The spiritual of Desert Fathers (part I)
Latar belakan sejarah bapak-bapak gereja
Dan salah satu topi yang kita bahas yaitu keheningan
Siapa desert father?
Para biarawan Kristen awal membentuk masyarakat internasional yang berkembang di semua
wilayah Yunani. Dari kekaisaran Romawi, di Syria dan Persia, di Mesir berkumpul di sekitar
sungai Nil, dan sejauh ke Afrika seperti Nubia (Sudan modern) dan dataran tinggi Ethiopia.
Mereka mendiami medan berbatu dan gurun di Sinai, Palestina, Arab, dan Turki (Kapdokia);dan
di ibu kota kekaisaran Romawi, Konstitoopel, mereka umumnya para pelayan Negara, dalam
jumlah yang begitu besar, dengan banyak sarjana dan bangsawan yang berdedikasi di antara
mereka. Setelah abad ke-5 monatisme menjadi popular juga di Barat, di mana Gaul (Prancis
kuno) dan Italia menjadi pusat aktivitas. Segera di seluruh dunia Kristen awal, yang digambar
seperti lingkaran disekitar cekungan Mediterania, para biarawan Kristen dapat ditemukan hidup
dalam isolasi didesa-desa, di komuni kecil pertapa, berkumpul bersama di lembah-lembah
terpencil atau dirumah-rumah kecil, biasanya beberapa menjalani kehidupan komunalbersama.
Ketiga bentuk gaya hidup monastic di gereja mula-mula ini telah menjadi standar pada abad ke empat dan setelah kaisar konstatinus memulaitransformasi Negara Romawi menjadi kekaisaran Kristen bynzatium, gerakan biara berkembang selama lebih dari seribu tahun dengan
perlindungan kaisar yang Kristen. Di pusat-pusat seperti gunng Athos di Semenanjung Acte,
dekat Halkidiki, di Yunani; Pechersky Lavra (Biara gua) di Kiev; atau Biara-biara gunung hutan
Transylvania, di tempat tersebut terus berlanjut cara hidup biara yang kuno menuju era modern
Gaya sastra Monastik Selama perjalanan sejarah yang panjang ini, kumpulan besar anjuran di biara dikumpulkan dan disaring oleh para biarawan sebagai bimbingan mereka sendiri dalam menempuh jalan kehidupan kebatinan. Pengabdian total dalam hidup mereka untuk mencari Allah. Mereka melakukan ini semua dengan gaya hidup yang sangat disiplin dan miskin secara radikal, kesucian dan selibat, serta mempelajari kitab-kittab suci dan tulisan tulisan orang suci yang telah mendahului mereka, semunya itu di lakukan sebagai fokus yang radikal dalam hidup mereka. Apalagi panggilan hidup yang demikian tidaklah popular di tengah konteks masyarakat
barat yang modern. Pada awal abad ke tiga, karya sastra mereka mencapai punjaknya. Para guru
spiritual seperti origen dari Alexdria, salah satu filsuf platonic yang paling terpelajara di usianya,
menciptakan metode penafsiran Alkitab yang anggun untuk memurnikan jiwa dan membantu
pencerahan dan pendakian rohani. Semua upaya ini kemudian bertujuan untuk memajukan
“Theologi spiritual: khas Kristen yang sebagian besar didasarkan pada karyanya.
Evagrios dari pontus, seorang intelektusl besar lain pada periode Kristen awal menjadi salah satu yang berhasil menggabungakan tradisi pemikiran origen yang tinggi disesuaikan dengan kebutuan sehari-hari untuk komunikasi pertapa yang mencari bimbingan lanjutan dalam pendakian spiritual. Ketika agama Kristen berkembang dan menyebar sebagai agama Negara, hal ini kemudian semakin mengubah kekristenan manjadi skedar pemahaman teologis yang rasionalistik. Kecenderungan ini dipercaya ketika sebagian besar para pemikir Kristen secara
umum memperdebatkan masalah dotrinan dengan kaisar Romawi, yang bisa ikut campur
dalam keputuan teologis para uskup (didalam konsili-konsili)dengan kekuatan hokum Romawi.
