusative of indirect objek yang menjelaskan kata τετέλεκα

τὴν πίστιν (iman)noun accusative feminine singular common from πίστιςadalah accusative of direct objek, telah memelihara iman menjelaskan kata τετήρηκα

nominative of subjek dari predicate ἀπόκειταί

ὁdefinite article nominative masculine singular from ὁadalah def. artc. Nominative yang menjelaskan kata ἀπόκειταί

τετήρηκα (memelihara)verb indicative perfect active 1st person singular from τηρέωadalah indicative of declarative bahwa paulus telah memeliara imannya, menjelaskan kata στέφανος

στέφανος (Mahkota) noun nominative masculine singular common from στέφανος adalah

λοιπὸν (akhirnya)adverb OR adjective normal accusative neuter singular no degree from λοιπός adalah accusative of direct objek  kata λοιπὸν menjelaskan kata στέφανο

ἀπόκειταί (to be laid up) (ditaruhkan/ditanamamkan) verb indicative present passive 3rd person singular from ἀπόκειμαι adalah indicative of declarative (telah ditaruhkan/ditanamkan kepadaku) bahwa kepada Pulus telah ditanamkan iman untuk berjuang sampai akhir  menjelaskan kata στέφανος

μοι (saya) pronoun personal dative singular from ἐγώ adalah dative of direct objek yang menjelaskan kata ἀπόκειταί

τῆς δικαιοσύνης (kebajikan, kebenaran, keadialan) noun genitive feminine singular common from δικαιοσύνηadalah genitive of source sumbernya/asalnya ialah dari kebenaran serta keadilan dari Dia kata δικαιοσύνης menjelaskan kata στέφανος

ὃν (yang) pronoun relative accusative masculine singular from ὅς adalah accusative of direct objek kata ὃν menjelaskan kata τὸν καλὸν ἀγῶνα ἠγώνισμαι, τὸν δρόμον τετέλεκα, τὴν πίστιν τετήρηκα, στέφανος

ἀποδώσει (diberikan) verb indicative future active 3rd person singular from ἀποδίδωμι adalah indicative of declarative telah diberikan kata ἀποδώσει  menjelaskan kata ὁ κύριος

ὁ κύριος (Tuhan) (Jesus Christ)  noun nominative masculine singular common from κύριος adalah nominative of subjek bahwa Tuhan yang memberikan mahkota

ἐν (dan akan) ukuran akan  preposition dative from ἐν adalah dative of standard kata ἐν menjelaskan kata ἀποδώσει

δίκαιος (adil dan ada benar)adjective normal nominative masculine singular no degree from δίκαιοςadalah nomanative of apposition (keterangan tambahan dari kata ὁ κύριος (Tuhan) (Jesus Christ)

ὁ κριτής (hakim),noun nominative masculine singular common from κριτήςadalah nominative of apposition (keterangan tambahan dari kata ὁ κύριος (Tuhan) (Jesus Christ) yang menjelaskan kata δίκαιος

ἡμέρᾳ, (hari)noun dative feminine singular common from ἡμέραadalah dative of standard yang menjelaskan kata ἐν

ἐκείνῃ (itu)pronoun demonstrative dative feminine singular from ἐκεῖνος adalah dative of standard yang menjelaskan ἡμέρᾳ

τῇ definite article dative feminine singular from adalah dative of standard

ἐμοὶ (Aku)pronoun personal dative singular from ἐγώ adalah dative of direct object yang menjelaskan ἀποδώσει

πᾶσιν (semua orang)adjective indefinite dative masculine plural no degree from πᾶς adalah dative of indirect object yang menjelaskan kata ἀποδώσει

τοῖς (yang)definite article dative masculine plural from adalah dative of direct objek,

ἠγαπηκόσιν (mengasihi) verb participle perfect active dative mas6culine plural from ἀγαπάω adalah participle of conditional, perfect of perfect with present force ; tindakan yang terjadi sampai sekarang, bersifat active; subject yang bertindak sampai sekarang, dative of indirect object kata ἠγαπηκόσιν menjelaskan kata ἀποδώσει

τὴν definite article accusative feminine singular from ὁadalah accusative of predicate yang menjelaskan kata ἠγαπηκόσιν

αὐτοῦ.(diri-Nya) pronoun personal genitive masculine singular from αὐτός adalah genitive of

objective genitive yang menjelaskan kata πιφάνειαν bahwa diri-Nya yang akan memberikan hadia

ἐπιφάνειαν (rupa)noun accusative feminine singular common from ἐπιφάνεια adalah accusative of direct objek yang menjelaskan kata ἠγαπηκόσιν

Terjemahan Literal

Aku telah berjuang untuk sebuah hadiah pertandingan yang baik, aku telah mengakhiri perlombaan dengan baik, Aku telah memelihara iman sampai pada akhir, sehingga makhkota kebenaran telah diletakan di atas ku dengan iman oleh kasih karunia Tuhan. Hakim yang adil, yaitu Tuhan, akan memberikan upah pada suatu hari bagi yang mengasihi Dia. Tidak hanya kepada ku tapi juga kepada semua orang yang rindu melihat rupaNya.

Syntactic Content

  1. Aku telah berjuang untuk sebuah hadiah yang baik
  2. Aku telah menggakhiri perlombaan dengan baik
  3. Aku telah memelihara iman sampai pada akhir
  4. Makhkota kebenaran diletakkan diatas ku dengan iman oleh kasih karunia
  5. Hakim yang adil adalah Tuhan yang akan memberikan upah bagi orang yang mengasihi Dia
  6. Tidak hanya kepada ku juga kepada orang yang rindu melihat rupa-Nya

Semantic Content

  1. Paulus telah berjuang dengan iman sampai pada akhir
  2. Paulus bertanding sampai pada garis finish sehingga memperoleh hadiah
  3. Mencapai hadia yang baik tidak mudah namun perlu perjuangan
  4. Pertandingan yang dicapai oleh Rasul Paulus adalah sampai pada akhir hingga ia mendapat makhota dari Allah
  5. Perjungan dalam pertandingan sampai pada akhir hingga memperoleh hadiah yaitu makhota dari Tuhan
  6. Didalam Kristus manusia mampu mengakhiri perlombaan dengan baik sampai pada titik akhir
  7. Orang yang mendapat hadiah adalah mereka yang tetap berjuang sampai pada akhir
  8. Allah adalah adil dan benar bagi orang yang tetap berjuang akan memperoleh upah dari Dia
  9. Makhota diberikan bagi setiap orang yang mau mengasihi Allah sampai pada akhir hidupnya dan terus berjuang bersama Kristus
  10. Orang yang mengasihi Kristus adalah orang yang mau berjuang sampai pada akhirnya sampai mendapat makhota dari Allah
  11. Hanya didalam Kristus kita memperoleh kemenangan sampai pada akhirnya dapat melihat rupa yang sebenarnya
  12. Bagi mereka yang tidak berjuang sampai pada akhir tidak akan dapat melihat rupa Allah

Ide Utama : Perjuangan Memperoleh Hadiah (Makhota)

Ide pendukung

  • Bertanding sampai pada akhir
  • Tetap memelihara iman
  • Mengasihi Allah yang menganugerahkan kasih
  • Tetap rindu melihat rupa Allah

YESUS ADALAH PINTU DAN JALAN KEHIDUPAN (Yohanes 10:7-10)

Tugas ke-13 Studi Tafsiran PB Roma/Filipi

Teks Yunani

7  Εἶπεν οὖν πάλιν ὁ Ἰησοῦς· ἀμὴν ἀμὴν λέγω ὑμῖν ὅτι ἐγώ εἰμι ἡ θύρα τῶν προβάτων.

