
The Spiritual Desert Father Part
Tugas : Minggu ke-5
Pengajaran-Pengajaran Bapa Padang Gurun
Spritual Bapa-bapa gereja kita bisa belajar tentang latihan jiwa di dalam spritualitas atau asgetis yang para bapa padang gurun kerjakan setiap harinya yaitu tentang Descretion artinya memilah-milah atau mengevaluasi, membeda-bedakan, menyimpang atau memilih apa yang baik atau yang jahat atau yang benar atau buruk. Salah satu fertus atau yang Alkitab tunjukkan yaitu karunia rohani yang di berikan roh kudus kepada orang percaya, seperti apa dia krisis itu lalu bagaimana pengajaran-pengajaran Bapa pada gurun dan apa pentingnya bagi kehidupan kita memiliki karunia roh/dia krisis.
- Apa itu dia krisis misalnya pengertian dari Bapa padang gurun/bapa-bapa gereja atau philokalia atau apa kata kita suci tentang hal ini, salah satu Desert Fathers ini berkata bahwa selalu berperhatian terhadap jiwa kita, memperhatikan diri kita atau discretion dan ini kebajikan yang merupakan alat kerja jiwa kita oleh sebab itu selain Nepsis berjaga- jaga yang memadai hati dan pikiran kita. Lalu bagaimana kita punya satu evaluasi untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat atau mana yang hikmat atau pikiran jahat dan ini yang penting bagi kerja jiwa kita sebab iman jiwa dan hati.
Batin kita itu tertanam dua hukum yang berbeda yaitu
- Hukum roh yang berasal dari ajaran roh kudus yang kita pelajari setiap hari misalnya membaca Firman Tuhan, kita merenungkannya, melakukan dan mentaati dan itu sebuah catatan yang disebut hukum roh dan itu tertanam didalam hati kita. Hati kita ibarat sering disebut alam bawa sadar kita, dimana ini adalah satu wadah seluruh kehidupan manusia tersimpan disitu baik yang jahat, dan hal-hal yang baik inilah yang berkendak kepada Allah terhadap perintah Allah dan itulah yang disebut dengan hukum roh atau hukum batinia didalam hati kita dan itu akan tersimpan disitu dan ketika kita belum percaya kita biasanya kita memiliki yang namanya hati nurani artinya pancaran atau manisfestasi dari gambar dan rupa Allah dimana manusia itu diciptakan. Manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah maka pada dasarnya adalah baik karna diciptakan oleh Allah yang baik dan itulah hukum hati nurani itu sendiri, tetapi itu rusak ketika manusia jatuh kedalam dosa maka muncullah hukum yang kedua yaitu hukum daging.
- Hukum daging. ini sebenarnya ada nature tetapi karena ada dosa maka hal yang nature itu menimbulkan dosa dan itu hal yang bertentangan bagi Allah makanya itu disebut sebagai hukum dosa dan melalui hukum daging ini yang selalu bertentangan dengan hukum roh dalam Galataia 5, Roma 7 itu di jelaskan tentang hukum roh dan hukum daging dan di tengah-tengahnya ada hukum yang ketiga yaitu hukum akal budi seperti dalam Roma 7 yang sering disebut Nous dan hukum Nous inilah yang harus di latih di beri descretion untuk bisa memilah mana yang merupakan pikiran jahat logismoi, mana yang merupakan pikiran yang jahat dan logismoi yang baik, perlu ada pemilah-milahan atau hikmat yang baik dan yang jahat. Apa yang diajarkan oleh Desert Fathers ini sangat penting dan inilah salah satu kebajikan yang harus kita miliki yang harus kita latih setiap harinya jadi kita punya semacam kepekaan. Nous itu sering disebut sebagai ego kita bisa membedakan super ego atau ID. Super ego adalah nilai-nilai moral yang baik yaitu humum Allah sedangkan ID adalah cenderung untuk memuaskan keinginan daging dan itu