Teks-teks monastic adalah sebuah pencarian untuk jalan kedamaian, belas kasihan, dan
kemudian doa selama berabad-abad yang panjang, semangat rasionalistik di dalam dotrin Kristen
nyaris tidak surut. Banyak generasi telah datang dan pergi, menghasilkan literatur
konterversional pada zaman mereka sendiri.
Di gereja Barat kemudian di kenal sebagai gerakan reformasi yang mengkhotahkan injil sebagai anugerah gratis yang dipahami hanya oleh iman; upaya monastic yang mencari keselamatan melalui upaya pertapaan menjadi hal yang terkutuk. Runtuhannya tradisi monastik di sebagian besar wilayah Eropa, berkontribusi besar pada rasionalisasi formalistic di dalam kekristenan Barat dan memiskinkan tradisi pengajaran atau monastic. Didunia Kristen Timur, tidak ada reformasi yang pernah di alami. Kesatuan filosofi dan kulturalnya berjalan dalam hubungan organic yang mendalam dengan prinsip-prisip budaya helenistik yang telah di buat di zaman kuno. Bizatium mengganggap system agama dan budaya mereka sebagai helensisme yang di baptis ke dalam injil; dan tentu gairah politik romawi untuk persatuan budaya di pertahankan, tetapi juga disesuaikan dengan kebebasan individu gabungan yang fleksibel inilah yang menghindari suatu control sentrlis yang dapat diamati di gereja Barat yang kemudian mengarah pada gerakan reformasi di Eropa Barat yang kemudian mengarah pada gerakan reformasi
Munculnya Islam di tengah gereja Timur membatasi kebebasan orang Kristen selama
abad-abad, tetapi menyebabkan suatu berkat bagi kehidupan biara-biara. Kehidupan biara-biara
orthodox Timur ini sering kali tidak mengubah pola-pola komunitas primitive, yang dalamnya
teks-teks spiritual tradisi monastic telah dengan hati-hati di lestarikan, disalin, dan ditransmisikan sebagai pelatihan dasar generasi dan para pencari spiritual, sebuah kultur yang masih menyatukan Timur Kristen dari Syiria ke Rumania dan dari Ethiopia ke Rusia. Hari ini kita bisa mempelajari kekayaan spiritual yang diwarisi oleh para biarawan pada
abad ke-3 dan ke ini karena di pelihara oleh gereja.
Perkataan perkataan desert fathers dibagi 3 yaitu
1. Anonimes
2. Sistematikon
3. Alphabet
Perkataan dari disert fathers telah menjadi insipirasi yang menuntun kita kepada satu
kekayaan spiritual yang ada dalam kekristenan. Pada disert fathers ini memulai pada abad
4, mulai dari origen, sampai siria, mesir, palestina dan Arab. Dulu kekristen belum jadi
agama yang resmi, sehingga dimana-mana banyak yang disiksa sehingga banyak yang
membiara. Pada tahu 400 mesir menjadi tempat para hermit (hidup membiara/menyendiri). Mereka ada 3 kelas :
1. Lower Egypt : hidup dalam bentuk hermit, benar-benar menyendiri, ada di padang gurun
sendiri; contohnya St. Anthoni . Dia suatu hari digerja mendengar homily dikatakan
pergilah jual semua yang kamu miliki dan datanglah kepadaKu. Ini adalah satu
perintah yang membuat Anthoni untuk hidup hermit, akhirnya dia menyingkir
kekehidupannya yang dulu lalu pergi ke padang gurun dan hidup sendiri sekitar 269. Anthoni meninggal 356 pada usia 105 tahun. Dia dianggap sebagai bapak para biarawan,
mejadi salah satu bapak padang gurun yang terkenal.
2. Ada juga hermit lain yaitu senobitik monakritisme (upper Egypt), maksudnya mereka
yang mengungsi ditempat yang terpencil yang benar-benar tidak bersosialsai pada
masyarakat; contohnya pakomius yang hidup pada 250-347. Dia salah satu yang
membentu hermit senobitik. Dia membentuk satu komunitas yang dipimpin oleh
pakomius.
3. Hermit Nitria and scetis-Group of ascetics, Diadaerah nitria dan grup inilah yang
bentuk 3 monastik di Mesir, di nitria lebih dekat ke Alexandria daripada sketis.