 8  πάντες ὅσοι ἦλθον [πρὸ ἐμοῦ] κλέπται εἰσὶν καὶ λῃσταί, ἀλλ᾽ οὐκ ἤκουσαν αὐτῶν τὰ πρόβατα.

 9  ἐγώ εἰμι ἡ θύρα· δι᾽ ἐμοῦ ἐάν τις εἰσέλθῃ σωθήσεται καὶ εἰσελεύσεται καὶ ἐξελεύσεται καὶ νομὴν εὑρήσει.

 10  ὁ κλέπτης οὐκ ἔρχεται εἰ μὴ ἵνα κλέψῃ καὶ θύσῃ καὶ ἀπολέσῃ· ἐγὼ ἦλθον ἵνα ζωὴν ἔχωσιν καὶ περισσὸν ἔχωσιν.

Terjemahan literal

Ayt 7. kemudian Yesus berkata kepada mereka lagi betul, benar sesungguhnya aku berkata kepadamu bahwa Aku adalah pintu dari domba itu.

Ayt 8. Semua orang yang datang  sebelum Aku adalah pencuri-pencuri dan perampok-perampok, tetapi domba-domba itu tidak mendengarkan mereka

Ayt 9. Aku adalah pintu itu, jika ada seseorang masuk melalui Aku  maka dia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.

Aty 10. Pencuri, tidak datang kecuali mereka datang untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan, Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan memilikinya dalam berkelimpahan.

Poin-poin sintaksis

  1. Yesus berkata kepada mereka lagi betul, sesungguhnya Aku adalah pintu dari domba-domba itu
  2. Semua orang yang datang  sebelum Aku adalah pencuri-pencuri dan perampok-perampok,
  3. tetapi domba-domba itu tidak mendengarkan mereka
  4. Aku adalah pintu itu
  5. jika ada seseorang masuk melalui Aku  maka dia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
  6. Pencuri, tidak datang kecuali mereka datang untuk mencuri dan membunuh dan

Membinasakan

  • Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan memilikinya dalam berkelimpahan.

Poin-poin semantic

  1. Aku adalah pintu dari domba-domba itu, berarti Yesus adalah pintu dari kandang domba itu.
  2. Yesus adalah pintu dari kandang domba itu berarti gembala domba itu masuk melalui Yesus.
  3. Pencuri dan perampok datang tidak melalui pintu berarti dia lewat tembok dan domba-domba tidak mendengar mereka
  4. Domba-dombanya mendengarkan sigembala domba itu
  5. Siapa saja yang keluar dan masuk melalui pintu atau melalui  Yesus dan ia akan diselamatkan dan menemukan padang rumput, berarti padang rumput itu adalah hidup kalau melalui pintu dia akan mendapatkan hidup yang berkelimpahan
  6. Binasa kalau tidak melalui pintu maka dia bukan gembala melainkan pencuri dan perampok
  7.  Masuk melalui pintu gembala itu menuntun domba padang rumput (hidup)
  8. Perampok lewat tembok (pencuri perampok)
  9. Yesus adalah pintu /jalan/akses masuk dan keluar “hidup berkelimpahan”. (Yesus jalan)
  10. Kalau tidak lewat Yesus menuju kebinasaan

Theoria

Pintu/tembok, pencuri/gembala, selamat/binasa. Yesus itu siapa? Dia adalah pintu dan jalan satu-satunya dan yang benar untuk menuju jalan kehidupan yang berkelimpahan dan dalam akses yang benar jalan masuk dan keluar menuju kehidupan yang berkelimpahan. Selain itu siapa tidak ada jalan lain melainkan setiap orang yang tidak lewat pintu itu dia akan dirampok dan dibinasakan. Maka kontras kalau itu jalan satu-satunya selain dari Yesus yang ada adalah kebinasaan atau kehancuran berarti tidak ada pilihan lain, kita tidak bisa pintu yang lain selain hanya pintu itu yaitu Yesus. Untuk mencapai jalan berkelimpahan itu harus dituntun oleh gembala sebab tanpa gembala itu akan maka domba-domba itu tidak akan dituntun dalam hidup berkelimpahan jadi domba-domba itu membutuhkan pintu dan gembala.

Konsep teologis

Ide utama : Yesus adalah pintu domba itu

Ide pendukung

  1. Dia adalah satu-satunya jalan dan benar menuju hidup kekelan
  2. Selain itu tidak ada kehidupan kekal atau kebinasaan
  3. Kehidupan kekal itu dituntun kepadang rumput
  4. Untuk selamat harus melali pintu dan gembala

Semantic content

Yohanes 14:6 “pintu yang benar-benar dan satu-satunya jalan yang benar dan menuju hidup”. Pintu itu adalah satu-satunya jalan menuju kapada Bapa dan itu adalah melalui hidup yang berkelimpahan, berarti berada Bersama atau menuju kepada Allah itu adalah hidup yang harus di lewati dan melalui jalan itu harus jalan melalui pintu itu tidak ada jalan yang lain. Jalan menuju kepada Bapa berarti kita berada Bersama Bapa tujuan akhir hidup manusia itu adalah nyampe pada tujuan kepada Allah dan hidup Bersama Bapa melalui Kristus dan Gembala itu juga Yesus. Yohanes 14:16 ada dua penolong yaitu Yesus dan roh kudus sebagai penolong atau gembala yang kedua, untuk menuntut kita untuk tetap di dalam jalan itu dan itulah perana roh kudus.  Kita menjadi serupa dengan Allah bukan berubah menjadi Allah, kita bisa masuk dalam energi Allah itu lewat pintu yaitu Yesus.

Aplikasinya

Jelas bahwa pintu sangat penting, mengapa? tidak ada seorangpun yang dapat masuk kalau tidak melalui pintu. Setiap orang harus melalui pintu itu. Tidak ada satupun orang yang tidak melewati pintu itu.Yesus adalah pintu itu, karena Yesus adalah satu-satunya jalan menuju kehidupan yang berkelimpahan itu. Saat hidup didunia ini kita harus melewati pintu jalan itu sehingga hidup kita tidak binasa. Orang yang tidak melewati pintu maka ia akan binasa. Menjadi orang yang segambar dan serupa dengan Allah maka ia perlu melewati pintu tersebut. Karena Kristus berkata bahwa hanyalah ia jalan dan kebenaran diluar Kristus maka akan binasa.

