Logismoi, Porneia, Accidie

The spritual of Desert Fathers Part III

Logismoi, porneia, Accidie

Pengajaran dari para bapa padang gurun sangat penting untuk terus dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa? Jaman sekarang ini banyak orang tersesat dan melupakan ajaran-ajara yang benar, saat-saat ini orang lebih mengandalkan kekuatannya sendiri bahkan lupa pada keselamatanya. Dari tulisan-tulis ini kita akan lebih banyak menemukan kebenaran-kebenara serta apa yang harus kita dilakukan. Dalam pembahasan ini tiga hal yang harus kita mengerti yaitu (logismoi, porneia, Accidie).

Logismoi ini salah satu kata yang belum ada pegertian yang terlalu signifikan didalam Desert father, dalam buku Philokalia logismoi ini adalah menjadi benih yang pastinya menjadi hawa nafsu dimana logismoi ini adalah pikiran-pikiran yang dihasilkan oleh roh kita dan jiwa kita dan ini bukan pikiran yang timbul dari kerja otak tetapi pikiran yang, memang timbul dari kerja batin kita atau hati kita. Secara batiniah manusia itu ada jasmani dan lahiriah atau secara spritual, didalam batiniah ini ada satu perangkat yang sering disebut sebagai Nous dan Nous inilah yang ada intelnya klo didalam tubuh kita ada otaknya dan Nous inilah yang menjadi otak dalam hati kita dan Nous inilah yang mengendalikan seluruh perangkat batin atau jiwa manusia dan perangkat jiwa inilah yang memiliki berbagai macam seperti fealing, emosinal dan bisa berpikir, bisa bersolisasi, beragumen dan bisa berlogika dan punya keinginan yang akhirnya lebih ketubuh dan ini muncul dari Nou dan perangkat batin yang akhirnya disalurkan oleh tubuh kita seperti mulut mata tangan, perut kemudian organ kelamin dan sebagainya dan ini muncul dari disert dari kerja Nous.

Ketika Nous itu dalam kondisi baik maka dia akan menghasilkan satu logismoi yang akan baik dan ketika Nous itu tergoda oleh yang namanya keinginan dan dia akan berdialog dengan Nous kemudian Nous yang akan kalah maka perasmos itu datang dari luar dan masuk dalam panca indra kita seperti mata ketika melihat sesuatu yang tidak baik maka akan timbul yang namanya perasmos lalu perasmos ini masuk dalam otak kita maka otak dari roh itu adalah Nous maka Nous dan perasmos ini akan terjadi dialog peperangan dan jika Nous itu kalah maka perasmos itu masuk dan menguasai hati kita makanya ketika hati kita dikuasai oleh godaan iblis yang masuk melalui panca indra kita ini maka hati kita itu akan dikuasai oleh nafsu atau iblis itu, maka dari situ timbul yang namanya logismoi seperti yang diajarkan Yesus sendiri di dalam Markus 7:21, Matius 15:19 dari dalam hatilah timbul segala pikira yang jahat.

Pikiran ini bukan belung dalam wujud dari logismoi dari hasil kerja Nous yang kalah bersain dengan perasmos dan logismoi ini sendiri masih bagian dari kerja Nous dan ini adalah pikiran batin yang sudah tercemar dan dari yang tercemar inilah logismoi dan ini akan memunculkan yang namanya keinginan atau nafsu yang sering disebut dengan passion dan ini yang sering melekat atau epipatunia jadi ada keingina-keinginan daging yang muncul dari keingginan tubuh kita dankeinginan tubuh ini sering juga muncul  dalam Nous pada saat Nous kita dikusai oleh perasmos sehingga yang muncul adalah yang jahat, sehinggal menghasilkan logismoi atau daging yang jahat.

Jika keinginan itu dibuahi akan melahirkan dosa seperti dalamYakobus 1:14-15 artinya jika keinginan itu dilakukan dengan akal yang jahat maka akan melahirkan dosa. dalam beberapa tahap kenapa kita bisa di serang logismoi seperti yang dialami oleh Desert fathers serangan apa yng selalu menyerang mereka yaitu selalu ada dua hal yang di tekankan oleh Desert fathers yaitu

a. Logismoi yang disertai kedia dan kedia ini yaitu piriran-pikiran yang depresi, tidak punya pengharapan.

Porneia ini adalah pikiran-pikiran hawa nafsu yang berkaitan denga seks Pikiran ini yang sering menyerang mereka dan juga akan menyerang kita karna kenapa karena porneia ini selalu timbul dari luar, panca indra kita dan Accedia ini timbul dari kerja pikiran atau Nous kita dalam wujud dianoya dan yang tidak bisa punya pengharapan tidak fokus kepada Allah, pikiran yang macam-macam. Seperti kekuatiran yang melebihi atau depresi dan inilah yang sering menyerang para Desert fathers. Kita akan melihat tentang logismoi, logismoi muncul dari hati kita. Hati adalah tempat dimana Nous berada dimana Nous itu sudah dikuasai yang namanya godaan sehingga Nousnya itu kalah dan menghasilkan logismoi dan logismoi inilah menjadi benih dari timbulnya hawa nafsu. Jika hawa nafsu itu dibuahi oleh kehendak kita maka akan melahirkan dosa tetapi kalau masih dalam wujud logismoi kita bisa cegah dengan mengambil keputusan dengan tidak melakukannya tatapi dengan kita melakukan itu dengan kesadaran kita dan itu melahirkan dosa. Nous ini adalah benteng pertahanan kita supaya tidak dikuasai oleh godaan itu dan ketika kita punya benteng pertahanan itu dan itu adalah gambaran dari jendral kita seperti Nous dan doa yang selalu berjaga-jaga dan itulah benteng dari kardia dan serangan iblis dan itulah dalam Desert fathers itu supaya menyingkir dari hal-hal atau godaan itu tujuannya supaya selalu menjaga hati dari serangan-serangan iblis yang selalu memakai cara hal-hal duniawi yang mencobai kita.

Shailens itu adalah benteng mempertahankan Nous dan hati itu dari serangan si iblis ketika mereka mencapai Nous itu mereka aktif cuman dalam hati memang panca indra mereka benar-benar tertutup supaya tidak jatuh dari serangan iblis, tetapi kalau mereka semakin tekun serangan itu semakin besar dan mereka semakin mencapai yang namanya permunian itu karena kerena mereka sudah berhasil mempertahankan Nous atau hatinya dari serangan-serangan dan akan semakin terlindungin, shailans yang semakin dilindungi ini yang terjadi didalamnya yang mereka lakukan ini selalu aktif dan komunikasi kepada Tuhan, maka yang dilakukan oleh Desert fathers ini bukan hanya sekedar pasif, tidak mau urusan dengan duniawi, atau tidak mengurus hal-hal yang lain tetapi mereka memilih jalan hidup untuk menyingkir dari hal-hal duniawi tujuannya adalah mereka mencapai doa tanpa henti itu atau mereka mengingat kasih Allah, mereka selalu nepsis dan berusaha melaparkan hawa nafsu itu dan melawan pornei yang timbul dan itu yang mereka lakukan sehingga Nous mereka itu begitu sangat sibuk berperang dan peperangan yang mereka dapatkan itu adalah kekuatan dari Allah.

Logismoi apa yang selalu mengahambat kemajuan dari shailans mereka, dan sutu tantangan bagi mereka dalam bentuk logismoi dan ini adalah jerja Nous yang sudah kalah dalam perasmos itu. Anthony pernah berkata bahwa tidak seorang pun yang tidak dicobai ketika dia masuk kedalam kerajaan sorga. Evagrios juga mengatakan ketika kita bisa meningkirkan maka kita bisa diselamatkan dan inilah keyakinan yang diajarkan Desert fathers sehingga mereka harus meningkir dari semuanya itu dan benar-benar menemukan sel doa mereka dan sungguh-sungguh mencari Allah. Sehingga logismoi suatu musuh yang peling besar dan mereka selalu berusaha untuk melindungi hati dan Nous mereka dalam hal itu. Yang paling utama dari logismoi itu adalah porneia dan inilah istilah yang diajukan tetapi dalam pengertian yang lebih luas adalah sebuah illicit sexual movement og body, mind, or spirit adalah bisa dalam bentuk nafsu sex yang memang menyerang hati pikiran mereka maka porneia lebih kepada logismoi. Desert fathers mengatakam didalam jiwa mereka sudah terkena poernea bukan hanya seseorang bisa mengendalikan dirinya dari sexsual tetapi bagaimana juga pikiran atau rohnya sendiri yang bisa terbebas dari porneia dan ini yang selalu mereka perjuangkan seperti yang Kristus ajarkan Porneia ini harus dirawat sampai nafas yang terakhir. Poemen juga mengatakan kita seperti raja yang dijaga oleh pegawainya seperti kita menjaga jiwa kita dan mengatasi hal-hal itu. Bagaimana seseorang itu sudah dicobai oleh porneia ketika dia banyak makan, tidur, kemalasan dan bersenang-senang atau makan dua hari sehari atau tidur ditempat-tempat yang tidak seharusnya dan ini akan muncul porneia yang arogan dan kesombongan maka Desert fathers ini mereka betul-betul menjaga mulai dari tidur, makan dan berdoa dan itu benar-benar dijaga. Ada Deert fathers yang tidak di ketahui nama dia mengatakan kita tidak bisa mengalami yang namanya dia mengatakan kita bisa merasakan manisnya Allah ketika kita merasakan pahitnya dunia itu dalam Matius 6:24 kita harus mengerjakannya itu seumur hidup kita sehingga kita bisa diselamatkan. Untuk mencapai kekudusan itu butuh satu yang namanya usaha yang sungguh-sungguh dan kita masuk dalam Askesis sehingga kita tidak kalah dari pikiran-pikirang logismoi ini. Dengan adanya hal seperti ini kita tidak boleh menyerah melawan untuk menyerang organ sexsual kita tetapi kita harus menyadari kita punya Nous yang selalu masuk yang namanya Shailens, kalau memang betul-betul kita secara tubuh, jiwa dan roh itu akan sangat baik seperti yang dilakukan oleh Desert fathers ini, tetapi karena kita terlalu sibuk kadang-kadang tatapi tubuh ini selalu bersentuhan dengan orang-orang dan ini justru yang bisa mengendalikan ini dalam batin itu, kita harus cepat-cepat masuk kedalam shailens itu atau sel doa itu, melalui hati bagaimana hati ini kita kuasai dulu. Jika hati ini tidak dikuasai maka yang terjadi adalah kita akan menuruti apa yang ada pada tubuh tersebut, seperti tangan kita mulai main dan itu dari pikiran, mungkin dari imajinasi atau pikiran-pikiran yang jahat itu dan itu akan melahirkan dosa dan untuk mengatasi adalah selalu Jesus player, mengucapkan Nama Yesus secara naturally Tuhan menciptakan manusia dari logismoi porneia yang baik dan itu dalam konteks pernikahan yang memuliakan Allah tentunya dan yang paling jahat itu porneia yang bisa benyerang siapapun dan kita bisa mengatasi dengan cepat melalui kita masuk dalam sel doa kita dan menutup pintu dan sehingga tidak menyerang tubuh kita.

Accedia adalah suatu pikiran yang tidak fokus selalu memikirkan hal yang macam-macam sehingga mengalami depresi mereka yang tinggal ini selalau perjuangannya ada tiga yaitu:

1. harus bisa mengatasi godaan pendengaran,

2. godaan bicara

3. godaan melihat

ketika mereka bisa mengatasi godaan itu ada satu godaan lagi yaitu Accedia ini adalah bagaimana menenangkan hati atau menaklukan supaya hati itu bisa dicontrol bukan supaya jadi yang bertahta itu adalah Nous kita bukan logismoi kita. Accedia ini adalah satu dosa yang percaya nothing artinya salah satu pikiran yang tidak punya tujuan, tidak bisa menikmati apapun, tidak peduli apapun, tidak punya gairah, kehidupan yang tidak pasti mau kemana, dia hanya sekedar ada. accedia ini timbul dari ketika dalam Shailans lalu itu sengaja dimunculkan oleh sang iblis itu. Dan ini sering terjadi dihidup kita dan inilah yang menyebabkan kita mengalami depresi. Dala m buku philokalia mengatakan mengerjakan segala sesuatu itu dengan hati kita melai hati inilah kita bisa mengatasi yang namanya Accedia dan salah satunya adalah bagaima kita punya Jesus player itu. Accedia ini salah satu logismoi yang bisa kita atasi caranya adalah kita tau semakin kita sampai pada level Shailans maka Accedia itu pasti muncul, Desert

fathers itu menyarankan bahwa kita bisa melawan itu dengan Jesus player yang terus menerus tanpa henti untuk kita meminta belas kasihan Allah dan tetap didalam doa kita intinya adalah bagaimana kita tetap ada dalam doa dan Dia mengajari kita dalam segala sesuatu. Desert mather juga mengatakan kita harus hati-hati dengan Accedia ini sebab ini adalah serangan dari logismoi sehingga menghasilkan logismoi yang jahat, akhirnya tubuh kita merasa berat dan lutut kita juga berat bahkan seluruh tubuh kita termasuk energy bahkan ini menjadi kelumpuhan dalah tubuh kita. Dan ketika hal itu tetap menyerang kita maka kita tetap dalam doa itu tidak boleh malas dan terus tekun berdoa dan meminta belaskasihan Allah. Dan ketika mencoba masuk dalam Shailans yang serius itu dihadapan Allah maka mau tidak mau kita menghadapi yang namanya porneia dan Accedie ini. Dengan demikian kita harus mencari pertolongan Allah karena Allah tau kerapuhan kita dalam segala Dia tidak membiarkan kita dicobai melampaui apa yang tidak bisa kita hadapi.

Aplikasinya

Kita harus terus berusaha untuk melawan pikiran-pikiran jahat dangan cara berjaga-jaga lewat doa, pujian dan penyembahan. Ketika kita punya hubungan intim dengan Allah makan saya dan saudara pasti bisa bebas dari pikiran jahat dan hidup kita akan terus dipimpin oleh Roh kudus.

Bagaimana Kita Diselamatkan?

The spiritual of Desert Fathers (part II)

Bagaimana kita diselamatkan

Bagaimana kita diselamatkan? Atau bagaimana aku menjalani hidup sebagai seseorang yang sudah diselamatkan. Apa keselamatan yang diajarkan oleh desert fathers ini?

Desert fathers mengatakan bahwa keselamatan itu ada dua pengertian 

Ultimate and immediate salvation

  1. Ultimate itu artinya ada satu pengharapan kemuliaan nantinya bahwa kita akan benar-benar, atau kita akan masuk kedalam kerajaan sorga dan mencapai kesempurnaan serupa dengan Kritstus
  2. immediate salvation ini berbicara tentang tujuan yang memang itu sudah diberikan kepada mereka, yang harus mereka kerjakan didalam kehidupan ini. Destinanation berbicara bahwa bagaimana aku mengerjakan keselamatanku yang Tuhan sudah berikan dalam kehidupanku saat ini.

            Yang dimaksud dengan pertanyaan-pertanyaan desert fathers tentang bagaimana aku bisa diselamatkan, ini bebicara bagaimana saya bisa mencapai yang namanya seorang biarawan yang berhasil bagaimana saya menghidupi monastic life saya, atau kehidupan biara saya secara benar. Bagaimana saya bisa menyingkirkan diri dari dunia. Dunia penuh godaan, cobaan, yang mebuat kita lari terfokus dari Allah. Caranya untuk menghidupkan monastic life yaitu tidak jatuh kedalam dunia, tidak kehilangan kegairahan kepada Allah, tidak kehilangan kehangatan iman kepada Allah da inilah pertanyaan yang sering ditanyakan juga sering dibicarakan oleh mereka.

Yang sering dipertanyakan misalnya abba Anthony bertanya kepada Allah. Tuhan aku ingin diselamatkan tetapi pikiranku tidak membiarkan aku sendiri artinya aku tidak bisa mencapai sincele, apa yang harus aku lakukan dalam keadaan seperti ini? Bagaimana aku bisa diselamatkan (doa abba Anthony) dia pergi keluar dari selnya dan tiba-tiba ia melihat seseorang yang sama dengan dirinya itu sedang duduk bekarja kemudian berdiri berdoa lalu duduk sambil bekerja dengan membuat jaring kemudian dia berdiri lagi dan berdoa lagi dan Anthony terus melihat orang itu. Lalu tiba-tiba ada seorang malaikan diutus oleh Allah. Lalu malaikan itu berkata “kamu lakukan seperti ini maka kamu akan diselamatkan”. Mendengar seperti itu Anthony langsung semangat dia terdorong dan akhirnya ia melakukan dan ia diselamatkan. Arti dari diselamatkan ini bukan Ultimate salvation tetapi immediate salvation bagaimana ia menghidupkan kehidupan monasticnya dengan benar.

Apa yang dilakukan oleh Anthony? yaitu duduk, berdiri, berdoa dan bekerja. Dalam perjanjian baru itu juga ada cerita tentang bagaimana aku diselamatkan dari penjara ini, ini bukan berbicara tentang keselamatan yang Ultimate bagaimana aku bisa diselamatkan dan didalam penjara ini. Kisah rasul 16:31 jawab mereka percayalah kepada Yesus Kristus dan engkau akan diselamatkan engkau dan seisi rumahmu. Ini adalah satu jawaban dari Paulus terhadap pertanyaan dari ayat 30 ia berkata kepada mereka, tuan-tua apa yang harus aku perbuat supaya aku diselamatkan? Inilah satu pertanyaan yang menunjukkan bahwa kata yang selamatkan ini menunjukkan apa yang harus aku lakukan supaya aku diselamatkan pada saat sekarang ini. Dan Rasul Paulus menjawab secara sederhana “percayalah kepada Tuhan Yesus dan kamu akan selematkan”. Dan ini berbicara immediate salvation.

            Kemudian ada istilah diselamatkan ada istilah memiliki hidup yang kekal dan inilah doa istilah yang dibedakan oleh desert fathers. Bagaimana aku disekamatkan ini berbicara bagaimana aku memiliki satu kehidupan askestik life sehingga aku bisa diselamatkan sehingga aku bisa menjalani kehidupan yang benar ketika saya sudah percaya kepada Kristus . Dan ini menunjukkan bahwa tidak birbicara untuk masuk kedalam kerajaan Allah tetapi bagaimana aku bisa menjadi seorang biarawan yang berhasil, dan sungguh-sungguh.

            Anthony menjelaskan di dalam desers fathers ini biasanya mereka akan memanjatkan mazmur selain doa pendek Yesus chirs itu dan mereka juga sangat ahlin dalam memanjatkan mazmur, pengertian dalam mazmur inilah yang berbicara tentang immediate salvation bagaimana aku bisa diselamatkan. Kata keselamatan ini juga menjadikan utuh, dan Kristus juga pernah berkata kepada orang yang Dia sembuhkan, imanmu telah membuat kamu utuh artinya bahwa imanmu telah menyelamatkan kamu yang cacat menjadi sembuh, yang buta menjadi melihat.

            Arsenius suatu kali dia melayani dalam satu pemerintahan Theodosius the great dia pernah berdoa. Dia menjelaskan bebaskan aku dari manusia maka kamu akan diselamatkan, dan ini satu perkataan yang terkenal dari desers fathers bebaskan aku dari manusia dan ini bukan soal hidup kekal artinya kita tidak perlu bersosialisasi dengan orang-orang tetapi disini kita disuruh untuk tetap menjaga hati kita tetap silence tidak tercemar oleh dunia maka kamu akan diselamatkan dalam pengertian  immediate salvation itu.

Immediate Salvation Yang Diperoleh

Dengan Satu Kerendahan Hati (Humility)

Bapa padang gurun banyak berbicara tentang Humility, bagi mereka humility ini adalah satu cara untuk mencapai yang namanya immediate salvation. Seorang saudara bertanya kepada seorang elder (bapa padang gurun) bagaimana aku bisa memperoleh Yesus? Lalu ia berkata bekerja keras, rendah hati, berdoa tanpa henti maka kamu akan memperoleh Dia. Jadi semua orang kudus itu dari awal dan akhir itu diselamatkan oleh tiga hal ini yaitu

  • Usaha
  • Kerendahan hati
  • Dan berdoa tanpa henti

Humility ini adalah bahwa alkitab membutuhkan prasyarat untuk mencapai yang namanya immediate salvation. Kita yang mau Allah yang berkorban bagi kita itu juga dia mau merendahkan dirinya seperti Kristus yang berikarnasi itu ia mengosongkan dirinya untuk menyelamatkan kita, dan begitu juga dengan kita untuk mencapainya kita mengosongkan diri kita dengan humility dan inilah yang diajarkan oleh desers fathers ini. Satu perkataan yang terkenal tentang Humility ini dari Anthony.

Anthony berkata bahwa hesyhia dalam memikirkan tentang penghakiman Allah. Abba Anthony bertanya bahwa bagaiman kalau ada orang yang mati dengan hidup yang singkat atau dengan umut yang muda, sementara ada orang yang matinya sangat tua. Mengapa ada perbedaan seperti ini dan itu bisa terjadi. Lalu Anthony itu mendengar suara datang kepadanya Anthony melihat dirinya sebab ini semua adalah penghakiman Allah tidak pantas kamu menanyakan semua itu. Dan ini adalah salah satu bagaimana kerendahan hati dari kita . Abba Anthony berkata kepada abba poemen ini adalah tugas yang besar bagi setiap orang, bertanggung jawablah atas dirimu untuk kesalahan yang kamu buat terhadap Allah dan selalu ada percobaan sampai kita mati. Dan ini adalah mengajarkan kepada kita bahwa kita membutuhkan kerendahan hati, membutuhkan Allah untuk menolong kita.

Dan Anthony berkata lagi bahwa saya sudah melihat tipu daya iblis yang ada dibumi ini. Bagaimana aku bisa melalui itu semua lalu aku berkata dan karna aku mendengar suara yang berkata kita harus merendahkan hati , merendahkan pikiran kita. Dan ini cara kita diselamatkan. Jadi immediate salvation berbicara bagaimana kita mengerjakan kesucian hidup, kekudusan hidup, menjauhkan diri dari segala diri dari goadaan dan segala dosa dan inilah yang dicapai oleh para biarawan, itulah yang dipertanyakan oleh mereka mencapai tentang immediate salvation itu dan itu harus dibedakan dengan ultimate salvation. Kunci utamanya disini adalah untuk masuk pada keselamatan itu adalah dengan kerendahan hati (humility).

            Abba joseph mengutip perkataan dari kitab suci, lalu ia memberikan teks kepada yang paling muda ia bertanya untuk menguji mereka. Kamu tidak menemukan itu kemudia abba joseph berkata apa yang kamu maksud dengan ayat ini lalu ada yang berkata aku tidak tahu, kemuadia Anthony berkata kepada abba joseph inilah maksudanya ketika dia berkata aku tidak tahu dengan humilitylah kita selalu memohon kepada Allah meminta belaskasihannya aku tidak tahu Tuhan ajarin aku. Itulah maksud dari perkataan Anthony.

            Perkataan lain dari Arsenios ada iblis yang ingin mencobai arsenios didalam selnya. Ada seseorang yang kemudia datang kepadanya berdiri diluar selnya dan mereka mendengar apa yang didoakan oleh arsenios “ya Allah janganlah menjauhkan aku, aku tidak melakukan yang baik dimatamu tetapi oleh kabaikanmu berikan aku kesempatan untuk membuat stat yang baru.” Dan arsenios bertanya lagi kepada seorang pemimpin di Mesir tentang pikiran-pikiran jahatnya, lalu orang itu berkata abba assenios bagaiman bisa kamu bertanya kepada seorang petani yang miskin ini sementara kamu menguasai Bahasa roma, latin dan yunani lalu arsenios berkata kepadanya saya sudah mempelajari alfaberd diroma tetapi saya belum mempelajari alfabet petani ini. Dan ini menunjukkan humility bahwa kita belajar kepada siapa saja. Kita yang banyak melakukan sesuatu justru kita bisa jatuh kedalam kesombonngan seperti yang dilakukan oleh Farisi sebab ketika kita melakukan itu humility itu absen dengan apa yang kita kerjakan.

            Rasul Paulus adalah ornag yang sangat humility dia selalu mengatakan aku selalu bekerja keras, aku membangun fondasi, aku adalah ahlin bangun yang cakap, terampil, yang ahli tetapi ia mengatakan itu semua berasal dari Allah yang memampukan aku. Dan juga dilukiskan seorang yang tidak kuatir akan dunia ini dan ia menceritakan seorang pemungut cukai dalam Lukas 18,9-14 dan inilah yang mempengaruhi desers fathers tentang humility ini. Amma syncletica mengatakan tidak mungkin membangun sebuah kapal tanpa paku maka tidak mungkin bagi biarawan diselamatkan tanpa kerendahan hati dan ini menunjukkan bahwa humility itu memegang peranan kunci. Anthony juga berkata berdoa, berpuasa adalah ibu dari sebuah kebajikan tetapi kerendahan hati dari roh kita itu jauh lebih besar dari semua kebajikan.