Di mesir di bagi 3 grup yaitu:
1. asketis : yang khususnya didaera nitria dan sketis
2. Sinobitik: berkomunitas tetapi dipimpin oleh spiritual father
3. Hermit: hidup menyendiri
Perkatan-perkataan desert fathers pada puncaknya mengalami satu perkembangan sekitar abad ke-4 – abad ke-5 jadi sekitar 200 tahun, dan inilah yang disebut apopbthegmata partum. Mereka banyak menggunakan hikmat-hikmat kuno, perumpamaan salah satu yang mencatat kehidupan Anthony yaitu antanasius mengatakan bahwa kehidupan Anthony itu penuh sophisticated works. Tradisi di Barat itu banyak mengutip dari kasian. Tradisi yang ini akhirnya diterjemahkan
yang akan kita bahas selanjutnya biarawan-biarawan ini sering disebut Abba, pukan sebutan master dan disebut abba karena lebih senior saja dan sama-sama belajar,mereka belajar bagaiman berdoa dan mengalami menderet ulang pikiran mereka. Misalnya Abba Agathon mengatakan doa adalah kerja keras dan satu perjuangan sampai nafas terakhir kita kehidupan father bukan seperti mentoring tetapi spiritual fathet ini lebih pada biarawan yang lebih kepada seorang yang lebih senior yang hanya memberi perkataan pada saat itu saja, mereka lebih banyak diam dari pada kata. Ada satun perkataan yaitu ada seorang biarawaan pernah datang kepada bazil di
kaisarea dan berkata bebicaralah satu kepadaku ya Abba lalu bazil itu berkata “Kasihilah Tuhan
Allahmu, dengan segenap hatimu”. Lalu biarawan itu pergi dan datang 20 tahun kemudian
kepada bazil, lalu bazil itu berkata lagi kepadanya, “kamu harus mengasihi tetanggamu seperti
dirimu sendiri”, lalu biarawan itu pergi dan melakukan semua yang di katakana oleh bazil.
Jadi spiritual Father ini hanya memberikan arahan singkat bagaimana mereka memberi
pedoman mengalami hidup. Kehidupan Father juga menjalani kehidupan yang radikal dalam mencari Tuhan, mereka sunguh-sungguh menjalani kehidupan dan menjauh dari kehidupan masyarakat, tidur 1 jam dan itu cukup bagi mereka, menjaga cara makan mereka dan sangat menjaga kehidupan berpuasa mereka, kehidupan The Father adalah kehidupan yang terus berjuang. Anthoni suatu hari sedang beristirahat dia salah satu The father, ketika sedang beristirahat lalu datang seorang pembunuh. Anthoni lalu berkata turunkan panahmu dan tembak lagi dan lagi. Lalu si pembunuh itu berkata jika aku terus menembak maka anak panahku akan patah. Lalu Anthoni berkata jika kita melakukan diluar batas diri kita, kita akan patah. The Fhather juga memiliki kehidupan salin menolong, melakukan mujizat, menyembuhkan orang dengan pertolongan Tuhan, memberi nasehat, menerima kunjungan dan menjalani kehidupa yang benar, memiliki cara hidup yang sederhana, tidur sederhana, makan sederhana, memiliki kehidupan yang rileks. Dalam kehidupan mereka mereka tidak harus memiliki kehidupan yang harus di puja. Dalam kehidupan doa The Father yang mereka lakukan ketika sendiri adalah menghafal Mazmur, menghafal Jesus Prayer dan menciptakan hati mereka seperti air yang tenang, sehingga dari air itu mereka dapat melihat hubungan mereka dengan Allah.
Yang mereka ajarkan ketika berkumpul yaitu mereka membicarakan bagaimana mereka bisa
menjalani hidup berjuang. Dalam kehidupan mereka pertanyaan yang sering dipertanyakan
adalah apa yang aku lakukan agar aku diselamatakan? ini merupakan objek yang terus dilihat oleh Thes Father.
Umumnya The Father memberi pencerahan dimana mereka memiliki murid-murid.
