
Tingkat 2



Parsing:
ini adalah aorist gnomic artinya kebenaran yang terjadi di masa lampau atau di suatu titik dalam sejarah manusia = Middel kata ini menjelaskan bahwa ia sendiri yang menyatakannyaàini mengatakan aorist bahwa sewaktu-waktu dalam sejarah ia menyatakan siapa Allah. Fakta sejarah dimasa lampau.
Terjemahan Literal = Tidak ada seorang pun sepenjang waktu pernah melihat Allah; Anak tunggal Allah yang sejak kekal berada dipangkuan atau didada Bapa dia sendiri yang menyatakan-Nya.
tidak seorangpun dari jaman dulu sampai sekarang pernah melihat Allah. Anak tunggal Allah yang ada dipangkuan Bapa (didada Allah) atau yang dekat dengan Allah, Dialah sendiri yang (menyatakannya) à pada satu titik waktu didalam sejarah
indicative Voice = menyatakan lebih pada subjek. dia sendiri menyatakannya
Middel = bahwa tidak ada yang lain selain dari pada Dia.
Poin-poin Sintaksis
Poin-poin semantic
Ide utama
Ide Pendukung
Semantin contend
Kolose 1:15
Yang tidak bisa dilihat adalah Allah. Allah dari yang invisible, Ketika Yesus menyatakan siapa Allah itu maka ia dapat menyatakan karana ia adalah gambarnya. Melihat Allah dimulai dengan Anak. Melihat Anak sama dengan melihat Allah. Namun Anak itu adalah gambar Allah invisible Dialah firman Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Gambar atau ikon atau foto itu adalah Kristus. Para Rasul yang telah melihat Anak merekalah yang perlu dipercaya karena mereka telah melihat gambar Allah yaitu Kristus sendiri yang telah berinkarnasi menjadi manusia. Dan ini berarti mereka melihat Allah seperti yang dituliskan oleh Bapa gereja Chrysontom.

middle menjelaskan logos itu sendiri dan menekan sabjeknya artinya logos itu sendiri yang menjadi daging.
Firman itu jadi daging tinggal didalam daging sehingga memiliki tubuh dan disebut sebagai kemah.
Terjamahan Literal
Dan firman itu sendiri menjadi daging dan berkemah (tinggal) di antara kami dan kami telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan sebagai Anak Tunggal Bapa, Firman itu penuh anugerah dan kebenaran
Poin-poin sintaksis
Poin-poin semantic


Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suaraNya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.
Poin-poin Sintaksis
Poin-poin semantis

dan Yesus belum datang kepada mereka
ἤρχοντο =
Danau diombang—ambing oleh ombak
Diagram

Dijawa Yesus, bahwa perintah pertama adalah dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan Allah adalah Esa, dan Kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu, dan kekuatanmu. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti dirimu sendiri, tidak ada perintah lain daripada perintah ini.
Poin-poin Sintaksis = (Comprehension (olah data)
Fokus Pada Ekternal Teks (Christ-centered & Ecclesial)
Interaksi dengan teks-teks lain dan buku-buku seperti Church Father dan lain sebagainya yang mendukung.
ini adalah pengakuan Yesus tentang keesaan Allah atau Tauhid dan merupakan perintah atau hukum yang paling utama. Tauhid adalah hukum paling utama sehingga menjadi fondasi dari semua ajaran dan dogma. dalam kekristenan. Itu sebabnya dalam pengakuan iman Nikea di mulai dengan “Aku percaya pada satu Allah”.
Kata Allah atau Tuhan sendiri secara antologis memang harus satu karena melekat pada sifat atau atribut-Nya yang Maha itu. Allah tak ada persamaan dalam sifat-sifat-Nya. Allah itu unik dan terpisah dari makhluk-Nya. Jika Dia mempunyai sifat sama dengan lainnya berarti Dia bukan unik dan bukan Esa lagi. Itulah sebabnya bagi Allah semua ilah yang disembah manusia itu tak mempunyai sifat ilahi sedikit pun namun malah hanya sekedar gambaran yang rusak tentang keilahian yang dibuat makhluk sendiri. Allah itu tidak dapat diserupakan oleh apapaun dalam segala sifat-sifatNya (Yesaya 45:5-6). Allah itu tidak sama dengan manusia namun hanyalah gambar manusia yang sama dengan Allah tetapi rupa masih belum sama, itulah yang terus dikerjakan manusia untuk mencapai rupa Allah. Pengakuan atau syahadat Yahudi sehingga Yesus mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel.” Syahadat Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus datang bukan untuk menyingkirkan Taurat dan ajaran para nabi namun untuk meneguhkan dan menegaskannya. Dengan demikian pengakuan akan Tauhid ini merupakan ajaran pokok atau “Hukum yang terutama” menurut Yesus Kristus baik dalam Taurat dan kitab para nabi ataupun dalam ajaran Yesus Kristus (Isa Almasih) sendiri (lihat Ulangan 6:4, Yesaya 45:5-6; Matius 4:10; Yohanes 17:3; Roma 3:10; 1 Korintus 8:4,6; Galatia 3:20; Efesus 4:6; 1 Timotius 2:5; Yakobus 2:10; Yudas 25). Ayat-ayat ini menegaskan bahwa syahadat orang Kristen adalah Tauhid atau keesaan Allah. Dalam surat Yakobus 2:19, setan-setan pun percaya bahwa Allah itu esa tapi mereka tidak diselamatkan karena mereka tidak meng-esa-kan Allah dalam sikap hidup mereka. Sebab itu, iman akan Tauhid disertai dengan sikap hidup yang ditegaskan oleh Yesus di atas yakni mengasihi Allah yang esa itu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Setan ingin menghancurkan Allah dan tidak mengasihi Allah malahan ia ingin menduduki keesaan Allah.
Mengasihi sama juga kita mengasihi Yesus yang adalah firmanNya yang berinkarnasi. Kerena Allah itu esa maka mengasihi Allah sama dengan kita mengasihi FirmanNya. Ketaatan pada perintah Yesus membuktikan kita mengasihi Yesus sehingga kita hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21). Mengasihi Allah maka kita sama dengan mengasihi diri sendiri dan juga sesama. Ajaran Tauhid membuat kita mengerti bahwa Allah yang telah lebih dahulu mengasihi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia (1 Yohanes 4:10). Sehingga pengakuan kepada Allah yang Esa itu dan mengasihi Dia yang membawa kita mengasihi sesama merupakan respons atas kasih Allah kepada kita. Benarlah yang dikatakan oleh Rasul Yohanes bahwa kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).
Mengasihi orang-orang di sekitar kita harus dimulai dari mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendirilah orang yang paling dekat itu. Mengasihi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita adalah mengasihi mereka yang tampak oleh mata kita seperti yang dituliskan oleh Rasul Yohanes bahwa kita tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak tampak oleh mata kita jikalau kita tidak mengasihi mereka yang tampak oleh kita. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4:20). Dan diri kita sendiri adalah yang paling tampak dan dekat pada kita setiap hari.