mengakibatkan dosa, keinginan sex itu hal yang natural untuk perkembangkan dan itu akan menjadi dosa karena disalah gunakan, banyak misalnya hal-hal yang menjadi kebutuhan daging disalah gunakan akhirnya menjadi hukum daging dan ketika kita hidup dalam hal itu maka tubuh kita mati. Dalam Roma 8 oleh sebab itu Allah memiliki yang namanya Nous dan Nous inilah yang menjadi mata spritual, mata batin, yang harus difasilitasi yang diajarkan tentang descretion sehingga Nous ini pada akhirnya bisa memilih yang tepat yaitu dia bisa mimilih hukum roh itu sendiri. Sehingga ketika dia memilih hukum roh itu sendiri dalam kehendak bebas yang telah diberikan kepada kita maka hukum roh ini seperti benih yang terus bekerja, ditanam lalu akan menjadi tumbuh perbuatan baik atau buah roh itu sendiri. Bagaiman prosesnya kita harus punya spirit homility, repeteance lalu bagaimana kita menghasilkan sebuah descretion atau discriminasi atau desermen ketika kita bisa melatih Nous itu didalam kededuhan disalah suatu ketenangan jiwa atau satu shailens dia diberi satu ruang untuk memilih sama seperti kita ketika memutuskan sesuatu, tergesa-gesa, emosi, maka kita kadang salah untuk memutuskan bahkan cenderung merugikan diri sendiri, sama seperti batin ini sibuk dengan lalu lintas di jalan bahwa Nous ini seperti lampu lalu lintas itu yaitu natur lalu linta itu. Jika didalam lampu lalu lintas itu akan tabrakan maka pikiran kita ini cenderung konslek dan selalu memilih yang jahat tetapi disisi lain kita merasa bersalah yang besar, yaitu selalu ada tabrakan, sebenarnya kita akan mengerjakan apa yang Allah inginkan tetapi pikiran daging itu selalu muncul, menghalangi sehingga tabrakan sama seperti lalu lintas itu. Pertanyaannya adalah mengapa selalu muncul? karena memang dalam hati kita punya hati nurani tetapi disisi lain hati nurani itu tidak cukup berarti dia harus bertumbuh menjadi sebuah hukum roh dengan Nous yang berperan penting didalamnya oleh sebab itu kita the working the holy spirit dalam Ibrani 5:14 dikatakan ini seperti makanan keras untuk orang-orang dewasa yang mempunyai panca indra yang terlatih yang bisa membedakan yang baik dari pada yang jahat. membedakan yang baik dari pada yang jahat itulah satu desermen, discration yang harus kita miliki supaya kita bisa membedakan mana yang baik dan yang jahat dan ini harus punya satu perangkat yang melakukan itu yaitu Nous yang tadi dan ini suatu makanan keras bagi kita dan ini untuk orang-orang yang punya spritualiti yang sudah bertumbuh dan cirinya adalah dia punya descrition sehingga di bisa menggunakan panca indranya dengan benar, untuk melihat yang benar, melihat yang benar, berbicara yang benar, merasakan yang benar dan indra itu digunakan dalam satu konteks yang benar sesuai dengan kehendak Allah. Oleh sebab itu ketika tubuh ini semakin dewasa maka Tuhan secara natural akan memperlengkapi kita karena panca indra ini semakin terlatih dan kita yang sudah bertumbuh bisa membedakan mana yang berbahaya atau tidak. Begitu juga kehidupan rohani kita, Nous kita semakin dewasa dan terus diberi makan tentunya kalau orang yang dewasa tidak lagi makanan yang lembek tapi makana yang keras. Makanan yang keras itu adalah kita semakin terlatih untuk melawan yang jahat dam melakukan yang baik itu dan itu diakrisis, dan dikrisis ini penting ada hukum roh dan hukum dosa yang selalu berperan sama seperti lalu lintas yang selalu sibuk lalu itu jadi ketbrakan maka itu terjadi