Murid-murid ini selalu datang pada desert Father dan bertanya/ menerima perkataan-perktaan
Yang mereka ajarkan ketika berkumpul bersama murid-muridnya yaitu bagaimana mereka
memiliki kehidupan yang berjuang dalam setiap aspek baik jiwa, fikiran kepada Allah
Pegajaran yang dilakukan tidak sistematik tetapi tergantung apa pertanyaan yang biasannya
mereka ajarkan. Biasanya pertannyaan yang dia jurkan kepada Churt Father yaitu kebanyakan
junior kepada yang senior dan bisanya para murit itu berkata “katakanlah kepadaku, beri aku
sesuatu untuk dipikirkan” Tentang DoaDesert Father.
Yang diajarkan tentangDesert Father adalah tentang hesikesem/hisikia sebagai berikut:
1. The Cell
Tentang The Cel seperti dalam Mat. 6:6 “ masuklah dalam kamarmu, The Cell disini :
“Kamarmu” lalu di lanjutkan “tutuplah pintu”. Tutuplah pintu disini adalah menutup segala
pintu indra kita dan disitulah kita diam (silence), lalu di lanjutkan “berdoalah kepada Bapa”.
Berdoa kepada Bapa inilah hesikesem. Jadi untuk masuk dalam diam (silence)kita terus
masuk kedalam sel. Selnya itu apa?yaitu tempat-tempat terpencil yaitu gua-gua, dan gua-gua
inilah sel doa para Desert Father. Ketika mereka sudah masuk dalam sel doa lalu dituntun oleh spiritual Father mereka mulai silence/diam, menutup pintu, lalu bagaimana hubungannya sendiri dengan Allah pada saat itu. Tapi bagi kita kita harus memahami bahwa diam/silence bukanlah kekosongan/kebosanan, silence itu bukan berarti sibuk/andtertaimen seperti orang yang takut
akan kesendirian/keheningan. Ini juga bukan silence/diam yang merupakan isi dari
hesikesem melainkan silence/diam adalah yang menempatkan diri dihadapan Allah,
menunggu Allah, memenuhi kita dengan kehadiran-Nya. Sehingga ini adalah silence/diam
yang tidak pernah kosong dan sel penuh.
Silence itu artinya kita sudah mulai mendekati hesikesem/keheningan. Didalam silence lalu menutup pintu sel, kemudian kita benar-benar menantikan/dipenuhi dengan kehadiran Allah dan disini kita sudah mencapai menyinkirkan pikiran dan seluruh kehidupan kita dari semua hal -hal dunia. Inilah yang dilakukan para Desert Father Salvation/keselamatan. Seorang The Father bernama Anesius berada disuatu tempat yang tenang dia berdoa kepada Allah “ Tuhan tunjukkan aku cara untuk diselamatkan” lalu datang padanya suara dan berkata “Anesius lepakanlah dirimu dari orang-orang dan kamu akan diselamatkan” Jadi silence itu adalah satu yang jadi isi dari keheningan/hesikesem karena Saya sendiri dan tuhan ada di sini. Silence /diam itu bukan berarti kosong melainkan kita dan Tuhan ada disini didalam keheningan.
Ada perkataan lain dari Desert Father “Jika Anda ingin selamat, misalnya. " Jika Anda ingin diselamatkan, kejarlah kemiskinan dan keheningan, karena pada dua kebajikan ini tergantung seluruh kehidupan monastic”. Jadi jika kamu ingin diselamatkan kejarlah kemiskinan dan diam karena dua kebajikan inilah bergantung seluruh kehidupan monastiknya, jadi bebaskanlah dirimu dan tetaplah di dalam kamarmu dan kamu akan di selamatkan. Kenapa disini di katakana akan diselamatkan? keselamatan ini ada dalam pengertian umum yaitu “keselamatan jalannya menuju akhir, ini semua di capai lewat silence/diam. Ketika orang sudah bisa silence/diam lalu mencapai keheningan dia bisa berdoa kepada Allah, inilah satu kemajuan yang benar-benar menyendiri dalam momen apapun Allah itu melampaui waktu, Dia tidak hanya di jumpai pada waktu tertentu. Kita yang ada didalam waktu, keheningan jalan menuju kepada kerajaan Allah. Kenapa? Karena keheningan seperti jalan menuju akhir keselamatan. Jika kita dengan Allah ada disini, ada didalam hati kita karena kita sudah bersama dengan Allah. Silence/diam juga adalah ibu dari pertobatan kita untuk meratapi dosa-dosa kita. Dengan silence/diam maka kita bisa melihat kesalahan kita seperti kita melihat muka kita melalui melalui cermin.