Apa arti mengasihi orang lain? Menurut Rasul Yohanes harus ada bukti kasih. Ada 2 bukti mengasihi. Pertama, dia tidak membenci saudaranya (1 Yohanes 2:9). Apa arti membenci? Kalau kita lihat Rasul Yohanes memberikan contoh di 3:12 tentang Kain membunuh Habel. Membenci berarti mengorbankan orang lain supaya binasa untuk hidupnya sendiri. Kata kasih dikontraskan dengan kebencian. Hanya ada dua pilihan yaitu membenci atau mengasihi. Jika kita tidak mengasihi, maka kita pasti membenci. Kasih Kristus adalah mati di kayu salib hanya untuk mrenebus kita dari dosa. Mengasihi bukan hanya dibibir saja tetapi disertai dengan tindakan nyata.
Kasih menjadi fondasi kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan lain. Mengapa? karena kasih adalah penggenapan dari hukum taurat atau hukum yang kesepuluh. Mengasihi Allah dan manusia adalah ringkasan dari hukum Taurat yang telah digenapi oleh Yesus Kristus. Penggenapan yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak bisa dibayar dengan apapun juga. Kemudian Kristus memberikan perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti Kristus. Mengasihi Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati perintah Kristus yaitu saling mengasihi. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.
Personal (Hati)
Mengapa kasih? Sebab kasih adalah kegenapan Hukum Taurat dan kasih itu adalah kasih Kristus. Oleh kasih Kristus Hukum Taurat telah digenapi dengan sempurna. Oleh kasih Kristus kita telah diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut. Sebab itu, dengan kasih Kristus kita taat sama seperti Kristus taat. Dengan kasih Kristus kita memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus menerangi dunia. Dengan kasih Kristus kita melakukan apa yang telah Kristus lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa seperti Kristus.
Tugas Akhir Yunani 2 (2 Timotius 4:7-8)
Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (2 Tim. 4:7 ITB)
I have fought the good fight, I have finished the race, I have kept the faith. (2 Tim. 4:7 NKJ)
τὸν καλὸν ἀγῶνα ἠγώνισμαι, τὸν δρόμον τετέλεκα, τὴν πίστιν τετήρηκα· (2 Tim. 4:7 BGT)
Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. (2 Tim. 4:8 ITB)
Finally, there is laid up for me the crown of righteousness, which the Lord, the righteous Judge, will give to me on that Day, and not to me only but also to all who have loved His appearing.
(2 Tim. 4:8 NKJ)
λοιπὸν ἀπόκειταί μοι ὁ τῆς δικαιοσύνης στέφανος, ὃν ἀποδώσει μοι ὁ κύριος ἐν ἐκείνῃ τῇ ἡμέρᾳ, ὁ δίκαιος κριτής, οὐ μόνον δὲ ἐμοὶ ἀλλὰ καὶ πᾶσιν τοῖς ἠγαπηκόσιν τὴν ἐπιφάνειαν αὐτοῦ.
(2 Tim. 4:8 BGT)

Penjelasan syntactic form
Ada 2 subjek dari diagram diatas (X) στέφανος, ini adalah nominative subjek ini menjelaskan bahwa Paulus yang telah berjuang untuk sebuah pertandingan menunjukkan pada pribadi (person)
γώνισμαι, (Hadiah)verb indicative perfect middle 1st person singular from ἀγωνίζομαι adalah indicate of declarative yang menjelaskan kata στέφανος,bahwa hadiah akan diperoleh τὸν ἀγῶνα (perjuangan)noun accusative masculine singular common from ἀγών
ἠ adalah accusative of direct objek bahwa perjuangan itu secara langsung bukan main-main menjelaskan kata γώνισμαι,
τετέλεκα,(akhir) verb indicative perfect active 1st person singular from τελέω adalah indicative of declarative bahwa ia telah mencapai garis akhir dari perjuangannya, perfect of intensive bahwa telah diselesaikan paulus mencapai garis finish kata τετέλεκα menjelaskan kata στέφανος,
καλὸν(baik)adjective normal accusative masculine singular no degree from καλός adalah accusative of result perjuangan dan hasilnya yang telah dicapai itu baik kata καλός menjelaskan kata τὸν ἀγῶνα
τὸν δρόμον(perlombaan)noun accusative masculine singular common from δρόμοςadalah accusative of indirect objek yang menjelaskan kata τετέλεκα
τὴν πίστιν (iman)noun accusative feminine singular common from πίστιςadalah accusative of direct objek, telah memelihara iman menjelaskan kata τετήρηκα
nominative of subjek dari predicate ἀπόκειταί
ὁdefinite article nominative masculine singular from ὁadalah def. artc. Nominative yang menjelaskan kata ἀπόκειταί
τετήρηκα (memelihara)verb indicative perfect active 1st person singular from τηρέωadalah indicative of declarative bahwa paulus telah memeliara imannya, menjelaskan kata στέφανος
στέφανος (Mahkota) noun nominative masculine singular common from στέφανος adalah
λοιπὸν (akhirnya)adverb OR adjective normal accusative neuter singular no degree from λοιπός adalah accusative of direct objek kata λοιπὸν menjelaskan kata στέφανο
ἀπόκειταί (to be laid up) (ditaruhkan/ditanamamkan) verb indicative present passive 3rd person singular from ἀπόκειμαι adalah indicative of declarative (telah ditaruhkan/ditanamkan kepadaku) bahwa kepada Pulus telah ditanamkan iman untuk berjuang sampai akhir menjelaskan kata στέφανος
μοι (saya) pronoun personal dative singular from ἐγώ adalah dative of direct objek yang menjelaskan kata ἀπόκειταί
τῆς δικαιοσύνης (kebajikan, kebenaran, keadialan) noun genitive feminine singular common from δικαιοσύνηadalah genitive of source sumbernya/asalnya ialah dari kebenaran serta keadilan dari Dia kata δικαιοσύνης menjelaskan kata στέφανος
ὃν (yang) pronoun relative accusative masculine singular from ὅς adalah accusative of direct objek kata ὃν menjelaskan kata τὸν καλὸν ἀγῶνα ἠγώνισμαι, τὸν δρόμον τετέλεκα, τὴν πίστιν τετήρηκα, στέφανος
ἀποδώσει (diberikan) verb indicative future active 3rd person singular from ἀποδίδωμι adalah indicative of declarative telah diberikan kata ἀποδώσει menjelaskan kata ὁ κύριος