            John juga mengatakan humility dan takut akan Allah itu adalah ibu dari semua kebajikan. Contoh dalam alkitab yaitu Yohanes salah satu orang yang penun dengan kerendahan hati ia mengatakan “aku  semakin kecil tetapi Kristus harus semakin besar”. Kerendahan hati menarik kita kepada Allah, manaruk kita kepada kasih sebab Allah itu adalah kasih. Jujilah kemajuanmu yang sudah kamu buat didalam doamu, didalam puasamu, dan lebih dari itu dan ujilah kerendahan hatimu sebab tanpa kerendahan hati ia akan jauh dari Allah

            Sisoes ini adalah murid dari Anthony dia berkata  apa yang terbesar adalah melihat dirimu adalah kecil ketika seperti kamu waktu ada di dalam puncak gunung kamu lihat dirimu kebawah itu begitu kecil. Kalua kamu melihat seluruh ciptaan ini maka apa yang kamu kerjakan haruslah menghasilkan humility. Kalua humility itu semakin keatas kita akan melihat kebawah itu semakin kecil dan kita tidak ada apa-apanya .

            Macarius juga mengatakan humility menetral semua kuasa dari musuh, meredam semua kekuatan dari iblis. Bagaimana mencapai keselamatan? Yaitu bagaimana aku mencapai kerendahan hari, bagaimana aku menjalani kehidupan sincele, desers father mengatakan capailah kerendahan hati karna ini adalah jalan untuk mencapai keselamatan.

Aplikasinya

            Orang yang percaya kepada Yesus Kristus adalah dia yang menerima keselamatan dari Allah atau kasih karunia yang diberikan secara Cuma-Cuma. Kita harus terus mengerjakan keselamatan itu dangan cara memiliki kerendahan hati (humility). Seperti perkataan dari John juga mengatakan humility dan takut akan Allah itu adalah ibu dari semua kebajikan, dan juga contoh dalam alkitab yaitu Yohanes salah satu orang yang penun dengan kerendahan hati ia mengatakan “aku  semakin kecil tetapi Kristus harus semakin besar”. Jadi biarlah Allah yang semakin besar dan kita semakin kecil artinya bahwa ia yang berkuasa atas hidup kita.

The Spiritual Of Desert Fathers

The spiritual of Desert Fathers (part I)

Latar belakan sejarah bapak-bapak gereja

Dan salah satu topi yang kita bahas yaitu keheningan

Siapa desert father?

Para biarawan Kristen awal membentuk masyarakat internasional yang berkembang di semua

wilayah Yunani. Dari kekaisaran Romawi, di Syria dan Persia, di Mesir berkumpul di sekitar

sungai Nil, dan sejauh ke Afrika seperti Nubia (Sudan modern) dan dataran tinggi Ethiopia.

Mereka mendiami medan berbatu dan gurun di Sinai, Palestina, Arab, dan Turki (Kapdokia);dan

di ibu kota kekaisaran Romawi, Konstitoopel, mereka umumnya para pelayan Negara, dalam

jumlah yang begitu besar, dengan banyak sarjana dan bangsawan yang berdedikasi di antara

mereka. Setelah abad ke-5 monatisme menjadi popular juga di Barat, di mana Gaul (Prancis

kuno) dan Italia menjadi pusat aktivitas. Segera di seluruh dunia Kristen awal, yang digambar

seperti lingkaran disekitar cekungan Mediterania, para biarawan Kristen dapat ditemukan hidup

dalam isolasi didesa-desa, di komuni kecil pertapa, berkumpul bersama di lembah-lembah

terpencil atau dirumah-rumah kecil, biasanya beberapa menjalani kehidupan komunalbersama.

Ketiga bentuk gaya hidup monastic di gereja mula-mula ini telah menjadi standar pada abad ke empat dan setelah kaisar konstatinus memulaitransformasi Negara Romawi menjadi kekaisaran Kristen bynzatium, gerakan biara berkembang selama lebih dari seribu tahun dengan

perlindungan kaisar yang Kristen. Di pusat-pusat seperti gunng Athos di Semenanjung Acte,

dekat Halkidiki, di Yunani; Pechersky Lavra (Biara gua) di Kiev; atau Biara-biara gunung hutan

Transylvania, di tempat tersebut terus berlanjut cara hidup biara yang kuno menuju era modern

Gaya sastra Monastik Selama perjalanan sejarah yang panjang ini, kumpulan besar anjuran di biara dikumpulkan dan disaring oleh para biarawan sebagai bimbingan mereka sendiri dalam menempuh jalan kehidupan kebatinan. Pengabdian total dalam hidup mereka untuk mencari Allah. Mereka melakukan ini semua dengan gaya hidup yang sangat disiplin dan miskin secara radikal, kesucian dan selibat, serta mempelajari kitab-kittab suci dan tulisan tulisan orang suci yang telah mendahului mereka, semunya itu di lakukan sebagai fokus yang radikal dalam hidup mereka. Apalagi panggilan hidup yang demikian tidaklah popular di tengah konteks masyarakat

barat yang modern. Pada awal abad ke tiga, karya sastra mereka mencapai punjaknya. Para guru

spiritual seperti origen dari Alexdria, salah satu filsuf platonic yang paling terpelajara di usianya,

menciptakan metode penafsiran Alkitab yang anggun untuk memurnikan jiwa dan membantu

pencerahan dan pendakian rohani. Semua upaya ini kemudian bertujuan untuk memajukan

“Theologi spiritual: khas Kristen yang sebagian besar didasarkan pada karyanya.

Evagrios dari pontus, seorang intelektusl besar lain pada periode Kristen awal menjadi salah satu yang berhasil menggabungakan tradisi pemikiran origen yang tinggi disesuaikan dengan kebutuan sehari-hari untuk komunikasi pertapa yang mencari bimbingan lanjutan dalam pendakian spiritual. Ketika agama Kristen berkembang dan menyebar sebagai agama Negara, hal ini kemudian semakin mengubah kekristenan manjadi skedar pemahaman teologis yang rasionalistik. Kecenderungan ini dipercaya ketika sebagian besar para pemikir Kristen secara

umum memperdebatkan masalah dotrinan dengan kaisar Romawi, yang bisa ikut campur

dalam keputuan teologis para uskup (didalam konsili-konsili)dengan kekuatan hokum Romawi.

Teks-teks monastic adalah sebuah pencarian untuk jalan kedamaian, belas kasihan, dan

kemudian doa selama berabad-abad yang panjang, semangat rasionalistik di dalam dotrin Kristen

nyaris tidak surut. Banyak generasi telah datang dan pergi, menghasilkan literatur

konterversional pada zaman mereka sendiri.

Di gereja Barat kemudian di kenal sebagai gerakan reformasi yang mengkhotahkan injil sebagai anugerah gratis yang dipahami hanya oleh iman; upaya monastic yang mencari keselamatan melalui upaya pertapaan menjadi hal yang terkutuk. Runtuhannya tradisi monastik di sebagian besar wilayah Eropa, berkontribusi besar pada rasionalisasi formalistic di dalam kekristenan Barat dan memiskinkan tradisi pengajaran atau monastic. Didunia Kristen Timur, tidak ada reformasi yang pernah di alami. Kesatuan filosofi dan kulturalnya berjalan dalam hubungan organic yang mendalam dengan prinsip-prisip budaya helenistik yang telah di buat di zaman kuno. Bizatium mengganggap system agama dan budaya mereka sebagai helensisme yang di baptis ke dalam injil; dan tentu gairah politik romawi untuk persatuan budaya di pertahankan, tetapi juga disesuaikan dengan kebebasan individu gabungan yang fleksibel inilah yang menghindari suatu control sentrlis yang dapat diamati di gereja Barat yang kemudian mengarah pada gerakan reformasi di Eropa Barat yang kemudian mengarah pada gerakan reformasi

Munculnya Islam di tengah gereja Timur membatasi kebebasan orang Kristen selama

abad-abad, tetapi menyebabkan suatu berkat bagi kehidupan biara-biara. Kehidupan biara-biara

orthodox Timur ini sering kali tidak mengubah pola-pola komunitas primitive, yang dalamnya

teks-teks spiritual tradisi monastic telah dengan hati-hati di lestarikan, disalin, dan ditransmisikan sebagai pelatihan dasar generasi dan para pencari spiritual, sebuah kultur yang masih menyatukan Timur Kristen dari Syiria ke Rumania dan dari Ethiopia ke Rusia. Hari ini kita bisa mempelajari kekayaan spiritual yang diwarisi oleh para biarawan pada

abad ke-3 dan ke ini karena di pelihara oleh gereja.

Perkataan perkataan desert fathers dibagi 3 yaitu

1. Anonimes

2. Sistematikon

3. Alphabet

Perkataan dari disert fathers telah menjadi insipirasi yang menuntun kita kepada satu

kekayaan spiritual yang ada dalam kekristenan. Pada disert fathers ini memulai pada abad

4, mulai dari origen, sampai siria, mesir, palestina dan Arab. Dulu kekristen belum jadi

agama yang resmi, sehingga dimana-mana banyak yang disiksa sehingga banyak yang

membiara. Pada tahu 400 mesir menjadi tempat para hermit (hidup membiara/menyendiri). Mereka ada 3 kelas :

1. Lower Egypt : hidup dalam bentuk hermit, benar-benar menyendiri, ada di padang gurun

sendiri; contohnya St. Anthoni . Dia suatu hari digerja mendengar homily dikatakan

pergilah jual semua yang kamu miliki dan datanglah kepadaKu. Ini adalah satu

perintah yang membuat Anthoni untuk hidup hermit, akhirnya dia menyingkir

kekehidupannya yang dulu lalu pergi ke padang gurun dan hidup sendiri sekitar 269. Anthoni meninggal 356 pada usia 105 tahun. Dia dianggap sebagai bapak para biarawan,

mejadi salah satu bapak padang gurun yang terkenal.

2. Ada juga hermit lain yaitu senobitik monakritisme (upper Egypt), maksudnya mereka

yang mengungsi ditempat yang terpencil yang benar-benar tidak bersosialsai pada

masyarakat; contohnya pakomius yang hidup pada 250-347. Dia salah satu yang

membentu hermit senobitik. Dia membentuk satu komunitas yang dipimpin oleh

pakomius.

3. Hermit Nitria and scetis-Group of ascetics, Diadaerah nitria dan grup inilah yang

bentuk 3 monastik di Mesir, di nitria lebih dekat ke Alexandria daripada sketis.

Di mesir di bagi 3 grup yaitu:

1. asketis : yang khususnya didaera nitria dan sketis

2. Sinobitik: berkomunitas tetapi dipimpin oleh spiritual father

3. Hermit: hidup menyendiri

Perkatan-perkataan desert fathers pada puncaknya mengalami satu perkembangan sekitar abad ke-4 – abad ke-5 jadi sekitar 200 tahun, dan inilah yang disebut apopbthegmata partum. Mereka banyak menggunakan hikmat-hikmat kuno, perumpamaan salah satu yang mencatat kehidupan Anthony yaitu antanasius mengatakan bahwa kehidupan Anthony itu penuh sophisticated works. Tradisi di Barat itu banyak mengutip dari kasian. Tradisi yang ini akhirnya diterjemahkan

yang akan kita bahas selanjutnya biarawan-biarawan ini sering disebut Abba, pukan sebutan master dan disebut abba karena lebih senior saja dan sama-sama belajar,mereka belajar bagaiman berdoa dan mengalami menderet ulang pikiran mereka. Misalnya Abba Agathon mengatakan doa adalah kerja keras dan satu perjuangan sampai nafas terakhir kita kehidupan father bukan seperti mentoring tetapi spiritual fathet ini lebih pada biarawan yang lebih kepada seorang yang lebih senior yang hanya memberi perkataan pada saat itu saja, mereka lebih banyak diam dari pada kata. Ada satun perkataan yaitu ada seorang biarawaan pernah datang kepada bazil di

kaisarea dan berkata bebicaralah satu kepadaku ya Abba lalu bazil itu berkata “Kasihilah Tuhan

Allahmu, dengan segenap hatimu”. Lalu biarawan itu pergi dan datang 20 tahun kemudian

kepada bazil, lalu bazil itu berkata lagi kepadanya, “kamu harus mengasihi tetanggamu seperti

dirimu sendiri”, lalu biarawan itu pergi dan melakukan semua yang di katakana oleh bazil.

Jadi spiritual Father ini hanya memberikan arahan singkat bagaimana mereka memberi

pedoman mengalami hidup. Kehidupan Father juga menjalani kehidupan yang radikal dalam mencari Tuhan, mereka sunguh-sungguh menjalani kehidupan dan menjauh dari kehidupan masyarakat, tidur 1 jam dan itu cukup bagi mereka, menjaga cara makan mereka dan sangat menjaga kehidupan berpuasa mereka, kehidupan The Father adalah kehidupan yang terus berjuang. Anthoni suatu hari sedang beristirahat dia salah satu The father, ketika sedang beristirahat lalu datang seorang pembunuh. Anthoni lalu berkata turunkan panahmu dan tembak lagi dan lagi. Lalu si pembunuh itu berkata jika aku terus menembak maka anak panahku akan patah. Lalu Anthoni berkata jika kita melakukan diluar batas diri kita, kita akan patah. The Fhather juga memiliki kehidupan salin menolong, melakukan mujizat, menyembuhkan orang dengan pertolongan Tuhan, memberi nasehat, menerima kunjungan dan menjalani kehidupa yang benar, memiliki cara hidup yang sederhana, tidur sederhana, makan sederhana, memiliki kehidupan yang rileks. Dalam kehidupan mereka mereka tidak harus memiliki kehidupan yang harus di puja. Dalam kehidupan doa The Father yang mereka lakukan ketika sendiri adalah menghafal Mazmur, menghafal Jesus Prayer dan menciptakan hati mereka seperti air yang tenang, sehingga dari air itu mereka dapat melihat hubungan mereka dengan Allah.

Yang mereka ajarkan ketika berkumpul yaitu mereka membicarakan bagaimana mereka bisa

menjalani hidup berjuang. Dalam kehidupan mereka pertanyaan yang sering dipertanyakan

adalah apa yang aku lakukan agar aku diselamatakan? ini merupakan objek yang terus dilihat oleh Thes Father.

Umumnya The Father memberi pencerahan dimana mereka memiliki murid-murid.

Murid-murid ini selalu datang pada desert Father dan bertanya/ menerima perkataan-perktaan

Yang mereka ajarkan ketika berkumpul bersama murid-muridnya yaitu bagaimana mereka

memiliki kehidupan yang berjuang dalam setiap aspek baik jiwa, fikiran kepada Allah

Pegajaran yang dilakukan tidak sistematik tetapi tergantung apa pertanyaan yang biasannya

mereka ajarkan. Biasanya pertannyaan yang dia jurkan kepada Churt Father yaitu kebanyakan

junior kepada yang senior dan bisanya para murit itu berkata “katakanlah kepadaku, beri aku

sesuatu untuk dipikirkan” Tentang DoaDesert Father.

Yang diajarkan tentangDesert Father adalah tentang hesikesem/hisikia sebagai berikut:

1. The Cell

Tentang The Cel seperti dalam Mat. 6:6 “ masuklah dalam kamarmu, The Cell disini :

“Kamarmu” lalu di lanjutkan “tutuplah pintu”. Tutuplah pintu disini adalah menutup segala

pintu indra kita dan disitulah kita diam (silence), lalu di lanjutkan “berdoalah kepada Bapa”.

Berdoa kepada Bapa inilah hesikesem. Jadi untuk masuk dalam diam (silence)kita terus

masuk kedalam sel. Selnya itu apa?yaitu tempat-tempat terpencil yaitu gua-gua, dan gua-gua

inilah sel doa para Desert Father. Ketika mereka sudah masuk dalam sel doa lalu dituntun oleh spiritual Father mereka mulai silence/diam, menutup pintu, lalu bagaimana hubungannya sendiri dengan Allah pada saat itu. Tapi bagi kita kita harus memahami bahwa diam/silence bukanlah kekosongan/kebosanan, silence itu bukan berarti sibuk/andtertaimen seperti orang yang takut

akan kesendirian/keheningan. Ini juga bukan silence/diam yang merupakan isi dari

hesikesem melainkan silence/diam adalah yang menempatkan diri dihadapan Allah,

menunggu Allah, memenuhi kita dengan kehadiran-Nya. Sehingga ini adalah silence/diam

yang tidak pernah kosong dan sel penuh.

Silence itu artinya kita sudah mulai mendekati hesikesem/keheningan. Didalam silence lalu menutup pintu sel, kemudian kita benar-benar menantikan/dipenuhi dengan kehadiran Allah dan disini kita sudah mencapai menyinkirkan pikiran dan seluruh kehidupan kita dari semua hal -hal dunia. Inilah yang dilakukan para Desert Father Salvation/keselamatan. Seorang The Father bernama Anesius berada disuatu tempat yang tenang dia berdoa kepada Allah “ Tuhan tunjukkan aku cara untuk diselamatkan” lalu datang padanya suara dan berkata “Anesius lepakanlah dirimu dari orang-orang dan kamu akan diselamatkan” Jadi silence itu adalah satu yang jadi isi dari keheningan/hesikesem karena Saya sendiri dan tuhan ada di sini. Silence /diam itu bukan berarti kosong melainkan kita dan Tuhan ada disini didalam keheningan.

Ada perkataan lain dari Desert Father “Jika Anda ingin selamat, misalnya. " Jika Anda ingin diselamatkan, kejarlah kemiskinan dan keheningan, karena pada dua kebajikan ini tergantung seluruh kehidupan monastic”. Jadi jika kamu ingin diselamatkan kejarlah kemiskinan dan diam karena dua kebajikan inilah bergantung seluruh kehidupan monastiknya, jadi bebaskanlah dirimu dan tetaplah di dalam kamarmu dan kamu akan di selamatkan. Kenapa disini di katakana akan diselamatkan? keselamatan ini ada dalam pengertian umum yaitu “keselamatan jalannya menuju akhir, ini semua di capai lewat silence/diam. Ketika orang sudah bisa silence/diam lalu mencapai keheningan dia bisa berdoa kepada Allah, inilah satu kemajuan yang benar-benar menyendiri dalam momen apapun Allah itu melampaui waktu, Dia tidak hanya di jumpai pada waktu tertentu. Kita yang ada didalam waktu, keheningan jalan menuju kepada kerajaan Allah. Kenapa? Karena keheningan seperti jalan menuju akhir keselamatan. Jika kita dengan Allah ada disini, ada didalam hati kita karena kita sudah bersama dengan Allah. Silence/diam juga adalah ibu dari pertobatan kita untuk meratapi dosa-dosa kita. Dengan silence/diam maka kita bisa melihat kesalahan kita seperti kita melihat muka kita melalui melalui cermin.

Silence berarti menjaga hati setenang air sehigga ketika kita melihat kedalaman air berarti

kita meliha wajah kita, segala keberdosaan kita yang artinya silence/diam menjadi cermin

atas kesalahan-kesalahan kita Jadi dengan diam kita akhirnya punya satu kekuatan untuk menyingkirkan segala pikiran-pikiran jahat dan membuat kita bertobat, membawa kita pada hari yang damai. Keheningan adalah ibu dari kebajikan, dasar latihan berpuasa, mengendalikan lidah.

Silince/diam sekolah doa, sekolah membaca dan membuat kita dalam perlindungan yang

teduh. Silence tidak berarti tata embargo terhadap perkataan kita. Tetapi didalam situasi silence itu kita mencoba terhadap perkataan kita. Tetapi didalam situasi silence/diam kita mencoba membatasi bicara kita. Silence itu juga tidak berpikiran kemana-mana, silence ini pada akhirnya mencapai satu puncak yang namanya keheningan. Keheningan ini berarti kita bisa memperhadapkan pikiran kita kepada Allah. Jadi seseorang tidak bisa mengerti perkataan-perkataan yang di ajarkan oleh orang lain.

Berdoalah kepada Bapamu

            Artirnya mereka mencapai the level of hesyhia, hesyhia itu apa? Ini berbicara tentang nous kita dihadapan Allah ini jadi suatu silence yang lebih dalam lagi itulah sebabnya dalam Matius 6:6

  • Masuk kedalam kamarmu
  • Tutuplah pintu yaitu mencapai silence tanpa diganggu oleh siapapun
  • Berdoalah kepada bapamu

Dan inilah yang disebut dengan hesyhia ,kita bisa berdoa didalam keheningan. Hesyhia ini harus dicapai sebab ini menggambarkan kita. Untuk itu kita harus menutup pintu dari semua gangguan-gangguan.  Bagaimana kita bisa menutup pintu? Inilah satu usaha yang harus kita kerjakan

Para bapa padang gurun selalu mengusahakan itu sehingga mereka mengambil suatu bentuk kehidupan askesis ditempat-tempat tersembunyi atau tempat terpencil seperti yang diajarkan Yesus dalam Matius 6:6. Bagaimana kita dalam konteks dikehidudpan dunia yang di tengah daerah yang terpencil, supersibuk sekarang ini apakah kita bisa mencapai hesyhia? Inlah yang dijelaskan oleh hesyhia dalam Matius 6:6 bukan masalah tempat tetapi bagaimana hati kita bisa memahami selince dan hesyhia itu. Memang kita juga harus masuk dalam kamar kita yang memang kita bisa adalah itu didalam kehidupan kita sehari-hari apakah kita bisa mengambil suatu ritrit atau apakah seminggu sekali kita berdoa ditempat-tempat yang sunyi atau sepi itu adalah suatu praktek yang bisa kita kerjakan dimasa sekarang ini.

 Ada dua saudara yang akhirnya setuju untuk menjadi biarawan lalu mereka sepakat untuk membangun dua sel doa mereka berjarak satu dengan yang lain. Yang satu terpisah dengan  yang lain untuk melakukan hesyhia, para bapa padang gurun harus mempunyai sel doa masing-masing inikah yang membuat mereka menjadi matang dalam mencapai hesyhia itu.

            Ada seorang saudara bertanya kapada kepada Abba Rufus apa itu hesyhia, apa manfaatnya atau keuntungannya? Lalu ia menjawab kamu harus tinggal didalam selmu dengan takut dan penuh perhatian kepada Allah menarik dari segala keracuan dan arogansi, itulah hesyhia ibu dari semua kebajikan itulah yang melindungi kita dari serangan musuh dan hesyhia itu membuat kita tidak terluka bisa menjaga kita dari serangan musuh itu (perkataan Abba Rufus). Hesyhia itu bukan simple silence tetapi sebuah etituts mendengarkan Allah dan terbuka kepada Allah.

Hesyhi itu berarti main kita sudah masuk kedalam hati dan kita berdiri dihadapan Allah seperti yang di katakana oleh Matius 6:6. Yesus berkata bahwa masuklah kedalam kamarmu Dia tidak langsung berdoa mengatakan lalu berdoalah, tidak. Dia katakan tutuplah pintu, lalu berdoalah kepada Bapa. Waktu kita berdoa kepada Bapa kita akan mencapai yang namanya level hesyhia dinama kita sudah menutup pintu dan kita sendiri berdiri dihadapan Allah barulah kita disitu punya yang namanya doa ada keheningan. Bukan berarti kita tidak boleh berbicara sama sekali atau mendengar sama sekali tetapi justru kita sibuk dengan Allah.

            John Meyendorf mengatakan karna inkarnasi tubuh kita telah menjadi bait roh kudus dimana Allah Roh kudus itu tinggal didalam hati kita 1 Korintus 6:19 disnalah didalam tubuh kitalah kita itu mencari roh kudus. Didalam tubuh kitalah kita dikuduskan oleh sakramen oleh anugerah dari perjamuan kudus yaitu tubuh Kristus itu sendiri. Sehingga yang kita cari adalah Allah didalam diri kita karna tubuh kita adlaah bait roh kudus sehingga didalam tubuh ini ada Allah. Sehingga berdoa itu adalah bukan kemana-mana lagi tetapi mencari Dia didalam tubuh kita yaitu didalam hati kita. Dia tidak lagi diluar tetapi kita menemukan gunung sinar, terang gunung tabor itu didalam diri kita. Jadi kita mencari Allah didalam tubuh kita.inilah yang dikatakan oleh Yesus berdoalah kepada Bapamu sebab Allah ada didalam tubuh kita

             Mejadi apa yang diajarkan oleh desert fathers adalah doa, askeis, salence, itu adalah untuk berdoa kepada Allah didalam hati ini. Tujuannya adalah kita bisa berselebrasi secara liturgy didalam hati kita bati kita yang adalah chapel kita, ruang doa itu sendiri bait roh kudus memang dalam realita ada 3 liturgy

  1. Liturgy yang dirayakan didalam hati ini adalah hal yang paling penting
  2. Liturgy yang dirayakan didlama gereja yaitu liturgy yang kita rayakan dalam perjamuan kudus dll
  3. Dan juga liturgy yang kita ryakan berilah aku makan dan berilah aku minum

Henry Nouwen menjelaskan bahwa hesyhia bukan terapi atau terapi secara pribadi tetapi ini adalah tempat dimana kita bercakap tempat dimana manusia lama kuta mati dan manusia baru itu lahir, tempat dimana manusia baru itu bertemu didalam hesyhia kita melepaskan semua manusia lama kita kita tidak berbicara dengan orang lain tidak ada telepon, tidak ada mitting hanya kita sendiri yang memang lemah, dan takut. Justru desert fathers mengajarkan justru kita harus sendiri di dalam sinlece supaya kita focus. Inilah yang diajarkan oleg bapa padang gurun.