kecelakan lalu kita timbul rasa bersalah maka kita terus repeteance dan selalu memohon belas kasihan Allah lalu, dari situ kita berjaga-jaga lagi dan kita memiliki discretion supaya tidak lagi melakukan dosa yang sama terus menerus ketika kita jatuh kita kembali lagi kepada Allah. Descretion ini seperti makanan yang keras bagi kita dan itu sangat penting karna seperti lalu lintas yang selalu baik, sehingga yang jahat itu disingkirkan dan yang baik itu selalu dipelihara dan sehingga Nous kita itu menjadi terang dan baik dan dari situ akan memancarakan tubuh kita semakin terang sama seperti kata Tuhan Yesus dalam Matius 6:22-23, jika matamu baik, Nousmu baik maka selalu nepsis, air mata, berdoa dan pertobatan dan pusa dan itu semua yang Tuhan kasih supaya Nous dengan mantap bisa memilih apa yang baik, dan itu pentingganya descretion. Descretion itu adalah suatu karunia dari hikmat Allah yang memampukan kita membedakan antara roh yang baik dan roh yang jahat dan mana kebenaran, kepalsuan karena roh-roh jahat ini selalu menyamar diri mereka dengan menampakkan diri sebagai malaikat-malikat yang terang. dalam 1 Yohanes 4:1-3 menguji setiap roh apakan itu berasal dari Allah atau dari sijahat dan itu dia krisis yang kita butuhkan dan mulai kita menentukan Allah yang mana yang kita ikuti dan ajran mana yang kita ikutin kalau kita salah memahami ajaran itu maka hidup kita akan keliru maka tujuan hidup kita juga akan keliru dan ketika kita salah memilih doktrin maka cara hidup kita pun akan salah sehingga tidak akan mencapai apa yang menjadi tujuan dari Allah. dalam 1 Yohanes 4:1-3 menguji setiap roh apakan itu berasal dari Allah, maka istilah kita membeda-bedakan roh dapat ditemukan dalam 1 Kor 12:10 dimana diakrisis itu oleh sebab itu maka diperlukan homility karena itu suatu wadah dimana roh kudus luas bekerja maka kita perlu punya strategi dalam hati ini supaya roh kudus selalu bekerja seluasa dalam hati kita, sehingga dia memberikan suatu karunia didalam kita dan satu tools roh kudus kepada kita. Kita juga sering disebut mata ketiga dari Nous itu atau telinga ketika atau panca indra yang terlatih itu maka kalau kita punya telinga dan mata ketiga dan itu artinya secara spritual bahawa ada mata yang bisa mbedakan melihat yang benar. untuk dapat membedakan kebenaran dari kepalsuan kita memerlukan karunia salah satunya adalah karunia dari roh kudus dan tinggal dalam gereja. Diakrisis dan descrition ini sebagai ratu dari kebajikan kata Sofronius dari Yerusalem dan Jhon kasem ini menulis ini sebagai induk yang menjaga atau sebagai pembimbing dari semua kebajikan.
Dan sebagai tradisi monastik seperti Desert Fathers ini kehidupan pertapaan gereja ini, selalu perlu karunia pembeda-bedaan ini beta pertingnya kata-kata mereka tentang diakrisis ini para bapa rohani di padang gurun akan sadar akan kecenderungan kita untuk menipu diri sendiri, mengikuti keingina-keinginan daging untuk menggantikan kehendak Allah atau hukum roh tadi namun demikian pembeda-bedaan ini atau dia krisis ini dan ini ada dalam gereja seperti perkatan-perkataan Desert Fathers ini. Ada beberapa diantaranya salah satunya adalah suara hati nurani dan ini yang sering membimbing kita juga untuk memilih yang benar dalam Roma 2:14-15 dan ini salah satu garis bimbingan semacam itu, hati nurani dan dia krisis yang dimiliki oleh percaya dan orang yang tidak karena kita berasal dari gambar dan rupa Allah yang diciptakan Allah untuk kita.