ὁ κύριος (Tuhan) (Jesus Christ) noun nominative masculine singular common from κύριος adalah nominative of subjek bahwa Tuhan yang memberikan mahkota
ἐν (dan akan) ukuran akan preposition dative from ἐν adalah dative of standard kata ἐν menjelaskan kata ἀποδώσει
δίκαιος (adil dan ada benar)adjective normal nominative masculine singular no degree from δίκαιοςadalah nomanative of apposition (keterangan tambahan dari kata ὁ κύριος (Tuhan) (Jesus Christ)
ὁ κριτής (hakim),noun nominative masculine singular common from κριτήςadalah nominative of apposition (keterangan tambahan dari kata ὁ κύριος (Tuhan) (Jesus Christ) yang menjelaskan kata δίκαιος
ἡμέρᾳ, (hari)noun dative feminine singular common from ἡμέραadalah dative of standard yang menjelaskan kata ἐν
ἐκείνῃ (itu)pronoun demonstrative dative feminine singular from ἐκεῖνος adalah dative of standard yang menjelaskan ἡμέρᾳ
τῇ definite article dative feminine singular from ὁ adalah dative of standard
ἐμοὶ (Aku)pronoun personal dative singular from ἐγώ adalah dative of direct object yang menjelaskan ἀποδώσει
πᾶσιν (semua orang)adjective indefinite dative masculine plural no degree from πᾶς adalah dative of indirect object yang menjelaskan kata ἀποδώσει
τοῖς (yang)definite article dative masculine plural from ὁ adalah dative of direct objek,
ἠγαπηκόσιν (mengasihi) verb participle perfect active dative mas6culine plural from ἀγαπάω adalah participle of conditional, perfect of perfect with present force ; tindakan yang terjadi sampai sekarang, bersifat active; subject yang bertindak sampai sekarang, dative of indirect object kata ἠγαπηκόσιν menjelaskan kata ἀποδώσει
τὴν definite article accusative feminine singular from ὁadalah accusative of predicate yang menjelaskan kata ἠγαπηκόσιν
αὐτοῦ.(diri-Nya) pronoun personal genitive masculine singular from αὐτός adalah genitive of
objective genitive yang menjelaskan kata πιφάνειαν bahwa diri-Nya yang akan memberikan hadia
ἐπιφάνειαν (rupa)noun accusative feminine singular common from ἐπιφάνεια adalah accusative of direct objek yang menjelaskan kata ἠγαπηκόσιν
Terjemahan Literal
Aku telah berjuang untuk sebuah hadiah pertandingan yang baik, aku telah mengakhiri perlombaan dengan baik, Aku telah memelihara iman sampai pada akhir, sehingga makhkota kebenaran telah diletakan di atas ku dengan iman oleh kasih karunia Tuhan. Hakim yang adil, yaitu Tuhan, akan memberikan upah pada suatu hari bagi yang mengasihi Dia. Tidak hanya kepada ku tapi juga kepada semua orang yang rindu melihat rupaNya.
Syntactic Content
Semantic Content
Ide Utama : Perjuangan Memperoleh Hadiah (Makhota)
Ide pendukung
Tugas ke-13 Studi Tafsiran PB Roma/Filipi
Teks Yunani
7 Εἶπεν οὖν πάλιν ὁ Ἰησοῦς· ἀμὴν ἀμὴν λέγω ὑμῖν ὅτι ἐγώ εἰμι ἡ θύρα τῶν προβάτων.
8 πάντες ὅσοι ἦλθον [πρὸ ἐμοῦ] κλέπται εἰσὶν καὶ λῃσταί, ἀλλ᾽ οὐκ ἤκουσαν αὐτῶν τὰ πρόβατα.
9 ἐγώ εἰμι ἡ θύρα· δι᾽ ἐμοῦ ἐάν τις εἰσέλθῃ σωθήσεται καὶ εἰσελεύσεται καὶ ἐξελεύσεται καὶ νομὴν εὑρήσει.
10 ὁ κλέπτης οὐκ ἔρχεται εἰ μὴ ἵνα κλέψῃ καὶ θύσῃ καὶ ἀπολέσῃ· ἐγὼ ἦλθον ἵνα ζωὴν ἔχωσιν καὶ περισσὸν ἔχωσιν.
Terjemahan literal
Ayt 7. kemudian Yesus berkata kepada mereka lagi betul, benar sesungguhnya aku berkata kepadamu bahwa Aku adalah pintu dari domba itu.
Ayt 8. Semua orang yang datang sebelum Aku adalah pencuri-pencuri dan perampok-perampok, tetapi domba-domba itu tidak mendengarkan mereka
Ayt 9. Aku adalah pintu itu, jika ada seseorang masuk melalui Aku maka dia akan diselamatkan dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput.
Aty 10. Pencuri, tidak datang kecuali mereka datang untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan, Aku datang supaya mereka memiliki hidup dan memilikinya dalam berkelimpahan.
Poin-poin sintaksis
Membinasakan
Poin-poin semantic
Theoria
Pintu/tembok, pencuri/gembala, selamat/binasa. Yesus itu siapa? Dia adalah pintu dan jalan satu-satunya dan yang benar untuk menuju jalan kehidupan yang berkelimpahan dan dalam akses yang benar jalan masuk dan keluar menuju kehidupan yang berkelimpahan. Selain itu siapa tidak ada jalan lain melainkan setiap orang yang tidak lewat pintu itu dia akan dirampok dan dibinasakan. Maka kontras kalau itu jalan satu-satunya selain dari Yesus yang ada adalah kebinasaan atau kehancuran berarti tidak ada pilihan lain, kita tidak bisa pintu yang lain selain hanya pintu itu yaitu Yesus. Untuk mencapai jalan berkelimpahan itu harus dituntun oleh gembala sebab tanpa gembala itu akan maka domba-domba itu tidak akan dituntun dalam hidup berkelimpahan jadi domba-domba itu membutuhkan pintu dan gembala.
Konsep teologis
Ide utama : Yesus adalah pintu domba itu
Ide pendukung
Semantic content
Yohanes 14:6 “pintu yang benar-benar dan satu-satunya jalan yang benar dan menuju hidup”. Pintu itu adalah satu-satunya jalan menuju kapada Bapa dan itu adalah melalui hidup yang berkelimpahan, berarti berada Bersama atau menuju kepada Allah itu adalah hidup yang harus di lewati dan melalui jalan itu harus jalan melalui pintu itu tidak ada jalan yang lain. Jalan menuju kepada Bapa berarti kita berada Bersama Bapa tujuan akhir hidup manusia itu adalah nyampe pada tujuan kepada Allah dan hidup Bersama Bapa melalui Kristus dan Gembala itu juga Yesus. Yohanes 14:16 ada dua penolong yaitu Yesus dan roh kudus sebagai penolong atau gembala yang kedua, untuk menuntut kita untuk tetap di dalam jalan itu dan itulah perana roh kudus. Kita menjadi serupa dengan Allah bukan berubah menjadi Allah, kita bisa masuk dalam energi Allah itu lewat pintu yaitu Yesus.