Silence berarti menjaga hati setenang air sehigga ketika kita melihat kedalaman air berarti
kita meliha wajah kita, segala keberdosaan kita yang artinya silence/diam menjadi cermin
atas kesalahan-kesalahan kita Jadi dengan diam kita akhirnya punya satu kekuatan untuk menyingkirkan segala pikiran-pikiran jahat dan membuat kita bertobat, membawa kita pada hari yang damai. Keheningan adalah ibu dari kebajikan, dasar latihan berpuasa, mengendalikan lidah.
Silince/diam sekolah doa, sekolah membaca dan membuat kita dalam perlindungan yang
teduh. Silence tidak berarti tata embargo terhadap perkataan kita. Tetapi didalam situasi silence itu kita mencoba terhadap perkataan kita. Tetapi didalam situasi silence/diam kita mencoba membatasi bicara kita. Silence itu juga tidak berpikiran kemana-mana, silence ini pada akhirnya mencapai satu puncak yang namanya keheningan. Keheningan ini berarti kita bisa memperhadapkan pikiran kita kepada Allah. Jadi seseorang tidak bisa mengerti perkataan-perkataan yang di ajarkan oleh orang lain.
Berdoalah kepada Bapamu
Artirnya mereka mencapai the level of hesyhia, hesyhia itu apa? Ini berbicara tentang nous kita dihadapan Allah ini jadi suatu silence yang lebih dalam lagi itulah sebabnya dalam Matius 6:6
- Masuk kedalam kamarmu
- Tutuplah pintu yaitu mencapai silence tanpa diganggu oleh siapapun
- Berdoalah kepada bapamu
Dan inilah yang disebut dengan hesyhia ,kita bisa berdoa didalam keheningan. Hesyhia ini harus dicapai sebab ini menggambarkan kita. Untuk itu kita harus menutup pintu dari semua gangguan-gangguan. Bagaimana kita bisa menutup pintu? Inilah satu usaha yang harus kita kerjakan
Para bapa padang gurun selalu mengusahakan itu sehingga mereka mengambil suatu bentuk kehidupan askesis ditempat-tempat tersembunyi atau tempat terpencil seperti yang diajarkan Yesus dalam Matius 6:6. Bagaimana kita dalam konteks dikehidudpan dunia yang di tengah daerah yang terpencil, supersibuk sekarang ini apakah kita bisa mencapai hesyhia? Inlah yang dijelaskan oleh hesyhia dalam Matius 6:6 bukan masalah tempat tetapi bagaimana hati kita bisa memahami selince dan hesyhia itu. Memang kita juga harus masuk dalam kamar kita yang memang kita bisa adalah itu didalam kehidupan kita sehari-hari apakah kita bisa mengambil suatu ritrit atau apakah seminggu sekali kita berdoa ditempat-tempat yang sunyi atau sepi itu adalah suatu praktek yang bisa kita kerjakan dimasa sekarang ini.
Ada dua saudara yang akhirnya setuju untuk menjadi biarawan lalu mereka sepakat untuk membangun dua sel doa mereka berjarak satu dengan yang lain. Yang satu terpisah dengan yang lain untuk melakukan hesyhia, para bapa padang gurun harus mempunyai sel doa masing-masing inikah yang membuat mereka menjadi matang dalam mencapai hesyhia itu.
Ada seorang saudara bertanya kapada kepada Abba Rufus apa itu hesyhia, apa manfaatnya atau keuntungannya? Lalu ia menjawab kamu harus tinggal didalam selmu dengan takut dan penuh perhatian kepada Allah menarik dari segala keracuan dan arogansi, itulah hesyhia ibu dari semua kebajikan itulah yang melindungi kita dari serangan musuh dan hesyhia itu membuat kita tidak terluka bisa menjaga kita dari serangan musuh itu (perkataan Abba Rufus). Hesyhia itu bukan simple silence tetapi sebuah etituts mendengarkan Allah dan terbuka kepada Allah.