Hesyhia itu bukalanh tujuan tetapi hesyhia itu alat atau cara untuk mencapai tujuan. Hesyhia ini juga memurnikan kita dari segala dosa atau musuh atau penyakit dari jiwa kita.

Abba poemen itu berkata bahwa permulaan dari kejahatan adalah ketika kita tidak bisa distraction. Ketika kita menuangkan air kedalam mangkok lalu kita melihat apakah kita bisa melihat wajah kita sementara air itu masih terganggu tentu tidak bisa kita melihat wajah kita.  Tetapi ketika kita menunggu beberapa saat maka ait itu akan menjadi tenang baru kita bisa meluhat wajah kita. Ini menunjukkan ketenangan. Silence, hesyhia itu bisa menyelamatkan kita dari dosa-dosa memurnikan kita dari dosa-dosa sebab apa? Supaya kita bisa melihat dosa-dosa kita dan memperbaiki kesalahan kita, inilah yang menjadi latihan dari hesyhia yaitu adalah satu latihan untuk merekoleksi mengumoulkan kembali pikiran kita yang terpecah-pecah, memurnikannya dan akhirnya menjauhkan kita atau mengalahkan dosa-dosa itu. Hhesyhia bukan hanya the main tetapi ini adalah akan membuat hati kita, pikiran kita selalu bisa berdoa kepada roh itu sehingga roh itu akan selalu menghangatkan dan memberikan cahayanya didalam hati kita. Sehingga kita bisa menikmati manisnya Allah. Kita tidak menikmati dunia ketika kita menikmati Allah maka kita harus memilih salah satu. Sebaliknya kita akan menikmati Allah ketika kita membenci dunia.Matius 6:24 tidak ada seorangpun yang bisa melayani dua tuan

Kita tidak bisa menikmati Allah semasih kita menikmati keinginan tubuh kita. Jika seseorang itu tinggal didalam call dia secara sepenuh hati dia bisa berdoa dan bekerja, dia bisa diselamatkan pada jaman ini. Ada seorang bertanya kepada desert fathers bagaimana aku bisa diselamatkan? Ada pertanyaan yang sering diperdebatkan oleh para biarawan antara yang seniaor dengan yang junior. Lalu merek mengatakan kamu harus melepaskan semua pikiran jahatmu, ikatlah kal budimu, peganglah tanganmu hadapkan kesurga dan berkata inilah bagaiman kita bisa menyingkirkan kehidudpan kuta dari duniawi dan menyalibkannya. Dan desert fathers ini juga sangat dipengaruhi oleh rasul Paulus menyalipkan daging dengan segala keinginannya dan inialh sebabnya kita bisa diselamatkan artinya benar-benar menanggalkan. Kita juga harus bertarung dengan pikiran kita. Dan pikiran kita inilah yang sering mengarahkan kita diluar Allah. Logismoi itulah yang membuat kita melenceng dari Allah, maka kita harus punya disiplin rohani.

            Abba arsenius menekankan bahwa kita harus berdoa. Dia menawarkan doa yang dia ucapkan. Dalam doa itu ia mendengar Arsenius tutplah pintu, silence, pertahankan hesyhia karena ini adalah akar dari kesucian kamu. Lalu abba Anthony juga berkata dia yang tinggal didalam hesyhia membebaskan dirinya dari tiga musus yaitu

  • Pendengaran
  • Berbicara
  • Dan melihat

Dan yang harus ia perjuangkan adalah hatinya sendiri itulah perkataan dari Anthony. Lalu hesyhia akhirnya menghasilakn satu pertobatan, satu air mata, membersihkan kita dan membuat kita suci atau kudus sebab kita atau para biarawan itu yang mencintai hesyhia akan dibebaskan tanpa luka oleh anak panah musuh sehingga kita terus disucikan.

A brother bertanya kepada hesyhiadesert fathrs apa hesyhia, apa yang harus aku lakukan lalu elder berkata hesyhia tinggal didalam call seperti dalam Matius 6:6 dan takut akan Allah hesyhia ini melindungi kita dari serangan anak panah musuh dan akhirnya kita tidak terluka, menyucikan kita dengan kasih. Orang yang hatinya mangsihi Allah pasti dia juga akan mengasihi sesamanya, jadi tidak mungkin antara praktek atau kehidupan hesyhia dengan kehidupan moralnya berbeda sekali. Jadi orang yang menyingkirkan diri dari dunia ini dan mengasihi Allah maka ia akn menemukan siapa dirinya dan bagaimana ia mengasihi tetangganya kita meihat sesame kita seperti kita melihat Allah. Jadi prakteknya adalah bagaimana kita melihat Allah yang tidak kelihatan itu  nah baru kita melihat sesame kita yang kelihatan seperti kita melihat Alllah yang tidak kelihatan. Kita perlu efforts untuk mencapai usaha.

Abba Isaiah Mengajarkan kepada kita seseorang yang tinggal didalam hesyhia harus menyelidiki dirinya sepanjnag waktu harus bisa membebaskan dirinya dari segala gangguan-gangguan itulah kuncu dari menutup pintu. Bagaimana kita bisa mencapai hesyhia ini tergantung bagaimana kita bisa menutup pintu kita. Isiah juga menjelaskan apa yang harus dibutuhkan dalam hesyhia ini dan ia menjawab untuk mencapai hidup hesyhia itu kita harus takut kepada Allah tanpa berhenti berdoa dengan kesabaran dan jangan membiarkan hati atau melepaskan hati kita dari pikiran Allah dan itukah yang dikatakan oleh Isaiah. Lalu dari pikiran kita turun kedalam hati dan disitu kita berdiri di hadapan Allah ini adalah membawa Allah kedalam dunia Abba isaih berkata kepada kita  bagaimana kita mempertahankan hesyhia didalam sel doa kita lalu isaih menjawab pertahankan hesyhia di dalam sel itu artinya membiarkan diri kita ada di hadapan Allah lalu mengalahkan setiap logismoi yang ditabur oleh musuh lalu disitu baru kita terbebas dari dunia. Lalu the brother mengatakan apa itu dunia? Lalau isaih menjawab dunia itu adalah yang menggangu kita silence, yang bertentangan dengan natur kita yaitu keinginan daging kita dunia itu yang kita selalu sibuk kepada tubuh kita dari pada jiwa itulah dunia. Yang suka membangga-mbagangkan. 1 Yohanes 2:15 janganlah mengashi dunia apapun yang ada di dalamnya. Bagaimana kita memperoleh hesyhia yaitu kita harus terus takut akan Allah dan memerangi logismoi.

Seseorang yang menjaga mulutnya tetap dia dan tingga di dalam silence dia akan menang. Praktiknya dalam Matius 6:6 ini adalah bagaimana kita menghendel segala godaan-goadaan yang ada dengan berjaga-jaga, menutup pintu supaya goadaan-godaan tidak masuk kedalam hati kita, itulah sebabnya kita harus menutup indra kita seperti menutup mulut, mata, telinga dan kita masuk kekamar sel, Barulah kita mencapi silence dan berdoa barulah kita mencapai hesyhia. Dalam gereja juga mengajarkan dalam berdoa ada jam pertama,ketiga, sebilan hingga ke jam dua belas itulah waktu yang tuhan sediakan oleh tuhan dan bagaimana kita bisa punya waktu menyikirkan sementara pekerjaan-pekerjaan yang ada lalu kita ambil beberapa waktu yang sanggup untuk benar-benar masuk kedalam kamar kita yaitu kedalam hati kita. Lalu tutuplah pintu usahakan tenang dan tidak diganggu oleh siapapun. Dan berdoa kepada Bapa, berdoa kepada Bapa kita bisa menggunakan Yesus preyer, bisa juga dengan membaca mazmur ataupun kita tenang tanpa bicara dan kita mencoba mendengarkan suara Allah dan disitu ada roh kita mau menemukan Allah didalam hati kita. Kita tidak perlu takut sebab dari situ kita menemukan Allah. Allah ada didalam hati kita, hati kita ada didalam tubuh kita oleh sebab itu tubuh kita adalah bait roh kudus oleh sebab itu kita bisa mendengar suara Allah melalui dari suara hati kita suara dari nous kita melalui roh kita sendiri kita bisa mendengar Allah berbicara kepada kita dan ilah yang perlu kita kerjakan. Inilah yang dilakukan oleh para bapa padang gurun mereka minyingkir ke padang gurun dan mempraktekkannya.

Pertanyaannya adalah dimana padang gurun kita? Kita harus masuk kedalam kamar dan berdoa kepada Tuhan itulah padang gurun kita. Kalua kita tidak dating dan berdoa kepada Dia maka Bapa tidak dating membalas kepada kita seperti seperti pada Matius 6 tadi  bahwa dengan demikian bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu artinya apa? akan terjadi aksi reaksi atau komunikasi dua arah berdoa di dalam hesyhia itu bukan searah tetapi kita berdialog, bercakap-cakap dengan Allah kita sesara dua arah.

Jadi kita sangat perlu untuk mempraktekannya dalam kehidupan kita sehari-hari, artinya keheningan biarlah menjadi kesukaan hati kita. jika kita tidak bisa diam/silence dan juga tidak akan mengerti apa yang dikatakan firman Tuhan, pengkhotbah, dan pengajaran jika kita tidak bisa silence/diam

Kesimpulan: kiranya dengan mempraktekkan keheningan ini saya dan Anda semakin mengerti kebenaran yang sesungguhnya.

LOGISMOI

LOGISMOI

Pada tulisan ini, penulis membahas tentang Logismoi (pikiran jahat) hal ini mungkin dianggap biasa saja tetapi dampaknya sangat besar. Mengapa orang-orang seringkali melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik? Jawabannya adalah karna jika orang tidak bisa menjaga pikirannya yang jahat maka seluruh tubuhnya akan jahat bahkan tindakannya tidak benar. Dan di tulisan ini kita akan mengerti  apa itu pikiran jahat dan dampak dari pikiran jahat akan dibahas dalam tulisan ini. Dari tulisan-tulisan bapa-bapa gereja kita akan memahami banyak hal yang perlu dilakukan yang memberikan kit acara untuk menjadi orang-orang yang berkenan di hadapan Allah.

Logismoi adalah pikiran, kata ini sering sekali di pakai bapa-bapa philokalia sebagai pikiran-pikiran yang jahat. Logismoi perlu kita jaga karena dia merupakan bibit dari nafsu.nafsu yang akan merusak hidup sesorang kejalan yang tidak benar. Jika Logismoi ini di biarkan akan menghasilkan nafsu dan nafsu akan menghasilkan dosa. Logismoi: Angan-angan/Khayalan-khayalan dan Alur-alur yang selalu menguasai pikiran orang-orang yang meresponnya. Pemikiran Para Bapa Philokalia menekankan pentingnya. “Nepsis” – keberjaga-jagaan batin, kesiap waspadaan – karena mereka percaya bahwa musuh utama dari jiwa/roh adalah suatu pemikiran tertentu yang mereka sebut sebagai”LOGISMOI” dari akar kata “LOGISMOS” dalam bentuk tunggalnya.

Secara hakiki yang disebut Logismoi dalam Philokalia adalah suatu alur pemikiran yang memburamkan pikiran seperti tertutup kabut dan mengotori pikiran itu, sehingga sedikit demi sedikit pikiran itu melenceng dari realitas masuk dalam suatu dunia fantasi dan khayalan yang nenipu.pemikiran yang kotor akan menghasilkan buah kejahatan yang berdapat tidak baik. Jadi ketika orang melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik bisa saja itu berasal dari pikirannya yang jahat. Dalam tulisan-tulisan para Bapa Padang Gurun, banyak mengatakan bahwa logismoi adalah pemikiran-pemikiran yang disebabkan oleh roh roh jahat.Roh-roh jahat inilah yang merusak pikiran orang yang meresponinya. Pemikiran-pemikiran semacam itu adalah benih dari hawa nafsu, yaitu dorongan-dorongan yang muncul dari alam bawah sadar dan segera menjadi kekuatan yang mencengkeram. Logismoi ini sangat penting karena semua pertarungan itu dimenangkan atau dikalahkan pertama-tama dalam dialog internal dari pikiran.

Pemikiran dari sinilah jelas bahwa kebutuhan penjagaan pikiran itu bahkan lebih penting daripada penjagaan tubuh.karena jika pikiran jahat maka sudah pasti tindakan juga akan jahat. Dosa bukanlah sekedar penyakit di kulit, ini adalah penyakit pikiran-dan-hati/kalbu yang mengancam diri manusia hingga sampai pada kehancuran kita. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23). Dosa apapun yang dilakukan dengan tubuh pertama-tama mulainya didalam pikiran, hati dan kehendak orang itu. Pemikiran-pemikiran jahat hanya dapat dilakukan dalam praktek oleh tubuh. Keduanya bekerja secara kolusi.

Js Ishak dari Ninewe menulis: “Jangan cobai pikiranmu, hanya demi ingin mengalami, dengan memperhatikan pada pemikiran-pemikiran rendah yang membujuk sementara kamu menganggap dirimu tak dapat kalah. Bahkan seorang bijaksnapun telah terganggu dalam keadaan yang begini, dan menjadi melenceng.” Ishak mempercayai bahwa “tangga menuju kepada kerajaan Allah adalam di dalam dirimu”, yaitu dalam pikiran dan hatimu/kalbumu. Satu-satunya jalan untuk naik ke tangga ini adalah melalui “Nepsis” (keberjaga-jagaan, kesiapwaspadaan, keterpusatan-perhatian), dari perkataannya ini Ishak menyoroti untuk tetap berjaga-jaga dengan menempatkan penjaga pintu dari pikiran dan hati/kalbu. Dunia modern kita sangat dikuasai kesibukan untuk mengeksplorasi ruang angkasa luar, dan itu baik. Tetapi kita orang Kristen harus bahkan lebih lagi disibukkan oleh dengan eksplorasi ruang batiniah di dalam, yaitu pikiran dan hati/kalbu kita. Mengapa? Karena disitulah peperangan-peperangan itu mulai, dan karena disinilah damai itu mulai. Artinya bahwa kita harus bisa berperang malawan pikiran jahat itu. Disinilah kebencian itu mulai, dan disinilah pula kasih itu mulai. Disinilah dosa mulai, dan disini juga harapan itu mulai.

Kalau pikiran kita berkubang dalam comberan, kita akan hidup dalam comberan. Jika pemikiran-pemikiran kita diarahkan kepada hal-hal yang murni dan mulia dalam kehidupan ini (Filipi 4:8) kita akan berjalan seperti anak-anak Allah diatas bumi ini artinya hanya mengarahkan pikiran kepada terang saja. Pikiran yang remeh dan rendah akan membuat orang yang remeh dan rendah. Pemikiran-pemikiran yang besar dan agung, akan membuat orang yang besar dan agung. Pemikiran-pemikiran yang kudus dan suci akan membuat orang yang kudus dan suci. Dan diatas semuanya itu “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23).

Js Gregorius Palamas menyarankan bahwa jika kita menyelidiki pemikiran-pemikiran kita setiap hari dengan menjaga hati, Allah tak akan menyelidiki yaitu menghakimi kita apabila kita menghadap hadiratNya nanti: “Jangan tinggalkan bagian apa saja dari jiwa dan tubuhmu tidak dijagai. Dengan cara ini engkau akan menguasai roh-roh jahat yang menyerangmu dan engkau akan dengan beraninya memperhadapkan dirimu kepadaNya yang menyelidiki hati dan pikiran (bandingkan Ibrani 4:13, I Korintus 4:5, Roma 2:16), dan Dia tak akan menyelidikimu, karena engkau telah menyelidiki/menguji dirimu sendiri. Allah tidak akan pernah membiarkan kita jauh dari Dia saat kita melalukan kesalahan maka Allah selalu mengingatkan untuk kembali kepadaNya. Sebagaimana dikatakan oleh Rasul Paulus, “Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita” (I Korintus 11:31).

Bagaimana kita dapat menguji diri sendiri? Menyelidiki diri sendiri setiap hari dipadukan dengan pertobatan dan pengakuan dosa adalah merupakan persiapan yang terbaik yang dapat kita lakukan bagi Kedatangan Kristus yang Kedua, sewaktu Ia datang untuk menghakimi dunia. Sungguhlah “Dia tak akan menyelidikimu jika engkau telah menguji/menyelidiki dirimu sendiri” Cara lain lagi untuk menguji dirimu sendiri adalah dengan membaca firman Allah setiap hari. Firman Allah itu seperti cermin dimana kita melihat diri kita sendiri sebagaimana adanya dan sebagaimana yang Allah kehendaki kita menjadi. Menyelidiki dan menguji diri setiap hari, pembacaan firman Allah, serta pertobatan itulah bagaimana caranya orang Kristen mempraktekkan kendali mutu rohani dalam hidupnya.

St. Gregory dari sinai : Logismoi itu adalah pikiran-pikiran jahat. Logismoi muncul dari nous yang suci yang sudah tertropokasi oleh godaan, ketika godaan itu masuk melalui panca indra maka ia akan menyerang ke hati. dan jika nous kita kalah maka akan menghasilkan logismoi dan jika terus di biarkan maka akan memunculksn satu namaya mindset. Logismoi harus kita cegah sebelum menjadi sebuah mindset terus menerus kita lakukan oleh Sebab itu St. Gregory mengatakan bahwa pikiran-pikiran jahat itu kita harus mengerti bahwa itu bisikan dari iblis dan perintis dari hawa nafsu

St. Efraim dari sriya membandingkan logismoi ini seperti ombak yang terus menerus memukuli bebatuan samudera. maka setiap hari kita akan di serang oleh yang namanya Logismoi/pikiran-pikiran jahat seperti ombak yang tidak pernah berhenti.kita hidup di dunia ini berarti kita harus siap berperang melawan pikiran-pikiran jahat. Kapan dan di mana kita bisa di serang. Ini strategi dari iblis untuk menghancurkan kita. Logismoi tidak bisa kita hindari di maan dia selalu ada seperti ombak di laut. Kita punya strategi bagaimana Logismoi tidak menjadi hawa nafsu, tetapi kita juga harus tau apa yang menjadi strategi dari iblis ini. pertama di akan mencoba membuat kita nyaman dia mulai dengan meyakinkan kita bahwa tidak ada yang salah ketika kita melakukan dosa tertentu dan bagaimanapun Allah itu berbelas kasihan dan bagaimanapun juga Dia akan mengampuni kita. Dan setelah kita melakukannya maka baru timbul rasa ke penyesalan. Dan kita mencoba mendekat kepada Tuhan dan iblis memakai strateginya dengan berkata Tuhan tidak mengmpuni saya karena dosa yang saya lakukan, dia menutup pintu hati kita kembali kepada Tuhan dan menanam benih-benih keputuasaan.

Bapa philokalia St. Irenius mengatakan rayuan kepada iblis tidak pernah di katakan dalam bentuknya yang telanjan jangan sampai terkena, dia harus segera terdifeksi namun godaan itu di buat dalam bentuk rapi dalam gaun yang menarik. Sehingga membuatnya tampak kepada orang yang tidak berpengalaman/konyol, penampilan yang tampak benar yang cantik sehingga kita tergoda. dan kita lupa akan kebenaran Firman Tuhan. St. Antonius menambahkan iblis biasanya menyembunyikan rayuannnya di balik penampilannya yang manis untuk menghindari iteksi dan dia mengarah ilusi indah untuk di lihat yang dalam kenyataannya tidak sama seperti yang di lihat. Bagaimana setan mencuri hati/doa/nous kita ada satu buku yang menarik tentang the wife of the greem (perjalanan seorang penziarah) tentang pergumulan dia secara berdoa, doa tanpa henti. Suatu kali ia mengikuti ibadah di gereja dan pendeta itu berbicara tentang doa tanpa henti yang ia kutip dalam surat rasul Paulus. Ketika ia dengar ia meresa gelisa dan berkata dalam dirinya apa artinya doa tanpa henti itu? bukankah setelah setelah saya berdoa bisa konsetrasi lagi. Doa saya sering di curi oleh iblis di mana dia memunculkan sesuatu yang menarik atau kesibukan sehinga saya lupa doa. Bapa Gereja bernama St. Theofan merekomendasikan kepada kita bagainama kita mengendalikan Logismoi yang selalu menyerang kita. Ia menulis begini : pikiran terus mendesak-ndesak pendengaran Anda seperti nyamuk. Dengan menghentikan desakan ini kita harus mengikat pikiran dengan satu pikiran atau hanya memikirkan Tuhan. Doa yang sering di ajarkan bapa-bapa gereja ini adalah Jesus prayer “ Tuhan Yesus Anak Allah kasihanlah kami orang yang berdosa ini”.

Bapa philokalia mengatakan bahwa pentingnya menekankan nous hingga benar-benar hadir untuk tugas yang ada, mereka terus menekankan dimanapun nous kita berasal maka di sana kita berada dan di manapun nous kita tidak ada maka di situ kita tidak ada. Logismoi bibit dari nafsu (patos) berarti penderitaan/penyakit bagi jiwa. Ini di sebut penyakit kareena ini akan menggerogoti jiwa kita. Logismoi bukan hanya pikiran-pikiran yang jahat tetapi emosi dan perasaan yang jahat. Logismoi itu kuat. St. Maximus pertama-tama kita tidak buat dalam pikiran (logismoi) kita tidak akan pernah berbuat dosa dalam perbuatan. kata amsal berkata seperti dia di dalam hatinya begitu juga dia. Seorang penulis yang tidak di kenal berkata : cuaca dibenak Anda yang menentukan iklim saat itu artinya ubah pikiran Anda dan Anda akan mengubah dunia Anda. Apa yang terjadi pada Anda saat ini bergantung pada pikiran Anda di mana pikiran Anda akan membawa Anda. Pikiran jahat juga sanat mempengaruhi hati kita da itu sebabnya hati sanagt perlu dijaga. Hati merupakan karunia Tuhan yang di berikan kepada kita untuk di jaga karena itu tempat penyimpanan memori kita, pengalaman kita ada di situ. Walaupun didalam pikiran kita sudah lupa tapi itu semua tercatat dalam hati kita.

Logismoi adalah pikiran, kata ini sering sekali di pakai bapa-bapa philokalia sebagai pikiran-pikiran yang jahat. Mengapa kita seringkali diserang oleh pikiran-pikiran jahat? Yaitu jika pikiran kita mengarah pada hal-hal yang jahat artinya tidak mengarah pada Kristus maka semua akan gelap artinya tidak ada lagi kehidupan. Logismoi perlu kita jaga karena dia merupakan bibit dari nafsu. Jika Logismoi ini di biarkan akan menghasilkan nafsu dan nafsu akan menghasilkan dosa. Untuk itu sangat penting untuk tetap berjaga-jaga dengan cara berdoa-berpuasa dan merenungkan firman Tuhan. Dosa bukanlah sekedar penyakit di kulit, ini adalah penyakit NOUS dan hati/ kalbu yang

mengancam kehancuran kita. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari

situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23). Dosa apa pun yang dilakukan dengan tubuh

pertama-tama dimulai di dalam hati, dan kehendak orang itu. Pemikiran-pemikiran

jahat hanya dapat dilakukan dengan praktik oleh tubuh. Jika pikiran kita baik maka apa yang dilakukan oleh Tubuh akan baik. Keduanya bekerja secara kolusi. Satu-satunya jalan untuk naik ke tangga atau mencapai level yaitu  melalui “Nepsis” (keberjaga-jagaan, kesiapwaspadaan, keterpusatan-perhatian), dengan menempatkan penjaga pintu dari pikiran dan hati/ kalbu. Jika pikiran kita tidak baik maka disinilah kebencian itu mulai, dan disinilah pula kasih itu mulai. Disinilah dosa mulai, dan disini juga harapan itu mulai. Kalau pikiran kita berkubang dalam comberan, kita akan hidup dalam comberan. Jika pemikiran-pemikiran kita diarahkan kepada hal-hal yang murni dan mulia dalam kehidupan ini (Filipi 4:8) kita akan berjalan seperti anak-anak Allah di atas bumi ini. Pikiran yang remeh dan rendah akan membuat orang yang remeh dan rendah. Pemikiran-pemikiran yang besar dan agung, akan membuat orang yang besar dan agung. Pemikiran-pemikiran yang kudus dan suci akan membuat orang yang kudus dan suci. Dan diatas semuanya itu “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23). Jika pikiran dan hati baik maka tindakan juga akan membuahkan kebaikan adanya buah-buah roh.  Perlu kita ingat bahwa “Jangan tinggalkan bagian apa saja dari jiwa dan tubuhmu tanpa terjaga. Dengan cara ini engkau akan menguasai roh-roh jahat yang menyerangmu dan engkau akan dengan beraninya memperhadapkan dirimu kepada-Nya yang menyelidiki hati dan. Itulah sebabnya rasul Paulus mengingatkan untukt terus memeriksa pikiran dan hati supaya kita tetap hidup kudus dan berkenan kepada Allah.

