Pengajaran-Pengajaran Bapa Padang Gurun

DEVOTION | Mentalitas Lebih dari Pemenang sebagai Bekal Sekolah Padang Gurun

The Spiritual Desert Father Part

Tugas : Minggu ke-5

Pengajaran-Pengajaran Bapa Padang Gurun

Spritual Bapa-bapa gereja kita bisa belajar tentang latihan jiwa di dalam spritualitas atau asgetis yang para bapa padang gurun kerjakan setiap harinya yaitu tentang Descretion artinya memilah-milah atau mengevaluasi, membeda-bedakan, menyimpang atau memilih apa yang baik atau yang jahat atau yang benar atau buruk. Salah satu fertus atau yang Alkitab tunjukkan yaitu karunia rohani yang di berikan roh kudus kepada orang percaya, seperti apa dia krisis itu lalu bagaimana pengajaran-pengajaran Bapa pada gurun dan apa pentingnya bagi kehidupan kita memiliki karunia roh/dia krisis.

  1. Apa itu dia krisis misalnya pengertian dari Bapa padang gurun/bapa-bapa gereja atau philokalia atau apa kata kita suci tentang hal ini, salah satu Desert Fathers ini berkata bahwa selalu berperhatian terhadap jiwa kita, memperhatikan diri kita atau discretion dan ini kebajikan yang merupakan alat kerja jiwa kita oleh sebab itu selain Nepsis berjaga- jaga yang memadai hati dan pikiran kita. Lalu bagaimana kita punya satu evaluasi untuk membedakan mana yang baik dan yang jahat atau mana yang hikmat atau pikiran jahat dan ini yang penting bagi kerja jiwa kita sebab iman jiwa dan hati.

Batin kita itu tertanam dua hukum yang berbeda yaitu

  1. Hukum roh yang berasal dari ajaran roh kudus yang kita pelajari setiap hari misalnya membaca Firman Tuhan, kita merenungkannya, melakukan dan mentaati dan itu sebuah catatan yang disebut hukum roh dan itu tertanam didalam hati kita. Hati kita ibarat sering disebut alam bawa sadar kita, dimana ini adalah satu wadah seluruh kehidupan manusia tersimpan disitu baik yang jahat, dan hal-hal yang baik inilah yang berkendak kepada Allah terhadap perintah Allah dan itulah yang disebut dengan hukum roh atau hukum batinia didalam hati kita dan itu akan tersimpan disitu dan ketika kita belum percaya kita biasanya kita memiliki yang namanya hati nurani artinya pancaran atau manisfestasi dari gambar dan rupa Allah dimana manusia itu diciptakan. Manusia diciptakan serupa dengan gambar Allah maka pada dasarnya adalah baik karna diciptakan oleh Allah yang baik dan itulah hukum hati nurani itu sendiri, tetapi itu rusak ketika  manusia jatuh kedalam dosa maka muncullah hukum yang kedua yaitu hukum daging.
  2. Hukum daging. ini sebenarnya ada nature tetapi karena ada dosa maka hal yang nature itu menimbulkan dosa dan itu hal yang bertentangan bagi Allah makanya itu disebut sebagai hukum dosa dan melalui hukum daging ini yang selalu bertentangan dengan hukum roh dalam Galataia 5, Roma 7 itu di jelaskan tentang hukum roh dan hukum daging dan di tengah-tengahnya ada hukum yang ketiga yaitu hukum akal budi seperti dalam Roma 7 yang sering disebut Nous dan hukum Nous inilah yang harus di latih di beri descretion untuk bisa memilah mana yang merupakan pikiran jahat logismoi, mana yang merupakan pikiran yang jahat dan logismoi yang baik, perlu ada pemilah-milahan atau hikmat yang baik dan yang jahat. Apa yang diajarkan oleh Desert Fathers ini sangat penting dan inilah salah satu kebajikan yang harus kita miliki yang harus kita latih setiap harinya jadi kita punya semacam kepekaan. Nous itu sering disebut sebagai ego kita bisa membedakan super ego atau ID. Super ego adalah nilai-nilai moral yang baik yaitu humum Allah sedangkan ID adalah cenderung untuk memuaskan keinginan daging dan itu mengakibatkan dosa, keinginan sex itu hal yang natural untuk perkembangkan dan itu akan menjadi dosa karena disalah gunakan, banyak misalnya hal-hal yang menjadi kebutuhan daging disalah gunakan akhirnya menjadi hukum daging dan ketika kita hidup dalam hal itu maka tubuh kita mati. Dalam Roma 8 oleh sebab itu Allah memiliki yang namanya Nous dan Nous inilah yang menjadi mata spritual, mata batin, yang harus difasilitasi yang diajarkan tentang descretion sehingga Nous ini pada akhirnya bisa memilih yang tepat yaitu dia bisa mimilih hukum roh itu sendiri. Sehingga ketika dia memilih hukum roh itu sendiri dalam kehendak bebas yang telah diberikan kepada kita maka hukum roh ini seperti benih yang terus bekerja, ditanam lalu akan menjadi tumbuh perbuatan baik atau buah roh itu sendiri. Bagaiman prosesnya kita harus punya spirit homility, repeteance lalu bagaimana kita menghasilkan sebuah descretion atau discriminasi atau desermen ketika kita bisa melatih Nous itu didalam kededuhan disalah suatu ketenangan jiwa atau satu shailens dia diberi satu ruang untuk memilih sama seperti kita ketika memutuskan sesuatu, tergesa-gesa, emosi, maka kita kadang salah untuk memutuskan bahkan cenderung merugikan diri sendiri, sama seperti batin ini sibuk dengan lalu lintas di jalan bahwa Nous ini seperti lampu lalu lintas itu yaitu natur lalu linta itu. Jika didalam lampu lalu lintas itu akan tabrakan maka pikiran kita ini cenderung konslek dan selalu memilih yang jahat tetapi disisi lain kita merasa bersalah yang besar, yaitu selalu ada tabrakan, sebenarnya kita akan mengerjakan apa yang Allah inginkan tetapi pikiran daging itu selalu muncul, menghalangi sehingga tabrakan sama seperti lalu lintas itu. Pertanyaannya adalah mengapa selalu muncul? karena memang dalam hati kita punya hati nurani tetapi disisi lain hati nurani itu tidak cukup berarti dia harus bertumbuh menjadi sebuah hukum roh dengan Nous yang berperan penting didalamnya oleh sebab itu kita the working the holy spirit dalam Ibrani 5:14 dikatakan ini seperti makanan keras untuk orang-orang dewasa yang mempunyai panca indra yang terlatih yang bisa membedakan yang baik dari pada yang jahat. membedakan yang baik dari pada yang jahat itulah satu desermen, discration yang harus kita miliki supaya kita bisa membedakan mana yang baik dan yang jahat dan ini harus punya satu perangkat yang melakukan itu yaitu Nous yang tadi dan ini suatu makanan keras bagi kita dan ini untuk orang-orang yang punya spritualiti yang sudah bertumbuh dan cirinya adalah dia punya descrition sehingga di bisa menggunakan panca indranya dengan benar, untuk melihat yang benar, melihat yang benar, berbicara yang benar, merasakan yang benar dan indra itu digunakan dalam satu konteks yang benar sesuai dengan kehendak Allah. Oleh sebab itu ketika tubuh ini semakin dewasa maka Tuhan secara natural akan memperlengkapi kita karena panca indra ini semakin terlatih dan kita yang sudah bertumbuh bisa membedakan mana yang berbahaya atau tidak. Begitu juga kehidupan rohani kita, Nous kita semakin dewasa dan terus diberi makan tentunya kalau orang yang dewasa tidak lagi makanan yang lembek tapi makana yang keras. Makanan yang keras itu adalah kita semakin terlatih untuk melawan yang jahat dam melakukan yang baik itu dan itu diakrisis, dan dikrisis ini penting ada hukum roh dan hukum dosa yang selalu berperan sama seperti lalu lintas yang selalu sibuk lalu itu jadi ketbrakan maka itu terjadi kecelakan lalu kita timbul rasa bersalah maka kita terus repeteance dan selalu memohon belas kasihan Allah lalu, dari situ kita berjaga-jaga lagi dan kita memiliki discretion supaya tidak lagi melakukan dosa yang sama terus menerus ketika kita jatuh kita kembali lagi kepada Allah. Descretion ini seperti makanan yang keras bagi kita dan itu sangat penting karna seperti lalu lintas yang selalu baik, sehingga yang jahat itu disingkirkan dan yang baik itu selalu dipelihara dan sehingga Nous kita itu menjadi terang dan baik dan dari situ akan memancarakan tubuh kita semakin terang sama seperti kata Tuhan Yesus dalam Matius 6:22-23, jika matamu baik, Nousmu baik maka selalu nepsis, air mata, berdoa dan pertobatan dan pusa dan itu semua yang Tuhan kasih supaya Nous dengan mantap bisa memilih apa yang baik, dan itu pentingganya descretion. Descretion itu adalah suatu karunia dari hikmat Allah yang memampukan kita membedakan antara roh yang baik dan roh yang jahat dan mana kebenaran, kepalsuan karena roh-roh jahat ini selalu menyamar diri mereka dengan menampakkan diri sebagai malaikat-malikat yang terang. dalam 1 Yohanes 4:1-3 menguji setiap roh apakan itu berasal dari Allah atau dari sijahat dan itu dia krisis yang kita butuhkan dan mulai kita menentukan Allah yang mana yang kita ikuti dan ajran mana yang kita ikutin kalau kita salah memahami ajaran itu maka hidup kita akan keliru maka tujuan hidup kita juga akan keliru dan ketika kita salah memilih doktrin maka cara hidup kita pun akan salah sehingga tidak akan mencapai apa yang menjadi tujuan dari Allah. dalam 1 Yohanes 4:1-3 menguji setiap roh apakan itu berasal dari Allah, maka istilah kita membeda-bedakan roh dapat ditemukan dalam 1 Kor 12:10 dimana diakrisis itu oleh sebab itu maka diperlukan homility karena itu suatu wadah dimana roh kudus luas bekerja maka kita perlu punya strategi dalam hati ini supaya roh kudus selalu bekerja seluasa dalam hati kita, sehingga dia memberikan suatu karunia didalam kita dan satu tools roh kudus kepada kita. Kita juga sering disebut mata ketiga dari Nous itu atau telinga ketika atau panca indra yang terlatih itu maka kalau kita punya telinga dan mata ketiga dan itu artinya secara spritual bahawa ada mata yang bisa mbedakan melihat yang benar. untuk dapat membedakan kebenaran dari kepalsuan kita memerlukan karunia salah satunya adalah karunia dari roh kudus dan tinggal dalam gereja. Diakrisis dan descrition ini sebagai ratu dari kebajikan kata Sofronius dari Yerusalem dan Jhon kasem ini menulis ini sebagai induk yang menjaga atau sebagai pembimbing dari semua kebajikan.