Hesyhi itu berarti main kita sudah masuk kedalam hati dan kita berdiri dihadapan Allah seperti yang di katakana oleh Matius 6:6. Yesus berkata bahwa masuklah kedalam kamarmu Dia tidak langsung berdoa mengatakan lalu berdoalah, tidak. Dia katakan tutuplah pintu, lalu berdoalah kepada Bapa. Waktu kita berdoa kepada Bapa kita akan mencapai yang namanya level hesyhia dinama kita sudah menutup pintu dan kita sendiri berdiri dihadapan Allah barulah kita disitu punya yang namanya doa ada keheningan. Bukan berarti kita tidak boleh berbicara sama sekali atau mendengar sama sekali tetapi justru kita sibuk dengan Allah.
John Meyendorf mengatakan karna inkarnasi tubuh kita telah menjadi bait roh kudus dimana Allah Roh kudus itu tinggal didalam hati kita 1 Korintus 6:19 disnalah didalam tubuh kitalah kita itu mencari roh kudus. Didalam tubuh kitalah kita dikuduskan oleh sakramen oleh anugerah dari perjamuan kudus yaitu tubuh Kristus itu sendiri. Sehingga yang kita cari adalah Allah didalam diri kita karna tubuh kita adlaah bait roh kudus sehingga didalam tubuh ini ada Allah. Sehingga berdoa itu adalah bukan kemana-mana lagi tetapi mencari Dia didalam tubuh kita yaitu didalam hati kita. Dia tidak lagi diluar tetapi kita menemukan gunung sinar, terang gunung tabor itu didalam diri kita. Jadi kita mencari Allah didalam tubuh kita.inilah yang dikatakan oleh Yesus berdoalah kepada Bapamu sebab Allah ada didalam tubuh kita
Mejadi apa yang diajarkan oleh desert fathers adalah doa, askeis, salence, itu adalah untuk berdoa kepada Allah didalam hati ini. Tujuannya adalah kita bisa berselebrasi secara liturgy didalam hati kita bati kita yang adalah chapel kita, ruang doa itu sendiri bait roh kudus memang dalam realita ada 3 liturgy
- Liturgy yang dirayakan didalam hati ini adalah hal yang paling penting
- Liturgy yang dirayakan didlama gereja yaitu liturgy yang kita rayakan dalam perjamuan kudus dll
- Dan juga liturgy yang kita ryakan berilah aku makan dan berilah aku minum
Henry Nouwen menjelaskan bahwa hesyhia bukan terapi atau terapi secara pribadi tetapi ini adalah tempat dimana kita bercakap tempat dimana manusia lama kuta mati dan manusia baru itu lahir, tempat dimana manusia baru itu bertemu didalam hesyhia kita melepaskan semua manusia lama kita kita tidak berbicara dengan orang lain tidak ada telepon, tidak ada mitting hanya kita sendiri yang memang lemah, dan takut. Justru desert fathers mengajarkan justru kita harus sendiri di dalam sinlece supaya kita focus. Inilah yang diajarkan oleg bapa padang gurun.
Hesyhia itu bukalanh tujuan tetapi hesyhia itu alat atau cara untuk mencapai tujuan. Hesyhia ini juga memurnikan kita dari segala dosa atau musuh atau penyakit dari jiwa kita.