Dasar Theologis dari Icon/Gambar

Tugas ke-12 Studi PB Roma/Filipi

Berbicara Tentang icon apa yang ada dalam pikiran kita, apa dasar theologisnya, kenapa kita belajar tentang icon? Karna icon itu adalah gambar Allah sendiri. Contohnya Kolose 1:15 “Kristus adalah gambar Allah” yang tidak kelihatan, kita tahu manusia diciptakan serupa dengan Allah. Yang tidak kelihatan berarti ada Allah yang tidak kelihatan berarti Dia punya gambar, Allah yang tidak kelihatan sekarang dalam bentuk gambar karna gambar bisa dilihat. Allah yang bisa dilihat itu yaitu Kristus dan Dia Allah yang kelihatan, yang tidak kelihatan ini berwujud Yesus Kristus. Kristus adalah gambar Tuhan yang sempurna  1 Yohanes 3:2 menjadi sama seperti Kristus atau gambar Allah itu, Allah melihat kita sebagai gambar maka kita sebagai manusia itu adalah gambar-gambar Allah yang sudah rusak karena dosa. Oleh karena ketidak taatan Adam dan Hawa gambar Allah menjadi rusak. Dengan adanya dosa maka itu harus diperbaiki yang sudah rusak itu Roma 8:29 kita gambar-gambar Allah yang mau yang diproses menjadi gambar Anak-Nya, kalau kita adalah gambar berarti kita adalah Icon Allah yang hidup, dan gambar ini sudah rusak maka kita harus diperbaiki menjadi gambar Allah itu.

Dalam kitabGalatia 4:19 maka kita akan melihat penjelasan yang lebih jelas yaitu melalui langkah-langkah yang harus kita ketahui adalah :

Historia

Terjemahan : Anak-anaku yang kecil, demi engkau aku berjuang keras lagi  di dalam kelahiranmu sampai Kristus dibentuk di dalam kamu.

Poin-poin sintaksis

  1. Anak-anakku yang kecil, aku berjuang / bekerja keras lagi dalam kelahiranmu
  2. Aku melakukan sampai Kristus di bentuk didalam kamu
  3. Didalam diri kita, kita sedang bersalin/melahirkan benih Kristus dan berproses menjadi janin Kristus sehingga pada akhirnya kita menghasilkan bayi Kristus.

Konsep Online

Ide utama : Rupa Kristus yang menjadi nyata

Ide pendukung :

  1. Mengandung benih Kristus
  2. Benih Kristus sampai menjadi rupa Kristus 
  3. Perlu bekerja keras dan ditolong oleh paulus

Kita mengandung benih Kristus. Ternyata dalam membentuk benih-Nya Kristus ada Paulus yang berjuang dia mengalami hal yang sama. Demi kamu aku berjuang ketika kita membentuk Kristus berarti kita membutuhkan orang lain seperti Paulus melayani orang-orang lain yang ia layani, itulah yang Paulus ajarkan di dalam jemaatnya, ada pembentukan rupa Kristus. 1 Korintus 4:15 artinya dalam ayat tersebut yang menjadi bapa jemaat Korintus adalah Paulus. Dalam pengajaran ini kita diberi suatu pemahaman yaitu walaupun kamu bisa memiliki sepuluh ribu pengajaran didalam Kristus sebab didalam Kristus aku telah melahirkan kamu melalui Injil berarti harus dimengerti secara spiritual antara hubungan Paulus dan gereja berarti hubungan anak dengan bapaknya. Paulus yang sakit dalam kelahiran/ bersalin yaitu rupa Kristus sehingga dilahirkan yaitu jemaat             Korintus sehingga dia menanggung beban seolah-olah di dalam perutnya itu gereja Korintus itu yang dia perjuangkan. Dan kita sedang mengandung benih Kristus 1 Yoh 3:9 kita sedang membentuk benih, didalam orang percaya ada benih yang harus dibentuk, Filemon 1:10 perjuangan untuk membentuk Kristus.   

Theoria

Poin-poin semantic

  1. Paulus itu sedang mengandung dan kesusahan dia mengandung kondisinya itu seperti hamil, sedang dalam kondisi melahirkan atau bersalin
  2. Di dalam kelahiran Paulus berjuang keras.

Semua tulisan itu suci. Apa yang tertulis disitu itu mengandung doktrin yang roh kudus ilhami, roh kudus itu membawa logos Kristus + logos penulis=maka jadi doktrin dan inilah catatan itu, apa yang Paulus tulis karna di bimbing oleh roh kudus dan itu ajaran Yesus melalui Paulus. Dokrin yang diajarkan roh kudus kepada penulis sehingga logos itu dan penulis menjadi menyatu, sehingga kita punya logos Allah itu yang utuh. Kita punya dua natur yaitu yang ilahi dan manusia, kita percaya yang tertulis itu adalah firman Allah yang hidup tujuannya adalah menceritakan tentang Yesus yang hidup itu Yohanes 20:30-31 yang tercatat itu terbukti dan itu menyatakan bahwa Yesuslah Mesias

Moral atau aplikasi

2 Timotus 3:16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”. Untuk membentuk Kristus di dalam kita supaya rupa Kristus itu menjadi nyata,

contoh

  1. Mulut itu harus digunakan dengan baik, mengucapkan kata-kata yang enak didengar.
  2. Harta milik atau Kekayaan agar dapat membentuk rupa Kristus.
  3. Termasuk apa yang kita gunakan dalam kehidupan kita itu harus kita gunakan dengan baik, agar tidak jangan sembarangan apa yang kita peroleh biarlah itu memuliakan Tuhan lewat hidup kita kepada Kristus.

Aplikasi

Berbicara Tentang icon apa yang ada dalam pikiran kita, apa dasar theologisnya, kenapa kita belajar tentang icon? Karna icon itu adalah gambar Allah sendiri. Contohnya Kolose 1:15 “Kristus adalah gambar Allah” yang tidak kelihatan, kita tahu manusia diciptakan serupa dengan Allah. Yang tidak kelihatan berarti ada Allah yang tidak kelihatan berarti Dia punya gambar, Allah yang tidak kelihatan sekarang dalam bentuk gambar karna gambar bisa dilihat. Allah yang bisa dilihat itu yaitu Kristus dan Dia Allah yang kelihatan, yang tidak kelihatan ini berwujud Yesus Kristus. Kristus adalah gambar Tuhan yang sempurna  1 Yohanes 3:2 menjadi sama seperti Kristus atau gambar Allah itu, Allah melihat kita sebagai gambar maka kita sebagai manusia itu adalah gambar-gambar Allah yang sudah rusak karena dosa. Oleh karena ketidak taatan Adam dan Hawa gambar Allah menjadi rusak. Dengan adanya dosa maka itu harus diperbaiki yang sudah rusak itu Roma 8:29 kita gambar-gambar Allah yang mau yang diproses menjadi gambar Anak-Nya, kalau kita adalah gambar berarti kita adalah Icon Allah yang hidup, dan gambar ini sudah rusak maka kita harus diperbaiki menjadi gambar Allah itu.