Aplikasinya
Jelas bahwa pintu sangat penting, mengapa? tidak ada seorangpun yang dapat masuk kalau tidak melalui pintu. Setiap orang harus melalui pintu itu. Tidak ada satupun orang yang tidak melewati pintu itu.Yesus adalah pintu itu, karena Yesus adalah satu-satunya jalan menuju kehidupan yang berkelimpahan itu. Saat hidup didunia ini kita harus melewati pintu jalan itu sehingga hidup kita tidak binasa. Orang yang tidak melewati pintu maka ia akan binasa. Menjadi orang yang segambar dan serupa dengan Allah maka ia perlu melewati pintu tersebut. Karena Kristus berkata bahwa hanyalah ia jalan dan kebenaran diluar Kristus maka akan binasa.
Tugas ke-12 Studi PB Roma/Filipi
Berbicara Tentang icon apa yang ada dalam pikiran kita, apa dasar theologisnya, kenapa kita belajar tentang icon? Karna icon itu adalah gambar Allah sendiri. Contohnya Kolose 1:15 “Kristus adalah gambar Allah” yang tidak kelihatan, kita tahu manusia diciptakan serupa dengan Allah. Yang tidak kelihatan berarti ada Allah yang tidak kelihatan berarti Dia punya gambar, Allah yang tidak kelihatan sekarang dalam bentuk gambar karna gambar bisa dilihat. Allah yang bisa dilihat itu yaitu Kristus dan Dia Allah yang kelihatan, yang tidak kelihatan ini berwujud Yesus Kristus. Kristus adalah gambar Tuhan yang sempurna 1 Yohanes 3:2 menjadi sama seperti Kristus atau gambar Allah itu, Allah melihat kita sebagai gambar maka kita sebagai manusia itu adalah gambar-gambar Allah yang sudah rusak karena dosa. Oleh karena ketidak taatan Adam dan Hawa gambar Allah menjadi rusak. Dengan adanya dosa maka itu harus diperbaiki yang sudah rusak itu Roma 8:29 kita gambar-gambar Allah yang mau yang diproses menjadi gambar Anak-Nya, kalau kita adalah gambar berarti kita adalah Icon Allah yang hidup, dan gambar ini sudah rusak maka kita harus diperbaiki menjadi gambar Allah itu.
Dalam kitabGalatia 4:19 maka kita akan melihat penjelasan yang lebih jelas yaitu melalui langkah-langkah yang harus kita ketahui adalah :
Historia
Terjemahan : Anak-anaku yang kecil, demi engkau aku berjuang keras lagi di dalam kelahiranmu sampai Kristus dibentuk di dalam kamu.
Poin-poin sintaksis
Konsep Online
Ide utama : Rupa Kristus yang menjadi nyata
Ide pendukung :
Kita mengandung benih Kristus. Ternyata dalam membentuk benih-Nya Kristus ada Paulus yang berjuang dia mengalami hal yang sama. Demi kamu aku berjuang ketika kita membentuk Kristus berarti kita membutuhkan orang lain seperti Paulus melayani orang-orang lain yang ia layani, itulah yang Paulus ajarkan di dalam jemaatnya, ada pembentukan rupa Kristus. 1 Korintus 4:15 artinya dalam ayat tersebut yang menjadi bapa jemaat Korintus adalah Paulus. Dalam pengajaran ini kita diberi suatu pemahaman yaitu walaupun kamu bisa memiliki sepuluh ribu pengajaran didalam Kristus sebab didalam Kristus aku telah melahirkan kamu melalui Injil berarti harus dimengerti secara spiritual antara hubungan Paulus dan gereja berarti hubungan anak dengan bapaknya. Paulus yang sakit dalam kelahiran/ bersalin yaitu rupa Kristus sehingga dilahirkan yaitu jemaat Korintus sehingga dia menanggung beban seolah-olah di dalam perutnya itu gereja Korintus itu yang dia perjuangkan. Dan kita sedang mengandung benih Kristus 1 Yoh 3:9 kita sedang membentuk benih, didalam orang percaya ada benih yang harus dibentuk, Filemon 1:10 perjuangan untuk membentuk Kristus.
Theoria
Poin-poin semantic
Semua tulisan itu suci. Apa yang tertulis disitu itu mengandung doktrin yang roh kudus ilhami, roh kudus itu membawa logos Kristus + logos penulis=maka jadi doktrin dan inilah catatan itu, apa yang Paulus tulis karna di bimbing oleh roh kudus dan itu ajaran Yesus melalui Paulus. Dokrin yang diajarkan roh kudus kepada penulis sehingga logos itu dan penulis menjadi menyatu, sehingga kita punya logos Allah itu yang utuh. Kita punya dua natur yaitu yang ilahi dan manusia, kita percaya yang tertulis itu adalah firman Allah yang hidup tujuannya adalah menceritakan tentang Yesus yang hidup itu Yohanes 20:30-31 yang tercatat itu terbukti dan itu menyatakan bahwa Yesuslah Mesias
Moral atau aplikasi
2 Timotus 3:16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”. Untuk membentuk Kristus di dalam kita supaya rupa Kristus itu menjadi nyata,
contoh
Aplikasi
Berbicara Tentang icon apa yang ada dalam pikiran kita, apa dasar theologisnya, kenapa kita belajar tentang icon? Karna icon itu adalah gambar Allah sendiri. Contohnya Kolose 1:15 “Kristus adalah gambar Allah” yang tidak kelihatan, kita tahu manusia diciptakan serupa dengan Allah. Yang tidak kelihatan berarti ada Allah yang tidak kelihatan berarti Dia punya gambar, Allah yang tidak kelihatan sekarang dalam bentuk gambar karna gambar bisa dilihat. Allah yang bisa dilihat itu yaitu Kristus dan Dia Allah yang kelihatan, yang tidak kelihatan ini berwujud Yesus Kristus. Kristus adalah gambar Tuhan yang sempurna 1 Yohanes 3:2 menjadi sama seperti Kristus atau gambar Allah itu, Allah melihat kita sebagai gambar maka kita sebagai manusia itu adalah gambar-gambar Allah yang sudah rusak karena dosa. Oleh karena ketidak taatan Adam dan Hawa gambar Allah menjadi rusak. Dengan adanya dosa maka itu harus diperbaiki yang sudah rusak itu Roma 8:29 kita gambar-gambar Allah yang mau yang diproses menjadi gambar Anak-Nya, kalau kita adalah gambar berarti kita adalah Icon Allah yang hidup, dan gambar ini sudah rusak maka kita harus diperbaiki menjadi gambar Allah itu.
Dalam kitabGalatia 4:19 maka kita akan melihat penjelasan yang lebih jelas yaitu melalui langkah-langkah yang harus kita ketahui adalah :
Historia
Terjemahan : Anak-anaku yang kecil, demi engkau aku berjuang keras lagi di dalam kelahiranmu sampai Kristus dibentuk di dalam kamu.