Dan sebagai tradisi monastik seperti Desert Fathers ini kehidupan pertapaan gereja ini, selalu perlu karunia pembeda-bedaan ini beta pertingnya kata-kata mereka tentang diakrisis ini para bapa rohani di padang gurun akan sadar akan kecenderungan kita untuk menipu diri sendiri, mengikuti keingina-keinginan daging untuk menggantikan kehendak Allah atau hukum roh tadi namun demikian pembeda-bedaan ini atau dia krisis ini dan ini ada dalam gereja seperti perkatan-perkataan Desert Fathers ini. Ada beberapa diantaranya salah satunya adalah suara hati nurani dan ini yang sering membimbing kita juga untuk memilih yang benar dalam Roma 2:14-15 dan ini salah satu garis bimbingan semacam itu, hati nurani dan dia krisis yang dimiliki oleh percaya dan orang yang tidak karena kita berasal dari gambar dan rupa Allah yang diciptakan Allah untuk kita.

1. Hati Nurani ini sangat penting sebagai langkah awal untuk menggunakan diakrisis ini dengan baik. Jhon Critostom menuliskan bukalah pintu-pintu dari suara hati nuranimu dan lihat hakim itu duduk dipikiranmu, kemudian diakrisis yang lain yang perlu kita ketahui adalah bible self yaitu garis bimbingan yang lain yang membentangkan kehendak Allah yang diwahyuhkan secara ilahi seperti didalam hati itu ada hukum roh yang berasal dari roh kudus dan apa yang diajarkan oleh roh kudus kepada kita tentu apa yang diajarkan Yesus yang tercatat di dalam Alkitab dan itu bentuk diakrisis yang membentuk hidup kita, selain hati nurani juga ada hukum Allah sendiri dan ini menjadi diakrisis bagi hidup kita untuk menjalankan apa yang Tuhan kehendaki didalam hidup kita dan tentunya akhlak, etika, moral, dan tentunya kita diajarkan dari sejak kita kecil didalam keluarga kita yang diajarkan oleh orang tua, guru kita dan itu garis bimbingan yang bisa membertuk hidup kita. Ada juga istilah super ego yang ada didalam batin ini sebagai orang percaya aturan-aturan atau garis bimbingan ini berasal dari kita suci oleh gerja seperti etika dan moral. Romo Stanley/Harangkas menuliskan “ ataran-aturan etika, moral/akhlak adalah hikmat yang terakumulasi dari gereja” itu berfungsi untuk melayani kita bagi menyelamatkan untuk terus menerus menghabiskan waktu dari tenaga untuk memutuskan secara baru dalam setiap situasi. Maka seperti apapun juga kita udah terbentuk dari kecil bagaimana kita mengajarkan etika atau moral kepada anak-anak kita dan itu sangat penting dan itulah salah satu bentuk kita mbentuk diakrisis itu, sampai saatnya kita bisa memberikan etika atau moral yang keras untuk mereka seperti yang ditulis dalam Ibrani 5:14. Masih ada sumber lain yang baik untuk mendorong kita dari kepalsuan atau kedustaan yaitu apa yang diajarkan oleh Churt Fathers dan Desert Fathers ini juga salah satu sumber diakrisis mereka ajarkan kepada kita dan mendorong anak rohaninya yang bernama Nikholas dia berkata untuk melakukan usaha bergaul dan dibawa bimbingan oleh bapa-bapa rohani yang berpengalaman karena itu berbahaya jika kita mengandalkan diri sendiri tanpa ada bimbingan dari spritual mentor kita sebab kita sering mengalami peperangan rohani, ada banyak tipu muslihat, kelicikan dari sijahat besar, kita juga perlu seperti semacam bapa-bapa rohani kita. Garis lain yang bisa menolong kita supaya kita dapat diakrisis ini adalah tentu seperti doa, shailans, humility dan itu sangat penting, diakrisis ini adalah salah satu karunia dari roh kudus yang dikaruniakan kepada kita melalui doa dan mendorong kita dalam sikap untuk berdoa tanpa henti terus menerus supaya mempertahankan bimbingan roh kudus. Jesus player juga salah satu doa tanpa henti dimana akan menghasilkan diakrisis ini sehingga kita punya kepekaan, pembedaan atau diakrisis untuk bisa menialai atau sikap terhadap serangan-serangan atau logismoi yang datang, Allah telah berjanji untuk menolong kita memberikan roh kudus dalam setiap kebenaran makanya kita tetap berdoa, karena berdoa kita selalau punya holy spririt supaya dia selalu membimbing kita pada jalan kebenaran dalam Yohanes 16:13 dengan demikian karunia dalam diakrisis ini yang memampukan kita untuk dapat memilah-milah kebenaran, atau penipuan terhadap dusta dan apa yang berasal dari roh kudus dan apa yang berasal dari roh jahat dan roh-roh najis yang menyatakan hati sebagai hati nurani dan ini suara Allah yang menguji kita ketika kita melakukan yang benar dan melakukan yang salah dan bagaimana kita juga mendegarkan suara hati nurani, dan itu melalui askesis jika ketika suara nurani kita berkataa ini salah maka kita cepat-cepat turuti itu jangan sampai pada pikiran atau perasaan kita, biar kita tidak sulit menghentikannya.

2. Alkitab yang adalah pelitabagi kakiku dan terang bagi jalanku (Mazmur 119:1-5)

3. Aturan-aturan etika/moral/akhlak gereja yang merupkan hikmat dari roh kudus yang terakumulasi yang berdiam didalam gereja segala abad

4. Bapa rohani kita, yang menghadirkan roh Allah yang adalah seorang sahabat dan pemberi nasehat

5. Doa yang mengundang roh kudus untuk datang dan untuk memasang kemahNya didalam

kita. Dengan demikian karunia pembeda-bedaan dapat disebut secara paling baik sebagai pembedaan-pembedaan yang penuh dengan doa.