Dalam kitabGalatia 4:19 maka kita akan melihat penjelasan yang lebih jelas yaitu melalui langkah-langkah yang harus kita ketahui adalah :

Historia

Terjemahan : Anak-anaku yang kecil, demi engkau aku berjuang keras lagi  di dalam kelahiranmu sampai Kristus dibentuk di dalam kamu.

Poin-poin sintaksis

  1. Anak-anakku yang kecil, aku berjuang / bekerja keras lagi dalam kelahiranmu
  2. Aku melakukan sampai Kristus di bentuk didalam kamu
  3. Didalam diri kita, kita sedang bersalin/melahirkan benih Kristus dan berproses menjadi janin Kristus sehingga pada akhirnya kita menghasilkan bayi Kristus.

Konsep Online

Ide utama : Rupa Kristus yang menjadi nyata

Ide pendukung :

  1. Mengandung benih Kristus
  2. Benih Kristus sampai menjadi rupa Kristus 
  3. Perlu bekerja keras dan ditolong oleh paulus

Kita mengandung benih Kristus. Ternyata dalam membentuk benih-Nya Kristus ada Paulus yang berjuang dia mengalami hal yang sama. Demi kamu aku berjuang ketika kita membentuk Kristus berarti kita membutuhkan orang lain seperti Paulus melayani orang-orang lain yang ia layani, itulah yang Paulus ajarkan di dalam jemaatnya, ada pembentukan rupa Kristus. 1 Korintus 4:15 artinya dalam ayat tersebut yang menjadi bapa jemaat Korintus adalah Paulus. Dalam pengajaran ini kita diberi suatu pemahaman yaitu walaupun kamu bisa memiliki sepuluh ribu pengajaran didalam Kristus sebab didalam Kristus aku telah melahirkan kamu melalui Injil berarti harus dimengerti secara spiritual antara hubungan Paulus dan gereja berarti hubungan anak dengan bapaknya. Paulus yang sakit dalam kelahiran/ bersalin yaitu rupa Kristus sehingga dilahirkan yaitu jemaat             Korintus sehingga dia menanggung beban seolah-olah di dalam perutnya itu gereja Korintus itu yang dia perjuangkan. Dan kita sedang mengandung benih Kristus 1 Yoh 3:9 kita sedang membentuk benih, didalam orang percaya ada benih yang harus dibentuk, Filemon 1:10 perjuangan untuk membentuk Kristus.   

Theoria

Poin-poin semantic

  1. Paulus itu sedang mengandung dan kesusahan dia mengandung kondisinya itu seperti hamil, sedang dalam kondisi melahirkan atau bersalin
  2. Di dalam kelahiran Paulus berjuang keras.

Semua tulisan itu suci. Apa yang tertulis disitu itu mengandung doktrin yang roh kudus ilhami, roh kudus itu membawa logos Kristus + logos penulis=maka jadi doktrin dan inilah catatan itu, apa yang Paulus tulis karna di bimbing oleh roh kudus dan itu ajaran Yesus melalui Paulus. Dokrin yang diajarkan roh kudus kepada penulis sehingga logos itu dan penulis menjadi menyatu, sehingga kita punya logos Allah itu yang utuh. Kita punya dua natur yaitu yang ilahi dan manusia, kita percaya yang tertulis itu adalah firman Allah yang hidup tujuannya adalah menceritakan tentang Yesus yang hidup itu Yohanes 20:30-31 yang tercatat itu terbukti dan itu menyatakan bahwa Yesuslah Mesias

Moral atau aplikasi

2 Timotus 3:16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”. Untuk membentuk Kristus di dalam kita supaya rupa Kristus itu menjadi nyata,

contoh

  1. Mulut itu harus digunakan dengan baik, mengucapkan kata-kata yang enak didengar.
  2. Harta milik atau Kekayaan agar dapat membentuk rupa Kristus.
  3. Termasuk apa yang kita gunakan dalam kehidupan kita itu harus kita gunakan dengan baik, agar tidak jangan sembarangan apa yang kita peroleh biarlah itu memuliakan Tuhan lewat hidup kita kepada Kristus.

Aplikasi

Tuhan menciptakan kita segambar dan serupa dengan Dia dengan bigitu sempurna. Tetapi oleh pelanggaran manusia itu yang membuat hubungan manusia dan Allah menjadi terputus. Oleh Kristus maka pemberontakan manusia yang telah jatuh dalam dosa maka di perbaiki oleh Kristus. Oleh karena kematian, penguburannya dan kebangkitannya kita menjadi selamat sehingga gambar kita diperbaharui kembali oleh Kristus. Maka untuk memulihkan hubungan kita kembali dengan Allah adalah Yesus menjelma sebagai manusia yang sepenuh-Nya dan dan lewat ingkarnasi tersebut kita dipersatukan kembali sehingga Dia merelakan diri-nya untuk disalibkan untuk menggenapi segala sesuatu, dan ini dikerjakan oleh Allah sendiri dalam kehidupan kita. Maka apa yang harus kita lakukan sebagai manusia yang sudah ditebus oleh Tuhan sebagai jembatan yang Yesus lakukan dan perbuatan-Nya itu juga merupakan jendela yang memungkinkan kita untuk melihat kebenaran besar maka Salib adalah jendela yang melaluinya kita melihat kebenaran agung dari kasih Allah bagi kita. “Allah begitu mencintai dunia sehingga Ia memberikan Anak tunggal-Nya sehingga siapa pun yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16), dan kita harus meresponi apa yang Kristus lakukan dalam setiap hidup kita agar kita memperoleh apa yang Tuhan janjikan itu bahwa kita sudah punya pengharapan yang besar dan itulah tujuan akhir hidup kita, adalah pengharapan Bersama dengan Kristus.

Tuhan menciptakan kita segambar dan serupa dengan Dia dengan bigitu sempurna. Tetapi oleh pelanggaran manusia itu yang membuat hubungan manusia dan Allah menjadi terputus. Oleh Kristus maka pemberontakan manusia yang telah jatuh dalam dosa maka di perbaiki oleh Kristus. Oleh karena kematian, penguburannya dan kebangkitannya kita menjadi selamat sehingga gambar kita diperbaharui kembali oleh Kristus. Maka untuk memulihkan hubungan kita kembali dengan Allah adalah Yesus menjelma sebagai manusia yang sepenuh-Nya dan dan lewat ingkarnasi tersebut kita dipersatukan kembali sehingga Dia merelakan diri-nya untuk disalibkan untuk menggenapi segala sesuatu, dan ini dikerjakan oleh Allah sendiri dalam kehidupan kita. Maka apa yang harus kita lakukan sebagai manusia yang sudah ditebus oleh Tuhan sebagai jembatan yang Yesus lakukan dan perbuatan-Nya itu juga merupakan jendela yang memungkinkan kita untuk melihat kebenaran besar maka Salib adalah jendela yang melaluinya kita melihat kebenaran agung dari kasih Allah bagi kita. “Allah begitu mencintai dunia sehingga Ia memberikan Anak tunggal-Nya sehingga siapa pun yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16), dan kita harus meresponi apa yang Kristus lakukan dalam setiap hidup kita agar kita memperoleh apa yang Tuhan janjikan itu bahwa kita sudah punya pengharapan yang besar dan itulah tujuan akhir hidup kita, adalah pengharapan Bersama dengan Kristus.