1. Hati Nurani ini sangat penting sebagai langkah awal untuk menggunakan diakrisis ini dengan baik. Jhon Critostom menuliskan bukalah pintu-pintu dari suara hati nuranimu dan lihat hakim itu duduk dipikiranmu, kemudian diakrisis yang lain yang perlu kita ketahui adalah bible self yaitu garis bimbingan yang lain yang membentangkan kehendak Allah yang diwahyuhkan secara ilahi seperti didalam hati itu ada hukum roh yang berasal dari roh kudus dan apa yang diajarkan oleh roh kudus kepada kita tentu apa yang diajarkan Yesus yang tercatat di dalam Alkitab dan itu bentuk diakrisis yang membentuk hidup kita, selain hati nurani juga ada hukum Allah sendiri dan ini menjadi diakrisis bagi hidup kita untuk menjalankan apa yang Tuhan kehendaki didalam hidup kita dan tentunya akhlak, etika, moral, dan tentunya kita diajarkan dari sejak kita kecil didalam keluarga kita yang diajarkan oleh orang tua, guru kita dan itu garis bimbingan yang bisa membertuk hidup kita. Ada juga istilah super ego yang ada didalam batin ini sebagai orang percaya aturan-aturan atau garis bimbingan ini berasal dari kita suci oleh gerja seperti etika dan moral. Romo Stanley/Harangkas menuliskan “ ataran-aturan etika, moral/akhlak adalah hikmat yang terakumulasi dari gereja” itu berfungsi untuk melayani kita bagi menyelamatkan untuk terus menerus menghabiskan waktu dari tenaga untuk memutuskan secara baru dalam setiap situasi. Maka seperti apapun juga kita udah terbentuk dari kecil bagaimana kita mengajarkan etika atau moral kepada anak-anak kita dan itu sangat penting dan itulah salah satu bentuk kita mbentuk diakrisis itu, sampai saatnya kita bisa memberikan etika atau moral yang keras untuk mereka seperti yang ditulis dalam Ibrani 5:14. Masih ada sumber lain yang baik untuk mendorong kita dari kepalsuan atau kedustaan yaitu apa yang diajarkan oleh Churt Fathers dan Desert Fathers ini juga salah satu sumber diakrisis mereka ajarkan kepada kita dan mendorong anak rohaninya yang bernama Nikholas dia berkata untuk melakukan usaha bergaul dan dibawa bimbingan oleh bapa-bapa rohani yang berpengalaman karena itu berbahaya jika kita mengandalkan diri sendiri tanpa ada bimbingan dari spritual mentor kita sebab kita sering mengalami peperangan rohani, ada banyak tipu muslihat, kelicikan dari sijahat besar, kita juga perlu seperti semacam bapa-bapa rohani kita. Garis lain yang bisa menolong kita supaya kita dapat diakrisis ini adalah tentu seperti doa, shailans, humility dan itu sangat penting, diakrisis ini adalah salah satu karunia dari roh kudus yang dikaruniakan kepada kita melalui doa dan mendorong kita dalam sikap untuk berdoa tanpa henti terus menerus supaya mempertahankan bimbingan roh kudus. Jesus player juga salah satu doa tanpa henti dimana akan menghasilkan diakrisis ini sehingga kita punya kepekaan, pembedaan atau diakrisis untuk bisa menialai atau sikap terhadap serangan-serangan atau logismoi yang datang, Allah telah berjanji untuk menolong kita memberikan roh kudus dalam setiap kebenaran makanya kita tetap berdoa, karena berdoa kita selalau punya holy spririt supaya dia selalu membimbing kita pada jalan kebenaran dalam Yohanes 16:13 dengan demikian karunia dalam diakrisis ini yang memampukan kita untuk dapat memilah-milah kebenaran, atau penipuan terhadap dusta dan apa yang berasal dari roh kudus dan apa yang berasal dari roh jahat dan roh-roh najis yang menyatakan hati sebagai hati nurani dan ini suara Allah yang menguji kita ketika kita melakukan yang benar dan melakukan yang salah dan bagaimana kita juga mendegarkan suara hati nurani, dan itu melalui askesis jika ketika suara nurani kita berkataa ini salah maka kita cepat-cepat turuti itu jangan sampai pada pikiran atau perasaan kita, biar kita tidak sulit menghentikannya.
2. Alkitab yang adalah pelitabagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:1-5)
3. Aturan-aturan etika/moral/akhlak gereja yang merupkan hikmat dari roh kudus yang terakumulasi yang berdiam didalam gereja segala abad
4. Bapa rohani kita, yang menghadirkan roh Allah yang adalah seorang sahabat dan pemberi nasehat
5. Doa yang mengundang roh kudus untuk datang dan untuk memasang kemahNya didalam
kita. Dengan demikian karunia pembeda-bedaan dapat disebut secara paling baik sebagai pembedaan-pembedaan yang penuh dengan doa.