Aplikasi

Dari pembahasan diatas yang berjudul Logismoi atau pikiran-pikiran jahat mengingatkan saya untuk tetap menjaga pikiran dari yang jahat dengan cara tetap berjaga-jaga lewat doa, puasa dan membaca firman Tuhan karena itulah yang dihendaki Tuhan Yesus.

PHILOKALIA

Pembaharuan Manusia Baru

  • Dalam Galatia 3:27 setelah orang percaya kepada Kristus dia memakai pakaian Kristus. Artinya ia mengenakan pakaian Kristus yaitu mengenakan pakaian baru dan hidup dalam kekudusan.
  • Menjadi manusia baru kita terus di perbaharui segambar dan serupa dengan Kristus (dalam Bahasa Yunaninya : Ikon Kristus dalam Kolose 3:10 dan Roma 8:29 dan inilah tujuan utama manusia dalam 1Yohanes 2 kita tidak hanya menjadi segambar dengan Kristus tetapi pada akhirnya kita diubah untuk menjadi segambar dengan Kristus.
  • Kristus adalah anak Allah yang mengenakan daging supaya kita manusia daging ini bias menjadi seperti Dia artinya kita juga harus hidup meneladani Dia
  • ketika kita ingin menjadi segambar dengan Kristus kita mengalami proses pertumbuhan dan pertumbuhan inilah terjadi yang namanya penyucian diri (penyucian dosa supaya kita semakin lama menjadi seperti Kristus).
  • Untuk menjadi seperti Kristus tidak hanya percaya saja tetapi kita harus menaruh kepercayaan itu dan menyucikan diri.
  • Paulus mengajarkan bahwa proses penyucian di ibaratkan seperti pertumbuhan artinya dari anak-anak menuju pada kedewasaan.
  • Penyucian diri harus terus menerus di lakukan sehingga semakin lama kita akan semakin mencapai kekudusan yang sempurna
  • Penyucian harus sampai pada satu titik dalam Fil 3:21 pada akhirnya menjadi segambar dan serupa dengan Kristus bukan spritual kita yang hanya bertumbuh (di sucikan) tetapi tubuh jasmani yang fanah ini akan di ubahkan juga oleh Tuhan menurut kuasanya.

Aplikasinya

 Saya sangat terberkati pada judul ini mengingatkan saya bahwa pembaharuan manusia lama itu sangat penting. Artinya bahwa saya diajarkan untuk mengenakan pakaian kristus dan menanggalkan pakaian lama sampai menuju pada kesucian. Di tempat pelayanan kita juga harus suci artinya bahwa saya secara pribadi harus benar-benar malakukan yang terbaik.

Nous dalam Philokaliah

  • Nous merupakan mata atau otak atau pengendali dari roh kita (spirit).
  • Proses pembaharuan ini di mulai dari dalam hati, mengapa? Mar 7:20-21; Mat 12:35. Ada apa dengan hati? Rom 12:2 pembaharuan dari dalam adalah pembaharuan budi,
  • Kata budi bahasa Yunani adalah Nous, dalam Philokalia Nous itu lebih tepat di terjemahkan sebagai mata hati/jiwa atau roh kita.
  • Dalam Mat 6:22-23 ini berbicara mata rohani/mata batin, mata ini yang menentukan terang gelapnya kehidupan kita.
  • Jadi mata ini berbicara apa yang ada di dalam hati kita akan terpancar keluar.
  • Pembaharuan Nous Filipi 2:5 di sini ada froneo ( yunani : flonite) froneo ini dalam bahasa NKJ adalah mindset ini bukan bicara pikiran-pikiran biasa tetapi ini berbicara tentang pola pikir.
  • froneo inilah merupakan produk dari Nous, seperti bisa di katakan seperti otak rohani kita.
  • Kalau kita punya froneoman neumatos maka kita memikirkan hal-hal yang berasal dari Kristus.
  • froneoman Neumatikos adalah sinergy kita bersama dengan Kristus dan inilah yang mematikan perbuatan-perbuatan daging kita dalam Roma 8:13.
  • Dan jika nous yang muncul dari dalam batin kita maka yang muncul adalah froneoman salkos (daging) dan akan mendatangkan perbuatan-perbuatan dosa.
  • Nous yang jahat sama artinya hidup menurut daging dan mendatangkan pola pikir daging atau froneoman salkos sedangkan nous yang baik yang sama dengan nous Kristus sama artinya froneoman neumatikos yang hidup di dalam Roh kudus dan mendatangkan pola pikir rohani.
  • Bapa Philokaliah sering kali mengatakan bahwa nous itu adalah mata batin atau mata dari roh kita. Harus terus berjaga-jaga dengan cara berdoa Nous ini menghasilkan satu prodak yang seperti manipulasi (pikiran, perasaan, emosi bahkan ada nafsu-nafsu) dan itu semua timbul dari yang namanya Nous.
  • Logismoi adalah pikiran jahat yang timbul dari dalam hati sehingga membuahkan tindakan yang jahat
  • Untuk melawan logismoi harus terus bersinergi dengan Allah dan berjaga-jaga
  • Hati menjadi wadah (tempat) di mana spirit kita ada di dalamnya. Didalam hati kita ada Nous/pikiran-pikiran logismio dan Nous inilah yang bisa mengendalikan batin kita.
  • Kata maximus “ pikiran yang berasal dari roh” dan ada juga logismoi yang jahat. Jangan biarkan pikiran-pikiran jahat terus menguasai Anda supaya tidak satu benih yang menimbulkan banyak hawa nafsu.

Aplikasi

Ketika kita memperbaharui hati kita maka kita harus menjaga nous kita

dari perbuatan yang baik sehingga menghasilkan buah roh yaitu kasih. Jika Nous kita jahat makan seluruh aspek kehidupan kita, jadi saya sangat terberkati pada pembahasan ini mengingatkan saya untuk tetap menjaga nous dengan baik sampai menghasilakn buah-buah kasih.

Nous : dalam bapa-bapa philokalia

  • Jika kita ingin tau siapa diri kita cukup lihat bagaimana kondisi hati kita (nous). Nocodemus dari gunung athos menyeburkan philokalia itu merupakan satu perbendaharaan waspada, seperti pemeliharaan nous/sekolah doa atau hati, satu tulisan yang sangat dalam ( menyelami tentang hati kita).
  • Dalam terjemahan yang di gunakan oleh wer dia ini ragu bagaimana menggunakan kata nous ini yang dia terjemahkan. Sehingga ia memilih kata intelek.
  • Nous di praktekan melalui berdoa, ibadah dan lain sebagainya dan ini merupakan satu latihan untuk memupuk nous.
  • Nous satu spritual yang memungkinkan kita mengenali kebenaran, Nous ini di kembangkan melalui doa, puasa, ibadah dan
  • Nous ini sesuatu yang lebih tinggi dari otak yang berpikir dan lebih dalam dari emosi begitu kata Kalistower.
  • Nous sesuatu peristiwa yang memungkinkan kita mengenal suatu kebenaran. Karena nous dari manusai telah jatuh ke dalam dosa seperti adam dan hawa
  • Nous itu cenderung berubah menjadi menyembah berhala melakukan kejahatan yang tak terkendali dengan begitu secara fisik nous manusia jauh dari kemuliaan Tuhan.
  • Seperti yang dikatakan oleh Rasul Paulus bahwa nous itu seperti iblis yang sangat jahat mampu menghancurkan kehidupan
  • Jika nous kita di kuasai oleh nafsu maka kita picik dan egoisme seperti yg di katakan Yesus kita menjadi manusia gelap.
  • Nous sebagai egemonikon (penguasa/pemimpin/raja) dalam hidup kita. Melalui
  • Anugrah dan spritual rohani kita mempunyai satu kesempatan untuk melawan epitumua(nafsu).
  • Bapa Phiikalia Hesekios mengatakan nous sama seperti kepemimpinan musa, musa di anggan sebagai sang pemberi hukum dalam PL dan musa itu di ikonkan seperti nous.
  • Dalam kel 3:2 :14-17 di katakan ketika musa melihat Allah dari semak yang terbakar wajahnya bersinar dengan kemuliaan. Musa memiliki kekuatan ilahi untuk melawan firaun, yang mengguliti seorang mesir dengan pisaunya, yang memimpin Israel keluar dari perbudakan dan memberikan hokum taurat.
  • Egemonikon beberapa bapa gereja mengangap seperti nousnya Kristus yang kita terima ketika kita mengenakan Kristus dalam baptisan.
  • Nous fakulti tertinggi dalam jiwa/roh manusia yang melaluinya jika nous kita di sucikan akan mengenal Tuhan tidak seperti pikiran manusia, tetapi nous ini yang konek dengan sang Ilahi. Nous ini aspek terdalam dari hati, nous adalah organ konteplasi dari mata hati begitu kata Makarius.
  • Antonius Agung memberitahukan kepada kita bahwa tidak semua orang mempuyai nous Tuhan telah menetapkan bahwa jiwa harus di penuhi dengan nous pada saat tubuh tumbuh sehingga manusia dapat membedakan/memilih mana yang baik/jahat sesuai kehendak Tuhan.
  • Jiwa yang memilih tidak baik tidak memiliki nous karenanya semua tubuh memiliki jiwa tetapi tidak setiap jiwa memiliki nous.
  • Nous yang menikmati cinta Tuhan akan hadir dalam diri yang di kontrol yang suci, yang murni, yang baik dan berbelah kasih juga saleh. Kehadiran nous membantu manusia menunju kepada Tuhan.
  • Antonius Agung membedakan nous dan jiwa. Nous bukanlah jiwa tetapi Anugrah Allah yang menyelamatkan jiwa, nous yang sesuai dengan kehendak Allah akan menasehati jiwa supaya jiwa itu membenci apa yang fanah, meterial yang dapat rusak dan mengubah semua keinginan jiwa itu menunju pada hal-hal yang kekal.
  • Menurut bapa gereja lain :St. Gregorius dari sinai menyebut nous itu adalah mata spritual sama seperti yang di ajarkan Yesus dalam Mat 6:22-23. Nous itu kata Gregorius lidahku seperti pena dalam mazmur 45:1.
  • Bukannya tintah tetapi cahaya, begitu menceberuhkan nous kedalam cahaya sehingga menjadi terang, nous akan di bimbing oleh Roh kudus menuliskan hal-hal Ilahi dalam hati yang murni kemudian nous itu akan menangkap kita di hadapan Allah. Gregorius melanjutkan nous harus bersinergy dengan Allah karena nous dengan Roh Allah yang bisa konek bukan otak kita.
  • Gregorius Mengatakan bahwa ketika nous itu di sucikan maka jiwa kita akan memandang Allah dan menerima hal-hal yang Ilahi dari Allah
  • Menurut bapa gereja St. Maximus mengatakan nous sebagai sesuatu yang memiliki kekuatan untuk memilih. Nous kita terletak di antara malaikat dan iblis mereka masing-masing berkerja untuk tujuannya sendiri.
  • Nous memiliki kekuatan untuk menolak/menerima apa yang di inginkannya.
  • Maximus nous suatu organ kebijaksanaan dan pengetahuan dari roh kita. Jika nous kita bias membedakan pikiran-pikiran dan dalam kemurnian memberikan persekutuan hanya kepada hal-hal Ilahi.
  • Jadi nous kita memandang Allah maka terangnya Allah akan terpancar melalui nous kedalam hati kita. Lalu hati kita akan menjadi terang dan kita bisa melakukan perbuatan-perbuatan yang terang.
  • Bapa gereja lain bernama St. Talasius berkata : nous dapat mentundukkan nafsu, nous yang bijak menahan jiwa menjaga tubuh agar tunduk dan menjadikan hawa nafsu sebagai pelayannya. Nous yang bijaksana akan di kendalikan oleh Tuhan dan juga di penuhi oleh Roh kudus.
  • St. Petrus dari Damascos Nous seperti gambar Allah yang ada di dalam diri kita. Kita harus memandang manusia dengan kebenaran dan sadar bahwa nous adalah gambar Allah
  • St. Basil memuji nous sebagai rumah harta, pikiran seperti rumah harta yang telah menyimpan semua pikiran dan pikiran ini apakah baru dan lama dalam nous dan akan mengexpresikan dalam bahasa kata-kata meskipun kata-kata selalu berasal dari nous tidak pernah habis.
  • Nous selalu berkerja untuk menghasilkan banyak pikiran-pikiran dan akan menyimpang banyak kenangan.

a.  Nous adalah Mata dari jiwa kita seperti kata Tuhan Yesus

b. Tidak semua orang punya Nous. Nous yang hidup adalah orang yang

percaya kepada Yesus di mana nous kita yang mati akan hidup kembali

dengan membuka hati dan di pupuk melalui doa, puasa, pembacaan Alkitab,

sakramen dan lain-lain. St. Theofan mengajarkan kita bahwa doa bukan

sekedar kata-kata (bibir) tetapi doa itu adalah doa nous/batin. Doa dari nous

harus benar-benar menyentuh hati kita.

c. Doa ada tiga level

– doa bibir

– doa pikiran

– doa batin

– Nous penolong dan penyelamat/pelita jiwa

–  Nous fakulti tertinggi dalam diri manusia

– Nous menikmati kasih Allah dan hadir dalam diri yang di kendalikan yang suci, yang murni, yang adil, yang saleh.

– Nous adalah gambar Allah, organ konteplasi, mata hati, rumah harta karun

yang tanpa lelah menyimpan semua pikiran kita.

-Nous memperloleh karunia tentangTuhan dan kebijaksanaan dengan rahmat

Tuhan di bantu oleh latihan spritual.

-Godaan selelu ada melalui indra kita (mata) ia selalu menggoda nous kita

dan jika nous kita kalah maka akan menghasilkan pikiran-pikiran jahat dan

pikiran jahat inilah yang akan menghasilkan nafsu dan nafsu inilah yang

akan membuahkan dosa.

Aplikasi

Nous kita sangat perlu untuk tetap di jaga artinya harus terus mengalami pemulihan sehingga apa yang kita lakukan itu akan menjadi berkat. Jika nous mengarah kepada Kristus maka nous kita akan diterangi. Oleh sebab itu saya mulai saat ini terus menerus melatih nous supaya mata hari diterangi oleh Kristus salah satu yang harus dilakukan untuk melatinya adalah doa, puasa dan lain sebagainya.

Hati dan Logismoi

Hati

  • Apa itu hati? menurut Alkitab dan bapa-bapa philokalia hati salah satu karunia yang di berikan oleh Tuhan kepada manusia.
  • Jika hati kita baik maka seluruh kehidupan kita di terangi oleh terang dan sebaliknya jika hati kita buruk maka semua yang keluar dari hidup kita adalah buruk.
  • Hati mengatur seluruh tubuh dan ketika rahmat Tuhan memiliki hati maka itu berkuasa dalam pikiran karena hati berada di tempat di mana nous dan pikiran-pikiran Kristus berada.
  • Nous harus di turunkan kedalam hati karena hati jauh lebih besar dari nous kita dan melalui nous kita bisa mengenal Allah.
  • Di dalam hati banyak sekali muncul keinginan dan nous yang ada di dalam hati kita yang mengenal Allah ini akan saling bertentang dan ini terjadi didalam hati kita.
  • Hati mencakup kemapuan untuk mengasihi dan menginginkan Allah.
  • Dengan demikian ada tiga hati yang di rancang untuk memiliki, mengasihi, menginginkan karena di dalam hati kita memiliki kehendak bebas. Tujuan tentang nous adalah untuk mengetahui Tujuan tentang Tuhan sedangkan tujuan dari hati adalah untuk mencintai dan menginginkan Allah. Nous yang di dalam hati berfungsi untuk menggerakkan hati kita untuk lebih mengenal Tuhan. Dan apa yang keluar dalam hati kita dan itu semua bertujuan untuk mengasihi Tuhan.
  • St. Nicodemus dari gunung athos mengatakan Karena hal itu kita harus
  • belajar/ingat bahwa sebagai pusat roda gerobak memiliki jumlah jari-jari yang melingkar dan kembali kepusat di mana mereka bertemu begitu juga hati manusia seperti pusat di mana semua indra semua kekuatan tubuh dan semua tindakan jiwa bersatu.
  • Jika nous kita berada di dalam hati maka seluruh kehidupan kita seperti akan di arahkan oleh nous untuk mengenal Allah. Oleh sebab itu dengan adanya nous ke dalam hati, maka nous akan menggerakkan kemaumpuan hati akan terus mengenal dan mengasihi Allah.
  •  merupakan pusat dari printah, St. Arsimenrit Spidons menulis bahwa setiap orang memiliki dua hati yaitu pertama hati tubuh dan kedua hati jiwa.
  • Kondisi baik buruk kedua hati ini sangat penting. Jika salah satu terjadi dari antara mereka maka kita memiliki masalah hati dan hidup kita dalam masalah.
  • St. Logothetis selanjutnya menyatakan sama seperti minyak bumi yang naik ke permukaan dari kedalaman bumi perlu di sempurnakan sehingga pikiran yang naik dari kedalaman hati perlu di saring di murnikan begitu mereka mencapai permukaan nous.
  • Dalam roma 5:5 hati merupakan tempat di mana Allah mencurahkan Roh kudus di dalam hati kita, tetapi masalahnya hati kita memiliki banyak keinginan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan apa yang Tuhan mau.
  • Perjuangan akan nous yang sadar dan hati yang di bawah sadar suatu masalah muncul ketika pikiran-pikiran dari nous yang sadar berselisih dengan keinginan- keinginan yang ada di dalam hati yang besifat di bawah sadar.
  • Depenok seorang penulis orthodox terkemuka menggambarkan batin ini dengan hasrat/nafsu. Ketika kita sadar kita ingin mengubah dalam beberapa cara, semua nafsu yang di kemas dalam pikiran-pikiran bawah sadar seperti hati kita berkata bukan pada hidupmu. Ketika nous ini ada dalam hati kita nous ini selalu berusaha untuk mengarahkan hati kita untuk melakukan hal-hal yang Tuhan mau.
  • Tetapi disisi lain hati kita berusaha/berjuang untuk membawa segala keinginan kita, pilihan kita untuk memilih hal yang salah. Sehingga rasul Paulus berkata : siapa yang bias\membebaskan aku dari tubuh maut ini? melalui doa ini ia mencoba melepaskan nafsu yang mencoba untuk menghilangkannya dan ia menyatakan : aku berterimakasih kepada Allah melalui Yesus Kristus Tuhan kita.
  • Apa yang kita lakukan jika di dalam hati kita ada perselisihan untuk melakukan hal yang benar dan keinginan-keinginan yang terlalu besar untuk mendorong kita melakukan kesalahan. Mengisi kekosongan hati kita dengan Allah.
  • St. Gregory palams menunjukan bahwa bahaya kekosongan batin jadi, ketika rahmat Allah tidak tinggal diam dalam diri manusia maka iblis membawa sarang di dalam hati manusia seperti ular sungguhan dan mereka tidak menginginkan manusia melakukan yang baik.
  • Dalam kata St. basil mengatakan keputusan hati adalah akar dari aktifitas tubuh ini karena perzinahan pertama-tama menyalah seperti api di dalam orang-orang yang seksual dan kemudian menciptakan kerusakan tubuh dosa dengan melakukan perzinahan. Yesus pernah berkata : setiap orang yang memandang perempuan dengan penuh nafsu telah berselingkuh dengan dia di dalam hati.
  • Dalam Maz 51:10 ciptakanlah hatiku yang suci ya Allah dan dalam Amsal 23:26 anakku berilah aku hatimu.
  • St. Theofan sang pertapa : hati sebagai tempat kehadian Tuhan, hati adalah pusat keberadaan manusia yang paling dalam atau roh.
  • Menurut Antrologis Orthodox menggambarkan bahwa hati adalah wadah energi ilahi atau rahmat Allah. Hati merupakan karunia bagian penting yang di miliki manusia yang merupakan wadah untuk nous dan manisfetasi dari nous. Jika hati kita gelap akan mempengaruhi seluruh aspek kehidupan kita. Itu sebabnya kita perlu menjaga hati kita.

Logismoi

  • Logismoi adalah pikiran, kata ini sering sekali di pakai bapa-bapa philokalia sebagai pikiran-pikiran yang jahat. Logismoi perlu kita jaga karena dia merupakan bibit dari nafsu. Jika Logismoi ini di biarkan akan menghasilkan nafsu dan nafsu akan menghasilkan dosa.
  • St. Gregory dari sinai : Logismoi itu adalah pikiran-pikiran jahat. Logismoi muncul dari nous yang suci yang sudah tertropokasi oleh godaan, ketika godaan itu masuk melalui panca indra maka ia akan menyerang ke hati. dan jika nous kita kalah maka akan menghasilkan logismoi dan jika terus di biarkan maka akan memunculksn satu namaya mindset.
  • Logismoi harus kita cegah sebelum menjadi sebuah mindset terus menerus kita lakukan oleh Sebab itu St. Gregory mengatakan bahwa pikiran-pikiran jahat itu kita harus mengerti bahwa itu bisikan dari iblis dan perintis dari hawa nafsu.
  • St. Efraim dari sriya membandingkan logismoi ini seperti ombak yang terus menerus memukuli bebatuan samudera. maka setiap hari kita akan di serang oleh yang namanya Logismoi/pikiran-pikiran jahat seperti ombak yang tidak pernah berhenti.
  • Kapan dan di mana kita bisa di serang. Ini strategi dari iblis untuk menghancurkan kita. Logismoi tidak bisa kita hindari di mana dia selalu ada seperti ombak di laut.
  • Strategi iblis itu pertama di akan mencoba membuat kita nyaman dia mulai dengan meyakinkan kita bahwa tidak ada yang salah ketika kita melakukan dosa tertentu dan bagaimanapun Allah itu berbelas kasihan dan bagaimanapun juga Dia akan mengampuni kita.
  • Dan setelah kita melakukannya maka baru timbul rasa ke penyesalan. Dan kita mencoba mendekat kepada Tuhan dan iblis memakai strateginya dengan berkata Tuhan tidak mengampuni saya karena dosa yang saya lakukan, dia menutup pintu hati kita kembali kepada Tuhan dan menanam benih-benih keputus asaan.
  • Bapa philokalia St. Irenius mengatakan rayuan kepada iblis tidak pernah di katakan dalam bentuknya yang telanjan jangan sampai terkena, dia harus segera terdifeksi namun godaan itu di buat dalam bentuk rapi dalam gaun yang menarik. sehingga membuatnya tampak kepada orang yang tidak berpengalaman/konyol, penampilan yang tampak benar yang cantik sehingga kita tergoda. dan kita lupa akan kebenaran Firman Tuhan.
  • St. Antonius menambahkan iblis biasanya menyembunyikan rayuannnya di balik penampilannya yang manis untuk menghindari iteksi dan dia mengarah ilusi indah untuk di lihat yang dalam kenyataannya tidak sama seperti yang di lihat.
  • Bagaimana setan mencuri hati/doa/nous kita ada satu buku yang menarik tentang the wife of the greem (perjalanan seorang penziarah) tentang pergumulan dia secara berdoa, doa tanpa henti. Suatu kali ia mengikuti ibadah di gereja dan pendeta itu berbicara tentang doa tanpa henti yang ia kutip dalam surat rasul Paulus. Ketika ia dengar ia meresa gelisa dan berkata dalam dirinya apa shi artinya doa tanpa henti itu? bukankah setelah setelah saya berdoa bisa konsetrasi lagi.
  • Doa saya sering di curi oleh iblis di mana dia memunculkan sesuatu yang menarik atau kesibukan sehinga saya lupa doa.
  • Bapa Gereja bernama St. Theofan merekomendasikan kepada kita bagainama kita mengendalikan Logismoi yang selalu menyerang kita. Ia menulis begini : pikiran terus mendesak-ndesak pendengaran anda seperti nyamuk. Dengan menghentikan desakan ini kita harus mengikat pikiran dengan satu pikiran atau hanya memikirkan Tuhan.
  • Doa yang sering di ajarkan bapa-bapa greja ini adalah Jesus prayer “ Tuhan Yesus Anak Allah kasihanlah kami orang yang berdosa ini”.
  • Bapa philokalia mengatakan bahwa pentingnya menekankan nous hingga benar-benar hadir untuk tugas yang ada, mereka terus menekankan dimanapun nous kita berasal maka di sana kita berada dan di manapun nous kita tidak ada maka di situ kita tidak ada.
  • Logismoi bibit dari nafsu (patos) berarti penderitaan/penyakit bagi jiwa. Ini di sebut penyakit kareena ini akan menggerogoti jiwa kita. Logismoi bukan hanya pikiran-pikiran yang jahat tetapi emosi dan perasaan yang jahat. Logismoi itu kuat.
  • St. Maximus pertama-tama kita tidak buat dalam pikiran (logismoi) kita tidak akan pernah berbuat dosa dalam perbuatan. kata amsal berkata seperti dia di dalam hatinya begitu juga dia. Seorang penulis yang tidak di kenal berkata : cuaca di benak anda yang menentukan iklim saat itu artinya ubah pikiran Anda dan Anda akan mengubah dunia Anda. Apa yang terjadi pada Anda saat ini bergantung pada pikiran Anda di mana pikiran Anda akan membawa Anda.