Poin-poin sintaksis
Konsep Online
Ide utama : Rupa Kristus yang menjadi nyata
Ide pendukung :
Kita mengandung benih Kristus. Ternyata dalam membentuk benih-Nya Kristus ada Paulus yang berjuang dia mengalami hal yang sama. Demi kamu aku berjuang ketika kita membentuk Kristus berarti kita membutuhkan orang lain seperti Paulus melayani orang-orang lain yang ia layani, itulah yang Paulus ajarkan di dalam jemaatnya, ada pembentukan rupa Kristus. 1 Korintus 4:15 artinya dalam ayat tersebut yang menjadi bapa jemaat Korintus adalah Paulus. Dalam pengajaran ini kita diberi suatu pemahaman yaitu walaupun kamu bisa memiliki sepuluh ribu pengajaran didalam Kristus sebab didalam Kristus aku telah melahirkan kamu melalui Injil berarti harus dimengerti secara spiritual antara hubungan Paulus dan gereja berarti hubungan anak dengan bapaknya. Paulus yang sakit dalam kelahiran/ bersalin yaitu rupa Kristus sehingga dilahirkan yaitu jemaat Korintus sehingga dia menanggung beban seolah-olah di dalam perutnya itu gereja Korintus itu yang dia perjuangkan. Dan kita sedang mengandung benih Kristus 1 Yoh 3:9 kita sedang membentuk benih, didalam orang percaya ada benih yang harus dibentuk, Filemon 1:10 perjuangan untuk membentuk Kristus.
Theoria
Poin-poin semantic
Semua tulisan itu suci. Apa yang tertulis disitu itu mengandung doktrin yang roh kudus ilhami, roh kudus itu membawa logos Kristus + logos penulis=maka jadi doktrin dan inilah catatan itu, apa yang Paulus tulis karna di bimbing oleh roh kudus dan itu ajaran Yesus melalui Paulus. Dokrin yang diajarkan roh kudus kepada penulis sehingga logos itu dan penulis menjadi menyatu, sehingga kita punya logos Allah itu yang utuh. Kita punya dua natur yaitu yang ilahi dan manusia, kita percaya yang tertulis itu adalah firman Allah yang hidup tujuannya adalah menceritakan tentang Yesus yang hidup itu Yohanes 20:30-31 yang tercatat itu terbukti dan itu menyatakan bahwa Yesuslah Mesias
Moral atau aplikasi
2 Timotus 3:16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 3:17 Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik”. Untuk membentuk Kristus di dalam kita supaya rupa Kristus itu menjadi nyata,
contoh
Aplikasi
Tuhan menciptakan kita segambar dan serupa dengan Dia dengan bigitu sempurna. Tetapi oleh pelanggaran manusia itu yang membuat hubungan manusia dan Allah menjadi terputus. Oleh Kristus maka pemberontakan manusia yang telah jatuh dalam dosa maka di perbaiki oleh Kristus. Oleh karena kematian, penguburannya dan kebangkitannya kita menjadi selamat sehingga gambar kita diperbaharui kembali oleh Kristus. Maka untuk memulihkan hubungan kita kembali dengan Allah adalah Yesus menjelma sebagai manusia yang sepenuh-Nya dan dan lewat ingkarnasi tersebut kita dipersatukan kembali sehingga Dia merelakan diri-nya untuk disalibkan untuk menggenapi segala sesuatu, dan ini dikerjakan oleh Allah sendiri dalam kehidupan kita. Maka apa yang harus kita lakukan sebagai manusia yang sudah ditebus oleh Tuhan sebagai jembatan yang Yesus lakukan dan perbuatan-Nya itu juga merupakan jendela yang memungkinkan kita untuk melihat kebenaran besar maka Salib adalah jendela yang melaluinya kita melihat kebenaran agung dari kasih Allah bagi kita. “Allah begitu mencintai dunia sehingga Ia memberikan Anak tunggal-Nya sehingga siapa pun yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16), dan kita harus meresponi apa yang Kristus lakukan dalam setiap hidup kita agar kita memperoleh apa yang Tuhan janjikan itu bahwa kita sudah punya pengharapan yang besar dan itulah tujuan akhir hidup kita, adalah pengharapan Bersama dengan Kristus.
Tuhan menciptakan kita segambar dan serupa dengan Dia dengan bigitu sempurna. Tetapi oleh pelanggaran manusia itu yang membuat hubungan manusia dan Allah menjadi terputus. Oleh Kristus maka pemberontakan manusia yang telah jatuh dalam dosa maka di perbaiki oleh Kristus. Oleh karena kematian, penguburannya dan kebangkitannya kita menjadi selamat sehingga gambar kita diperbaharui kembali oleh Kristus. Maka untuk memulihkan hubungan kita kembali dengan Allah adalah Yesus menjelma sebagai manusia yang sepenuh-Nya dan dan lewat ingkarnasi tersebut kita dipersatukan kembali sehingga Dia merelakan diri-nya untuk disalibkan untuk menggenapi segala sesuatu, dan ini dikerjakan oleh Allah sendiri dalam kehidupan kita. Maka apa yang harus kita lakukan sebagai manusia yang sudah ditebus oleh Tuhan sebagai jembatan yang Yesus lakukan dan perbuatan-Nya itu juga merupakan jendela yang memungkinkan kita untuk melihat kebenaran besar maka Salib adalah jendela yang melaluinya kita melihat kebenaran agung dari kasih Allah bagi kita. “Allah begitu mencintai dunia sehingga Ia memberikan Anak tunggal-Nya sehingga siapa pun yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal” (Yoh 3:16), dan kita harus meresponi apa yang Kristus lakukan dalam setiap hidup kita agar kita memperoleh apa yang Tuhan janjikan itu bahwa kita sudah punya pengharapan yang besar dan itulah tujuan akhir hidup kita, adalah pengharapan Bersama dengan Kristus.
Tugas ke-6 Dogmatika 3
Iman + anugerah = synergy. Dengan memiliki iman merupakan langkah pertama dalam mencari jati diri yang sebenarnya.
Benih ilahi = mati (Padang gurun, mematikan keinginan daging, menyangkal diri Matius 18:6-9) disinilah terjadi air mata pertobatan yang terus menerus tanpa henti sebab manusia setiap saat setiap waktu selalu melakukan dosa dan kesalahan.