Menemukan Jati Diri

Tugas ke-6 Dogmatika 3

Iman + anugerah = synergy. Dengan memiliki iman merupakan langkah pertama dalam mencari jati diri yang sebenarnya.

Benih ilahi = mati (Padang gurun, mematikan keinginan daging, menyangkal diri Matius 18:6-9) disinilah terjadi air mata pertobatan yang terus menerus tanpa henti sebab manusia setiap saat setiap waktu selalu melakukan dosa dan kesalahan.

Akar (akar ada di dalam tanah, Kolose 2:6-7 yang menjadi tanah adalah Kristus, kalau tidak di tanam di dalam tanah maka benih ini tidak mendapatkan kehidupan. Akar merupakan proses menyerap makanan untuk membangun fondasi pohon yang kuat dan untuk membangun iman + perbuatan kita terus bertumbuh dan bertambah kuat. Bagaimana cara kita untuk menghasilkan perbuatan-perbuatan yang bertumbuh harus dengan melakukan latihan badani (tubuh terang) dan latihan jiwani (memiliki pikiran Kristus/doktrin = doktrin “Nous”) diterangi oleh Anugerah yang yang disebut dengan energy ilahi berarti iman dan perbuatan baik tidak berjalan sendiri melainkan Roh Kudus yang selalu memimpin dan menyerap energy ilahi yang dari Kristus supaya menerangi jiwa dan tubuh kita. Dalam tubuh ini kita banyak menyerap anugerah supaya dalam akar-akar yang kita miliki menghasilkan petumbuhan rohani. Pertumbuahan rohani itu ada seperti bayi yang di dalam Kristus yang hanya diberikan makanan susu saja yang menunjukkan bahwa kamu manusia daging dan hidup secara rohani 1 Kor 3:1-3. Kalau bertumbuh secara dewasa artinya kedagingan semakin habis karena pertobatan yang terus menerus dikerjakan. Manusia rohaninya semakin bertumbuh ke arah Dia yaitu Kristus (Efesus 4:15). Aku yang semakin kecil dan Kristus yang semakin besar (Yoh 3:30).

Pohon bertumbuh untuk menghasilkan buah Roh. Pertumbuhan rohani yang menjadi pohon Kristus bukan pohon sendiri. Artinya pohonnya ini semakin serupa dengan Kristus. Buah Roh inilah pertanggungjawaban atas iman dan perbuatan kita sebab ada hari penghakiman akhir. Ketika kita bisa mempertanggujawabkannya maka kita mencapai Theosis. Buah itu hasil, dampak, pengaruh buat orang lain.

Anda dapat berhasil menemukan jati diri anda dengan mempunyai benih Ilahi artinya menerima Anugerah Allah yang disalurkan oleh Roh Kudus dan berakar di dalam Kristus, bertumbuh dan menghasilkan buah yang didasari dengan iman dan perbuatan-perbuatan yang menghasilkan buah-buah Roh. Tanpa benih maka kita tidak akan menemukan jati diri kita yang sebenarnya, penting untuk kita mengerti dan mengerjakan apa yang Tuhan inginkan supaya kita melakukannya.

2 Timotius 4:6-8 (kematian Rasul Paulus)

For I am now ready to be offered, and the time of my departure is at hand. (2 Tim. 4:6 KJV)

Ἐγὼ γὰρ ἤδη σπένδομαι, καὶ ὁ καιρὸς τῆς ἐμῆς ἀναλύσεως ἐφέστηκεν.

 (2 Tim. 4:6 BYZ)


Parsing :

Ada 2 kalimat atau klausa di ayat 6.

Pertama Ἐγὼ ἤδη σπένδομαι. Sabjeknya adalah Ἐγὼ dan predikatnya adalah ἤδη σπένδομαι.

Kedua, ὁ καιρὸς τῆς ἐμῆς ἀναλύσεως ἐφέστηκεν. Subjeknya adalah ὁ καιρὸς τῆς ἐμῆς ἀναλύσεως dan perdikatnya adalah

Ἐγὼ ini adalah nominative sabjek berfungsi sebagai subjek dari σπένδομαι yang artinya adalah Aku.

σπένδομαι, = indicative, present, passive 1st person singular; Progressive (sedang berlangsung)

artinya sedang berlangsung atau pencurahan darah Rasul Paulus sebagai korban sedang terjadi.

ὁ καιρὸς = nominative of sabjek berfungsi sebagai subjek dari ἐφέστηκεν

τῆς ἀναλύσεως = genitive of description menjelaskan kata ὁ καιρὸς

Paulus disini tidak memakai kata kematian dipenjelasannya tetapi memakai kata keberangkatan

μου = genitive of possessive menjelaskan milik dari

ἐφέστηκεν = indicative perfect active 3rd person singular ini adalah perfect of intensive menjelaskan hasil tindakannya dari masa lampau sampai sekarang

Terjemahan Literal

            Sebab aku sedang dicurahkan sebagai korban persembahan darah dan waktu keberangkatanku sudah dekat.

Syntactic Content

  1. Sebab aku sedang dicurahkan sebagai korban persembahan darah
  2. Waktu keberangkatanku sudah dekat

Semantic Content

  1. Nyawa Rasul Paulus sedang dipertaruhkan atau dicurahkan kepada Allah sebagai korban atau persembahan
  2. Hidup sampai kematian Rasul Paulus adalah suatu korban kepada Allah
  3. Kematian Rasul Paulus sudah dekat
  4. Kematian Rasul Paulus adalah demi injil Kristus atau pelayanannya kapada Kritsus

Ide Utama : Kematian Rasul Paulus

Ide pendukung

  • Kematian Rasul Paulus adalah korban kepada Allah
  • Kematiannya sudah dekatdengan cara mencurahkan darah atau kematian martir 
  • Kematiannya demi pelayanannya kepada Kristus atau injil Kristus

Filipi 2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian. 

2 Petrus 1:14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. 

Penjelasan Konsep Teologis

Kematian Rasul Paulus diibaratkan seperti korban darah yang dipersembahkan kapada Allah. Ini artinya kematiannya adalah satu persembahan korban kepada Allah juga (Filipi 2:17). Kematiaannya yang dipersembahkan kepada Allah adalah untuk kepentingan jemaat atau Gereja Kristus (Filipi 2:17). Darah yang dicurahkan disisni berarti nyawa yang dipersembahkan sebagai korban kepada Allah demi kepentingan jemaat atau pelayanan kepada Kristus. Nyawa yang dipersembahkan kepada Allah adalah kembali berada bersama-sama dengan Kristus ( Filipi 1:23) dan adalah keuntungan bagi Rasul Paulus sebab ia berada bersama dengan Kristus yang dia layani (Filipi 1:21).