Aplikasinya

Hati merupakan karunia Tuhan yang di berikan kepada kita untuk di jaga supaya tetap kudus tidak ternoda karena hati tempat penyimpanan memori kita, pengalaman kita ada di situ. Walaupun di dalam pikiran kita sudah lupa tapi itu semua tercatat dalam hati kita. Hati sangat perlu untuk tetap dijaga karna dari hati berasal segala tindakan kita.

Logismoi adalah pikiran, kata ini sering sekali di pakai bapa-bapa philokalia

sebagai pikiran-pikiran yang jahat. Logismoi perlu kita jaga karena dia merupakan

bibit dari nafsu. Jika Logismoi ini di biarkan akan menghasilkan nafsu dan nafsu akan menghasilkan dosa.

Menjaga nous, kontra bicara, dan berkata tidak

Menjaga nous

  • Menjaga nous berarti menguduskan diri dari nafsu
  • Bapa philokalia bernama St. aisea sisoiteri menulis cara untuk menjaga nous Dia berkata begini di antara nafsu, ada nafsu kemarahan dari nous atau mata batin kita. Kemarahan sesuai dengan natur kita tanpa amarah seseorang tidak dapat memperoleh kemurnian, dia harus merasa marah atas semua yang di taburkan di dalam dirinya oleh musuh. Di lanjutkan tentang hati nurani : mari kita berdiri teguh dengan takut akan Allah dengan keras mempraktekan kebajikan dan tidak memberikan hati nurani kita yang menyebabkan itu tersandung dalam takut akan Allah biarkan kita menjaga perhatian kita tetap dalam diri kita sampai hati nurani kita mencapai kebebasannya kemudian akan ada persatuan antara hati nurani dan kita, dan kelak itu akan menjadi wali kita, menunjukan kepada kita setiap hal yang harus kita cabut.
  • Tapi jika kita tidak menuruti hati nurani kita itu akan meninggalkan kita dan kita jatuh ke tangan musuh yang tidak akan membiarkan kita lepas. inilah yang Tuhan ajarkan kepada kita ketika Dia berkata: Segeralah engkau berdamai dengan lawanmu sementara dia ada di dekat jalan supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau akan di lemparkan ke dalam penjara Mat 5:25.
  • Ada seorang penatua yang melayani penderitaan kusta di India bernama Gabriella di berkata : logismoi itu seperti lalat yang memasuki ruangan kosong, jika tidak ada yang bisa mereka makan di ruangan kosong tersebut maka tidak ada yang bisa menarik mereka maka lalat itu akan pergi.
  • St. Simeon theolog baru menganggap bahwa menjaga hati terhadap logismoi penting untuk menumbuhkan hubungan kita dengan Kristus. Dia menulis : jika kita tidak menjaga nous kita maka kita tidak mencapai kemurnian hati sehingga di anggap layak untuk melihat Allah. Tanpa pengawasan seperti itu maka kita tidak akan miskin di dalam roh/berduka/lapar/haus akan kebenaran/ benar-benar berbelas kasih/murni hatinya/membawa damai/dianiaya demi keadilan Mat 5:3-10.
  • Nous menjaga hati ketika berdoa ia harus selalu berpatroli kedalam hati karena perintah Tuhan kita untuk membesihkan bagian dalam cawan sehingga bagian luar juga menjadi bersih. Meninggalkan semua kerja bentuk spritual lainnya dan berkonsetrasi sepenuhnya pada satu tugas yakni menjaga hati ini dengan demikian melalui praktek ini mereka akan juga memiliki setiap kebajikan lainnnya. Jadi jika orang bisa menjaga hatinya maka kebajikan- kebajikan lainnya akan mengikuti sedangkan tanpa berjaga-jaga maka tidak ada kebajikan lain yang kuat.
  • Tanpa berjaga-jaga tidak ada kemurnian hati, tampaknya kita tidak bisa melihat Allah. Bagi seseorang yang menginginkan kelahiran kembali secara rohani langkah pertama menunju cahaya/terang adalah menjaga hati karena tanpa itu nafsu akan selalu menguasai dirinya.
  • St. Yohanes the leader dia menawarkan cara untuk menjaga hati : tutup pintu lidah kita untuk berbicara dan gerbang batin anda kepada roh-roh jahat.
  • Gregori Palamas : jika kita meneliti pikiran-pikiran kita setiap hari dengan menjaga hati, Allah tidak perlu memeriksa kita ketika kita muncul di hadapannya dan jangan biarkan bagian tubuh/jiwa kita terbuka. Dengan cara ini kita akan menguasai roh-roh jahat yang menguasai/ menyerang diri kita dan kita akan berani mendekatkan diri kita kepada-Nya yang berhak memeriksa hati dan pikiran Mazmur 7:29.
  • St. theodoros the greek asketik : pentingnya berpegang teguh kepada Tuhan dalam berdoa ketika kita menjaga hati Luk 15:5 dia berkata : mustahil berbicara dengan berbagai jerat yang mereka buat di dalam spritual memanfaatkan indera, pikiran, dan nous pada kenyataannya segala sesuatu yang ada jika ia yang membawa domba terhilang di pundaknya tidak dalam perawatannya yang tak terbatas melindungi mereka yang berbalik kepadanya. Tidak ada satu jiwapun yang akan melarikan diri.

Ada tiga hal yang harus di lakukan kata Theodoris

1. Memandang kepada Allah dengan segenap jiwa kita untuk meminta bantuan

dari pada-Nya

2. Memanggil Dia melalui doa puja Yesus “jesus prayer”

3. Meminta blaskasihan-Nya secara terus menerus tanpa berhanti.

– St. Talasius menjelaskan empat langkah yang akan mengangkat nous kita

kepada Allah.

1. Keheningan

2. Doa

3. Kasih

4. Pengendalian diri

St. Maximus merenungkan cara-cara pikiran yang di ijinkan masuk ke dalam

nous dan mau tidak mau menyebankan tubuh jatuh ke dalam dosa. Dan ketika kita

melihat nous kita di penuhi dengan dosa dan kita tidak mau memeriksanya maka

mungkin tubuh kita tidak lama lagi akan masuk kedalam dosa. Maximus mengutip

jagalah hatimu dalam segala kewaspadaan karena di situ terpancar/mengalir

kehidupan Ams 4:23.

St. filter dari Damascus tanpa perhatian dan kewaspadaan nous kita tidak

bisa di lepaskan dan di selamatan dari iblis yang berjalan di sekitar kita, dia seperti

singa yang mengaum mencari mangsa yang ia telan 1 Petrus 5:8. Itulah sebabnya

Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya berjaga-jagalah dan berdoalah agar

kamu tidak masuk dalam pencobaan roh memang penurut tetapi daging lemah Mat

26:41.

  • Filotheos mendesak kita untuk memusatkan nous kita yang terpencar-pencar melalui pikiran akan kematian dan mengingat akan mana Yesus. Hajar jiwamu dengan pikiran maut dan melalui ingatan akan Yesus kristus (fokuskan nousmu yang terpencar).
  • Efagryos : menunjukan hasil yang di berkati dan menjaga pikiran dan hati dalam ketenangan batin itu adalah dengan berdiri berjaga-jaga dan lindungi nous kita dari logismoi saat kita berdoa, kemudian nous kita akan menyelesaikan doannya dan melanjutkannya dalam keheningan (ketenangan yang alami baginya).
  • Kewaspadaan dan doa akan mengembalikan ketenangan batin.
  • Rasul Paulus menggambarkan pertempuran batin setiap orang kristen adalah untuk melawan logismoi. Efesus 6:20-26 rasul Paulus menyuruh kita memakai perlengkapan senjata Allah. Senjata Allah yang paling efektif adalah doa puja Yesus “Jesus prayer”.
  • Pentingnya kita menjaga indera kita seperti memotong pikiran yang masuk dengan mengalihkan pikiran kita kepada Allah(Yesus Kristus). Maka itu mengurangi kekuatan si jahat dan mengusirnya dari nous kita.

Kontra bicara

  • Kita pelu berkata kembali pada logismoi kita dan hal ini sama seperti waktu Yesus di cobai oleh iblis. Melalui kontra bicara kita menutup mulut dengan setan/iblis dan membuka pintu terhadap suara Allah.
  • Bapa philokalia berkata : ketika seseorang tinggal dalam sel doanya (sering di sebut ruang doa yang kecil). Suatu saat ada seorang yang mengujunginnya malam itu dan berkata : bagaimana saya bisa di selamatkan? Lalu Bapa philokalia berkata masuklah dalam sel doamu dan ia akan mengajari kamu segala sesuatu.
  • Ibu padang gurun bernama Silentika ia berasal dari mesir yang hidup pada tahun 390-470 ia menawarkan contoh antiresis : ketika iblis menggoda kita untuk menjadi sombong ia menyembunyikan dosa-dosa kita dari kita, tetapi ketika ia menggoda kita kehilangan harapan dia menyebutkan dosa-dosa kita di hadapan kita dan menyarankan karena kamu telah melakukan semua dosa ini pengampunan apa yang akan ada? jawabnya tidak ada. Kepada yang lain ia berkata : karena kamu begitu rakus bagaimana kamu bisa di selamatkan. Bagaimana kita menanggapi keputusan iblis yang menyedihkan seperti itu.
  • Silentika menjawab : jiwa-jiwa yang telah terguncang harus di simpul dengan cara berikut : Rahab adalah pelacur tetapi dia di selamatkan melalui iman. Paulus adalah seorang penganiaya tetapi dia menjadi instrumen yang di pilih. Matius adalah penangih/pemungut pajak tetapi tidak ada yang taheu tentang Anugrah yang di berikan kepadanya. pencuri itu dan membunuh tetapi ia adalah seorang pertama yang membuka pintu sorga. Itulah sebabnya kamu jangan menyerah untuk jiwamu sendiri.

Berkata tidak

  • Pada abad ke -5 ada seorang pertapa yang menceritakan cerita yang sangat menarik : Ada seorang penatua yang di kunjungin oleh seorang pemuda, dan pemuda itu berkata mengapa di dalam pikiran saya selalu ada hal-hal yang buruk yang muncul di dalam benak saya. Dan hal itu sering kali membawa saya dalam masalah. kemudia penatuan ini menyuruh pemuda itu berdiri ke arah angin dan mendorong dia dengan dadahmu tetapi pemuda itu berkata bahwa ia tidak bias melakukannya. Akhirnya penatua ini menjawab sama halnya dengan pikiran- pikiran buruk dalam benakmu sehingga kamu tidak bisa mencegah hal itu terjadi.
  • Karena pikiran-pikiran itu muncul dan sekarang tugas kamu adalah berkata tidak. Pikiran jahat ini akan menggoda/mendorong kita untuk membuat kita jatuh. Ketika Logismoi datang dengan mengetuk pintu hati kita dengan tegas berkata tidak. Seseorang tidak akan nyaman tinggal di rumah jika tuan rumah itu tidak menginginkannya begitu juga dengan pikiran-pikiran jahat ia tidak akan masuk ke dalam pikiran kita kalau kita tegas menolaknya untuk masuk.
  • Pikiran-pikiran datangnya dari otak dan masuk ke perut. Perut kita di rancang Tuhan untuk mengeluarkan hal-hal yang buruk seperti muntah. Ketika pikiran-pikiran mulai muncul ada satu kata yang paling penting dari seribu kata : “Tidak”
  • Fransiscu Alexandrer ia menggambarkan : penolakan kita terhadap iblis di awali dengan penolakan dan tantangan.
  • Menurut phitagoras kata Ya dan Tidak adalah kata yang pendek yang membutuhkan pemikiran. Untuk bertumbuh dan menjadi dewasa di dalam Kristus adalah dengan berani dan tegas berkata Tidak kepada iblis dan berkata Ya kepada Tuhan

Aplikasi

Cara menjaga nous/hati kita dari pikiran-pikiran jahat (logismoi)

1. Kita punya kontra bicara.

2. Punya kemarahan terhadap yang namanya dosa/ pikiran-pikiran jahat

(logismoi) yang muncul

3. Mengatasi pikiran-pikiran jahat (logismoi) di mulai dari hati nurani. Jika hati

nurani kita sudah mulai menuduh bahwa ini adaalh hal yang salah maka itu

harus cepat-cepat di matikan kata St. Aisea. Pikiran-pikiran jahat (logismoi)

ini seperti benih jika di biarkan maka akan tumbuh menjadi rumput liar yang

menggerogoti hati dan jiwa kita. Hati bagaikan ladang yang subur dan di situ

akan muncul berbagai macam benih. Tuhan Yesus pernah menceritakan

gandum dan lalang di satu ladang yang sama. Jadi perlu kita sadari di dalam

hati ada pertempuran batin antara gandum dan ilalang antara hukum Allah

dengan hukum danging. Hal ini sangat penting untuk kita terapkan dalam pelayan bahwa jika pikiran kita baik maka kata-kata kita keluarkan juga membuahkan berkat.

Jesus prayer ( Doa puja Yesus)

  • Salah satu cara menjaga hati/nous kita adalah dengan Jesus prayer untuk mengusir pikiran-pikiran jahat/logismoi.
  • Secara Theologi isi dari doa ini adalah : ” Lord, Jesus Christ son of God have mercy on me “ doa ini banyak di jumpai dalam Alkitab Luk 17:13; Mar 10:47; Mat 20:31; Kis 4:12 nama Yesus lebih berkuasa.

Nama Yesus

  • Jesus prayer adalah salah satu doa dari biarawa yang terus mereka lakukan tanpa henti dalam hidup mereka. Doa puja Yesus terdiri atas dua bagian, yang pertama : Lord, Jesus Christ son of God sedangkan yang kedua : have mercy on me.
  • Di bagian pertama kita berseruh di dalam hati kita sedangkan yang kedua belaskasihanilah aku sama seperti seorang perempuan meminta belaskasihan dengan membawa minyak zaitun. Kita tahu bahwa minyak zaitu itu untuk mengurapi, untuk makanan atau sebagai minyak untuk menerangi pelita. have mercy on me dalam arti kita meminta Tuhan membenahi hati kita, mengenyangkan, menerangi dan menyembuhkan luka-luka hati. Pertama memuliakan Allah dan kedua merendahkan hati karena kita adalah manusia yang berdosa.
  • Bapa philokalia berkata pikiran kita /logismoi ibarat seperti mobol-mobil dijalan. Hati/nous kita menjadi seperti polisi lalu lintas yang bertugas di persimpangan jalan. Polisi tugasnya mengatur, merencanakan supaya lalulintas itu lancar. Tetapi ketika tidak adanya polisi maka bisa mengalami yang namanya kekacauan. Oleh sebab itu di dalam hidup kita harus ada sukacita, keseimbangan, harmonis, damai sejahtera. Jika tidak, maka hidup kita akan kacau. Bagaimana kita mengatur lalulintas di dalam hati ini? itulahh sebabnya di perlukan polisinya yaitu nous kita.
  • Para bapa philokalia mengajarin kita cara mengendalikan nous. Bagaiman menggunakan satu pikiran untuk membersihkan nous dari pikiran yang lain yang berusaha mengerumungi nous kita yaitu doa puja Yesus.
  • Dengan mengencangkan nous pada nama Yesus yang kuat kita itu akan di mampukan menutup nous dengan suara iblis/setan dan membukanya untuk suara Allah. Menjaga semua suara iblis yang berusaha masuk dia yang telah mencapai keheningan batin kata John Climaxcus. Tujuan untuk mencapai keheningan adalah doa puja Yesus dengan berdiri di hadapan Allah dengan nous di dalam hati.
  • St. Thiofan mengajarkan kita harus mengikat nous dengan satu pikiran hanya memikirkan satu yaitu pikirkan Tuhan Yesus. jadi, fokus dari Jesus Prayer itu adalah pikirkan nama Yesus sebab namanya berkuasa dalam Kis 4:12.
  • Bagaimana cara pandang bapa-bapa gereja dengan doa puja Yesus ini. Di sini kita banyak mengutip dalam St. hesekios dia berkata begini : bila di kombinasikan dengan berjaga-jaga dan pengertian yang mendalam. Doa puja Yesus akan mengharus dari hati kita bahkan dari pikiran-pikiran yang berakar dengan di luar kehendak kita. Tidak mungkin menyebrangin lautan tanpa perahu demikian juga tidak mungkin menolak profokasi pikiran jahat tanpa menolak dan memohon Yesus Kristus.
  •  Bantangan menentang pikiran jahat tetapi doa Yesus Kristus mengusir mereka dari hati. Mereka yang kurang pengalaman mereka harus tau bahwa hanya melalui pengamatan yang tak henti-henti dari nous kita dan doa puja Yesus yang terus menerus pencipta dan Allah kita bahwa kita yang kasar dan kaku dalam pikiran dari tubuh kita dapat mengatasi tubuh kita yang kasat mata.
  • Nama Yesus harus di ulang berulang kali di dalam hati kita ketika di landang petir di ulang-ulang di langit sebelum hujan. Mereka yang memiliki pengalaman nous dan perang batin tau menolak ini. Kita harus melakukan peperangan rohani ini dengan urutan yang tepat pertama perhatian dan berjaga-jaga. Kemudian ketika kita merasakan permusuhan perhatian yang menyerang kita harus memukulnya dengan amarah di dalam doa puja Yesus di dalam hati. Seperti yang di katakan St, Aisea harus punya amarah di dalam hati dan mengutukanya saat kita melakukannya kedua dan yang ketiga mengarahkan doa kita melawannya, memusatkan hati melalui doa Yesus sehingga fakta si iblis dapat tersebar sekaligus.
  • Doa puja Yesus dalam satu frasa dapat menghancurkan tipu daya iblis. Karena ketika kita memohon kepada Anak Allah itu Dia secara terus-menerus tanpa lelah tidak akan menginjikan mereka untuk memperoleh bisikan dalam cerminan pikiran bahkan dalam pentujuk pertama di dalam penyusupan mereka.
  • Melalui doa yang tak henti-henti nous di bersihkan dari awan gelap dosa/setan dan ketika itu di bersihkan maka cahaya Ilahi Yesus akan bersinar di dalam hati kita.
  • St. Philoteo dari sinai menguji doa mana suci/Yesus ini karena tidak hanya memiliki kekuatan untuk memuaskan nous yang yang terpecah kemana-manatetapi juga memungkinkannya untuk mempertahankan pikiran Allah yang berkelanjutan dalam keheningan di hati.
  • Salatheos menulis : doronglah nous kita secara terus-menerus berdoa dan kita akan menghancurkan pikiran jahat yang menimpah hati kita.
  • Hesekios menggingatkan kita bahwa dengan doa puja Yesus kita tidak pernah sendirian jika kita melawan logismoi 1 Pet 5:8 ingat kita tidak sendiri karena ada Tuhan. Biarlah jiwamu percaya kepada Kristus, biarlah kita memanggil Dia jangan pernah takut kita berjuang bukan sendirian tetapi dengan bantuan sang raja yaitu Yesus Kristus pencipta semua yang baik itu yang terlihat dan tidak terlihat.
  • Cerita seorang bapak padang gurun yang bernama Filemon : cerita yang menjoloki pentingnya doa puja Yesus. Ada seorang laki-laki bernama john datang dari pantai dan berjumpa dengan bapa Filemon. Lalu ia sambil memegang kakinya dan ia berkata kepadanya : Apa yang saya lakukan untuk di selamatkan kata pemuda itu karena akal budi saya tersesak dan telah saya melakukan semua hal yang salah. Lalu bapa Filemon menjawab begini : ini adalah salah satu nafsu luar yang tetap bersama anda ketika Anda masuh belum mendapatkan kerindua yang sempurna akan Tuhan. Kehangatan dan kerinduan akan Tuhan belum datang kepada Aanda. John bertnya lagi kepadanya : apa yang bisa saya lakukan supaya saya punya kerinduan itu : bermeditasi dalam hati untuk sementara waktu karena ini bisa membersihkan nousmu. John bertanya lagi kepada apa Filemon karena dia kurang tau ?? apa itu bermeditasi dalam hati?. Filemon berkata : awasi hatimu dan dengan hati-hati dan katakan dalam benak anda dengan kagum dan gentar : Tuhan Yesus Kristus kasihanilah aku orang berdosa. Lalu setelah itu pemuda itu pulang dengan membawa berkat yang luar biasa.
  • Kita tidak boleh putus asa katika kita jatuh dalam dosa seperti pemuda tadi. milikilah kerinduan di dalam hati untuk menjumpai Allah dengan cara panjatkan nama Yesus. Jesus Prayer satu doa yang menstabilkan nous/mengheningkan/menetramkan supaya nous bisa mengatur lalu lintas di dalam hati kita. Jesus Prayer doa yang fokusnya kepada Allah bukan doa dalam khayalan.
  • Dalam Lukas 18:35-43 Tuhan kasihanilah aku. Dalam cerita itu di kisahkan waktu Yesus hampir tiba di Yerikho di situ ada seorang buta yang duduk di tepi jalan dan mengemis waktu orang banyak lewat dia bertanya : apa itu? Lalu kata orang kepadanya Yesus orang Nazaret sedang lewat, lalu orang buta itu berseruh Yesus anak Daud kasihanilah aku maka mereka yang berjalan di depan mengusir dia supaya dia diam. Tetapi orang ini semakin keras berseruh : Anak Daud kasihanilah aku, Anak Daud kasihanilah aku dan Yesuspun berhenti dan meminta orang itu datang di hadapan-Nya. Dan ketika dia sudah dekat dengan Yesus, maka Yesus bertanya kepadanya : Apa yang engkau kehendaki supaya Aku berbuat bagimu? jawab orang itu : Tuhan supaya aku dapat melihat. Maka Yesus berkata kepadanya melihatlah engkau imanmu telah menyelamatkan engkau dan seketika itu juga iapin melihat lalu mengikuti Yesus sampai memulihkan Allah seluruh orang yang ada melihat dan memuji-muji Allah. Menyadari dan kebutaan dan kemiskinan kita mengambil kesempatan ketika Tuhan lewat dan doa memohon tanpa henti kepadanya adalah obat untuk menjadi sembuh dan di selamatkan. Jesus prayer adalah obat dan kesembuhan mata rohani kita.
  • Jesus prayer adalah obat yang penting bagi kita, kasihanilah aku ini adalah satu kata elion yang artinya minyak Punya empat makna :

a.  Tuhan berkatilah aku

b. Tuhan terangilah hidupku

c. Tuhan kenyangkanlah aku

d. Tuhan sembuhkanlah aku dari penyakit dosa.