Akar (akar ada di dalam tanah, Kolose 2:6-7 yang menjadi tanah adalah Kristus, kalau tidak di tanam di dalam tanah maka benih ini tidak mendapatkan kehidupan. Akar merupakan proses menyerap makanan untuk membangun fondasi pohon yang kuat dan untuk membangun iman + perbuatan kita terus bertumbuh dan bertambah kuat. Bagaimana cara kita untuk menghasilkan perbuatan-perbuatan yang bertumbuh harus dengan melakukan latihan badani (tubuh terang) dan latihan jiwani (memiliki pikiran Kristus/doktrin = doktrin “Nous”) diterangi oleh Anugerah yang yang disebut dengan energy ilahi berarti iman dan perbuatan baik tidak berjalan sendiri melainkan Roh Kudus yang selalu memimpin dan menyerap energy ilahi yang dari Kristus supaya menerangi jiwa dan tubuh kita. Dalam tubuh ini kita banyak menyerap anugerah supaya dalam akar-akar yang kita miliki menghasilkan petumbuhan rohani. Pertumbuahan rohani itu ada seperti bayi yang di dalam Kristus yang hanya diberikan makanan susu saja yang menunjukkan bahwa kamu manusia daging dan hidup secara rohani 1 Kor 3:1-3. Kalau bertumbuh secara dewasa artinya kedagingan semakin habis karena pertobatan yang terus menerus dikerjakan. Manusia rohaninya semakin bertumbuh ke arah Dia yaitu Kristus (Efesus 4:15). Aku yang semakin kecil dan Kristus yang semakin besar (Yoh 3:30).
Pohon bertumbuh untuk menghasilkan buah Roh. Pertumbuhan rohani yang menjadi pohon Kristus bukan pohon sendiri. Artinya pohonnya ini semakin serupa dengan Kristus. Buah Roh inilah pertanggungjawaban atas iman dan perbuatan kita sebab ada hari penghakiman akhir. Ketika kita bisa mempertanggujawabkannya maka kita mencapai Theosis. Buah itu hasil, dampak, pengaruh buat orang lain.
Anda dapat berhasil menemukan jati diri anda dengan mempunyai benih Ilahi artinya menerima Anugerah Allah yang disalurkan oleh Roh Kudus dan berakar di dalam Kristus, bertumbuh dan menghasilkan buah yang didasari dengan iman dan perbuatan-perbuatan yang menghasilkan buah-buah Roh. Tanpa benih maka kita tidak akan menemukan jati diri kita yang sebenarnya, penting untuk kita mengerti dan mengerjakan apa yang Tuhan inginkan supaya kita melakukannya.
For I am now ready to be offered, and the time of my departure is at hand. (2 Tim. 4:6 KJV)
Ἐγὼ γὰρ ἤδη σπένδομαι, καὶ ὁ καιρὸς τῆς ἐμῆς ἀναλύσεως ἐφέστηκεν.
(2 Tim. 4:6 BYZ)

Parsing :
Ada 2 kalimat atau klausa di ayat 6.
Pertama Ἐγὼ ἤδη σπένδομαι. Sabjeknya adalah Ἐγὼ dan predikatnya adalah ἤδη σπένδομαι.
Kedua, ὁ καιρὸς τῆς ἐμῆς ἀναλύσεως ἐφέστηκεν. Subjeknya adalah ὁ καιρὸς τῆς ἐμῆς ἀναλύσεως dan perdikatnya adalah
Ἐγὼ ini adalah nominative sabjek berfungsi sebagai subjek dari σπένδομαι yang artinya adalah Aku.
σπένδομαι, = indicative, present, passive 1st person singular; Progressive (sedang berlangsung)
artinya sedang berlangsung atau pencurahan darah Rasul Paulus sebagai korban sedang terjadi.
ὁ καιρὸς = nominative of sabjek berfungsi sebagai subjek dari ἐφέστηκεν
τῆς ἀναλύσεως = genitive of description menjelaskan kata ὁ καιρὸς
Paulus disini tidak memakai kata kematian dipenjelasannya tetapi memakai kata keberangkatan
μου = genitive of possessive menjelaskan milik dari
ἐφέστηκεν = indicative perfect active 3rd person singular ini adalah perfect of intensive menjelaskan hasil tindakannya dari masa lampau sampai sekarang
Terjemahan Literal
Sebab aku sedang dicurahkan sebagai korban persembahan darah dan waktu keberangkatanku sudah dekat.
Syntactic Content
Semantic Content
Ide Utama : Kematian Rasul Paulus
Ide pendukung
Filipi 2:17 Tetapi sekalipun darahku dicurahkan pada korban dan ibadah imanmu, aku bersukacita dan aku bersukacita dengan kamu sekalian.
2 Petrus 1:14 Sebab aku tahu, bahwa aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sebagaimana yang telah diberitahukan kepadaku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.
Penjelasan Konsep Teologis
Kematian Rasul Paulus diibaratkan seperti korban darah yang dipersembahkan kapada Allah. Ini artinya kematiannya adalah satu persembahan korban kepada Allah juga (Filipi 2:17). Kematiaannya yang dipersembahkan kepada Allah adalah untuk kepentingan jemaat atau Gereja Kristus (Filipi 2:17). Darah yang dicurahkan disisni berarti nyawa yang dipersembahkan sebagai korban kepada Allah demi kepentingan jemaat atau pelayanan kepada Kristus. Nyawa yang dipersembahkan kepada Allah adalah kembali berada bersama-sama dengan Kristus ( Filipi 1:23) dan adalah keuntungan bagi Rasul Paulus sebab ia berada bersama dengan Kristus yang dia layani (Filipi 1:21).
Aplikasi
Perlu untuk kita menjadi korban bagi Allah melalui pelayanan kita tentang Kristus. Oleh karena Kristus kita diselamatkan dan keselamatan yang kita peroleh perlu untuk dikerjakan bagi orang lain.
And Jesus answered him, The first of all the commandments is, Hear, O Israel; The Lord our God is one Lord: (Mk. 12:29 KJG)
And thou shalt love the Lord thy God with all thy heart, and with all thy soul, and with all thy mind, and with all thy strength: this is the first commandment. (Mk. 12:30 KJG)
And the second is like, namely this, Thou shalt love thy neighbour as thyself. There is none other commandment greater than these. (Mk. 12:31 KJV)
Ὁ δὲ Ἰησοῦς ἀπεκρίθη αὐτῷ ὅτι Πρώτη πάντων τῶν ἐντολῶν, Ἄκουε, Ἰσραήλ· κύριος ὁ θεὸς ἡμῶν, κύριος εἷς ἐστίν· (Mk. 12:29 BYZ)
καὶ ἀγαπήσεις κύριον τὸν θεόν σου ἐξ ὅλης τῆς καρδίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ψυχῆς σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς διανοίας σου, καὶ ἐξ ὅλης τῆς ἰσχύος σου. Αὕτη πρώτη ἐντολή. (Mk. 12:30 BYZ)
Καὶ δευτέρα ὁμοία αὕτη, Ἀγαπήσεις τὸν πλησίον σου ὡς σεαυτόν. Μείζων τούτων ἄλλη ἐντολὴ οὐκ ἔστιν. (Mk. 12:31 BYZ)

Dijawa Yesus, bahwa perintah pertama adalah dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan Allah adalah Esa, dan Kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu, dan kekuatanmu. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti dirimu sendiri, tidak ada perintah lain daripada perintah ini.