6. Kemurnian hati, yang membersihkan mata yang dari jiwa kita yang memampukan kita untuk melihat kiyta dan kehendaknya yang kudus. “berbahagia orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah” demikian kata Yesus Matius 5:8. Dosa mengaburkan penglihatan kita akan Allah dan akan kebenaran. Js. Gregorius Nyssa mengatakan “setiap hawa nafsu mengandung didalamnya benih kematian karena itu menumpulkan roh pembeda-bedaan supaya pembeda-bedaan yang berdaya guna terjadi, hati harus dipelihara didalam suatu status yang dimurnikan melalui pertobatab sehari-hari. Para Bapa dari Philokalia menganggap pembedaan-pembedaan sebagai mata atau lampu dari jiwa yang menuntun pada jalan Theosis (penyatuan atau penunggalan dengan Allah). Kita juga melihat perkataan bapa gereja tentang discretion seperti apa dia mengatakan kemiskinan atau kehidupan yang sederhana atau descretion these are the working tools of the monastic life ada yang bernama yaitu Nuh, Ayub dan Daniel. Nuh dia tidak terjebak dalam kekayaannnya dan Ayub dia bisa menderita dan dia punya kesabaran sedangkan Daniel dia penuh dengan hikmat maka jika ada dalam hati kita maka Allah itu ada dalam diri kita. Ada seorang berkata inilah kehidupan biarawan yang taat, obidience, meditasi tidak menghakimi, kita yang mengasihi Allah membenci hal-hal yang jahat ini adalah diakrisis kita punya sense dan membenci kepekaan dengan kehidupan seorang biarawan dengan kita tidak melihat-hal-hal yang jahat atau menjadi orang yang sok sibuk, tidak suka dengan gosip, tidak sombong dan tidak bertindak sembarangan tapi penuh dengan descretion. Dan bagai mana kita melatih panca indra kita dengan kita mempunyai descretion ini itu akan terpancar keluar kedalam panca indra kita sehingga mata kita, telinga, mulut dan tangan kita punya descretion dan inilah kehidupan biarawan itu.

Abba Antony pernah berkata bahwa walaupun dia memakai tubuh yang askesis melatih tubuhnya sedemikian rupa dia tetap jauh dari Allah sebab dia tidak memiliki descretion dan ini begitu pentingnya kita punya descretion karena ini yang menentukan pada akhirnya tingkat kedekatan kita kepada Allah atau tidak, ketika kita punya kedekatan yang baik maka kita kita punya hubungan yang baik dengan Allah dan Abba Antony ini mereka punya beberapa penglihatan dan oarang-orang yang melihat juga mereka bertanya kepadanya apakah benglihatan itu benar-benar asli atau dari iblis mereka memiliki seekor keledai tetapi mati ditengah jalan dan ketika mereka datang kepada Antony ini dan dia tau apa yang mereka tanyakan dan antony ini tahu kalau iblis yang menunjukkan kepada Antony. Maka dalam Yohanes 1 kita harus punya karunia untuk membedakan mana yang dari Tuhan dan mana yang berasal dari iblis, kita juga harus punya kepekaan kapan kita bisa menegur orang itu, kita juga bisa menarik yang keras, menegur yang lembut dan disini diperlukan dia krisis, diakrisis ini adalah kita punya satu jalan raja tidak melirik kekiri dan kekanan tetapi fokus ke tengah jalan raja itu. Contohnya kita, arah, bagaimana kita menggunakan diakrisis dalam soal marah kita tidak ekstrim melewati marah tanpa batas sampai kita berdosa, sampai kita membenci orang itu dan kita juga tidak ekstrim yang kesatunya lagi tidak boleh marah sama sekali dalam hal ini kita harus mempunyai ketegasa dalam mengambil solusi yang tepat maka ini kita perlu punya hikmat dari roh kudus. Seorang yang bernama Syncletica pernah berkata ada spritual disiplin dimana ada hal-hal yang terus dilatih dan bagaimana kita membedakan hal yang rohani dan duniawi dan melatih descretion ini yang sesuai proposition. Kita punya kapasitas untuk melihat hal itu dan Tuhan juga memberika kita potensi untuk menilai, menimbang dan ini sangat penting bagi kita untuk kita lakukan setiap hari.

Aplikasi

            Mari kita terus belajar untuk tetap memberi pertumbuhan bagi roh kita dengan cara membaca firman, berdoa dan berpuasa. jangan pernah membiarkan nafsu kedagingan menguasai kita tetapi sebaliknya kita harus mengendalikan kedagingan kita. Setiap kebenaran yang kita dengar lewat kehidupan para Bapa padang gurun, biarlah kita juga menghidupkannya dalam menjalani kehidupan didunia ini.

Kasih (Love)

Hari Valentine Cinta Kasih Sayang - Gambar gratis di Pixabay

The Spiritual Desert Father Part VII (7)

Kasih (Love)

Apa itu kasih?

Kasih menurut bapa-bapa padang gurun adalah hukum yang paling utama seperti yang diajarkan Yesus. Ketika para dessert father itu mulai menyingkir dan mulai mengalami ketertarikan dari keinginan dunia disitulah mereka mulai membangun The cell doa dan mencapai silence sehingga di terus berdoa tanpa henti kepada Allah. St. maximus mengatakan satu kemurnian batin atau jiwa dimana kita merindukan diatas segala hal yang melebihi segala yang Tuhan ciptakan. Kasih itu adalah hal yang paling utama puncaknya. Karena love itu kekal adanya. Bapa padang gurun juga berusaha untuk melawan keinginan nafsu daging namun yang mereka lakukan adalah mereka melakukan asksesis. The passion/keinginan itu sendiri mendatangkan kasih tapi juga mendatangkan pengharapan kepada Allah jika kita bisa mengontrol diri kita/hawa nafsu dengan takut akan Allah. Self control dapat kita lakukan lewat ketekukan, kesalehan, kesabaran, kerendahan hati dan mendatangkan pengharapan kepada Allah.

Dari pengetahuan tentang Allah yang terpisah dari ketertarikan dunia ini kita bisa mencapai yang namanya Love for God/kasih Kepada Allah. Kasih kepada Allah ialah Hope/pengharapan. Pengharapan hasil dari iman/faith. Dari iman kita harus punya fear of God/takut Akan Tuhan dan menghasilkan self control dapat kita lakukan lewat ketekukan, kesalehan, kesababaran, kerendahan hati dan mendatangkan pengharapan kepada Allah ini semua tujuannya adalah untuk mencapai kasih seperti dalam 2 petrus. Sama halnya yang dialami oleh bapa de sert father dalam cell doa mereka seperti; melawan nafsu daging dan mereka melakukan perperangan didalam batin, antara mau menaati hawa nafsu atau menaati hokum roh. Iman itu di uji dengan adanya pencobaan Yakobus 1:1-3. Mereka yang punya kasih kepada Allah ialah orang-orang yang mengutamakan hal-hal diatas. Kondisi orang-orang yang mengasihi Allah ialah jiwanya itu selalu mencari pengetahuan tentang Allah, dan tidak terlalu focus pada hal-hal yang keliatan, dan mengangap bahwa tubuhnya tidak ada. Dan kasih kepada Allah itu kita melihat bahwa Allah tidak bisa dibandingkan dengan yang lain. Kalau kita lebih mengutakan tubuh dari pada jiwa kita, ataupun lebih mengumatakan ciptaan dari pada pencipta maka kita sama dengan penyembah berhala. Jika itu terjadi maka kita tidak memiliki kasih melainkan sebaga penyembah berhala. St.maximus menekankan bahwa jiwa itu lebih dari pada tubuh kita, kalau seandainya kita lebih menyukai hal-hal yang kelihatan/dicipta maka sebetulnya kita lebih menyukai tubuh kita dari pada jiwa kita dan ini membuat kita tidak mengasihi Allah. Oleh sebab itu orang yang mengasihi Allah itu harus menjaga the spiritual knowledge yang akan menghasilkan terang. Sebab jika matamu baik, intelektual baik maka kamu menghasilkan tubuh yang terang. Terang dari spiritual knowledge yang menerangi intelektual dan terang ini adalah dari kasih Allah. dalam 1 korintus 13:13. Kalau intellectual kita diterangi oleh kasih Allah maka kita akan memuliakan Dia, kita sangat keci, tidak layak dan sanagta beharga karena kasih-Nya. Pada dasarnya kasih itu dipenuhi oleh terang yang akan menerangi intelek kita dan memiliki pengertian yang baru, dan pemahaman baru, sikap yang baik maka dari situ Yesus mengatakan Love of God and love of self. Maka kita mengasihi sesame dimulai dari diri sendiri, dan mengasihi Allah melalui iman, iman artinya meresponi anugerah Allah tetapi selalu ada kendala dalam batin kita atau konflik, dan konflik itu mendatangkan Pengharapan, dan akan menimbulkan ketekukan, kesalehan, kesababaran, kerendahan hati dan mendatangkan pengharapan kepada Allah ini semua tujuannya adalah untuk mencapai kasih. Konflik akan melatih kita untuk taat, sabar dan berserah dan selalu berpengharapan dan dari sinilah kita punya kekuatan dispassion yang dapat menguatan kita untuk melawan nafsu daging dan dengan begini kita memiliki kasih. Kasih ini adalah puncaknnya.