Ada sebuah cerita klasik tentang perjalanan seorang musafir. Di situ diceritakan ada kisah      seorang petani tanpa nama, ia mencari seseorang bagaimana ia menuruti perintah Alkitab berdoa tanpa henti ketika ia mengikuti satu liturgi di gereja pendetanya itu berkhotbah di gereja berdoa tanpa henti dan ia mencari tahu apa artinya doa seperti itu. Ia berkeliaran di rusia dan sibiria dengan sekerang roti makanan dan secukupnya dan amal dari orang-orang untuk berlindung, ia bertanya pada yang berotoritas di gereja tetapi tidak ada yang bisa mengajarinya berdoa tanpa henti itu. Ia hampir pergi dan putus asa dengan hati yang kosong dan akhirnya ia bertemu dengan seorang biarawan, lalu biarawan itu mengajarinya tentang doa puja Yesus “ Tuhan Yesus Anak Allah kasihanilah aku orang berddosa ” Biarawan ini mengejarin dia bahwa berdoa tanpa henti itu ialah sebuah seruan kontak tanpa gangguan menyerukan nama Tuhan Yesus setiap saat di segala tempat dan kondisi bahkan selama tidur. Tanpa henti bukan ketika duduk di bangku gereja dan berdoa tetapi tanpa henti itu dimanapun dan kapanpun di saat kita berkerja/belajar/berbicara atau melakukan apapun kita bisa secara kontak menyeruhkan nama Yesus. Petama sang musafir ini menyebut doa puja Yesus sebanyak tiga ribu kali, kemudian di datang lagi menyebut enam ribu kali dan pada akhirnya dia bisa mengulang sebanyak duabelas ribu kali. Lalu dia di berikan sebuah buku philokalia dan akhirnya ia banyak belajar dari buku itu tentang doa puja Yesus. Ini bukan cerita dongen tapi ini adaalh kisah nyata seorang musafir tanpa nama. St. Theofan menulis pada awalnya doa yang menyelamatkan itu adalah doa kerja keras kita, namaun jika seseorang berkonsetrasi padanya dengan semangat ia akan mulai mengalir dengan sendirinya seperti sungai yang berguma di dalam hati. Theofan melanjutkan ini adalah berkat besar dan kita layak berkerja keras untuk mendapatkan itu. Apa perbedaan doa puja Yesus? kebanyakan orang berdoa itu hanya meminta sesuatu kepada Tuhan. Jika ada masalah/permohonan kita baru berdoa tetapi doa puja Yesus buka seperti itu tetappi doa ini mengubah si pendoa itu (diri kita).

  • Bapa gereja yang bernama Chrysostom mengatakan saya memohon kepadamu saudara-saudara jangan pernah melanggar atau membenci aturan doa ini. Setiap orang kristen baik ia makan, minum, berpergian, berkerja dan lain sebagainuya ia harus menyerukan nama Yesus “ Tuhan Yesus Kristus anak Allah kasihanilah aku. Sehingga nama Tuhan Yesus turun ke lubuk hati untuk menaklukan ular yang memerintah di padang rumput batin dan membawa kehidupan dan keselamatan kepada jiwa.
  • Jangan menjauhkan hatimu dari Tuhan tetapi berdiam di dalam Dia dan selalu jaga hatimu dan ingat Tuhan kita Yesus kristus sampai nama Tuhan berakar di dalam hati dan hati berhenti memikirkan hal-hal lain.
  • Rasul Paulus berkata setiap orang yang memanggil nama Tuhan akan di selamatkan Rom 10:13 Yesus Kristus merendahkan dirinya bahkan taat sampai mati di kayu salib karena itu Allah sangat meninggikan Dia dan memberika Dia nama di atas segala nama bahwa hanya dalam nama Yesus semuanya yang hidup akan berlutut baik yang ada di sorga yang ada di bumi dan di bawah bumi. Dalam Fil 2 :5-10. Juga dalam Yoh 14:13 Jika kamu meminta sesuatu dalam nama-Ku Aku akan melakukannya dan rasul Petrus dalam Kis 4:12 keselamatan tidak ada selain di dalam Dia. Itulah sebabnya doa puja Yesus terletak pada nama Yesus nama yang ada di atas segala nama dan dengan demikian nama Yesus saja yang memenuhi kebutuhan setiap orang berdoa.

Manfaat doa puja Yesus = Doa puja Yesus ini menolong kita untuk

  1. Meningkatkan tingkat kewaspadaan kita untuk menjaga nous/hati. Ketika kita melakukan doa ini dengan kontak maka akan mmperoleh nepsis/kewaspadaan. Kewaspadaan ini seperti jendral perang di mana bertempurran dan doa puja Yesus ini sebagai seorang jendral yang membisikan strategi. Doa Jesus Christ ini akan menolong kita untuk meningkatkan tingkat kewaspadaan untuk menghadapi pertempuran pikiran di dalam hati dan batin kita.
  2. Buah Roh, dengan kontan kita menyebut nama Yesus maka ini akan membakar roh kita seperti minyak yang tidak habis terus menyalahkan pelita roh kita. Seperti 5 gadis bijaksana dan 5 gadis bodoh. Dia di sebut bijaksanan karena ia menantika pengantin mempelai laki-laki dan ketika minyaknya habis maka ia segera mengisi minyak tersebut biar pelitanya tidak padam. Jesus Prayer seperti satu minyak yang tidak pernah habis sehingga hati kita terang dan menutupi segala yang gelap dan akhirnya memperoleh buah roh dalam Gal.
  3. Jesus Prayer membuat kita menyatuh dengan Allah sehingga ketika kita berdoa kita merasakan kahadirat Allah. Bagaimana kita melatih Jesus Prayer dengan sungguh-sungguh tanpa ada henti. Menurut Elder seorang biarawa berkata : ketika kita membiasakan menyebut doa ini secara lisan secara terus menerus dengan jangkah waktu yang sangat lama maka lama kelamaan nous ini aka terbiasa menyebutkannya. Jadi nous kita akan terbiasa berdoa menyebutkan kata-kata yang kita katakan secara lisan dan menurunkannya kedalam hati sehingga nous inilah yang akan mengontrol kehidupan kita. Kita harus menyebut doa ini di mana saja baik kita saat berdiri, atau melakukan aktivitas lain tanpa henti. Seperti halnya yang di katakan Rasul Paulus dalam 1 Tesalonika 5:17-18 mengucap syukur dalam segala, hal ini doa Jesus prayer ini merupakan bentuk ucapan syukur kita dalam segala hal kapan dan dimana saja bukan hanya di sebut secara bibir kita tetapi juga dalam hati kita. Salah satu cara untuk kita mengasihi/mencintai Tuhan adalah dengan mencari Dia dan menemukan Dia di dalam hati kita melalui doa puja Yesus.

Ada 10 tips untuk melalukan doa puja Yesus tanpa henti

  1. Pergi ketempat doa (tempat dimana kita berdoa dan siapkan waktu-waktu untuk berdoa)
  2. pilih tempat yang tenang untuk berdoa
  3. Bersiaplah untuk masuk kedalam percakapan dengan Tuhanmu ( persiapkan hati, pikiran dan diri kita dengna tujuan tertuju/fokus kepada Tuhan)
  4. Duduk /berdiri dengan tenang lepaskan semua pikiran dan fokus kepada Tuhan
  5. Ulangi doa ini secara perlahan (berulang-ulang)
  6. Berkonsentrasi pada doa dengan penuh semangat
  7. Penggunaan tali doa dapat membantu kita untuk konsetrasi
  8. Setelah selesai maka duduklah selama 15 menit baru melanjutkan aktivitas yang lain.
  9. Bisa juga kita melakukan liturgi/berpuasa
  10. Cari bimbingan dari spritual kita untuk membantu kita mendewasakan spritual kita.

Energeia

  • Doa Jesus preyar adalah usaha kita yang kini kita kerjakan secara terus menerus untuk meminta Anugerah Allah/Rahmat Allah. seperti yang di katakan Rasul Paulus kepada gereja di Korintus dia berkata aku menanam, apolos menyiram tetapi Allah yang memberi pertumbuhan dan disini ada satu wujud sinergy yang sangat jelas. Dalam istilah Theologi kalau kita belajar tentang Allah di situ ada Esensi dan sinergy ini adalah dua kutub hubungan Allah dengan manusia yang pertama :
  • Hal-hal yang misteri yang tidak bisa kita tau/ yang tersembunnyi ( Esensi)
  • Energi Allah/Karya Allah/Ciptaan Allah/Tindakan Allah/Kuasa Allah (Energy) Energy Allah pada puncaknya adalah Inkarnasi.
  • Jika setiap orang tidak mengenal Yesus Kristus maka tidak ada seorangpun yang mengenal Allah itu
  • St. Basil mengatakan kita tahu esensi Allah melalui Energinya. Dan di perjelas lagi dalam Yohanes di mana kita mengenal Allah melalui Yesus Kristus. Basil melanjutkan tidak ada seorangpun melihat Allah tapi kita mengalami esensi itu.
  • Jika seseorang secara pibadi berumpa dengan Yesus Kristus maka dia dengan sendirinya percaya pada Energy Allah itu. Melalui Esensinya Allah itu mistery tetapi melalui Energynya Dia itu dekat dengan kita. Energy ini di pakai oleh St. Gregory palamas atau bapa-bapa gereja yang tidak bisa di potong-potong/di bagi-bagi dan energynya menunjukan siapa Allah itu. Apa yang di ajarkan bapa-bapa gereja di situ ada satu istilah Theosis/pengilahian kita tidak bisa menjadi Allah tetapi kita menyatuh dengan Allah. Theosis ini satu sisi kita tetap jadi manusia bukan menjadi Allah tetapi karena ada EnergyNya makanya kita bisa menyatuh dengan Dia. Apa Anugerah Allah itu? Energy Allah yang di nyatakan kepada kita. Allah yang misteri dinyatakan oleh Yesus Kristus dan di curahkan oleh Roh kudus. Yang di curahkan oleh Roh kudus adalah energy Allah Yang menyelamatkan kita.
  • Rasul Yohanes mengatakan Allah, Yesus Kristus dan Roh kudus berada di dalam hati kita karena Energy Allah itu bukan sesuatu yang di luar dari diri Allah Dalam Fil 2:13 di situ di katakan sebab Allah adalah sang pemberi Energy ke dalam diri kita pada kehendak atau kemauan dan juga energy demi kesenangannya. Di situ ada kata Yunanninya energon/energy. Ayat ini ada hubungannya dengan spritual kita seperti ketika kita berdoa, bernyanyi di situ bukan usaha kita saja tetapi ada Allah yang berkerja di dalam kehendak dan kemauan kita. Mengapa karena Allah itu yang memberikan Energynya.

Disini ada dua poin

  1. Bahwa Allah sang pemberi energy kedalam diri kita untuk mengerjakan keselamatan kita dalam Fil 2:13 ini konteksnya ada Allah sang pemberi energy/Allah yang mencurahkan diriNya dalam bentuk energyNya bukan esensiNya. Efesus 1:11 ada Allah yang berkerja di dalam segala sesuatu yang Dia ciptakan, Ef 1: 2 Energy ini yang membangkitkan Kristus. Enery Allah di berikan supaya manusia bisa mengerjakan keselamatannya sendiri dalam Fil 2:12. Keselamatan itu ada ketika benih iman kita menyatuh dengan benih Allah (di kawinkan). Benih Allah itu apa? pengorbanan Kristus di atas kayu salib, sehingga kita di lahirkan dari Allah menjadi anak-anak Allah Rom 7:4. Anak secara jasmani penyatuan antara benih laki-laki dengan benih perempuan sehingga lahirlah kita manusia. Sedangkan secara spritual sama ada penyatuan dua benih : benih Allah dan benih iman kita. 1 Yoh 3:1 dan 9 di sini jelas rasul Yohanes menuliskan kita lahir dari Allah artinya ada penyatuan benih kita dengan benih Allah. Jika kita anak-anak Allah maka kita mewarisi genetik atau DNANya Allah di dalam hati kita. Rom 5:5 Roh kudus yang mencurahkan Anugrah itu ke dalam hati kita. Dan sekarang kita memiliki benih Ilahi. Benih Ilahi ini suatu kekuatan dinamis untuk mengalahkan dosa 1 Yoh 3:9 dan Rasul Paulus berkata dalam Filipi 2:12 kerjakan keselamatan itu/benih Ilahi itu supaya benih Ilahi itu tumbuh menghasilkan buah keselamatan mengalahkan dosa dan menyucikan diri kita sampai kita segambar dan serupa dengan Kristus. Mengerjakan keselamatan itu dengan meneladani Kristus. Doa puja Yesus mengingatkan kita untukmengerjakan keselamatan kita bahwa kita sudah punya benih Ilahi. Dibalik energy Allah ternyata ada juga energi iblis yang berkerja dalam Ef 2:2; Rom 7:5 di angkasan lalu energy itu berkerja di dalam hawa nafsu manusia dan akhirnya akan mendatangkan dosa yaitu buah kematian. 2 Tes 2:7 rasul Paulus mengingatkan kita kedurhhakaan telah sedang berkerja artinya : pada jaman akhir ini kekuatan iblis ini memang sedang berkerja.

Energi iblis hanya dapat di kalahkan oleh energy Allah. 2 Ko 4:12 disini ada peperangan antara energi Allah dan energy maut (iblis)

  • Energy Allah mengalir sesuai kehendak dan untuk kesenangan-Nya. Energy itu seperti minyak dalam bahan bakar supaya terang tetap panas dan seperti induk ayam menyerami telurnya untuk memberi ke panasan/kehangatan sama seperti spritual kerohanian kita di mana kita perlu di beri panas/energy itu supaya cangkan hati kita menetas untuk bertumbuh mengalahkan dosa dan hidup di dalam Allah. Energy ini berkerja pertama kalinya pada kahendak kita dan dari kehendak kita inilah yang menentukan mau atau tidak di ubah oleh Tuhan. Walaupun kita tahu banyak hal tetapi tidak kepingin di ubah jadi ngak ada gunanya. Kehendak kita perlu di cas oleh Energy Allah melalui doa puja Yesus. Ketika kita berkata saya mau hidup kudus di dalam Tuhan, mau melakukan doa puja Yesus atau mau beribadaah kepada Tuhan dan kemauan kita itu sudah bukan usaha kita lagi Fil 2:13 Allahlah yang berkerja. 1 Kor 15:10 rasul Paulus berkata aku ada sebagai mana aku ada, aku berkerja keras untuk mengerjakan keselamatanku tetapi bukan aku melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku. Kehendak bebas itu bagaikan sumbu. Seperti yang di katakan St. Macarius : kita menerima Anugrah melalui keselamatan tetapi untuk mencapai kepenuhan dari keselamatan itu kita butuh iman dan kasih
  • St. Maximus berkata : manusia memiliki dua sains yaitu kehendak bebas dan anugerah Allah. Jika kehendak bebas kita seturut dengan anugerah Allah maka ini merupakan suatu kesempatan bagi kita untuk mengerjakan keselamatan dalam wujud satu ketaatan.

Aplikasinya

Allah yang adalah satu sisi misteri tetapi di sisi lain Dia memberikan diriNya/menyatakan diriNya melalui Yesus kristus dan di curahkan oleh Roh kudus. Dan ini harus kita responi sehingga kita memperoleh benih Ilahi itu. Benih itulah yang nantinya membuahkan hasil. Setelah kita meperoleh Benih Ilahi maka kita harus mengerjakan untuk menghasilkan buah Roh kata rasul Paulus agar semakin dewasa di dalam Kristus. Hal ini mengajarkan saya bahwa benih sangat penting untuk dimiliki karna tanpa benih makan tidak akan menghasilkan buah. Dalam pelayanan hal ini sangat dibutuhkan bahwa saya dituntun agar memiliki benih supaya apa yang saya kerjakan itu boleh menjadi berkat.

Wise Advices (Nasihat Bijak)

  • Pada dasarnya spritual philokalian ini berbicara tentang masalah hati. Di alam hati Tuhan memberi kita yang namanya nous dan inilah yang menjadi hegemonikon atau penguasa di dalam hati kita. Penguasa ini yang adda di dalam hati kita harus kita jaga supaya dia bisa memilih sesuatu hal yang baik.
  • Di dalam hati ada hukum daging dan roh (berasal dari kerja nous kita menerima Anugrah/blaskasihan/pengetahuan spritual yang kita peroleh waktu kita beribadah dan hal-hal rohani lainnya dan itu masuk kedalam hati kita dan menjadi hukum Allah atau hukum roh ) kedua hukum ini saling berlawanan/bertentangan. Hukum roh harus di proses untuk memperoleh logismoi dan di buahi menjadi buah buah roh. Hukum roh ini seperti benih yang di tanam di dalam hati kita dan di kelola supaya menghasilkan buah perbuatan-perbuatan baik. Proses ini tidaklah gampang selalu ada gulma/godaan seperti perumpamaan lalang dan gandum. Tugas dari nous adalah menangkal/melawan setiap musuh yaitu hukum daging.
  • Jika nous kalah maka hukum daging yang berkuasa menghasilkan logismoi lalu menghasilkan keinginan danging dan jika di buahi maka akan menghasilkan perbuatan daging (dosa).

Nasehat-Nasehat bijaksana dari bapa philokalia langkah pertama adalah

  1. Pertobatan (Repetance)/ ini merupakan langkah awal dimana kita membuka pintu hati kita dan mempersilahkan Roh kudus menyalurkan Anugrah Allah untuk masuk ke dalam hati kita untuk menguasai, menjaga dan melinndungi nous itu. Pertobatan ini dengan rendah hati mengakui dosa-dosa kita membuka hati kita supaya energy Ilahi bisa masuk. pertobatan ini di kerjakan setiap hari. Pertobatan (Repetance) salah satu cara kita merawat/menjaga/melindungi benih ilahi itu (nous) St. Aisean : Untuk mengerjakan pertobatan itu berjaga-jagalah terhadap dirimu sendiri, kita tahu bahwa tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Allah dan jangan engkau berkata bagaimana saya bisa menjaga hati ini karena saya seorang pendosa. Ketika seseorang berkata saya tidak bias bertobat dari dosa-dosa saya dan saya tidak bisa kembali kepada Allah. Nah, di situlah kita perlu pertobatan karena di situ di katakan dengan kita bertobat maka akan melahir barukan kita/memperbaharui hidup kita sepenuhnya. St. Efagrios : sampai seseorang berubah itu di mulai dari pertobatan, pertobatan akan mengubah orang itu sepenuhnya, dia akan bijaksana ia akan selalu mengingat dosa-dosannyan dengan satu kesedihan dengan satu air mata dan disitulah dia akan terus meminta terang Ilahi menerangi hatinya. Dilanjutkan lagi, St. Efagrios : pertobatan itu berarti kita selalu mengingat dosa kita dengan satu air mata (soul kesedihan). Mars diaketik : ada dosa yang akan menghasilkan kematian jika tidak ada pertobatan. Segala dosa akan di ampuni tetapi ada satu dosa yang membawa kita pada kematian yaitu ketika kita tidak melakukan pertobatan. St. Hesekios : setiap jam/hari kita harus memperhatikan/mengukur tindakan kita kemudian pada sore/malam hari kita mau membebaskan diri kita dari segala macam beban pikiran dengan kelelahan dunia ini dengan cara datang kepada Tuhan dengan satu cara yaitu melakukan pertobatan. Jika kita ingin Tuhan maka menolong kita dengan memberi kita satu pertolongan jika kita sungguh-sungguh meminta pertobatan kepada Dia. Pertobatan yang di sampaikan oleh bapa gereja harus di sertai dengan skill air mata/ kesedihan yang sungguh-sungguh dan ini bisa di kerjakan setiap hari serta di barengin dengan Jesus prayer. St. Efagrios mengatakan : ketika jiwa di murnikan melalui keberjagaan intelek kita sehingga intelek ini akan meresponi hukum rohani yang kita pelajari dan akan membuat atau menghasilkan satu yang namanya kebajikan yaitu pertobatan. Air mata sangat berharga di hadapan Allah. di lanjutkan lagi, doa yang di sertai air mata pertobatan itu merupakan suatu kebajikan dari intelek kita. Jika kita rindu dari pertobatan ini maka kita menjadi asing dari dosa.

Pertobatan itu harus di sertai :

  1. Purification : pemurnian jiwa
  2. berkata tidak pada dosa/ melupakan/ tidak membayang-bayangkannya di dalam pikiran kita.
  3.  melepaskan kita dari segala godaan/cobaan.
  •  Doa atau keberjagaan batin St. Efagrios melanjutkan lagi : janganlah kita berdoa/bertobat hanya sebagai ritual/tampilan seperti orang Farisi tetapi dengan takut dan gemetar di hadapan Allah sehingga intelek kita akan sadar betapa pentingnya prayer itu. Ketika kita melakukan doa ini berdoalah seperti biarawan mengapa? karena meninggalkan semua hal-hal yang duniawi dan fokus kepada sel doanya. Sehingga Tuhan memberi kita sayarat-sayarat bagaiman kita mengatasi dosa kita. Jika doamu penuh dengan duniawi itu tidak akan membawa apapun tetapi jika kamu berdoa fokuskanlah perhatianmu kepada ingatan-ingatan dosa dan mulailah meminta dengan rasa takut tadi untuk melakukan/jijik terhadap dosa itu dan buatlah dirimu dengan senantiasa merasa berdiri di hadapan Allah. Doa memberi kita satu kekuatan untuk melawan hawa nafsu atau memberi kita dispasien ( ketersapihan) dari hawa nafsu. Doa dan pertobatan menolong kita untuk mencapai ketersapihan. Jika kamu adalah ahli seorang theolog kamu akan berdoa dengan sungguh-sungguh dan jika kamu berdoa dengan sunggu-sungguh maka kamu adalah sorang ahli theologia. Intelek (nous) yang di berkati adalah doa tanpa henti yang di sertai kerinduan yang mendalam akan Allah dan doa itu di kerjakan dengan sungguh-sungguh dan terbebas dari hal-hal duniawi.