Abba poemen itu berkata bahwa permulaan dari kejahatan adalah ketika kita tidak bisa distraction. Ketika kita menuangkan air kedalam mangkok lalu kita melihat apakah kita bisa melihat wajah kita sementara air itu masih terganggu tentu tidak bisa kita melihat wajah kita. Tetapi ketika kita menunggu beberapa saat maka ait itu akan menjadi tenang baru kita bisa meluhat wajah kita. Ini menunjukkan ketenangan. Silence, hesyhia itu bisa menyelamatkan kita dari dosa-dosa memurnikan kita dari dosa-dosa sebab apa? Supaya kita bisa melihat dosa-dosa kita dan memperbaiki kesalahan kita, inilah yang menjadi latihan dari hesyhia yaitu adalah satu latihan untuk merekoleksi mengumoulkan kembali pikiran kita yang terpecah-pecah, memurnikannya dan akhirnya menjauhkan kita atau mengalahkan dosa-dosa itu. Hhesyhia bukan hanya the main tetapi ini adalah akan membuat hati kita, pikiran kita selalu bisa berdoa kepada roh itu sehingga roh itu akan selalu menghangatkan dan memberikan cahayanya didalam hati kita. Sehingga kita bisa menikmati manisnya Allah. Kita tidak menikmati dunia ketika kita menikmati Allah maka kita harus memilih salah satu. Sebaliknya kita akan menikmati Allah ketika kita membenci dunia.Matius 6:24 tidak ada seorangpun yang bisa melayani dua tuan
Kita tidak bisa menikmati Allah semasih kita menikmati keinginan tubuh kita. Jika seseorang itu tinggal didalam call dia secara sepenuh hati dia bisa berdoa dan bekerja, dia bisa diselamatkan pada jaman ini. Ada seorang bertanya kepada desert fathers bagaimana aku bisa diselamatkan? Ada pertanyaan yang sering diperdebatkan oleh para biarawan antara yang seniaor dengan yang junior. Lalu merek mengatakan kamu harus melepaskan semua pikiran jahatmu, ikatlah kal budimu, peganglah tanganmu hadapkan kesurga dan berkata inilah bagaiman kita bisa menyingkirkan kehidudpan kuta dari duniawi dan menyalibkannya. Dan desert fathers ini juga sangat dipengaruhi oleh rasul Paulus menyalipkan daging dengan segala keinginannya dan inialh sebabnya kita bisa diselamatkan artinya benar-benar menanggalkan. Kita juga harus bertarung dengan pikiran kita. Dan pikiran kita inilah yang sering mengarahkan kita diluar Allah. Logismoi itulah yang membuat kita melenceng dari Allah, maka kita harus punya disiplin rohani.
Abba arsenius menekankan bahwa kita harus berdoa. Dia menawarkan doa yang dia ucapkan. Dalam doa itu ia mendengar Arsenius tutplah pintu, silence, pertahankan hesyhia karena ini adalah akar dari kesucian kamu. Lalu abba Anthony juga berkata dia yang tinggal didalam hesyhia membebaskan dirinya dari tiga musus yaitu
- Pendengaran
- Berbicara
- Dan melihat
Dan yang harus ia perjuangkan adalah hatinya sendiri itulah perkataan dari Anthony. Lalu hesyhia akhirnya menghasilakn satu pertobatan, satu air mata, membersihkan kita dan membuat kita suci atau kudus sebab kita atau para biarawan itu yang mencintai hesyhia akan dibebaskan tanpa luka oleh anak panah musuh sehingga kita terus disucikan.
A brother bertanya kepada hesyhiadesert fathrs apa hesyhia, apa yang harus aku lakukan lalu elder berkata hesyhia tinggal didalam call seperti dalam Matius 6:6 dan takut akan Allah hesyhia ini melindungi kita dari serangan anak panah musuh dan akhirnya kita tidak terluka, menyucikan kita dengan kasih. Orang yang hatinya mangsihi Allah pasti dia juga akan mengasihi sesamanya, jadi tidak mungkin antara praktek atau kehidupan hesyhia dengan kehidupan moralnya berbeda sekali. Jadi orang yang menyingkirkan diri dari dunia ini dan mengasihi Allah maka ia akn menemukan siapa dirinya dan bagaimana ia mengasihi tetangganya kita meihat sesame kita seperti kita melihat Allah. Jadi prakteknya adalah bagaimana kita melihat Allah yang tidak kelihatan itu nah baru kita melihat sesame kita yang kelihatan seperti kita melihat Alllah yang tidak kelihatan. Kita perlu efforts untuk mencapai usaha.