Untuk mencapai kasih ini kita harus bertarung dalam perperangan batin oleh sebab itu kia harus silence, hesychia, dan berdoa tanpa henti sebab inilah kekuatan kita untuk ketekunan mecapai kerendahan hati, ketaatan dan pada akhirnya kita punya dispassion/kasih itu. Para bapa gurun juga menguji iman mereka dengan cara memiliih kehidupan yang betul-betul askesis diapdang gurun/menyendiri untuk membangun cell doa mereka untuk menutupi hati mreka dan mencapai silence dan bisa berdoa kepada Allah dengan ketekukan, kerendahan hati sehingga mereka bisa mencapai puncaknya ialah kasih. Diulang lagi ya guys ya. Kebanyakan pembahasan minggu lalu. Pengharapan pada akhirnya mendatangkan dispassion dan pada akhirnya mendatangkan love dan love ini membuat orang menjadi the holy spirit of the soul dan pada akhirnya memiliki the light of spiritual knowledge yang akan terus mencari hal-hal yang diatas, akan terus naik, dan naik, atau sama dengan tangga keselamtan itu. Mencari hal-hal diatas akan membuat orang akan mengasihi, mengasihi drinya dan sesamanya.

Abba athony mengatakan iman mendatangkan takut akan Allah yang mendatangkan self control ketekunan,kesabaran, dan kerendahan hati dan pada akhirnya mendatangkand dispassion yang menghasilkan love. Love of God itu bergantung kepada orang-orang disekitar kita, yang terlihat dari orang-orang sekitar kita. 1 Yoh 4:20 kasih kepada Allah ialah intelek kita diterangi oleh terang Allah yang membuat kita mencari hal-hal yang diatas yang tidak keliatan. Abba amon mengujungi abba Anthony saya mengamati saya lebih bekerja dari pada kamu tapi kenapa namamu lebih di hormati diantara mereka? Jawab Abbang Antony karena aku lebih mengasihi Allah dari pada kamu. Dalam mengasihi itu selalu ada yang namanya logismoi itulah mengapa dari godaan atau cobaan itu mendatangkan ketekunan, kesabaran dan kesalehan, dll. Tapi mereka mampu melawan itu dengan silence. Abba markus berkata Arsenius kepada Abba kenapa kamu menjauhi aku? Lalu dia menjawab Allah tahu aku mengasihimu artinya kalau kita mengasihi Allah kita tidak bisa mengashi ciptaan Dia yang lebih utama ialah Dia. Jadi, love lahir dari faith. Abba poemen berkata kerjakanlah hal-hal yang tidak mencelakai orang lain dan jagailah hati bagi seseorang,dan tidak mebalas kejahatan dengan kejahatan.

Aplikasinya

            Mari kita mengasihi karena kita sudah lebih dahulu menerima Anugerah Allah. Memiliki kasih bukan hal yang mudah, kita membutuhkan tuntunan. Untuk mencapai kasih ini kita harus bertarung dalam perperangan batin oleh sebab itu kia harus silence, hesychia, dan berdoa tanpa henti sebab inilah kekuatan kita untuk ketekunan mecapai kerendahan hati.

Doa Tanpa Henti (Continuous Prayer)

Marny

The Spiritual Desert Father Part VI

Doa Tanpa Henti (Continuous Prayer)

Dasar alkitab tentang doa tanpa henti ini tentu diambil dari tulisan Rasul Paulus kepada jemaat di tesalonika. 1 Tesalonika 5:17 mengatakan berdoa tanpa henti. Anthony mengatakan prayer continuous dengan begitu ia bisa berdoa belajar sendiri tanpa putus berarti berdoa terus-menerus. Seperti yang diajarkan oleh philokalia father bahwa berdoa tanpa henti itu mereka praktekan dalam kehidupan sehari-hari seperti yesus prayer.

            Doa itu adalah seperti cermin bagi para biarawan. Kemudia dikatakan jika kamu mencintai keselamatan dari jiwamu berdoalah senantiasa disetiap waktu seperti yang tertulis “kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar dengan hati yang berjaga-jaga dengan penuh kesadaran bahwa kamu memiliki musuh-musuh yang setiap saat selalu menjari kesempatan untuk menangkap atau membelenggumu” itulah sebabnya kenapa kita perlu berdoa tanpa henti? Yaitu karna selalu diserang.

3 hal yang dikataka oleh desert father

  • Takut akan Allah
  • Kerjakan kasih
  • Dan berdoa tanpa henti

Takut akan Allah dalam pengertian penghakiman Dia sehingga menimbulkan yang namanya membenci akan dosa tapi mengasihi, mencintai akan kebajikan dan dengan demikian kita akan bisa berdoa tanpa henti (poimen). Manualebeb bekerja keras, kerendahan hati, dan doa tanpa henti itulah inilah cara kita mencapai yang namanya Yesus itu. Kata Anthony bebaskan kita dari kesombongan, dan berdoalah tanpa henti. Bernyanyilah atau bermazmurlah sebelun dan setelah kita bangun belajarlah dari hati tentang ajaran kita suci dan masukkan itu kedalam pikiran seperti yang dilakukan oleh para orang kudus.

 Seorang bertanya apakah itu berdoa tanpa henti? Kemudian bapa padang gurun menjawab ini adalah ratu permohonan yang kita inginkan kepada Allah dari dasar hati kita memohon apa yang selayaknya apa yang tepat. Ini bukan sekedar kita berdiri untuk berdoa tetapi inilah doa yang harus dilakukan disepanjang waktu.

Seorang penatuan berkata ketika kita menawarkan doa-doa kita seolah-olah Allah hadir dan mendengar doa-doa kita tetapi tentang dosa kita, kita harus komit seolah-olah dia tidak melihat dosa kita, itu adalah salah satu kita bagaimana kita semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dan melakukan hal itu bukan hal yang mudah, karna selalu ada musa yang mengganggu kita baik pikiran logismoi maupun pikiran-pikiran yang sering muncul dan akhirnya mengganggu kita.

Istilah Synaxis

Synaxis ini adalah sebetulnya kita benar-benar meluangkan waktu untuk worship god selain manual lebeb setiap hari kita mengerjakan pekerjaan kita sehari-hari, tetapi kadang-kadang kita meluangkan waktu yang banyak atau sedikit untuk melakukan worship. Desert father selalu mengaitkan synaxis dengan berbagai macam hal misalnya dengan bermazmur, silence, bernyanyi bahkan meditasi terhadap kita suci dibaca dan disebutkan berulang-ulang. Dan itu semua adalah bagian dari cara-cara berdoa tanpa henti.

Menual works

Menual works itu mereka bisa bekerja tapi sambil berdoa. Misalnya seorang berkata disini aku akan menunjukkan kepadamu bagaimana aku bisa berdoa tanpa henti atau putus, padahal aku bekerja dengan tanganku. Jadi tangannya bekerja tetapi mulutnya sambal berdoa “have marcy on me”. Ia berkata ketika aku melewati hari itu dengan bekerja dan berdoa, aku memperoleh enam belas koin dari enam belas itu dua koin saya kasikan kepada orang miskin sisinya aku pakain lalu orang itu mengambil dua koin itu dan ia akan berdoa untuk aku sementara sisanya itu bagianku. Ini adalah satu model doa ketika yang diaajarkan oleh desert father. Makarius mangatakan kita harus selalu mengulurkan tangan kita dan berkata Tuhan kasihanilah aku sesuai denga cara yang engkau tunjukkan kepadaku.

Kitab suci (scripture and apothegms)

Makarius menyebutkan ketika kita berdoa dengan menggunakan hal yang sama misalnya lord have marcy itu bisa sia-sia ketika kita tidak punya kesadaran yang tepat dengan apa yang kita ucapkan berulang-rulang itu. Doa yang kita ucapkan bukan mantra tetapi ini adalah suatu keseriusan. Abba ammonas mengatakan, aku dan abba betimes mengunjunggi abba Achilles kami mendengar tentang dia bermeditasi atau mengulangi satu kalimat apa yang tertulis dalam Kej. 46:23 dan disini kita melihat bahwa perkataan dalam kita suci itu diucapkan. Dengan satu kesadaran kita bisa mengambil ayat-ayat dari kitab suci. Ini adalah satu usaha dari desert father bagaimana mereka terus membangkitkan satu kesadaran bahwa doa bisa mengalahkan hal-hal yang jahat. Satu kesadaran bahwa menawarkan kepada Allah bahwa doa suatu kedinamisan semakin dimengerti ayat-ayat kitab suci.