Aplikasi

Perlu untuk kita menjadi korban bagi Allah melalui pelayanan kita tentang Kristus. Oleh karena Kristus kita diselamatkan dan keselamatan yang kita peroleh perlu untuk dikerjakan bagi orang lain.

Markus 12:29-31 (Hati)

And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear, O Israel; The Lord our God is one Lord: (Mk. 12:29 KJG)

And thou shalt love the Lord thy God with all thy heart, and with all thy soul, and with all thy mind, and with all thy strength: this is the first commandment. (Mk. 12:30 KJG)

And the second is like, namely this, Thou shalt love thy neighbour as thyself. There is none other commandment greater than these. (Mk. 12:31 KJV)

Ὁ δὲ Ἰησοῦς ἀπεκρίθη αὐτῷ ὅτι Πρώτη πάντων τῶν ἐντολῶν, Ἄκουε, Ἰσραήλ· κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν, κύριος εἷς ἐστίν· (Mk. 12:29 BYZ)

καὶ ἀγαπήσεις κύριον τὸν θεόν σου ἐξ ὅλης τῆς καρδίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ψυχῆς σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς διανοίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ἰσχύος σου. Αὕτη πρώτη ἐντολή. (Mk. 12:30 BYZ)

Καὶ δευτέρα ὁμοία αὕτη, Ἀγαπήσεις τὸν πλησίον σου ὡς σεαυτόν. Μείζων τούτων ἄλλη ἐντολὴ οὐκ ἔστιν. (Mk. 12:31 BYZ)



  1. Terjemahan Literal

Dijawa Yesus, bahwa perintah pertama adalah dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan Allah adalah Esa, dan Kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu, dan kekuatanmu. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti dirimu sendiri, tidak ada perintah lain daripada perintah ini.

Poin-poin Sintaksis = (Comprehension (olah data)

  1. Yesus menjawab apa itu perintah pertama
  2. perintah pertama adalah
    1. Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan adalah Esa
    1. Kasihilah Tuhan, Allahmu dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu dan kekuatanmu
  1. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.
  2. Dua perintah di atas adalah yang paling utama.
  3. Poin-poin Semantin
  1. Yesus sendiri yang memberi jawaban apa itu perintah pertama sehingga perintah pertama adalah kebenaran.
  2. Perintah pertama berarti perintah yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mengerjakan perintah-perintah lain.
  3. Yesus memerintahkan supaya bangsa Israel mengerti bahwa Allah itu Esa
  4. Setelah mengerti atu mengenal Allah itu Esa dilanjutkan dengan perintah mengasihi Allah yang Esa itu dari segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan bangsa Israel.
  5. Mengenal dan mengasihi Allah adalah satu kesatuan yang utuh
  6. Kata “Tuhan”dan “Allah” itu menunjuk pada entitas yang sama yaitu Allah Bapa. Pada perkembangannya kata “Tuhan” menunjuk pada Yesus Kristus sehingga mengenal mengasihi kristus sama artinya mengenal dan mengasihi Allah atau mengenal mengasihi Allah Bapa sama artinya menegenal dan mengasihi Kristus.
  7. Tidak mengenal Kristus berarti tidak mengenal Allah
  8. Mengasihi Allah itu harus bersumber dari dalam yaitu hati, jiwa, dan pikiran manusia yang terpancar keluar dalam wujud kekuatan atau energy atau daya manusia yang kita sebut sebagai terang.
  9. Mengasihi Allah menghasilkan hidup yang terang sebab kasi itulah berwujud terang
  10. Hidup terang itu berarti hati, jiwa, pikiran yang mengalami terang (batin mengalami terang ) terpancar keluar pada tubuh sehingga tubuh mengalami terang
  11. Bukti mengasihi Allah yang segenap batin dan kekuatan itu adalah mengasihi orang-orang disekeliling kita.
  12. Mengasihi orang-orang disekitar harus didahului mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendiri adalah orang paling dekat
  13. Mengasihi diri sendiri kemudian orang lain adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dan seimbang
  14. Kedua perintah di atas adalah inti atau fondasi dari perintah-perintah yang lain
  • Outline Konsep Teologis
  1. ide utama = mengenal dan mengasihi Allah
  2. ide-ide pedukung
  3. mengenal dan mengasihi Allah adalah perintah pertama
  4. perintah pertama menjadi dasar mengerjakan perintah selanjutnya
  5. mengenal Allah yang Esa
  6. mengasihi Allah yang Esa dari segenap hati dan tubuh

Fokus Pada Ekternal Teks (Christ-centered & Ecclesial)

  • Semantic Kontent

Interaksi dengan teks-teks lain dan buku-buku seperti Church Father dan lain sebagainya yang mendukung.

  • Perintah manakah yang paling utama? Mengenal dan mengasihi Allah yang Esa adalah perintah pertama

ini adalah pengakuan Yesus tentang keesaan Allah atau Tauhid dan merupakan perintah atau hukum yang paling utama. Tauhid adalah hukum paling utama sehingga menjadi fondasi dari semua ajaran dan dogma. dalam kekristenan. Itu sebabnya dalam pengakuan iman Nikea di mulai dengan “Aku percaya pada satu Allah”.

            Kata Allah atau Tuhan sendiri secara antologis memang harus satu karena melekat pada sifat atau atribut-Nya yang Maha itu. Allah tak ada persamaan dalam sifat-sifat-Nya. Allah itu unik dan terpisah dari makhluk-Nya. Jika Dia mempunyai sifat sama dengan lainnya berarti Dia bukan unik dan bukan Esa lagi. Itulah sebabnya bagi Allah semua ilah yang disembah manusia itu tak mempunyai sifat ilahi sedikit pun namun malah hanya sekedar gambaran yang rusak tentang keilahian yang dibuat makhluk sendiri. Allah itu tidak dapat diserupakan oleh apapaun dalam segala sifat-sifatNya (Yesaya 45:5-6). Allah itu tidak sama dengan manusia namun hanyalah gambar manusia yang sama dengan Allah tetapi rupa masih belum sama, itulah yang terus dikerjakan manusia untuk mencapai rupa Allah. Pengakuan atau syahadat Yahudi sehingga Yesus mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel.” Syahadat Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus datang bukan untuk menyingkirkan Taurat dan ajaran para nabi namun untuk meneguhkan dan menegaskannya. Dengan demikian pengakuan akan Tauhid ini merupakan ajaran pokok atau “Hukum yang terutama” menurut Yesus Kristus baik dalam Taurat dan kitab para nabi ataupun dalam ajaran Yesus Kristus (Isa Almasih) sendiri (lihat Ulangan 6:4, Yesaya 45:5-6; Matius 4:10; Yohanes 17:3; Roma 3:10; 1 Korintus 8:4,6; Galatia 3:20; Efesus 4:6; 1 Timotius 2:5; Yakobus 2:10; Yudas 25). Ayat-ayat ini menegaskan bahwa syahadat orang Kristen adalah Tauhid atau keesaan Allah. Dalam surat Yakobus 2:19, setan-setan pun percaya bahwa Allah itu esa tapi mereka tidak diselamatkan karena mereka tidak meng-esa-kan Allah dalam sikap hidup mereka. Sebab itu, iman akan Tauhid disertai dengan sikap hidup yang ditegaskan oleh Yesus di atas yakni mengasihi Allah yang esa itu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Setan ingin menghancurkan Allah dan tidak mengasihi Allah malahan ia ingin menduduki keesaan Allah.