Abba Isaiah Mengajarkan kepada kita seseorang yang tinggal didalam hesyhia harus menyelidiki dirinya sepanjnag waktu harus bisa membebaskan dirinya dari segala gangguan-gangguan itulah kuncu dari menutup pintu. Bagaimana kita bisa mencapai hesyhia ini tergantung bagaimana kita bisa menutup pintu kita. Isiah juga menjelaskan apa yang harus dibutuhkan dalam hesyhia ini dan ia menjawab untuk mencapai hidup hesyhia itu kita harus takut kepada Allah tanpa berhenti berdoa dengan kesabaran dan jangan membiarkan hati atau melepaskan hati kita dari pikiran Allah dan itukah yang dikatakan oleh Isaiah. Lalu dari pikiran kita turun kedalam hati dan disitu kita berdiri di hadapan Allah ini adalah membawa Allah kedalam dunia Abba isaih berkata kepada kita bagaimana kita mempertahankan hesyhia didalam sel doa kita lalu isaih menjawab pertahankan hesyhia di dalam sel itu artinya membiarkan diri kita ada di hadapan Allah lalu mengalahkan setiap logismoi yang ditabur oleh musuh lalu disitu baru kita terbebas dari dunia. Lalu the brother mengatakan apa itu dunia? Lalau isaih menjawab dunia itu adalah yang menggangu kita silence, yang bertentangan dengan natur kita yaitu keinginan daging kita dunia itu yang kita selalu sibuk kepada tubuh kita dari pada jiwa itulah dunia. Yang suka membangga-mbagangkan. 1 Yohanes 2:15 janganlah mengashi dunia apapun yang ada di dalamnya. Bagaimana kita memperoleh hesyhia yaitu kita harus terus takut akan Allah dan memerangi logismoi.
Seseorang yang menjaga mulutnya tetap dia dan tingga di dalam silence dia akan menang. Praktiknya dalam Matius 6:6 ini adalah bagaimana kita menghendel segala godaan-goadaan yang ada dengan berjaga-jaga, menutup pintu supaya goadaan-godaan tidak masuk kedalam hati kita, itulah sebabnya kita harus menutup indra kita seperti menutup mulut, mata, telinga dan kita masuk kekamar sel, Barulah kita mencapi silence dan berdoa barulah kita mencapai hesyhia. Dalam gereja juga mengajarkan dalam berdoa ada jam pertama,ketiga, sebilan hingga ke jam dua belas itulah waktu yang tuhan sediakan oleh tuhan dan bagaimana kita bisa punya waktu menyikirkan sementara pekerjaan-pekerjaan yang ada lalu kita ambil beberapa waktu yang sanggup untuk benar-benar masuk kedalam kamar kita yaitu kedalam hati kita. Lalu tutuplah pintu usahakan tenang dan tidak diganggu oleh siapapun. Dan berdoa kepada Bapa, berdoa kepada Bapa kita bisa menggunakan Yesus preyer, bisa juga dengan membaca mazmur ataupun kita tenang tanpa bicara dan kita mencoba mendengarkan suara Allah dan disitu ada roh kita mau menemukan Allah didalam hati kita. Kita tidak perlu takut sebab dari situ kita menemukan Allah. Allah ada didalam hati kita, hati kita ada didalam tubuh kita oleh sebab itu tubuh kita adalah bait roh kudus oleh sebab itu kita bisa mendengar suara Allah melalui dari suara hati kita suara dari nous kita melalui roh kita sendiri kita bisa mendengar Allah berbicara kepada kita dan ilah yang perlu kita kerjakan. Inilah yang dilakukan oleh para bapa padang gurun mereka minyingkir ke padang gurun dan mempraktekkannya.
Pertanyaannya adalah dimana padang gurun kita? Kita harus masuk kedalam kamar dan berdoa kepada Tuhan itulah padang gurun kita. Kalua kita tidak dating dan berdoa kepada Dia maka Bapa tidak dating membalas kepada kita seperti seperti pada Matius 6 tadi bahwa dengan demikian bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu artinya apa? akan terjadi aksi reaksi atau komunikasi dua arah berdoa di dalam hesyhia itu bukan searah tetapi kita berdialog, bercakap-cakap dengan Allah kita sesara dua arah.
Jadi kita sangat perlu untuk mempraktekannya dalam kehidupan kita sehari-hari, artinya keheningan biarlah menjadi kesukaan hati kita. jika kita tidak bisa diam/silence dan juga tidak akan mengerti apa yang dikatakan firman Tuhan, pengkhotbah, dan pengajaran jika kita tidak bisa silence/diam
Kesimpulan: kiranya dengan mempraktekkan keheningan ini saya dan Anda semakin mengerti kebenaran yang sesungguhnya.