Beberapa perkataan desert father

Arsenios à biasanya pada hari sabtu malam menjelang minggu dia biasanya berdiri, memanjatkan tangannya ke langit, lalu berdoa sampai matahari terbit, dan meninari wajahnya dan ia akan kembali duduk.

Agathonà berkata “aku mengakui bahwa ketika kita mau berdoa kepada Allah ini yang paling dibutuhkan. Setiap kali kita berdoa selalu ada halangan, tetapi doa membutuhkan usaha sampai mencapai yang namanya repose dan doa membutuhkan usaha untuk mencapai repose sampai nafas terakhir kita.

Continuous and occasional prayer

Ketika kita melakukan prayer occasional desert father mengajarkan ada dua complementary prayer practices yang saling melengkapi

  • Doa dengan mouth, yaitu berdoa dari mulut kita atau itu pekerjaan tangan kita
  • Sidnesys jadi continuous prayer itu sealu terjadi didalam sagal situasi atau saat tangan kita berhenti dalam bekerja kita bisa melakukan yang namanya prayer

Seperti kata Anthony “kalau kita bekerja, jangan katakan akum au selesaikan pekerjaan dulu nanti baru aku berdoa. Tetapi yang benar adalah sambil bekerja dan kita sambil berdoa”. Arsenius berkata “sebagai seorang biarawan yang tinggal disuatu tempat terpencil di padang gurun tidak ada cara tahu mengenal jam berapa, namun ia terus berdoa kepada Allah”. Bagi kita dalam konteks kehidupan kita, perlu menciptakan private act of worship itu. kalau kita bisa menciptakan private act of worship kita bisa mengasihi Allah dan ini penting sekali bagi kita.

Meditation

Ini lebih kepada bermeditasi dengan ayat-ayat lalu kita doakan dan baca berulang-ulang, seperti yang dilakukan oleh Manual work dia bekerja seperti biasa sehari-hari, makan sehari, dan meditation. Filipi 4:6 bermeditasilah tidur, bangun dan takt akan Allah. Jadi kita bisa meditation bermazmur, dan bekerja seperti biasa.

Saying and singing

 John Colobos mengatakan “menghabisakn waktu didalam silence , dalam doa, membaca dan meditasi terhadap kitab suci dan mazmur-mazmur. Palldaus berkata “kalau kamu perhatikan jam ke 9, itu berarti siang hari dan itu banyak menyanyikan mazmur. Salah satu perkataan desert father adalah jika kamu ingin menangis akan dosa-dosamu dan inilah yang dilakukan oleh Macarius dari Alexandria didalam silence berdoa dari mulutnya kemudian bertepuk tangan.

            Kamu mengalami yang namanya kemunduran berdoalah dengan takut dan gentar Mazmur 2:11, 1 Petrus 5:8 dengan tekun dan perlu berjaga-jaga inilah bagaimana kita berdoa. Dan inilah perbuatan mereka bermazmur, meditasi, menyanyi ataupun meditasi dari mulut ini terus dipanjatkan. Dan kita bisa  melawan logismoi atau pikiran-pikiran jahat. Dan dilaporkan kepada Epiphanius “kami terus berdoa pada jam ke 3 yaitu kira jam 9 pagi jam 12 dan jam 19 sore.

Theofan mengatakan ada level berdoa

  • Erral kita mengulang terus dari mulut kita. Tetapi yang penting adalah harus masuk kedalam hati kita

Doa seperti cermin yang tenang utnuk melihat kedalam jiwa kita, dan mengenal siapa diri kita. Kita harus berdoa tanpa henti karena Allah itu tidak hanya ada di dalam gereja, tidak hanya ada disaat kita suka tetapi Allah itu ada didalam segala sesuatu, mengerjakan segala sesuatu dan menompak segala sesuati dengan kuat kuasanya. Dan akhirnya setiap moment itu menjadi suatu kesempatan.

Yang harus kita ingat adalah

  • Mengapa kita harus berdoa tanpa henti alasannya adalah ada selalu muncul yang menyerang kita
  • Allah ada didalam segala sesuatu, selalu hadir kapanpun dll
  • Menjadikan doa kesukaan kita
  • Kita harus memberikan waktu untuk bermazmur, bernyayi, bersinar dll
  • Doa itu seperti kita bernafas

Pakaian Pesta Matius 22:1-14

Mengintip Pesta Pernikahan Sandra Dewi Dalam Nuansa Kemewahan Putih Yang  Anggun|Glitzmedia.co

Orthodoxy dan Heterodoxy Part II

Nama : Nesti Nurani Gulo

Dosen : Hendi Wijaya Ss.

Tugas : Minggu ke-2

Pakaian Pesta

Matius 22:1-14

Matius 22:1-14, dibalik narasi ini ada suatu spiritual meaning yang kita temukan. Seorang yang memberi mengandakan perjamuan pernikahan dengan mengirim undangna tetapi karena kepedulian dunia mereka tidak datang hingga undagan yang ke-2. Pada akhirnya undangan baru dibuat untuk orang lain bukan untuk mereka, dan ada orang yang tidak berpakain pesta pada akhirnya dia diusir. Makna dari perumpamaan ini adalah perjamuan kawin ini adalah kerajaan surga karena mengandung Narative alegoris, undangan adalah pemberitaan injil dan yang menolak adalah mereka yang tidak percaya sama sekali, yang tidak berpakain pesta adalah orang pecaya namun tidak hidup menurut iman.

St.Theopan berkata kita harus bisa mencari tahu sendiri yang mana kategori kita; apakah kita orang percaya namun tidak berpakain pesta, seseorang yang tidak percaya iman yang artinya ada orang yang tidak percaya sama sekali, ada yang mengetahui undangan namun tidak mengindahkannya. Perumpamaan ini adalah satu peringatan buat kita walaupun sudah menjadi Kristen namun apakah kita sudah memiliki nilai yang sesuai dengan orang Kristen. Oleh sebab itu ujilah diri sendiri apakah kita termasuk dalam kategori diatas.

Ada seorang saudara bertanya kepada bapa Gurun; apa hidup itu? Jawabannya adalah mulut yang jujur, tubuh yang kudus hati yang murni pikiran yang tidak duniawi, hidup dalam silence dan selalu berpengharapan kepada Tuhan inilah pakain yang diingikan Tuhan. Devisi orang Kristen adalah meneladani Kristus. Jadi pakain pesta kita adalah ialah Kristus, seperti apasih pakaian Kristus/pesta? dalam Galatia 2:20 dan Galatia 2:27. Pakaian Kristus adalah daging dan darah Kristus itu sendiri, Dia telah menyerahkan daging dan DarahNya supaya mengundang kita masuk dalam perjamuan. Maka perjamuan itu adalah daging dan darahNya.

Bagaimana kita masuk dalam perjamuan itu? Untuk masuk dalam perjamuan perkawinan itu tentu ada undangan dimana undangan itu adalah pemberitaan injil. Dan orang-orang yang menolak undangan itu ialah mereka yang menolak Kristus. Ketika kita mau memakai pakain pesta kita harus rela meninggalkan manusia lama kita/pakain lama kita dengan iman kita mau dibabtis didalam Kristus dan memakai baju yang baru yaitu Krisrus sendiri. Roma 6:3-5 yang artinya kita menyatu dalam kematian, penguburan dan kebangkitan kristus yang artinya kita

menanggalkan pakaian lama dan memakai pakain Kristus atau daging dan darah Kristus. Kolose 3:10 bahwa kita mengenakan pakaian yang baru yang harus terus dijaga, yang harus terus diperbaharui. Pakain pesta kita ialah daging dan darah Kristus sehingga kita menjadi manusia yang baru, dimana roh dan jiwa kita yang baru. Kemanusiaan yang baru inilah senjata perlengkapan perang kita untuk menjaga tubuh, jiw dan roh. Identitas kita adlah orang yang pergi kepesta itu, dan memakai pakain dari Kristus. Orang yang sudah mengenakan pakain pesta slalu menjaga pakaia pesta itu yang artinya harus selalu dijaga dan terus menerus diperbaharui. Dan pada akhirnya kita semakin serupa dengan Kristus. Pakaian Kristus dan kesempurnaan. bagaimana mengerjakanya dan menghasilkan buah roh Kudus? Tujuan utama hidup manusia adalah berada didalam Kristus sebab hanya didalam Kristus manusia berada dalam keselamatan. Sebab didalam Kristus kita adalah ciptaan baru 2 kor, 5:17 atau manusia baru. Hidup manusia harusnya meresponi pemberitaan injil. Sebab undanngan injil itu ialah undangan keselamatan.