Bapa philokali mengajarkan lagi tentang

  1. Keheningan batin/ stillnes ini merupakan salah satu cara mengerjakan doa yang terus menerus tanpa terganggu. St. Talasius mengerjakan kita dalam buku philokalia volum yang kedua : keheningan dan doa adalah senjata terbesar dari kebajikan sebab doa dalam keheningan inilah yang memurnikan intelek kita dan memberikan kita pengetahuan spritual. Latiahan yang tekun yaitu pengendalian diri, kasih, kesabaran atau keheningan batin itu akan menghancurkakn doa-doa yang tersembunyi di dalam diri kita. St. Diadokos dari potikis : pengetahuan spritual yang datang melalui doa keheningan yang mendalam dan pertobatan yang sunggu-sungguh akan mendatangkan hikmat dan hikmat ini akan membuat kita meiliki strategi untuk terus bersama dnegan Anugrah Allah itu untuk menjawab segala pikiran-pikiran jahat atau logismoi yang timbul. St. Simeon the theologia : beberapa bapa gereja lain bberkata kita harus melatih keheningan hati atau keteduhan hati, yang lain mengatakan berjaga-jaga dan lain mengatakan keberjagaan hati. Atau kita harus menjaga keberjaan (melawan ) dan lain mengatakan kita harus mengintefesigasi/ menyelidiki pikiran-pikiran laogismoi dan menjaga intelek. Semua itu saat kerjanya hanya ada di dalam hati dan harus di kerjakan. Hati merupakan tempat menerima/memberi makan oleh mana sorgawi. St. Nikita nitatos : keheninan adalah keadaan intelek yang tidak terganggu. Jiwa yang bersukacita dan teduh hati yang stabil berkonteplasi di dalam terang, memperoleh pengetahuan spritual mencapai yang namanya hikmat melalui nous yang suci, menangkap nous itu dan berbicara kepada Allah. St. Gregori dari sinai : keheningan akan menghasilkan konteplasi nasehat Praktis doa, pertobatan dan sirenes dalam kehidupan sehari-hari yang di tulis oleh bapa-bapa philokalia :
  2. Salju tidak pernah bisa memadamkan api, air tidak pernah bisa mengeluarkan api, semak duri tidak pernah menghasilkan buah ara hanya saja hatimu tidak pernah bebas dari pikiran, kata-kata dan tindakan yang menindas sampai ia memurnikan dirinya secara internal, awasi hatimu selalu terus jalankan doa “ Tuhan Yesus Kristus kasihanilah aku ” jadilah rendah hati dan atur jiwa anda dalam keheningan
  3. Ada seorang biarawa bertanya kepada guru besar bapa Nestro : Apa yang saya lakukan untuk yang terbaik dalam hidup? dan ia menjawab semua perkerjaan tidak setara. Kita menyatakan bahwa Abraham ramah dan Allah menyertainya di katakan juga Elia menyukai ketenangan dan Allah menyertainya di katakan juga Daud rendah hati dan Allah menyertainya. Jadi apapun yang di temukan/dirindukan jiwamu dalam lakukanlah itu dan selalu jaga integritas.
  4. Bapa Antoni berkata : siapapun yang duduk di dalam keheningan dan dia telah lolos dalam 3 peperangan mereka yang mendengar, melihat dan berbicara maka hanya ada satu perang untuk bartarung dan itu adalah hatimu sendiri.
  5. Amasara pernah berkata : jika saya berdoa kepada Allah bahwa semua orang harus menyetujui perilaku saya, saya harus menenukan diri saya menyesal tanpa henti di depan pintu masing-masing manusia. Saya tidak akan menanyakan ini sampai saya berdoa bahwa hatiku murni bagi semua orang.
  6. bapa Filemon : Awasi diri anda dengan hati-hati jangan biarkan diri anda terhanyut oleh oksesi eksternal gerakan jiwa yang kacau khususnnya dapat di buat tenang oleh keheningan nammun jika anda terus mendorong dan mengsimulasi mereka maka mereka akan meneror Anda dan mengganggu seluruh hidupmu, begitu mereka memegang kendali maka begitu sulit bagimu untuk mengontrol diri
  7. John climacus : tetapkanlah pikkiranmu menurut jalan hagios sukailah gaya hidup yang sederhana dan sukailah pakaian hidup yang biasa-biasa saja dan sukailah makanan-makanan sederhana dan berperilaku dengan cara yang tidak terpengaruh dan jangan berdiri seolah-olah anda penting dan berbicaralah dari hatimu.
  8. John climcus Jika kita di babtis kita mengalami dua baptisan yang pertama adalah babtisan air itu tandanya bahwa kita meninggalkan manusia lama kita, menyucikan dosa-dosa kita dan yang kedua adalah baptisan air mata dimana ketika kita sudah menjadi orang kristen maka ada banyak perjuangan-perjuangan yang akan kita lawan (melawan daging). Air mata merupaka karunian dari Allah
  9. Rahap orang persia : Tuhan kita menturuh kita berdoa secara rahasia dan memerintahkan kita menutup pintu dalam Mat 6:6. Pintu yang kita tutup mulut tetapi hidup kita adalah bait suci di mana Kristus tinggal seperti yang di katakan rasul kamu adalah bait Allah 1 Korintus 3:16
  10.  Afarat orang persia : dari saat anda berdoa angkatlah hatimu keatas dan arahkanlah matamu kebawah (melihat kehidupan kita) fokuskan pada dirianda yang paling dalam dan berdoa kepada bapamu yang di sorga secara rahasia.
  11. Afarat orang persia : sebelum anda berdoa pertama-tama ampuni semua orang yang telah menyinggung anda dengan demikian doamu akan naik ke hadirat Tuhan.
  12.  Afarat orang persia : saat anda berdoa berhati-hatilah bahwa anda berada di hadirat Tuhan mempersembahkan korban imamat bukanlah hal yang memalukan anda mempersembahkan korban yang cacat . Jadi saat Anda berdoa maka pertama-tama ampuni mereka yang telah menyinggung kamu.
  13. Marc deaketik : seorang anak sapi mudah mengembara setelah merumput segar dan akhirnya menemukan dirinya terdampar di antara jurang yang menakutkan begitu juga dalam jiwa karena pikiran jahat lambat laut menyesatkannya
  14. john of appamea : jika kita menyucikan diri dari kejahatan maka kita melihat kenyataan yang tidak terlihat.
  15. Macario digrit : seorang murid harus mengingat akan Allah di dalam dirinya sebab ada tertulis engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan sepenuh hati Ul
  16. Jadi letakkan Tuhan di hatimu supaya kamu selalu rindu kepada Tuhan dan melakukan apa yang Dia mau.
  17.  Marc deaketik : jika nous anda dapat berdoa tanpa gangguan maka hati anda akan cepat melembut dalam kerendahan hati.

Aplikasi

Keheningan dan doa adalah senjata terbesar dari kebajikan sebab doa dalam keheningan inilah yang memurnikan intelek kita dan memberikan kita pengetahuan spiritual. Dengan berdoa kita akan mengalami ketenangan batin dan hidup kita mengalami kedamaian. Bapa-bapa gereja mengajarkan banyak hal cara-cara berdoa yang benar dan sikap hati yang berkenan. Ketika saya sudah memperlajari cara-cara keheningan yang benar, ini adalah saat-saat dimana saya harus banyak mengambil waktu keheningan bersama Tuhan. Terlebih-lebih dalam tempat pelayanan saat ini tanpa pertolongan Tuhan sungguh saya tidak mampu menjalaninya. Tetapi saya sangat bersyukur oleh pengajaran dari bapa-bapa gereja saya banyak menemukan cara-cara yang benar dan tepat untuk dipraktekan dalam hidup saya.

Bertekun Dalam Pengharapan

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita,

sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.”

Ibrani 10:23

Seseorang yang pernah tergabung dalam tim SAR (sarana nasional pencarian) Indonesia yaitu sebuah kelompok yang bertugas menyelamatkan orang lain dari musibah dan bencana pernah berkata: “Jika kita tersesat dalam perjalanan mendaki gunung, maka yang harus dilakukan adalah jangan pernah berhenti berjalan selelah apapun, sampai kita menemukan rumah penduduk dan mendapatkan pertolongan.” Artinya seseorang yang tersesat tidak boleh berhenti berjalan dengan alasan apapun sampai mendapatkan pertolongan. Jika berhenti karena lelah, biasanya akan tergoda untuk duduk di tanah bahkan berbaring. Dan jika hal itu terjadi maka tanah akan menyerap panas tubuh dan hal itu bisa menyebabkan kematian. Cukup sering ditemukan para pendaki gunung yang meninggal dalam keadaan duduk padahal hanya beberapa ratus meter ke depan ada perkampungan penduduk yang bisa memberikan pertolongan.

Perjalanan kehidupan seorang percaya akan menghadapi masa-masa yang sukar seperti yang tertulis dalam 2 Timotius 3:1“Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.” Situasi dan kondisi di dunia ini akan semakin memburuk di hari-hari terakhir ini, seperti meningkatnya kejahatan, standar moral yang semakin turun, kehidupan yang sulit dalam hal finansial, tingkat kesehatan dan kesejahteraan yang semakin menurun, dan juga penyesatan yang terjadi semakin banyak.

Kondisi yang semakin sulit ini menyebabkan banyak orang kehilangan imannya kepada Tuhan dan mengalami goncangan dalam hati dan pikirannya. Pada saat seperti itu, apakah yang harus dilakukan? Sama seperti kisah di atas, seorang pendaki gunung yang sedang dalam kesulitan harus terus berjalan sampai menemukan pertolongan.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa pencuri datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Tetapi Tuhan Yesus datang untuk memberikan hidup dan hidup yang berkelimpahan. (Yohanes 10:10)

Hanya oleh karena Kristus, kita memiliki pengharapan baru yang memberikan kekuatan untuk terus berjalan dalam iman sampai memperoleh kegenapan janji yang sempurna dalam kekekalan. Dalam Tuhan Yesus ada pengharapan dan pengharapan itu tidak mengecewakan dan Tuhan Yesus adalah Allah yang setia, Dia sanggup dan selalu menepati janji yang diberikan-Nya kepada kita. Inilah pengharapan yang kuat bagi jiwa kita. (Roma 5:5 ; Ibrani 6:19)

Yang harus kita lakukan adalah kita harus bertekun dalam pengharapan yang telah dijanjikan-Nya itu. Bertekun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah berkeras hati dan sungguh-sungguh serta tetap berpegang teguh. Artinya tidak tergoyahkan, terus berpegang kepada pengharapan dalam Kristus dan sungguh-sungguh hidup dalam pengharapan tersebut.

Bagaimana kita bisa bertekun dalam pengharapan?

Firman Tuhan dalam Roma 12:12berkata: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

1. Bersukacita Dalam Pengharapan

Kita bisa bersukacita karena dalam setiap masalah dan tantangan selalu ada pengharapan. Pengharapanlah yang memberikan kekuatan untuk terus berjalan dalam iman dan ketaatan kepada Firman-Nya.

Jemaat Makedonia adalah contoh jemaat yang bersukacita dalam pengharapan sekalipun di tengah kondisi yang tidak baik.

2 Korintus 8:1-2, “Saudara-saudara, kami hendak memberitahukan kepada kamu tentang kasih karunia yang dianugerahkan kepada jemaat-jemaat di Makedonia. Selagi dicobai dengan berat dalam berbagai penderitaan, sukacita mereka meluap dan meskipun mereka sangat miskin, namun mereka kaya dalam kemurahan.”

Bersukacitalah dalam segala keadaan karena Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya yang berharap kepada-Nya. Bahkan dalam masa-masa yang sulit, Dia ingin memperkenalkan diri-Nya sebagai Allah yang berkuasa dan sanggup menolong. Pengenalan yang semakin dalam tentang Allah menghasilkan iman yang semakin kuat dan kita akan menjadi umat-Nya yang bertindak;“Tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.” (Daniel 11:32)

2. Sabar Dalam Kesesakan
Seorang perempuan yang sakit pendarahan selama 12 tahun. Dia mendengar tentang segala pekerjaan dan mujizat yang dilakukan Yesus, iman dan pengharapan akan kesembuhan muncul dalam dirinya. Dia mendengar bahwa Yesus akan melewati daerah tempat tinggalnya. Iman dan pengharapan itu menjadi nyata ketika dia menyentuh jubah Yesus.
Kesabaran wanita ini selama 12 tahun adalah teladan bagi kita untuk tetap sabar dalam masa-masa kesesakan. Memang tidak mudah menjalani masa-masa yang sukar, tetapi pengharapan dalam Kristus memberikan kekuatan bagi kita untuk menanggungnya.

“Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.” (Ibrani 12:2). Tujukan mata kita kepada Yesus yang memampukan kita untuk sabar dalam masa sulit.
Aplikasinya : orang yang memiliki iman tidak akan mudah putus asa dalam kesesakan malahan semakin banyak masalah yang ia hadapi maka ia akan semakin mencari Tuhan.

3. Bertekun Dalam Doa

Matius 7:7, “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Kata ‘minta’, ‘cari’ dan ‘ketok’ adalah kata kerja dilakukan secara terus menerus sampai menghasilkan sesuatu. Karena itu berdoalah dengan tekun sampai Tuhan menjawab doa kita.

Seorang janda dalam perumpamaan Tuhan Yesus, yang terus menerus minta pembelaan dari seorang hakim pada akhirnya Sang Hakim bersedia membela perkaranya. Sekalipun hakim itu tidak takut terhadap siapapun tetapi karena ketekunan janda ini akhirnya memutuskan untuk membelanya. Tuhan akan membenarkan orang pilihan-Nya yang terus berdoa dalam ketekunan.

Kekuatan doa tidak hanya untuk menghasilkan jawaban doa, tetapi juga membentuk orang yang berdoa memiliki karakter Kristus dalam dirinya. Semakin banyak berdoa, maka semakin intim hubungan kita dengan Tuhan dan keintiman itu akan mengubah diri kita menjadi semakin serupa dengan Kristus.

Rasul Paulus menulis dalam Roma 5:3-4, “Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Di tengah-tengah kesengsaraan dan ketika kita terus bertekun, Tuhan akan memberikan pengharapan yang memberikan kekuatan bagi kita. (BM)

Quotations:

“Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita,

sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.”

Ibrani 10:23

Renungan

Pengurapan adalah pembasuhan dari dosa.

Matius 3:11
Bicara dengan roh Kudus adalah berbicara tentang kesucian. Api berbicara tentang Allah sendiri ulangan 2:24, Ibrani 12:29 kita perlu api Tuhan when need the fire api itu telah menjadi besar. Mengapa kita perlu api?
Allah.

1. Memberi kehidupan
Kehadiran Allah didalam tiang api Allah memberi kehidupan. Orang Israel pada saat itu percaya kepada Tuhan karena mereka sudah diselamatkan. Keselamatan tidak bisa digantikan oleh apapun.

2. Memurnikan jiwa Maleakhi 3:2-1
Kita diproses untuk menjadi lebih indah Tuhan tidak ingin melihat hati yang menyerah, dalam pelayanan kita semakin benar untuk dapat dimurnikan Allah. Kita sangat perlu dimurnikan oleh Tuhan. Dalam pelayanan berbagai proses yang akan kita alami untuk terus menguatkan kepercayaan kita kepada Tuhan. Urapan itu turun dari atas. Ketika kita sudah diurapi Tuhan makan dimanapun kita berada maka Tuhan membela kita. Jangan menolak apa yang sudah Tuhan perintahkan namun berusaha semampumu untuk mengerjakannya
Jangan takun untuk melayani sepenuh hati dengan Tuhan.

3. Memberikan kegairahan dan kuasa kisah para rasul 1:8
Apa yang menyebabkan api padam?
A. Orang itu nyaman dalam dosa
Kalau ikan habitatnya adalah air maka ia akan tenang senang disitu. Kita tidak boleh nyaman dengan dosa
B. Ditarik oleh dunia (keduniawian pergaulan dunia)
C. Kristen yang pasif (tidak bersaksi, tidak menginjili dan pelayanan)
Mengapa tidak ada gairah untuk bersaksi. Ketika ada penerimaan maka ia akan siap. Untuk berubah harus berakar dalam Yesus

Nepsis (berjaga-jaga)

  1. Kata Pengantar

Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa oleh karena kemurahan dan penyertaannya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ini dengan baik. Penulis juga berterimakasih kepada Bapak Hendi Wijaya S.s yang telah mengajari dan membina saya dengan baik sehingga banyak hal yang bisa dapat pelajari untuk saya jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Makalah ini berisi tentang nepsis (berjaga-jaga) supaya iblis tidak menguasai dan pikiran kita sehingga perbuatan kita sehari-hari dapat mencerminkan Kristus.

  • Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulis adalah supaya pembaca dapat lebih mengerti untuk apa berjaga-jaga dan dan apa saja yang perlu dijaga supaya iblis tidak menguasai pikiran kita. Bejaga-jaga sangat perlu untuk diterapkan dalam kehidupan kita karena tanpa berjaga-jaga maka akan dengan mudah kita melakukan perbuatan-perbuatan gelap yang tidak mencerminkan Kristus. jadi melalui tulisan ini akan sangat membantuh pembaca mengerti dan memahami apa yang harus dilakukan untuk tetap berjaga-jaga

  1. Pengertian Nepsis

Berjaga-jaga adalah salah satu cara untuk menghidari pemikiran-pemikiran jahat atau logismoi. Dengan berjaga-jaga maka pemikiran yang jahat tidak mudah menyerang kita. Nepsis atau berjaga-jaga, kesadar-siagaan, keterpusatan perhatian batin Js. Ishak telah mencatat, si musuh sedang berdiri dan sedang memperhatikan siang dan malam langsung menatap pada mata kita untuk mendeteksi jalan masuk yang mana dari indra kita yang akan terbuka baginya untuk masuk. Sekali dia telah masuk melalui salah satu daripada indra kita karena kurangnya kesiap-waspadaan kita, maka anjing jahat yang tak tahu malu ini akan menyerang kita lebih jauh dengan anak-anak panahnya. Kita juga harus berjuang untuk melindungi indra-indra kita karena melalui mata yang selalu ingin tahu saja yang membuat kita jatuh kedalam dosa keinginan dan melakukan percabulan dan perzinaan di dalam hati, sebagaimana yang dikatakan oleh Junjungan Agung kita (Matius 5:28).

Ada juga percabulan dan perzinaan dari indra pendengaran, indra penciuman, indra pencecapan, indra sentuhan, dan semua indra secara bersama-sama. Kita tidak bisa melihat dengan mata fisik kita, tetapi kita dapat melihat dengan mata rohani kita. Sinergy ada dua yaitu ada bagian manusia dan ada bagian Allah, bagian manusia, nepsis, control dan bagian Allah yaitu ia memulihkan. Hanya Allah yang bisa memulihkan kita dari demikian dengan cara kita perlu berjaga-jaga sampai kuasa itu tidak lagi memikat kita. Pintu ditutup itu hari penghakiman bagi manusia. Barjaga-jaga dalam konteks penghakiman Tuhan yang kita tidak tahu kapan waktunya. Penyebab mereka tidak bisa masuk adalah karena mereka tidak berjaga-jaga. Mengapa kita harus berjaga-jaga Karena akan ada hari penghakiman, ada dua hal yaitu ada kelompok orang yang bisa masuk dan ada juga yang tidak masuk. yang bisa masuk itu adalah kelompok orang yang berjaga-jaga dan yang tidak bisa masuk adalah orang yang tidak berjaga-jaga. Bejaga-jaga disini adalah menjaga lampu atau pelita itu tetap menyala sampai mempelai datang.

Oleh karena itu Js. Gregorius Sang Theologiawan (Js. Gregorius dari Nazianzus) telah menulis nasihat yang penuh kepahlawanan kepada seorang anak dara:’Wahai perawan, jadilah sungguh-sungguh perawan dalam telinga, dalam mata dan dalam lidah! Setiap panca indra yang liar kesana kemari, itu berbuat dosa! Js Gregorius dari Nyssa juga mengatakan: Tuhan telah mengatakan, aku percaya, mengenai semua indra, sehingga dengan mengikuti sabda-sabda-Nya kita dapat menyimpulkan, orang yang mendengar secara bernafsu, orang yang menyentuh dan orang yang menggunakan setiap daya batin yang ada dalam kita secara bernafsu untuk melayani kenikmatan tubuh sesungguhnya telah melakukan nafsu-nafsu tadi dalam hatinya.[1]“Js Syngletiki yang bijaksana menasihati: “Meskipun kalau kita tidak mengingininya, pencuri-pencuri itu akan masuk melalui indra-indra kita. Karena bagaimana mungkin suatu rumah tidak digelapkan oleh asap, yang masuk dari luar, melalui jendela-jendela dan pintu-pintu yang telah ditinggalkan terbuka?

“Evagrius dari Pontus mengingatkan: “Jadilah penjaga pintu bagi hatimu dan jangan biarkan pemikiran apapun masuk tanpa mempertanyakannya. Tanyailah masing-masing pemikiran masing-masing satu per satu: Apakah engkau dipihak kami atau dipihak musuh-musuh kami?” Dan jika itu adalah yang dipihak kita, maka itu akan memenuhimu dengan keteduhan” Penjaga yang selalu siap siaga yang ditempatkan di pintu gerbang harus selalu membuang keluar apa yang dilemparkan masuk oleh Iblis, sebagaimana kisah berikut dari para Bapa Gereja mula-mula ini mengilustrasikan: “Seorang tertua berkata kepada seorang (rahib/biarawan): Iblis itu adalah musuhnya, dan engkau sendiri adalah rumahnya. Musuh tak akan pernah berhenti melemparkan semua yang duremukannya ke dalan rumahmu, mencurahkan segala macam kenajisan atasnya dan memperlihatkan segala kejayaan yang tidak ada bandingannya sehingga orang banyak tertipu dan mengikuti jalannya. Adalah tugasmu untuk tidak lalai untuk melemparkannya keluar lagi. Kalau engkau tidak melakukannya rumah itu akan dipenuhi dengan segala macam kenajisan dan engkau tak dapat lagi masuk kedalamnya. Tetapi semua yang pihak lain mulai melemparkannya masuk, engkau harus melemparkannya lagi keluar sedikit demi sedikit, dan oleh kasih-karunia Kristus rumahmu akan tetap tinggal murni” Js Kasiani menerangkan mengapa menempatkan suatu penjaga di pintu gerbang dari pikiran itu sangat hakiki. Dia menulis: “Sementara anak-anak Babilonia – dengan istilah ini yang kumaksudkan adalah pikiran-pikiran jahat yang masih muda – kita harus menghempaskan mereka ke tanah dan meremukkannya pada batu karang, yang adalah Kristus (Mazmur 137:9, I Kor 10:4). Jika pemikiran-pemikiran ini tumbuh makin kuat karena kita memberikan persetujuan atasnya, kita tidak akan dapat menguasainya tanpa banyak kesulitan dan kerja keras.

Perumpamaan lima gadis bijaksana dan lima gadis bodoh mengajarkan kepada kita untuk berjaga-jaga senantiasa menyambut kedatangan Sang Mempelai Laki-laki yaitu Yesus Kristus (baca juga Mat 9:15; Wah 19:6-10). Kedatangan Dia adalah hari Penghakiman yang kita tidak tahu hari dan waktunya (Mat 24:42; Mar 13:35; Luk 12:40). Lima gadis bodoh akhirnya tidak dapat masuk ke ruang perjamuan kawin bersama mempelai laki-laki sebab pintu sudah ditutup (ayat 10). Dan ayat 11, Matius menuliskan penyebab mereka tidak dapat masuk yaitu mereka tidak berjaga-jaga sehingga mereka tidak dikenal oleh sang mempelai.

Apa artinya berjaga-jaga? Lima gadis bodoh sama seperti lima gadis bijaksana yaitu diberi tugas yang sama menyambut kedatangan sang mempelai laki-laki. Mereka membawa pelita masing-masing namun lima gadis bodoh itu tidak membawa persediaan minyak sehingga pada akhirnya pelita mereka akan padam sebelum kedatangan sang mempelai. Mereka tidak berjaga-jaga dan ini membuat mereka ditolak masuk. Berjaga-jaga artinya menjaga pelita tetap menyala sampai kedatangan sang mempelai. Bagaimana berjaga-jaga atau menjaga pelita itu tetap menyala? Kuncinya adalah menyediakan persediaan minyak yang cukup. Tanpa minyak maka pelita pasti akan padam. Sangat perlu untuk tetap berjaga-jaga dan tetap mengandalkan Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Perumpamaan di atas mengajarkan untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga maka pelita kita harus menyala tidak boleh padam (lihat Lukas 12:35). Di sinilah dibutuhkan keberjagaan yaitu harus menyediakan atau membawa minyak supaya pelita tetap menyala sampai Kerajaan Surga itu datang yaitu Sang Mempelai Laki-laki itu datang. Minyak adalah energi bagi pelita tetap menyala. Minyak itu adalah anugerah atau kasih karunia Allah sebagai energi ilahi bagi pelita kita. Pelita itu adalah terang yang berasal dari anugerah yang menerangi hati dan mata hati kita (2 Korintus 4:6; Efesus 1:18). Dan hati atau mata hati yang terang akan menerangi atau menjadi pelita bagi tubuh kita sendiri (Lukas 11:34). Sehingga yang menjadi pelita itu adalah hati atau batin dan tubuh manusia. Hati dan tubuh manusia harus menjadi pelita atau terang. Sebab itu, hati kita harus dialiri oleh anugerah atau energi ilahi setiap hari supaya pelita hati kita tetap menyala. Hati dan tubuh harus tetap dijaga dari kenajisan supaya tetap menyala dan tidak pernah padam artinya tetap menjadi berkat bagi orang lain.

Pelita hati ini adalah api batin (inner flame) yang menjadi tungku bagi kehidupan spiritual kita. Tungku api ini tidak boleh padam sehingga kita harus terus menjaganya senantiasa. Bagaimana caranya? Nepsis atau keberjagaan batin dengan doa batin seperti yang diajarkan Tuhan Yesus, “Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia” (Luk 21:36 TB).

John Chrysostom menuliskan, “In anyone pours out water or dirt upon the light of a lamp, it goes out, and this also happens if they simply pour all of the oil out of it … in the same manner the gift of grace is extinguished. If you have filled your mind with earthly things, if you have given yourself up to the cares of daily business, you have already quenched the Spirit. The flame goes out when there is not enough oil, that is, when we do not show charity. The Spirit came to you by God’s mercy; and so if it does not find corresponding fruits of mercy in you, it will flee away from you. For the Spirit does not make its indwelling in the unmerciful soul.”