            Mengasihi sama juga kita mengasihi Yesus yang adalah firmanNya yang berinkarnasi. Kerena Allah itu esa maka mengasihi Allah sama dengan kita mengasihi FirmanNya. Ketaatan pada perintah Yesus membuktikan kita mengasihi Yesus sehingga kita hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21). Mengasihi Allah maka kita sama dengan mengasihi diri sendiri dan juga sesama. Ajaran Tauhid membuat kita mengerti bahwa Allah yang telah lebih dahulu mengasihi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia (1 Yohanes 4:10). Sehingga pengakuan kepada Allah yang Esa itu dan mengasihi Dia yang membawa kita mengasihi sesama merupakan respons atas kasih Allah kepada kita. Benarlah yang dikatakan oleh Rasul Yohanes bahwa kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).

  • Perintah Kedua: Mengasihi Diri Sendiri untuk Mengasihi Orang-orang Di sekitar

Mengasihi orang-orang di sekitar kita harus dimulai dari mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendirilah orang yang paling dekat itu. Mengasihi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita adalah mengasihi mereka yang tampak oleh mata kita seperti yang dituliskan oleh Rasul Yohanes bahwa kita tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak tampak oleh mata kita jikalau kita tidak mengasihi mereka yang tampak oleh kita. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4:20). Dan diri kita sendiri adalah yang paling tampak dan dekat pada kita setiap hari.

            Apa arti mengasihi orang lain? Menurut Rasul Yohanes harus ada bukti kasih. Ada 2 bukti mengasihi. Pertama, dia tidak membenci saudaranya (1 Yohanes 2:9). Apa arti membenci? Kalau kita lihat Rasul Yohanes memberikan contoh di 3:12 tentang Kain membunuh Habel. Membenci berarti mengorbankan orang lain supaya binasa untuk hidupnya sendiri. Kata kasih dikontraskan dengan kebencian. Hanya ada dua pilihan yaitu membenci atau mengasihi. Jika kita tidak mengasihi, maka kita pasti membenci. Kasih Kristus adalah mati di kayu salib hanya untuk mrenebus kita dari dosa. Mengasihi bukan hanya dibibir saja tetapi disertai dengan tindakan nyata.

            Kasih menjadi fondasi kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan lain. Mengapa? karena kasih adalah penggenapan dari hukum  taurat atau hukum yang kesepuluh. Mengasihi Allah dan manusia adalah ringkasan dari hukum Taurat yang telah digenapi oleh Yesus Kristus. Penggenapan yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak bisa dibayar dengan apapun juga. Kemudian Kristus memberikan perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti Kristus. Mengasihi Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati perintah Kristus yaitu saling mengasihi. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.

Personal (Hati)

  • Ringkasan = Sintesis (menyimpulkan/menyusun kembali)

Mengapa kasih? Sebab kasih adalah kegenapan Hukum Taurat dan kasih itu adalah kasih Kristus. Oleh kasih Kristus Hukum Taurat telah digenapi dengan sempurna. Oleh kasih Kristus kita telah diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut. Sebab itu, dengan kasih Kristus kita taat sama seperti Kristus taat. Dengan kasih Kristus kita memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus menerangi dunia. Dengan kasih Kristus kita melakukan apa yang telah Kristus lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa seperti Kristus.

  • Aplikasi
  • Terlebih dahulu kita harus mengenal siapa itu Allah karena tanpa mengenal Allah maka ia tidak tahu
  1. Terjemahan Literal

Dijawa Yesus, bahwa perintah pertama adalah dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan Allah adalah Esa, dan Kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu, dan kekuatanmu. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti dirimu sendiri, tidak ada perintah lain daripada perintah ini.

Poin-poin Sintaksis = (Comprehension (olah data)

  1. Yesus menjawab apa itu perintah pertama
  2. perintah pertama adalah
    1. Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan adalah Esa
    1. Kasihilah Tuhan, Allahmu dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu dan kekuatanmu
  1. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.
  2. Dua perintah di atas adalah yang paling utama.
  3. Poin-poin Semantin
  1. Yesus sendiri yang memberi jawaban apa itu perintah pertama sehingga perintah pertama adalah kebenaran.
  2. Perintah pertama berarti perintah yang harus dilakukan terlebih dahulu sebelum mengerjakan perintah-perintah lain.
  3. Yesus memerintahkan supaya bangsa Israel mengerti bahwa Allah itu Esa
  4. Setelah mengerti atu mengenal Allah itu Esa dilanjutkan dengan perintah mengasihi Allah yang Esa itu dari segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan bangsa Israel.
  5. Mengenal dan mengasihi Allah adalah satu kesatuan yang utuh
  6. Kata “Tuhan”dan “Allah” itu menunjuk pada entitas yang sama yaitu Allah Bapa. Pada perkembangannya kata “Tuhan” menunjuk pada Yesus Kristus sehingga mengenal mengasihi kristus sama artinya mengenal dan mengasihi Allah atau mengenal mengasihi Allah Bapa sama artinya menegenal dan mengasihi Kristus.
  7. Tidak mengenal Kristus berarti tidak mengenal Allah
  8. Mengasihi Allah itu harus bersumber dari dalam yaitu hati, jiwa, dan pikiran manusia yang terpancar keluar dalam wujud kekuatan atau energy atau daya manusia yang kita sebut sebagai terang.
  9. Mengasihi Allah menghasilkan hidup yang terang sebab kasi itulah berwujud terang
  10. Hidup terang itu berarti hati, jiwa, pikiran yang mengalami terang (batin mengalami terang ) terpancar keluar pada tubuh sehingga tubuh mengalami terang
  11. Bukti mengasihi Allah yang segenap batin dan kekuatan itu adalah mengasihi orang-orang disekeliling kita.
  12. Mengasihi orang-orang disekitar harus didahului mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendiri adalah orang paling dekat
  13. Mengasihi diri sendiri kemudian orang lain adalah satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan dan seimbang
  14. Kedua perintah di atas adalah inti atau fondasi dari perintah-perintah yang lain
  • Outline Konsep Teologis
  1. ide utama = mengenal dan mengasihi Allah
  2. ide-ide pedukung
  3. mengenal dan mengasihi Allah adalah perintah pertama
  4. perintah pertama menjadi dasar mengerjakan perintah selanjutnya
  5. mengenal Allah yang Esa
  6. mengasihi Allah yang Esa dari segenap hati dan tubuh

Fokus Pada Ekternal Teks (Christ-centered & Ecclesial)

  • Semantic Kontent

Interaksi dengan teks-teks lain dan buku-buku seperti Church Father dan lain sebagainya yang mendukung.