Didalam Kristus ada keselamatan sebab keselamatan ialah kristus itu sendiri. 2 Korintus 5:7 didalam Kristus kita adalah ciptaan yang baru. Kita mengenakan pakain yang baru itu caranya adalah kita dibabtis dan meniggalkan manusia lama, didalam babtisan kita manungglkan dengan kematian,penguburan dan kebangkitan Kristus. Babtisan didalam Kristus membuat kita mengenakan Kristus dan pakaian kristus yang kita kenakan adalah kemanusian yang baru, dimana kemanusiaan kristus yang telah memperbaharui kemanusiaan adam. Dan manusia baru ini terus menerus diperbaharui untuk menuju kekudusan, bertumbuh didalam Kristus hingga akhirnya kita serupa dengan Kristus dan senjata kita ialah pakaian kristus yang memurnikan jiwa dan roh kita. Pakaian Kristus adalah pakaian kekudusan hidup melalui penyucian diri dari segala dosa ( 1 Yohanes 3:3), penyucian diri baik batin dan tubuh/daging dari segala adalah proses pembaruan manusia baruyang telah mengenakan kemanusiaan Kristus. Pakaian dan kemanusiaan Kristus ialah yang membungkus diri kita. Sehingga yang dilihat Allah adalah diri kita di dalam Kristus dan dengan cara barus kita disebut anak-anak Allah karena Kristus (Gal.3:26). Kristus adalah Anak Allah dan kita menjadi menjadi anak-Anak Allah karena iman kepada Kristus.sebagai Anak-anak Allah kita memiliki engergi itu menyucikan diri dan bisa saling mengasihi sesama karena kita telah mengenakan kemanusiaan Kristus karena didalam kita ada benih Allah. Didalam Kristus kita adalah Anak-anak Allah yang mewarisi benih ilahi. Seperti kata rasul sebab Aku mati. Pakaian atau kemanusiaan Kristus itu ialah yang harus menguduskan manusia lahirriah (sarkios anthropos) dan batiniah kita (pneumatikos anthropos). Ketika kita memakai pakaian kristus maka Kristus yang akan memerintah dan menguasai diri kita baca Galatia 2:19). Penyucian atau pengudusan anak-anak Allah mencakup keseluruhan baik tubuh jiwa dan roh seperti kata rasul Paulus (1 tes5:23), 2 kor. 7:1 Hanya dengan mengenakan Kristus kita mencapai kekudusan yang sempurna. Dan pakaian pesta itu sangat penting. Antony coniaris mengatakan bahwa keselamatan itu bukan keadaan tetapi sebua gerakan artinya semakin sempurna dngn Allah dan semakin menyatu dengan Allah yang tidak bisa capai didunia. Dan ini adalah sebuah pergerakan dari Dosa menjadi kebenaran, dari kegelapan kepada Terang, dari salah kepada kebenran, dari keputusasaan kepada berpengharapan dari kematian pada kehidpan. Kristus mengajarkan bahwa kita akan menjadi sempurna sama seperti Bapa kita yang disorga adalah sempurna (matius 5:48). Dan ini adalah proses panjang yang diimulai dari fondasi Kristus yaitu kelahiran baru didalam Kristus, lalu terus menerus mengalami pemurnian dan dan pengudusan bersama Kristus. Dan pada akhirnya kita mencapai kesempurnaan atau menyempurnakan kekudusan kita unutk menyatu dengan Kristus atau serupa dengan Kristus. Coniaris menuliskan suatu saat nanti kita menjadi sempurna dan menjadi tujuan kita dan brsama dengan Bapa dengan disurga, tidak ada lagi yang sakit atau kelemahan tubuh, kelusuhan jiwa, hubungan yang putus maka kita akan menjadi sempurna dan suci dan mengambil bagian dalam natur ilahi itulah pakain Kristus Bagaimana praktisnya dalam kehidupan sehari-hari ketika sudah memakai pakaian Kristus

1. Adanya pertobatan dan Buah Roh kudus

Orang yang telah menerima Kristus, dibabtis dan menerima Roh kudus memulai kehidupan baru yang dinyatakan dalam kasih melalui karya kasih. Pakaian pesta ini perlu menguduskan roh dan jiwa nya. Ini adalah satu kehidupan baru yang ditunjukan kepada dunia oleh kasih. Kalau kita sudah memakai pakaian kristus apa tandanya? Kita punya iman dan kita telah babtis dan merawat diri, Seorang yang tidak diselamtkan oleh iman saja, tetapi dengan iman yang mengekpresikan dirinya melalui kasih sperti yang ditulis oleh rasul Paulus, rasul Yakobus bertanya, “apakah gunaya saudara-saudaraku jika seorang megatakan bahwa ia mempunyai iman padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkan iman itu menyelamatkan dia? Tentu tidak karena dia tidak masuk dalam pesta. Undangan pesta itu harus diwujudkan dengan meninggakkan manusai lama ini artinya iman harus disertai dengan perbuatam Pertobatan adalah meninggalkan manusia lama dan mengenakan manusial baru. Dalam pertobatan spiritual ada tiga tahap yang sebanding denga pertobatan

a. Pertemuan jiwa dengan tuhan kita, ketika Dia diteladani sebagai sahabat dan sebagai guru

b. Pertobatan kedua adalah pengalaman pribadi tentang pengampunan da keselamatan, salib, dan

kebangkitan.

c. Pertobatan ketiga adalah kedatangan roh kudus kedalam jiwa kita seperti nyala api dan dengan kuasa.

2. Buah Roh

Buah roh adalah hasil dari iman yang hidup yang ditanam (benih itu mengalami kematian) Yoh 12:24 dalam wujud pertobatan yaitu mematikan daging atau hawa nafsu dan bertumbuh serta berbuah. Buah inilah hasil dari anugerah dan iman yang hidup. Anugerah menempel di dalam Kristus (YOH 15:5). Iman yang hidup adalah iman yang disertai dengan perbuatan (Yak. 2:17). Perbuatan-perbuatan itulah yang dibangun dengan landasan iman (2 pet. 1:5-7) jika ini ada dalam kehidupan kita maka hidup ini memberi buah. Jadi buah roh itu adalah hasil dari mematikan daging (matinya benih dalam wujud pertobatan-pertobatan). Benih iman (efe. 2:8), benih Roh (Rom.5:5) lahir dari air dan Roh (Yoh 3:5), lahir baru menjadi manusia baru/ciptaan baru lahir dari Allah, lahir dari Allah menjadi Anak-anak Allah (1 yoh. 3:9), dan memiliki benih ilahi dalam hati (1 Yoh. 3:9) dan pertobatan terus menerus secara ilahi. Benih Roh adalah Allah Allah yang dicurahkan oleh Roh kudus ke dalam hati kita (Rom. 5:5). Kasih Allah adalah kasih Kristus yaitu pengorbanan hidup atau nyawa unutk pendamaian dosa. Hidup atau nyawa Yesus itu adalh daging darah Yesus, penyatian kita adalah manunggal dengan Kristus dalam air, babtisan air ini dari Roh, manunggal dengan kematian, penguburan dan kebangkitan, babtisan adalah perkawinan yang melahirkan benih ilahi dan menjadi milik kristus dan berbuah bagi Dia karena iman dan anugerah ada di dalam hati kita. Benih ini harus mengalami kematian supaya mengalami pertumbuhan supaya menghasilkan buah. Biji yang ahrus mati ini adalah lambing dari pertobatan itu, pertobatan ini dikerjakan terus menerus, tidak ada pertobatan maka sanagt sulit bagi orang percaya untuk menghasilkan buah. Jika kita tidak meninggalkan dosa maka akan membebankan kita dan pertobatan akan mempermudak kita unutk datang kepada Kristus mari kita mengerjakan keselamatan kita yaitu mengerjakan iman yang disertai denga perbuatan-perbuatan dengan pertolongan Tuhan Secara Ringkas proses buah roh adalah Lahir baru/lahir dari Allah/lahir dari air dan Roh (benih iman dan anugerah/kasih Allah) menjadi manusia baru mengenakan pakain pesta maka menghasilkan benih ilahi, benih ini harus mengalami kematian supaya dapat berakar atau menyerap energy Allah setiap hari yaitu anugerah maka akan bertumbuh yang menghasikan buah.

Aplikasi

Kita sedang berpakain pesta dan harus menerangi tubuh dan jiwa kita dengan cara berdoa, merenungkan firman Tuhan setiap hari atau menyerap anugerah Allah setiap hari. Pakain pesta kita ialah Kristus. Karna hanya didalam Kristus ada kehidupan dan sebaliknya orang yang diluar Kristus akan mati artinya tidak ada kehidupan.