St. Theophan menuliskan, “Learn to perform everything you do in such a way that it warms the heart instead of cooling it. Whether reading or praying, working or talking with others, you should hold fast to this one aim—not to let your heart grow cool. Keep your inner stove always hot by reciting a short prayer, and watch over your feelings in case they dissipate this warmth.” Lebih lanjut lagi dia menuliskan, “Cast aside everything that might extinguish this small flame which is beginning to burn within you, and surround yourself with that which can feed and fan it into a strong fire. Isolate yourself, pray… Your solitude must become more collected, your prayer deeper, and your meditation more forceful.” [2]

John Chrysostom menerjemahkan, “Dalam setiap orang mencurahkan air atau kotoran ke atas cahaya lampu, itu padam, dan ini juga terjadi jika mereka hanya menuangkan semua minyak keluar dari itu … dengan cara yang sama karunia rahmat adalah padam. Jika Anda telah memenuhi pikiran Anda dengan hal-hal duniawi, jika Anda telah menyerahkan diri Anda pada urusan bisnis sehari-hari, Anda telah memadamkan Roh. Nyala api padam ketika tidak ada cukup minyak, yaitu, ketika kita tidak perlihatkan kasih amal. Roh datang kepadamu oleh belas kasihan Allah; dan jika itu tidak menemukan buah-buah belas kasihan yang sesuai di dalam dirimu, itu akan lari darimu. Karena Roh tidak berdiam di dalam jiwa yang tidak berbelas kasihan. “

Theophan menerjemahkan, “Belajarlah untuk melakukan semua yang Anda lakukan sedemikian rupa sehingga menghangatkan hati alih-alih mendinginkannya. Baik membaca atau berdoa, bekerja atau berbicara dengan orang lain, Anda harus berpegang teguh pada tujuan yang satu ini jangan biarkan hati Anda menjadi dingin. Pertahankan kompor batin Anda selalu panas dengan melafalkan doa singkat, dan awasi perasaan Anda jika mereka menghilangkan kehangatan ini. ” Lebih lanjut lagi dia mulai, “Singkirkan segala sesuatu yang mungkin memadamkan nyala api kecil ini yang mulai membakar dalam diri Anda, dan mengelilingi diri Anda dengan apa yang dapat memberi makan dan mengipaskannya ke dalam api yang kuat. Isolasi diri Anda, berdoa … Kesendirian Anda harus menjadi lebih terkumpul, doa Anda lebih dalam, dan meditasi Anda lebih kuat. ” Ketika tidak pelita mati maka akan menjadi gelap gulita sehingga tidak ada terang

Dimitri dari Rostov juga menerjemahkan, “Untuk menyalakan dalam hatinya cinta yang begitu ilahi, untuk bersatu dengan Tuhan dalam persatuan cinta yang tak terpisahkan, perlu bagi seorang pria untuk sering berdoa, membangkitkan pikiran kepada-Nya. Untuk sebagai nyala api meningkat ketika terus-menerus diberi makan, sehingga doa, sering dilakukan, dengan pikiran yang semakin mendalam di dalam Tuhan, membangkitkan cinta ilahi di dalam hati. Dan hati, yang dibakar, akan menghangatkan semua manusia batin, akan mencerahkan dan mengajarnya , mengungkapkan kepadanya semua kebijaksanaannya yang tidak diketahui dan tersembunyi, dan menjadikannya seperti seraph yang menyala-nyala, selalu berdiri di hadapan Allah di dalam rohnya, selalu memandang Dia di dalam benaknya, dan menggambar dari visi ini manisnya sukacita rohani. “

St. Dimitri dari Rostov juga menuliskan, “To kindle in his heart such a divine love, to unite with God in an inseparable union of love, it is necessary for a man to pray often, raising the mind to Him. For as a flame increases when it is constantly fed, so prayer, made often, with the mind dwelling ever more deeply in God, arouses divine love in the heart. And the heart, set on fire, will warm all the inner man, will enlighten and teach him, revealing to him all its unknown and hidden wisdom, and making him like a flaming seraph, always standing before God within his spirit, always looking at Him within his mind, and drawing from this vision the sweetness of spiritual joy.”

Doa keheningan adalah doa yang Kristus sentris, berpusat pada Kristus sehingga Roh Kudus berkarya mencurahkan anugerah itu ke dalam hati kita. Doa pada pagi hari pada jam pertama (pukul 5 atau 6 pagi) tentang Kristus yang adalah terang dunia begitu juga hidup kita adalah terang; doa pada jam ketiga (pukul 9 pagi) tentang Roh Kudus yang turun untuk melahirkan baru kita sehingga kita adalah manusia baru di dalam Kristus; doa pada jam keenam (pukul 12 siang) tentang penyaliban Yesus yang mengajarkan kita juga ikut menyalibkan keinginan daging kita; doa pada jam kesembilan (pukul 3 sore) tentang kematian Yesus menebus dosa kita yang mengajarkan betapa besar kasih Kristus untuk kita yang mengorbankan nyawa-Nya; doa pada petang hari pukul 6 tentang Yesus turun ke dalam kubur dan akan bangkit pada besok harinya mengajarkan kita untuk bangkit melawan dosa-dosa kita; doa pada malam hari sebelum tidur tentang Yesus yang tergeletak di dalam kubur mengingatkan kita akan kematian; dan doa tengah malam mengajarkan kita untuk berjaga-jaga seperti Kristus yang datang seperti pencuri di tengah malam.

Keberjagaan hati atau mata hati dengan nepsis dan doa membuat inner flame atau api batin tetap menyala sehingga api batin ini akan memancar dari dalam ke luar dari tubuh kita. Artinya dengan mata hati atau hati yang terang akan menghasilkan perbuatan yang terang. Mata hati atau mata batin inilah Nous atau inti terdalam dari batin kita yang harus terus menyala oleh anugerah Allah. Sebab itu Lukas menuliskan bahwa pelita tubuh kita adalah mata batin itu (Luk 11:34). Mata kita adalah pelita bagi tubuh. Jika mata kita jahat artinya pelita hati itu padam maka tubuh menjadi gelap. Dan jika mata kita baik artinya pelita hati itu menyala maka tubuh menjadi terang. Pelita hati berbicara tentang baik dan jahat. Hati yang baik adalah hati yang menyala sehingga menjadi pelita hati yang menyinari tubuh. Hati yang baik adalah hati yang berjaga-jaga supaya tetap menyala. Hati yang baik adalah hati yang terus berdoa dan melawan hal-hal yang jahat yang bisa timbul di dalam hati seperti dosa yang dilakukan oleh batin seperti pikiran-pikiran jahat (logismoi). Logismoi ini harus dimatikan dengan nepsis dan doa di dalam hati supaya tidak berubah menjadi nafsu daging yang jika dibuahi oleh tubuh/perbuatan maka menjadi dosa perbuatan yang membuat tubuh menjadi gelap. Sebab itu dengan pelita hati maka logismoi ini dimatikan sehingga tubuh menjadi terang. Hanya mata yang baik yaitu hati yang menyala atau mata hati yang terang maka tubuh akan menjadi terang. Jika mata tidak baik maka hati ini penuh dengan logismoi dan akibatnya tubuh dapat menjadi gelap jika logismoi ini dibuahi menjadi dosa.

Berjaga-jaga berarti menjaga pelita hati dan tubuh tetap menyala sampai kedatangan Sang Mempelai Laki-laki. Menjaga pelita tetap menyala pada akhirnya harus mendatangkan perbuatan-perbuatan baik atau good works. Semua itu berasal dari anugerah Allah yang bekerja dari dalam sebagai minyak bagi pelita kita. Perbuatan-perbuatan baik itulah terang yang terpancar keluar dari pelita itu. Jika pelita itu adalah iman maka minyak itu adalah perbuatan-perbuatan baik yang membuat iman itu jadi hidup atau menyala. Tanpa buah perbuatan baik maka pelita kita sedang padam. Tubuh yang terang adalah perbuatan baik dan tubuh yang terang berasal dari hati yang terang. Hati yang terang itu karena ada anugerah yang bekerja di dalamnya.

Tafsiran Bapa Gereja Jerome dengan tepat menuliskan,

“This parable of the ten foolish and the ten wise virgins, some interpret literally of virgins, of whom there are according to the Apostle some who are virgins both in body and in thought, others who have preserved indeed their bodies virgin, but have not the other deeds of virgins, or have only been preserved by the guardianship of parents, but have wedded in their hearts. But from what has gone before, I think the meaning to be different, and that the parable has reference not to virgins only, but to the whole human race.
For there are five senses which hasten towards heavenly things, and seek after things above. Of sight, hearing, and touch, it is specially said, “That which we have heard, which we have seen with our eyes, and our hands have handled.” There are also other five senses which gape after earthly husks.
The virgins that have oil are they who, besides their faith, have the ornament of good works – they that have not oil, are they that seem to confess with like faith, but neglect the works of virtue.
Or, “They slumbered,” i.e. they were dead. And then follows, “And slept, “because they were to be afterwards wakened. “While the bridegroom tarried, “hews that no little time intervened between the Lord’s first and second coming.
The Jews have a tradition that Christ will come at midnight, in like manner asin that visitation of Egypt, when the Paschal feast is celebrated, and the destroyer comes, and the Lord passes over our dwellings, and the door posts of each man’s countenance are hallowed by the blood of the Lamb.
Suddenly thus, as on a stormy night, and when all think themselves secure, at the hour when sleep is the deepest, the coming of Christ shall be proclaimed bythe shout of Angels, and the trumpets of the Powers that go before Him. This is meant when it says, “Lo, the bridegroom cometh, go ye out to meet him.”
Or, These virgins who complain that their lamps are gone out, show that they are partially alight, yet have they not an unfailing light, nor enduring works. Whoso then has a virgin soul, and is a lover of chastity, ought not to rest content with such virtues as quickly fade, and are withered away when the heat comes upon them, but should follow after perfect virtues, that he may have an enduring light. And this oil is sold, and at a high cost, nor is it to be got without much toil; so that we understand it not of alms only, but of all virtues and counsels of the teachers. After the day of judgment, there is no more opportunity for good works, or for righteousness, and therefore it follows, “And the door was shut.”
Their worthy confession calling Him, “Lord, Lord,” is a mark of faith. But what avails it to confess with the mouth Him whom you deny with your works?.
For “the Lord knoweth them that are his,” and he that knoweth not shall not be known, and though they be virgins in purity of body, or in confession of the true faith, yet forasmuch as they have no oil, they are unknown by the bridegroom. When He adds, “Watch therefore, because ye know not the day nor the hour,” He means that all that has been said points to this, namely, that seeing we know not the day of judgment, we should be careful in providing the light of good works.” [3]

“Perumpamaan tentang sepuluh gadis yang bodoh dan sepuluh gadis yang bijaksana, beberapa menafsirkan secara harfiah tentang gadis-gadis, di antaranya ada menurut Rasul beberapa orang yang masih perawan baik dalam tubuh dan dalam pikiran, yang lain yang benar-benar memelihara tubuh mereka perawan, tetapi belum Perbuatan-perbuatan perawan yang lain, atau hanya dilestarikan oleh perwalian orang tua, tetapi telah melekat dalam hati mereka. Tetapi dari apa yang telah terjadi sebelumnya, saya pikir maknanya berbeda, dan perumpamaan itu merujuk bukan kepada perawan saja, tetapi untuk seluruh umat manusia.

Karena ada lima indera yang mempercepat hal-hal surgawi, dan mencari hal-hal di atas. Dari penglihatan, pendengaran, dan sentuhan, secara khusus dikatakan, “Apa yang telah kita dengar, yang telah kita lihat dengan mata kita, dan tangan kita telah menanganinya.” Ada juga lima indera lain yang melongo setelah sekam bumi. Gadis-gadis yang memiliki minyak adalah mereka yang, di samping iman mereka, memiliki ornamen dari perbuatan baik – mereka yang tidak memiliki minyak, apakah mereka yang tampaknya mengaku dengan iman yang sama, tetapi mengabaikan pekerjaan kebajikan. Atau, “Mereka tertidur,” yaitu mereka mati. Dan kemudian mengikuti, “Dan tidur,” karena mereka kemudian dibangunkan. “Sementara mempelai laki-laki duduk,” menceritakan bahwa tidak sedikit waktu campur tangan antara kedatangan Tuhan yang pertama dan yang kedua. Orang-orang Yahudi memiliki tradisi bahwa Kristus akan datang pada tengah malam, dengan cara yang sama seperti dalam kunjungan ke Mesir, ketika pesta Paskah dirayakan, dan perusak datang, dan Tuhan melewati tempat tinggal kita, dan tiang pintu dari wajah masing-masing orang adalah dikuduskan oleh darah Anak Domba.

Tiba-tiba demikian, seperti pada malam badai, dan ketika semua berpikir diri mereka aman, pada jam ketika tidur adalah yang paling dalam, kedatangan Kristus akan diproklamasikan oleh teriakan Malaikat, dan sangkakala Kekuasaan yang berjalan di hadapan-Nya. Ini dimaksudkan ketika dikatakan, “Sesungguhnya, mempelai laki-laki datang, pergilah kamu untuk menemuinya.” Atau, Gadis-gadis ini yang mengeluh bahwa pelitanya padam, menunjukkan bahwa mereka sebagian menyala, namun mereka tidak memiliki cahaya yang tak putus-putusnya, atau karya yang abadi. Siapa yang kemudian memiliki jiwa perawan, dan merupakan pencinta kesucian, tidak boleh beristirahat dengan kebajikan seperti cepat memudar, dan layu ketika panas datang pada mereka, tetapi harus mengikuti setelah kebajikan sempurna, bahwa ia mungkin memiliki abadi cahaya. Dan minyak ini dijual, dan dengan biaya tinggi, juga tidak didapat tanpa banyak kerja keras; sehingga kita memahaminya bukan hanya dari sedekah, tetapi dari semua kebajikan dan nasihat para guru.

Setelah hari penghakiman, tidak ada lagi kesempatan untuk melakukan pekerjaan baik, atau untuk kebenaran, dan oleh karena itu, “Dan pintunya ditutup.” Untuk menjadi terang maka tidak boleh gelap namun harus tetap menyala sampai Dia datang. Tubuh dan jiwa itu harus menjadi terang, untuk mencapai semuanya itu maka sangat perlu berjaga-jaga. Bagaiman supaya pelita menyala maka perlu menyediakan minyak, minyak disini apa? Energy bagi jiwa tetap menyala. Roh kudus yang mencurahkan energy itu. Minyak itu adalah kasih karunia yang menerangi jiwa kita 2 Korintus 4:6 Allah itu punya energy dan terangnya Allah. Tuhan memancarkan energynya didalam hati kita supaya kita memperoleh energy itu. Sehingga dari cahaya itu kita bisa melihat Kristus dari kemuliaan Allah itu, memang Allah tidak bisa dilihat tetapi energynya kita bisa melihat dan merasakannya. Artinya kita tidak bisa melihat Allah tetapi kita dapat melihat Kristus yang telah berinkarnasi menjadi manusia. Anugerah itu adalah cahaya Kristus. Efesus 1:18 Menjadi seperti Kristus maka menjadi makhluk yang mulia, dari mata hati yang terang maka akan memancar keluar ke tubuh Lukas 11:34, tubuh harus terang. Roh Kudus akan dekat kepada kita melalui belas kasihan Allah. Belas kasihan Allah yang dapat membebaskan kita dari kuasa gelap kerena ia adlaah terang diluar belas kasihan Allah maka kita tidak bisa melawannya. Seperti yang dikatakan oleh palamas bahwa Yang terus mengingatkan kita adalah hati nurani yang ditaruh dalam hati setiap manusia sehingga ketika kita diserang logismoi kita bisa merasakannya sehingga untuk tidak dapat di serang oleh logismoi maka sangat perlu berjaga-jaga (Matius 5:8) [4]

Makin berdoa maka makin ada perubahan, bukan semakin jauh dari Kristus. Iman itu ibarat pelitanya dan yang membuat pelita itu menjadi menyala adalah perbuatan-perbuatan. Iman dalam perbuatan itu mati sama dengan pelita tanpa minyak maka akan mati Js. Ishak terdengar mencatat “untuk bisa memilih hukum Allah maka hati perlu terang. JIka hatimu merasakan membenci dosa sebenarnya hatimu sudah mengalami dosa, terus berjuang didalammu dan bahwa dia terus ada disana. Katakanlah kepada Dia dengan tangisan air mata, karena tanpa pertolonganmu aku tidak bisa selamat. Yang perlu dijaga adalah Soul dan Nous kita. Ketik jiwa masih dalam tubuh maka jangan biarkan, namun tetap dijaga. The serx body harus dijaga oleh jiwa. Jika Nous kita selalu berdoa (dalam hati) maka ia akan mengirim bantuannya. jika itu dilakukan maka Allah akan melepaskan kita dari pikiran yang jahat. Berjaga-jaga adalah memurikan hati Matius 3:8 kita berjumpa dengan Allah bukan secara fisik tetapi didalam hati. Oleh karena itu kita harus menyucikan diri kita supaya kita dapat melihat Allah, mengapa harus suci karena Allah adalah suci maka kita harus suci barulah kita dapat melihat Allah.

4 kebajikann utama

  • Berani jujur kepada hawa nafsu
  • Harus bisa menahan diri
  • Berjaga-jaga itu adalah keheningan hati
  • Menjaga Nous itu bebas dari si jahat, jika tidak berjaga-jaga maka kita sama dengan orang yang jahat.

Hati kita benar-benar fokus kepada Allah. Berjaga-jaga itu tidak boleh terputus hanya terfokus kepada Kristus tidak terputus hubungan dengan Kristus. Dari keberjagaan kita menunjukkan bahwa hanya Yesus yang dapat menolong kita, tanpa Kristus maka kita tidak bisa menjalani hidup dengan baik juga melawan musuh tidak bisa. Berdoa sangat penting untuk meminta belas kasihan Allah karena tanpa Dia maka kita tidak mampu dan sanggup untuk melawannya. Nous dan Heart harus menyatu mengerti apa yang diucapkan tetapi apa yang diucapkan dan didoakan harus menjadi terang bagi Nous dan juga untuk hati. Kristus punya kuasa untuk membebaskan kita dari dosa karena ia memiliki energy. Pengakuan layak mereka memanggil Dia, “Tuhan, Tuhan,” adalah tanda iman. Tetapi apa gunanya mengakuinya dengan mulut, namun Dia yang kamu tolak dengan perbuatanmu ?. Karena “Tuhan mengenal mereka yang adalah miliknya,” dan dia yang tahu tidak akan dikenal, dan meskipun mereka perawan dalam kemurnian tubuh, atau dalam pengakuan iman yang benar, namun karena mereka tidak memiliki minyak, mereka tidak dikenal oleh mempelai laki-laki. Ketika Dia menambahkan, “Karena itu berjaga-jagalah, karena kamu tidak tahu hari maupun waktunya,” Dia berarti bahwa semua yang telah dikatakan menunjukkan hal ini, yaitu, bahwa melihat kita tidak tahu hari penghakiman, kita harus berhati-hati dalam menyediakan cahaya perbuatan baik. “

Angan-angan/Khayalan-khayalan dan Alur-alur Pemikiran. Para Bapa Philokalia menekankan pentingnya. “Nepsis” – keberjaga-jagaan batin, kesiap-waspadaan –
karena mereka percaya bahwa musuh utama dari jiwa/roh adalah suatu pemikiran tertentu yang
mereka sebut sebagai”LOGISMOI” dari akar kata “LOGISMOS” dalam bentuk tunggalnya.
Secara hakiki yang disebut Logismoi dalam Philokalia adalah suatu alur pemikiran yang
memburamkan pikiran seperti tertutup kabut dan mengotori pikiran itu, sehingga sedikit demi
sedikit pikiran itu melenceng dari realitas masuk dalam suatu dunia fantasi dan khayalan yang
nenipu. Dalam tulisan-tulisan para Bapa Padang Gurun, logismoi adalah pemikiran-pemikiran yang disebabkan oleh roh-roh jahat. Pemikiran-pemikiran semacam itu adalah benih dari hawa nafsu, yaitu dorongan-dorongan yang muncul dari alam bawah sadar dan segera menjadi kekuatan yang mencengkeram. Logismoi ini sangat penting karena semua pertarungan itu dimenangkan atau dikalahkan pertamatama dalam dialog internal dari pikiran.

Angan-angan/Khayalan-khayalan dan Alur-alur Pemikiran Dari sinilah jelas bahwa kebutuhan penjagaan pikiran itu bahkan lebih penting daripada penjagaan tubuh. Dosa bukanlah sekedar penyakit di kulit, ini adalah penyakit pikiran-dan-hati/kalbu yang mengancam kehancuran kita. “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar
kehidupan” (Amsal 4:23). Dosa apapun yang dilakukan dengan tubuh pertama-tama mulainya
didalam pikiran, hati dan kehendak orang itu. Pemikiran-pemikiran jahat hanya dapat dilakukan
dalam praktek oleh tubuh. Keduanya bekerja secara kolusi (sekongkol). Oleh karena itu Js Ishak dari Ninewe menulis: “Jangan cobai pikiranmu, hanya demi ingin mengalami, dengan memperhatikan pada pemikiranpemikiran rendah yang membujuk sementara kamu menganggap dirimu tak dapat kalah. Bahkan seorang bijaksanapun telah terganggu dalam keadaan yang begini, dan menjadi melenceng.”Ishak mempercayai bahwa “tangga menuju kepada kerajaan Allah adalam di dalam dirimu”, yaitu dalam pikiran dan hatimu/kalbumu. Satu-satunya jalan untuk naik ke tangga ini adalah melalui “Nepsis” (keberjaga-jagaan, kesiapwaspadaan, keterpusatan-perhatian), dengan menempatkan penjaga pintu dari pikiran dan hati/kalbu. Dunia modern kita sangat dikuasai kesibukan untuk mengeksplorasi ruang angkasa luar, dan itu baik. Tetapi kita orang Kristen harus bahkan lebih lagi disibukkan oleh dengan eksplorasi ruang batiniah di dalam, yaitu pikiran dan hati/kalbu kita. Mengapa? Karena disitulah peperangan2 itu mulai, dan karena disinilah damai itu mulai.

Disinilah kebencian itu mulai, dan disinilah pula kasih itu mulai. Disinilah dosa mulai, dan disini juga harapan itu mulai. Kalau pikiran kita berkubang dalam comberan, kita akan hidup dalam comberan. Jika pemikiran-pikiran kita diarahkan kepada hal-hal yang murni dan mulia dalam kehidupan ini (Filipi 4:8) kita akan berjalan seperti anak-anak Allah diatas bumi ini. Pikiran yang remeh dan rendah akan membuat orang yang remeh dan rendah. Pemikiran-pemikiran yang besar dan agung, akan membuat orang yang besar dan agung. Pemikiran-pemikiran yang kudus dan suci akan membuat orang yang kudus dan suci. Dan diatas semuanya itu “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan” (Amsal 4:23). Js Gregorius Palamas menyarankan bahwa jika kita menyelidiki pemikiran-pemikiran kita setiap hari dengan menjaga hati, Allah tak akan menyelidiki yaitu menghakimi kita apabila kita menghadap hadiratNya nanti: “Jangan tinggalkan bagian apa saja dari jiwa dan tubuhmu tidak dijagai.[5] Dengan cara ini engkau akan menguasai roh-roh jahat yang menyerangmu dan engkau akan dengan beraninya memperhadapkan dirimu kepadaNya yang menyelidiki hati dan pikiran (bandingkan Ibrani 4:13, I Korintus 4:5, Roma 2:16), dan Dia tak akan menyelidikimu, karena engkau telah menyelidiki/menguji dirimu sendiri. Sebagaimana dikatakan oleh Rasul Paulus, “Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita” (I Korintus 11:31). Bagaimana kita menguji/menyelidiki diri kita sendiri?

  1. Kesimpulan

Berjaga-jaga adalah memuridkan hati Matius 3:8 kita berjumpa dengan Allah bukan secara fisik tetapi didalam hati. Oleh karena itu kita harus menyucikan diri kita supaya kita dapat melihat Allah, mengapa harus suci karena Allah adalah suci maka kita harus suci barulah kita dapat melihat Allah. Berjaga-jaga berarti menjaga pelita hati dan tubuh tetap menyala sampai kedatangan Sang Mempelai Laki-laki. Menjaga pelita tetap menyala pada akhirnya harus mendatangkan perbuatan-perbuatan baik atau good works. Jika kita tidak ingin melihat Allah maka sangat perlu untuk tetap berjaga-jaga.

  • Aplikasi

Setiap manusia telah diberikan kebebasan untuk dapat memilih dan menentukan apa kehendaknya sendiri. Manusia memiliki pikiran dan hati yang setiap detik terus berubah artinya bahwa dapat menimbulkan pikiran jahat dan juga pikiran baik, namun dalam hal itu manusia sangat perlu untuk berjaga-jaga untuk tetap menjaga kesucian hati dengan Tuhan dengan cara berdoa, baca Firman Tuhan dan merenungkannya siang dan malam.

  • Kita tetap menjaga pelita kita untuk tetap menyala artinya menyediakan minyak supaya pelita tetap menyala terus menerus
  • Dengan menjaga pelita maka kita dapat melihat Allah
  • Bukan hawa nafsu yang mengendalikan kita melainkan Nous dalam doa, sangat penting untuk tetap berdoa dan berpuasa karena itulah salah satu latihan badani kita supaya nafsu tidak menguasai kita
  • Berdoalah setiap waktu dengan Allah dalam keheningan dengan mengucapkan doa puja Yesus “Tuhan kasihanilah aku orang berdosa” mengucapkan setiap waktu

Daftar Pustaka

Js. Gregorius Sang Theologiawan (Js. Gregorius dari Nazianzus)

John Chrysostom Philokalia

Anthony M. Coniaris, Philokalia: Alkitab Spiritualitas Ortodoks. Minneapolis: Light and Life Publishing Company, 1998.

Palamas, philokalia 2

Js Gregorius Palamas, Philokalia