Poin-poin Sintaksis = (Comprehension (olah data)
Fokus Pada Ekternal Teks (Christ-centered & Ecclesial)
Interaksi dengan teks-teks lain dan buku-buku seperti Church Father dan lain sebagainya yang mendukung.
ini adalah pengakuan Yesus tentang keesaan Allah atau Tauhid dan merupakan perintah atau hukum yang paling utama. Tauhid adalah hukum paling utama sehingga menjadi fondasi dari semua ajaran dan dogma. dalam kekristenan. Itu sebabnya dalam pengakuan iman Nikea di mulai dengan “Aku percaya pada satu Allah”.
Kata Allah atau Tuhan sendiri secara antologis memang harus satu karena melekat pada sifat atau atribut-Nya yang Maha itu. Allah tak ada persamaan dalam sifat-sifat-Nya. Allah itu unik dan terpisah dari makhluk-Nya. Jika Dia mempunyai sifat sama dengan lainnya berarti Dia bukan unik dan bukan Esa lagi. Itulah sebabnya bagi Allah semua ilah yang disembah manusia itu tak mempunyai sifat ilahi sedikit pun namun malah hanya sekedar gambaran yang rusak tentang keilahian yang dibuat makhluk sendiri. Allah itu tidak dapat diserupakan oleh apapaun dalam segala sifat-sifatNya (Yesaya 45:5-6). Allah itu tidak sama dengan manusia namun hanyalah gambar manusia yang sama dengan Allah tetapi rupa masih belum sama, itulah yang terus dikerjakan manusia untuk mencapai rupa Allah. Pengakuan atau syahadat Yahudi sehingga Yesus mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel.” Syahadat Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus datang bukan untuk menyingkirkan Taurat dan ajaran para nabi namun untuk meneguhkan dan menegaskannya. Dengan demikian pengakuan akan Tauhid ini merupakan ajaran pokok atau “Hukum yang terutama” menurut Yesus Kristus baik dalam Taurat dan kitab para nabi ataupun dalam ajaran Yesus Kristus (Isa Almasih) sendiri (lihat Ulangan 6:4, Yesaya 45:5-6; Matius 4:10; Yohanes 17:3; Roma 3:10; 1 Korintus 8:4,6; Galatia 3:20; Efesus 4:6; 1 Timotius 2:5; Yakobus 2:10; Yudas 25). Ayat-ayat ini menegaskan bahwa syahadat orang Kristen adalah Tauhid atau keesaan Allah. Dalam surat Yakobus 2:19, setan-setan pun percaya bahwa Allah itu esa tapi mereka tidak diselamatkan karena mereka tidak meng-esa-kan Allah dalam sikap hidup mereka. Sebab itu, iman akan Tauhid disertai dengan sikap hidup yang ditegaskan oleh Yesus di atas yakni mengasihi Allah yang esa itu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Setan ingin menghancurkan Allah dan tidak mengasihi Allah malahan ia ingin menduduki keesaan Allah.
Mengasihi sama juga kita mengasihi Yesus yang adalah firmanNya yang berinkarnasi. Kerena Allah itu esa maka mengasihi Allah sama dengan kita mengasihi FirmanNya. Ketaatan pada perintah Yesus membuktikan kita mengasihi Yesus sehingga kita hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21). Mengasihi Allah maka kita sama dengan mengasihi diri sendiri dan juga sesama. Ajaran Tauhid membuat kita mengerti bahwa Allah yang telah lebih dahulu mengasihi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia (1 Yohanes 4:10). Sehingga pengakuan kepada Allah yang Esa itu dan mengasihi Dia yang membawa kita mengasihi sesama merupakan respons atas kasih Allah kepada kita. Benarlah yang dikatakan oleh Rasul Yohanes bahwa kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).
Mengasihi orang-orang di sekitar kita harus dimulai dari mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendirilah orang yang paling dekat itu. Mengasihi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita adalah mengasihi mereka yang tampak oleh mata kita seperti yang dituliskan oleh Rasul Yohanes bahwa kita tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak tampak oleh mata kita jikalau kita tidak mengasihi mereka yang tampak oleh kita. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4:20). Dan diri kita sendiri adalah yang paling tampak dan dekat pada kita setiap hari.
Apa arti mengasihi orang lain? Menurut Rasul Yohanes harus ada bukti kasih. Ada 2 bukti mengasihi. Pertama, dia tidak membenci saudaranya (1 Yohanes 2:9). Apa arti membenci? Kalau kita lihat Rasul Yohanes memberikan contoh di 3:12 tentang Kain membunuh Habel. Membenci berarti mengorbankan orang lain supaya binasa untuk hidupnya sendiri. Kata kasih dikontraskan dengan kebencian. Hanya ada dua pilihan yaitu membenci atau mengasihi. Jika kita tidak mengasihi, maka kita pasti membenci. Kasih Kristus adalah mati di kayu salib hanya untuk mrenebus kita dari dosa. Mengasihi bukan hanya dibibir saja tetapi disertai dengan tindakan nyata.
Kasih menjadi fondasi kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan lain. Mengapa? karena kasih adalah penggenapan dari hukum taurat atau hukum yang kesepuluh. Mengasihi Allah dan manusia adalah ringkasan dari hukum Taurat yang telah digenapi oleh Yesus Kristus. Penggenapan yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak bisa dibayar dengan apapun juga. Kemudian Kristus memberikan perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti Kristus. Mengasihi Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati perintah Kristus yaitu saling mengasihi. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.
Personal (Hati)
Mengapa kasih? Sebab kasih adalah kegenapan Hukum Taurat dan kasih itu adalah kasih Kristus. Oleh kasih Kristus Hukum Taurat telah digenapi dengan sempurna. Oleh kasih Kristus kita telah diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut. Sebab itu, dengan kasih Kristus kita taat sama seperti Kristus taat. Dengan kasih Kristus kita memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus menerangi dunia. Dengan kasih Kristus kita melakukan apa yang telah Kristus lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa seperti Kristus.
Dijawa Yesus, bahwa perintah pertama adalah dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan Allah adalah Esa, dan Kasihilah Tuhan, Allahmu, dari segenap hatimu, jiwamu, pikiranmu, dan kekuatanmu. Perintah kedua adalah kasihilah orang-orang disekitarmu seperti dirimu sendiri, tidak ada perintah lain daripada perintah ini.
Poin-poin Sintaksis = (Comprehension (olah data)
Fokus Pada Ekternal Teks (Christ-centered & Ecclesial)
Interaksi dengan teks-teks lain dan buku-buku seperti Church Father dan lain sebagainya yang mendukung.
ini adalah pengakuan Yesus tentang keesaan Allah atau Tauhid dan merupakan perintah atau hukum yang paling utama. Tauhid adalah hukum paling utama sehingga menjadi fondasi dari semua ajaran dan dogma. dalam kekristenan. Itu sebabnya dalam pengakuan iman Nikea di mulai dengan “Aku percaya pada satu Allah”.