Martir Sophia & Ketiga Putrinya

Eksegesis PL dan PB Part III

Martil Sophia

Martil Sophia memiliki 3 anak yaitu Pistis umur 12 tahun Elpis umur 10 tahun dan yang kecil bernama Agape atau kasih umur 9 tahun yaitu iman pengharapan dana kasih dan ibunya bernama Sophia. Dan ini adalah Para martil adalah mereka yang mempertahankan imannya sampai mati di siksa dan di bunuh dan mereka tidak menyangkal Kristus sampai dia mati. Kabar tentang cara hidup mereka yang dikagumi telah diketahui oleh kaisar. Pada saat kaisar mendengar bahwa mereka sedang berada di roma. Sang kaisar segera mengutus prajurit-prajuritnya untuk menangkap mereka dan dibawa ke hadapannya. Melihat usai mereka yang masih amat muda. Sang kaisar takjub betapa teguh iman anak-anak perempuan Sophia. Sang kaisar mengira mungkin karena mereka selalu bersama untuk saling mendukung. Maka dia pun menanyai mereka. Lalu yang di panggil mereka yang pertama Pistis (iman), putri pertama St. Sophia, yang baru berusia 12 tahun dibawa masuk terlebih dahulu. Dia dengan berani menolak sanjungan kaisar dan menghina perbuatan-perbutan kaisar yanag tanpa malu dan siasatnya yang sia-sia terhadap orang-orang kristen. Kaisar pun mengamuk dan memerintahkan prajuritnya untuk melucuti Pistis, di pukuli tanpa ampuh dan buah dadanya dirobek, yang darinya mengalir susu dan bukan darah. Siksaan-siksaan di tanggungnya namuntanpa tersakiti sebab pistis dilindungi oleh Kuasa Allah. Akhirnya para prajurit itu memenggal kepalanya. Sophia menguatkannya untuk menerimanya dengan sukacita akan kematian yang akan menyatukannya dengan Kristus. Elpis (pengharapan) yang baru berusia 10 tahun selanjutnya dibawa masuk. Karena dia mengakui Kristus dengan keteguhan yang sama seperti keteguhan yang sama seperti kakaknya. Dia pun dipukuli dan dilemparkan kedalam perapian yang menyala- nyalanamun api itu padam ketika menyentuhnya, yang di dalamnya kasih Allah menyala dengan nyala yang lebih kuat dari pada api duniawi. Setelah disiksa berkali-kali. Elpis juga wafat dengan pedangdan dia mengucap syukur kepada Allah. Kemudian anak yang bungsu bernama Agape (kasih) juga di panggil menghadap sang kaisar yang telah gila oleh mukanya sendiri. Dia hanya berusia 9 tahun namun sama teguhnya dengan kedua kakaknya. Agape di gantung di tiang sula dan dirantai begitu eratnya sampai tangan dan kakinya paatah oleh rantai itu. Dia lalu dilempar kedalam perapian yang darinya dia dilepaskan oleh malaikat dan akhirnya mati martil dengan di penggal. St. Sophia bersukacita melihat anak-anak perempuannya dengan begitu mulia menjalankan perjalanan mereka menuju tempat tinggal orang-orang benar namun di sisi lain seorang ibu, dia di penuhi ratap tangis yang mendalam. St. Sohpia duduk di dekat kuburang putri-putrinya selama tiga hari dan pada akhirnya dia pun menyerahkan jiwanya kepada Allah. Meskipun dia tidak menderita secara daging dan tidak kehilangan mahkota kemartiran. Sebaliknya, dia sangat menderita di dalam hatinya. Orang-orang percaya di situ menguburkan jasatnya di samping putri-putrinya.

Troparion

Pada Martil-Mu ya Tuhan, dalam pertandingan mereka yang berani demi engkau telah menerima hadiah mahkota tanpa binasa dan hidup dariMu, Allah kami yang baka. Sebab engkau memiliki kuat kuasaMu, mereka telah menggulingkan para penindas dan sepenuhnya menghancurkan keangkuhan sia-sia roh-roh jahat. Ya Kristus Allah, melalu doa mereka, selamatkan jiwa kami, sebab engkau penuh rahmat.

Kontakion

Sebab Pristis, Elpis dan Agape sungguh adalah carang-carang kudus Sophia yang terhormat, yang dinamai hikmat, oleh rahmat mereka telah menunjukkan hikmat Yunani sebagai kebodohan, dan dalam pertandingan mereka telah nyata sebagai pemenang yang memenangkan upah, karenannya mereka telah menerima suatu mahkota yang tidak kan pernah binasa dari Kristus Allah. Martil Shopia dan ketiga putrinya di peringati oleh gereja setiap tanggal 17 September dan inilah kisah yang luar biasa seorang anak kecil dan punya iman yang sempurna dan hal-hal seperti itu kita terus mengingat tentang perjuangan iman dan akhir hidup mereka dan apa yang mereka kerjakan dan itulah yang perlu kita teladani. Sebab mengikut Kristus disini harus sampai akhir karena seperti Rasul Paulus menentukan apa yang paling menetukan itu iman kita sekarang atau nanti di akhir hidup kita. Maka gereja selalu memperingati akhir hidup mereka karena itu adalah gerbang masuk kepada sorga sebab kematian itu adalah awal perjalanan menuju Kristus maka akhir hidup kita itu penting. Mungkin kita sekarang mempunyai roh yang menyala-nyala tetapi akhir hidup kita yang menentukan apakah kita itu bisa setia sampai akhir atau tidak seperti yang dia alami Sophia dan anak-anaknya itu sangat berat mereka di tusuk, disiksa sampai keluar darah, di lempar kedala. api dan pada akhirnya mereka di penggal. Maka di gambar icon ini ada gambar salib dan ini adalah kalau menurut orang Yunani itu ada suatu kebodohan tetapi di mataAllah itu suatu kemuliaan. Dan itulah yang kita pegang dan kita adalah calon-calon orang kudus. Bagaimana kekudusan itu adalah hidup dalam keberanian, ketulusan, kekuatan sampai pada akhir hidup, kalau Tuhan kasih kita jalan yang berat tetapi kita ingat bahwa kita harus memikul salib bererti kita harus jalan terus didalam jalan iman. Dan ceerita- cerita seperti ini bukan Theologi atau dongen tetapi ini kisah nyata yang terdapat dalam sejarah yang akhirnya mencambuk semangat kita mengikuti Kristus. Dan ada juga Saints yang hidupnya biasa-biasa saja. Ada seorang Alexandria yang saintsnya tukang masak dia berasal dari salah satu Monasteries di palestinian yang kita sangaat kenang dari Alexandria ini adalah ketaannya. Ketaatan dalam hala apa hal sepele yaitu memasak dan dia tidak pegang Salib cuman ada 3 buah anggur tapi waktu dia masak dia di sepelekan oleh sesama biarawan dan tidak sekalipun ia menginggalkan Allah tetapi ia tetap berdoa dan berpuasa dan ia tetap taat dan tugas utamanya adalah taat dalam dan tanggung jawab memasak dan dia pun taat pada seniornya. Suatu kali seorang imam yang berdoa dan bertanya kepada Allah dia meminta kepada Allah untuk menunjukkan hikmat Gideon. Lalu imam itu bermimpi seperti apa firdaus itu dan dia melihatnya sangat cantik dan ketika ia bermimpi itu di firdaus dia melihat seorang biarawan dan itu adalah temannya biarawan itu menghampiri diaa dan dia mlihat sekelilinya itu sangat indah dan menarik dan biarawan itu mengatakan kamu boleh apa aja yang kamu mau dan imam itu memilih buah Apel dan itu di bawanya 3 buah dan di bungkuskan kedalam kain dan itu suatu mimpi dan keesokan harinya lalu dia perhatikan di samping rumahnya kain yang membungkus buah apel itu, jadi mimpi itu jadi kenyataan, lalu imam itu mendapati atau dan dia tanya juga maka jawaban temannya itu sama juga lagi di firdaus lalu rahip itu juga berkata Allah itu menjukkan dia firdaus dan memberikan dia buah untuk dan dia berkata aku adalah hamba yang tidak layak dan hina. Rahip ini punya spritual yang luar biasa walaupun dia seorang tukang masak tapi dia punya spritual tentang Kristus dan berbau harum makanya dia punya buah itu. Mendengar apa yang di dengar Efrosinus maka para biarawan dan biarawan itu pergi kedapur dan meberi hormat kepada Efrosinus mungkin selama ini sudah meremehkan dia, mengejek tapi mereka tidak menemukan dia di dapur tetapi supaya dia tidak jatuh dalam kesombongan, tidak di puja-puja dia udah pergi dimana dia menatakan dirinya. Tetapi para biarawan ini tetap mengingat buah apel. Ini kita belajar obediens tentang cerita ini sehingga kita bisa belajar dalam karakter mereka untuk Tuhan kita melakukan yang terbaik dengan setia. Dalam 2 kor 4:16-18hal-hal kelihatan itu sementara tetapi hal yang tidak kelihatan itu secara kekal maka kita harus melihat yang disitunya walaupun kita menjalani hal tersebut maka dikatakan manusia lama kami bisa semakin merosot kalau secara manusia kita rugi tetapi apa yang kita keluarkan itu dicatat oleh Allah dan itu justru memperbaharui manusia baru kita. Ketika kita memperbaharui manusia baru kita maka salah satu tandanya yaitu manusia lahiria semakin menderita. Maka dari hari kehari kita memperbaharui pikiran kita sehingga kedagingan ini semakain di kalahkan, jangan kita menunggu kalu udah tua, kita tidak boleh kalah maka berbagai apapun kita kejakan kita tetap setia.