  • Perintah manakah yang paling utama? Mengenal dan mengasihi Allah yang Esa adalah perintah pertama

ini adalah pengakuan Yesus tentang keesaan Allah atau Tauhid dan merupakan perintah atau hukum yang paling utama. Tauhid adalah hukum paling utama sehingga menjadi fondasi dari semua ajaran dan dogma. dalam kekristenan. Itu sebabnya dalam pengakuan iman Nikea di mulai dengan “Aku percaya pada satu Allah”.

            Kata Allah atau Tuhan sendiri secara antologis memang harus satu karena melekat pada sifat atau atribut-Nya yang Maha itu. Allah tak ada persamaan dalam sifat-sifat-Nya. Allah itu unik dan terpisah dari makhluk-Nya. Jika Dia mempunyai sifat sama dengan lainnya berarti Dia bukan unik dan bukan Esa lagi. Itulah sebabnya bagi Allah semua ilah yang disembah manusia itu tak mempunyai sifat ilahi sedikit pun namun malah hanya sekedar gambaran yang rusak tentang keilahian yang dibuat makhluk sendiri. Allah itu tidak dapat diserupakan oleh apapaun dalam segala sifat-sifatNya (Yesaya 45:5-6). Allah itu tidak sama dengan manusia namun hanyalah gambar manusia yang sama dengan Allah tetapi rupa masih belum sama, itulah yang terus dikerjakan manusia untuk mencapai rupa Allah. Pengakuan atau syahadat Yahudi sehingga Yesus mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel.” Syahadat Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus datang bukan untuk menyingkirkan Taurat dan ajaran para nabi namun untuk meneguhkan dan menegaskannya. Dengan demikian pengakuan akan Tauhid ini merupakan ajaran pokok atau “Hukum yang terutama” menurut Yesus Kristus baik dalam Taurat dan kitab para nabi ataupun dalam ajaran Yesus Kristus (Isa Almasih) sendiri (lihat Ulangan 6:4, Yesaya 45:5-6; Matius 4:10; Yohanes 17:3; Roma 3:10; 1 Korintus 8:4,6; Galatia 3:20; Efesus 4:6; 1 Timotius 2:5; Yakobus 2:10; Yudas 25). Ayat-ayat ini menegaskan bahwa syahadat orang Kristen adalah Tauhid atau keesaan Allah. Dalam surat Yakobus 2:19, setan-setan pun percaya bahwa Allah itu esa tapi mereka tidak diselamatkan karena mereka tidak meng-esa-kan Allah dalam sikap hidup mereka. Sebab itu, iman akan Tauhid disertai dengan sikap hidup yang ditegaskan oleh Yesus di atas yakni mengasihi Allah yang esa itu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Setan ingin menghancurkan Allah dan tidak mengasihi Allah malahan ia ingin menduduki keesaan Allah.

            Mengasihi sama juga kita mengasihi Yesus yang adalah firmanNya yang berinkarnasi. Kerena Allah itu esa maka mengasihi Allah sama dengan kita mengasihi FirmanNya. Ketaatan pada perintah Yesus membuktikan kita mengasihi Yesus sehingga kita hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21). Mengasihi Allah maka kita sama dengan mengasihi diri sendiri dan juga sesama. Ajaran Tauhid membuat kita mengerti bahwa Allah yang telah lebih dahulu mengasihi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia (1 Yohanes 4:10). Sehingga pengakuan kepada Allah yang Esa itu dan mengasihi Dia yang membawa kita mengasihi sesama merupakan respons atas kasih Allah kepada kita. Benarlah yang dikatakan oleh Rasul Yohanes bahwa kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).

  • Perintah Kedua: Mengasihi Diri Sendiri untuk Mengasihi Orang-orang Di sekitar

Mengasihi orang-orang di sekitar kita harus dimulai dari mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendirilah orang yang paling dekat itu. Mengasihi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita adalah mengasihi mereka yang tampak oleh mata kita seperti yang dituliskan oleh Rasul Yohanes bahwa kita tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak tampak oleh mata kita jikalau kita tidak mengasihi mereka yang tampak oleh kita. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4:20). Dan diri kita sendiri adalah yang paling tampak dan dekat pada kita setiap hari.

            Apa arti mengasihi orang lain? Menurut Rasul Yohanes harus ada bukti kasih. Ada 2 bukti mengasihi. Pertama, dia tidak membenci saudaranya (1 Yohanes 2:9). Apa arti membenci? Kalau kita lihat Rasul Yohanes memberikan contoh di 3:12 tentang Kain membunuh Habel. Membenci berarti mengorbankan orang lain supaya binasa untuk hidupnya sendiri. Kata kasih dikontraskan dengan kebencian. Hanya ada dua pilihan yaitu membenci atau mengasihi. Jika kita tidak mengasihi, maka kita pasti membenci. Kasih Kristus adalah mati di kayu salib hanya untuk mrenebus kita dari dosa. Mengasihi bukan hanya dibibir saja tetapi disertai dengan tindakan nyata.

            Kasih menjadi fondasi kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan lain. Mengapa? karena kasih adalah penggenapan dari hukum  taurat atau hukum yang kesepuluh. Mengasihi Allah dan manusia adalah ringkasan dari hukum Taurat yang telah digenapi oleh Yesus Kristus. Penggenapan yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak bisa dibayar dengan apapun juga. Kemudian Kristus memberikan perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti Kristus. Mengasihi Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati perintah Kristus yaitu saling mengasihi. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.

Personal (Hati)

  • Ringkasan = Sintesis (menyimpulkan/menyusun kembali)

Mengapa kasih? Sebab kasih adalah kegenapan Hukum Taurat dan kasih itu adalah kasih Kristus. Oleh kasih Kristus Hukum Taurat telah digenapi dengan sempurna. Oleh kasih Kristus kita telah diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut. Sebab itu, dengan kasih Kristus kita taat sama seperti Kristus taat. Dengan kasih Kristus kita memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus menerangi dunia. Dengan kasih Kristus kita melakukan apa yang telah Kristus lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa seperti Kristus.

  • Aplikasi
  • Terlebih dahulu kita harus mengenal siapa itu Allah karena tanpa mengenal Allah maka ia tidak tahu siapa dirinya yang sebenarnya
  • Bukti mengasihi Kristus berarti kita mengasihi diri sendiri dan juga mengasihi orang lain
  • Dan kita harus menerapkan bukti kasih itu dengan mengasihi
  • siapa dirinya yang sebenarnya
  • Bukti mengasihi Kristus berarti kita mengasihi diri sendiri dan juga mengasihi orang lain
  • Dan kita harus menerapkan bukti kasih itu dengan mengasihi

Tugas 1 Yunani 2