Kata Allah atau Tuhan sendiri secara antologis memang harus satu karena melekat pada sifat atau atribut-Nya yang Maha itu. Allah tak ada persamaan dalam sifat-sifat-Nya. Allah itu unik dan terpisah dari makhluk-Nya. Jika Dia mempunyai sifat sama dengan lainnya berarti Dia bukan unik dan bukan Esa lagi. Itulah sebabnya bagi Allah semua ilah yang disembah manusia itu tak mempunyai sifat ilahi sedikit pun namun malah hanya sekedar gambaran yang rusak tentang keilahian yang dibuat makhluk sendiri. Allah itu tidak dapat diserupakan oleh apapaun dalam segala sifat-sifatNya (Yesaya 45:5-6). Allah itu tidak sama dengan manusia namun hanyalah gambar manusia yang sama dengan Allah tetapi rupa masih belum sama, itulah yang terus dikerjakan manusia untuk mencapai rupa Allah. Pengakuan atau syahadat Yahudi sehingga Yesus mengatakan, “Dengarlah, hai orang Israel.” Syahadat Yesus untuk menunjukkan bahwa Yesus datang bukan untuk menyingkirkan Taurat dan ajaran para nabi namun untuk meneguhkan dan menegaskannya. Dengan demikian pengakuan akan Tauhid ini merupakan ajaran pokok atau “Hukum yang terutama” menurut Yesus Kristus baik dalam Taurat dan kitab para nabi ataupun dalam ajaran Yesus Kristus (Isa Almasih) sendiri (lihat Ulangan 6:4, Yesaya 45:5-6; Matius 4:10; Yohanes 17:3; Roma 3:10; 1 Korintus 8:4,6; Galatia 3:20; Efesus 4:6; 1 Timotius 2:5; Yakobus 2:10; Yudas 25). Ayat-ayat ini menegaskan bahwa syahadat orang Kristen adalah Tauhid atau keesaan Allah. Dalam surat Yakobus 2:19, setan-setan pun percaya bahwa Allah itu esa tapi mereka tidak diselamatkan karena mereka tidak meng-esa-kan Allah dalam sikap hidup mereka. Sebab itu, iman akan Tauhid disertai dengan sikap hidup yang ditegaskan oleh Yesus di atas yakni mengasihi Allah yang esa itu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Setan ingin menghancurkan Allah dan tidak mengasihi Allah malahan ia ingin menduduki keesaan Allah.
Mengasihi sama juga kita mengasihi Yesus yang adalah firmanNya yang berinkarnasi. Kerena Allah itu esa maka mengasihi Allah sama dengan kita mengasihi FirmanNya. Ketaatan pada perintah Yesus membuktikan kita mengasihi Yesus sehingga kita hidup sama seperti Kristus telah hidup (1 Yohanes 2:6). Siapa saja yang memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Siapa saja yang mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya (Yohanes 14:21). Mengasihi Allah maka kita sama dengan mengasihi diri sendiri dan juga sesama. Ajaran Tauhid membuat kita mengerti bahwa Allah yang telah lebih dahulu mengasihi manusia dengan mengutus Yesus Kristus sebagai pendamaian bagi dosa-dosa manusia (1 Yohanes 4:10). Sehingga pengakuan kepada Allah yang Esa itu dan mengasihi Dia yang membawa kita mengasihi sesama merupakan respons atas kasih Allah kepada kita. Benarlah yang dikatakan oleh Rasul Yohanes bahwa kita mengasihi karena Allah lebih dahulu mengasihi kita (1 Yohanes 4:19).
Mengasihi orang-orang di sekitar kita harus dimulai dari mengasihi diri sendiri sebab diri kita sendirilah orang yang paling dekat itu. Mengasihi diri sendiri dan orang lain di sekitar kita adalah mengasihi mereka yang tampak oleh mata kita seperti yang dituliskan oleh Rasul Yohanes bahwa kita tidak mungkin bisa mengasihi Allah yang tidak tampak oleh mata kita jikalau kita tidak mengasihi mereka yang tampak oleh kita. Barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya (1 Yoh 4:20). Dan diri kita sendiri adalah yang paling tampak dan dekat pada kita setiap hari.
Apa arti mengasihi orang lain? Menurut Rasul Yohanes harus ada bukti kasih. Ada 2 bukti mengasihi. Pertama, dia tidak membenci saudaranya (1 Yohanes 2:9). Apa arti membenci? Kalau kita lihat Rasul Yohanes memberikan contoh di 3:12 tentang Kain membunuh Habel. Membenci berarti mengorbankan orang lain supaya binasa untuk hidupnya sendiri. Kata kasih dikontraskan dengan kebencian. Hanya ada dua pilihan yaitu membenci atau mengasihi. Jika kita tidak mengasihi, maka kita pasti membenci. Kasih Kristus adalah mati di kayu salib hanya untuk mrenebus kita dari dosa. Mengasihi bukan hanya dibibir saja tetapi disertai dengan tindakan nyata.
Kasih menjadi fondasi kita untuk melakukan perbuatan-perbuatan lain. Mengapa? karena kasih adalah penggenapan dari hukum taurat atau hukum yang kesepuluh. Mengasihi Allah dan manusia adalah ringkasan dari hukum Taurat yang telah digenapi oleh Yesus Kristus. Penggenapan yang dilakukan oleh Yesus Kristus adalah sesuatu yang sangat berharga yang tidak bisa dibayar dengan apapun juga. Kemudian Kristus memberikan perintah yang sama kepada kita. Dia telah mengasihi Allah dan manusia begitu juga kita harus mengasihi Allah dan sesama supaya kita menjadi sama seperti Kristus. Mengasihi Allah dan sesama sama artinya kita mengasihi Kristus. Sebab kita telah menaati perintah Kristus yaitu saling mengasihi. “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.
Personal (Hati)
Mengapa kasih? Sebab kasih adalah kegenapan Hukum Taurat dan kasih itu adalah kasih Kristus. Oleh kasih Kristus Hukum Taurat telah digenapi dengan sempurna. Oleh kasih Kristus kita telah diselamatkan dari dosa, Iblis, dan maut. Sebab itu, dengan kasih Kristus kita taat sama seperti Kristus taat. Dengan kasih Kristus kita memancarkan terang kepada dunia yang gelap sama seperti Kristus menerangi dunia. Dengan kasih Kristus kita melakukan apa yang telah Kristus lakukan. Sehingga dengan kasih dalam ketaatan kita sedang menjadi serupa seperti Kristus.
Tugas 1 Yunani 2