6. Kemurnian hati, yang membersihkan mata yang dari jiwa kita yang memampukan kita untuk melihat kiyta dan kehendaknya yang kudus. “berbahagia orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah” demikian kata Yesus Matius 5:8. Dosa mengaburkan penglihatan kita akan Allah dan akan kebenaran. Js. Gregorius Nyssa mengatakan “setiap hawa nafsu mengandung didalamnya benih kematian karena itu menumpulkan roh pembeda-bedaan supaya pembeda-bedaan yang berdaya guna terjadi, hati harus dipelihara didalam suatu status yang dimurnikan melalui pertobatab sehari-hari. Para Bapa dari Philokalia menganggap pembedaan-pembedaan sebagai mata atau lampu dari jiwa yang menuntun pada jalan Theosis (penyatuan atau penunggalan dengan Allah). Kita juga melihat perkataan bapa gereja tentang discretion seperti apa dia mengatakan kemiskinan atau kehidupan yang sederhana atau descretion these are the working tools of the monastic life ada yang bernama yaitu Nuh, Ayub dan Daniel. Nuh dia tidak terjebak dalam kekayaannnya dan Ayub dia bisa menderita dan dia punya kesabaran sedangkan Daniel dia penuh dengan hikmat maka jika ada dalam hati kita maka Allah itu ada dalam diri kita. Ada seorang berkata inilah kehidupan biarawan yang taat, obidience, meditasi tidak menghakimi, kita yang mengasihi Allah membenci hal-hal yang jahat ini adalah diakrisis kita punya sense dan membenci kepekaan dengan kehidupan seorang biarawan dengan kita tidak melihat-hal-hal yang jahat atau menjadi orang yang sok sibuk, tidak suka dengan gosip, tidak sombong dan tidak bertindak sembarangan tapi penuh dengan descretion. Dan bagai mana kita melatih panca indra kita dengan kita mempunyai descretion ini itu akan terpancar keluar kedalam panca indra kita sehingga mata kita, telinga, mulut dan tangan kita punya descretion dan inilah kehidupan biarawan itu.
Abba Antony pernah berkata bahwa walaupun dia memakai tubuh yang askesis melatih tubuhnya sedemikian rupa dia tetap jauh dari Allah sebab dia tidak memiliki descretion dan ini begitu pentingnya kita punya descretion karena ini yang menentukan pada akhirnya tingkat kedekatan kita kepada Allah atau tidak, ketika kita punya kedekatan yang baik maka kita kita punya hubungan yang baik dengan Allah dan Abba Antony ini mereka punya beberapa penglihatan dan oarang-orang yang melihat juga mereka bertanya kepadanya apakah benglihatan itu benar-benar asli atau dari iblis mereka memiliki seekor keledai tetapi mati ditengah jalan dan ketika mereka datang kepada Antony ini dan dia tau apa yang mereka tanyakan dan antony ini tahu kalau iblis yang menunjukkan kepada Antony. Maka dalam Yohanes 1 kita harus punya karunia untuk membedakan mana yang dari Tuhan dan mana yang berasal dari iblis, kita juga harus punya kepekaan kapan kita bisa menegur orang itu, kita juga bisa menarik yang keras, menegur yang lembut dan disini diperlukan dia krisis, diakrisis ini adalah kita punya satu jalan raja tidak melirik kekiri dan kekanan tetapi fokus ke tengah jalan raja itu. Contohnya kita, arah, bagaimana kita menggunakan diakrisis dalam soal marah kita tidak ekstrim melewati marah tanpa batas sampai kita berdosa, sampai kita membenci orang itu dan kita juga tidak ekstrim yang kesatunya lagi tidak boleh marah sama sekali dalam hal ini kita harus mempunyai ketegasa dalam mengambil solusi yang tepat maka ini kita perlu punya hikmat dari roh kudus. Seorang yang bernama Syncletica pernah berkata ada spritual disiplin dimana ada hal-hal yang terus dilatih dan bagaimana kita membedakan hal yang rohani dan duniawi dan melatih descretion ini yang sesuai proposition. Kita punya kapasitas untuk melihat hal itu dan Tuhan juga memberika kita potensi untuk menilai, menimbang dan ini sangat penting bagi kita untuk kita lakukan setiap hari.
Aplikasi
Mari kita terus belajar untuk tetap memberi pertumbuhan bagi roh kita dengan cara membaca firman, berdoa dan berpuasa. jangan pernah membiarkan nafsu kedagingan menguasai kita tetapi sebaliknya kita harus mengendalikan kedagingan kita. Setiap kebenaran yang kita dengar lewat kehidupan para Bapa padang gurun, biarlah kita juga menghidupkannya dalam menjalani kehidupan didunia ini.