Kidung Agung 1:11

Kidung Agung 1:11 Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiasan emas dengan manik manik perak.

תּוֹרֵ֤י WTT Song of Solomon 1:11

זָהָב֙ נַעֲשֶׂה־לָּ֔ךְ עִ֖ם נְקֻדּ֥וֹת הַכָּֽסֶף׃

Ornamen atau perhiasan emas, jahat perhiasan emas berarti kata kerjanya Imperfec, kami akan membuat bagimu berarti gadia atau mempelai perempuan , kami akan membuat bagimu- perhiasa-perhiasan emas dengan manik-manik perak berarti ada ornament perhiasan.

Terjemahan literal:

ὁμοιώματα = figures atau likeness atau tanpa kelihatan betuk emas, vigur emas. Kami akan membuat bagimu ornament emas atau vigur emas dengan tanda perak.

Terjemahan LAI

Kami akan membuat bagimu perhiasan-perhiaasan emas yang di tambah dengan manik-manik perak

Simantic cotent

Kami akan membuat untukmu perhiasan atau ornament emas dengan manik-manik dari perak ini menjelaskan kata akan membuat bagimu ornament dengan manik-manik perak. Ini perhiasan- perhiasan emas tapi dikelilingin dengan manik-manik dari perak. Kata emas dan perak kata Origent dia berkata bahwa teman-teman dari sekeliling dari mempelai laki-laki itu sekarang punya 5 tanda yaitu perhiasan. Bagi origent menafsirkan dari mempelai laki-laki itu sekarang di tandai dengan para malaikat-nabi-nabi, para leluhur dia kasih contoh Kristus sendiri Ketika dia dibabtis di sungai Yordan dan juga di sertai misalnya setelah Dia dibabtis di cobai oleh iblis di padang gurun tapi di tandai dengan adanya malaikat dan melayani Dia. Bahkan hukum taurat itu sendiri di tabiskan para malikat melalui tangan pengantaran musa, misalnya dalam Ibrani 2:2 jadi di tandai dengan malaikat-malaikat itu. Kata kamu berarti lambang atau tipologi dari gereja yang ditandai dengan emas dan perak. Origent mengatakan itu ditandai dengan malaikat, nabi-nabi dan para leluhur.

Dalam Galatia 3:19 pelanta malaikat-malaikat jadi baik itu hukum taurat bahkan para rasul juga menulis ini adalah guardians dari yang di tunjuk untuk mempelai perempuan yang masih kecil. Jadi origent mengatakan gereja sudah ada dari sejak PL tapi masih kecil itulah di berikan hukum taurat, dalam Galatia 4 :2 itu menunjukkan masih kecil sampai nanti genap waktunya dalam Galatia 4:4 dianggap kecil tapi nanti pada waktu kegenapannya maka akan datang mempelai laki-laki itu yang lahir dari seorang perempuan di bawah hukum taurat. Ini sebagai gambaran kita hukum taurat itu di berikan lewat pengantaran malaikat nanti makin lama makin jelas maka wujud hukum taurat itu pada waktunya adalah Anak Allah sendiri yang akan beringkarnasi. Sedangkan gerejanya juga yang dikatakan Origent adalah pada awalnya belum jelas nanti makin lama makin jelas dikatan mempelai perempuan berarti gereja, mempelai laki-lakinya sebagai penggenaan waktunya akan datang, mempelai perempuan sudah ada juga dari sejak PL tapi masih kecil kata Origent sehingga ditandai/ dilayani oleh para malaikat, para malaikat itu membantu sepanjang masa melayani gereja berarti Dia dari foundation of the world sebagai ras manusia bahkan sejak dari foundation sudah ada bahkan sebelum dunia ini dijadikan. Dalam Efesus 1:4 jadi gereja itu bukan baru ada,dan para rasul itulaah pertama kali kumpulan orang-orang disebut gereja tapi jau sebelumnya itu suda ada gereja. Melalui pentakosta yang disebut dengan gereja atau Kristen itu bahkan sebelum dunia di jadikan, artinya baik Firman Allah yang nantinya akan Nampak dalam bentuk wujut manusia Yesus Kristus dari awalnya sudah ada sampai genap waktunya ini wajudnya yang dewasa lalu gereja juga seperti itu dari penciptaan manuasia itu mempelai perempuan.

Sejak pencipntaan manusia adam dan hawa bahkan sebelum di ciptakan Efesus 1:4 dalam Mazmur 73:2 itu sudah ada gereja sebab sudah ada Firman Allah, ada Anak Allah berarti ada Anak Allah atau Firman Allah ada penciptaan, perciptaan itu manusia dan manusia ini sebelum diciptakan. Ibarat Ketika suda ada kepala pasti ada tubuh mungkin kepalanya dulu ada baru muncul tubuh maka dari sejak mula ada mempelai laki-laki ada mempelai perempuan. Memang manusia ini pasangannya itu adalah dengan Kristus, manusia yang diciptakan oleh Allah memang nanti dijodohkan dengan Anak Allah yang beringkarnasi itu. Ibarat kita punya anak berarti dalam kandungan itu dijodohkan sama tetangga kita contohnya dia belum lahir pun kita udah jodohkan kira-kira manusia itu seperti itu seperti Efesus 1:4 belum keluar sudah dijodohkan dengan Kristus jadi dia tidak nikah dengan yang lain pasti dengan Kristus. Efesus 2:20 itu kaya ornamen-ornamen, para rasul, malaikat-malaikat itulah tanda dari mempelai perempuan yang dilayanyi para nabi dan malaikat, dan para rasul dan itu yang dimaksud dengan Aku membuat untukmu ornamen-ornamen emas dan perak artinya kamu itu dilayani oleh para malaikat dan nabi-nabi. Efesus 5:25-26menyucikannya dengan Firman jadi Kristus yang telah mengasihi kita pada awalnya kalau tidak axis bagaimana Dia mengerjakan yang exis berarti kita dari dulu sudah exis. Maka mempelai laki-laki ini datang kepada Dia, dalam Ibrani 2:14 itulah Ia datang pada mempelai perempuan itu jadi Dia menjadi sama seperti mempelai perempuan itu ini kata Origent. Ayat 12a dikatakan sementara sang raja duduk pada mejanya artinya yang laki-laki itu dalam wujud the lord jadi genap Dia datang sama seperti manusia sama seperti mempelai perempuan, kita yang dilayani the lord hukum taurat yang dimaksud sehingga wujud dalam hukum taurat itu adalah Kristus mempelai laki-laki tapi the lord melayani manusia yang di tetapkan menjadi mempelai perempuanNya. Nanti pada akhirnya the lord itu menjadi suatu kebenaran bukan lagi bayangan. Jadi kebenaran itu pada akhirnya jasmani dan kelihatan, contohnya dalam hukum taurat ada tabernakel dan itu nanti wujudnya adalah jasmani dan itu yang akan melayani kita, maka Origent tadi mengatakan ditandai dengan emas dan perak itu menunjukkan dilayani oleh kebenaran yang pertama dalam wujud tidak bertubuh jasmani nati akan di tandai dengan yang secara jasmani dan kelihatan. Gregori Nisa mengatakan bahwa kuda itu mesti disucikan dan ornamen yang mempercantik kuda itu dengan membuat artinya mempercantik kuda itu sehingga ini gambaran metafor bahwagereja atau mempelai perempuan itu dipercantik dengan ornamen emas. Ditandai itu bukan emas itu sendiri tetapi serupa dengan emas dalam 2 Kor 12:3-6 ada kata-kata yang dari sorga yang tidak bisa dibicarakan dan itu serupa dengan emas artinya kita itu kaya menerima radins of glory misalnya kalau matahari itu adalah terang kita menerima sinarnya matahari bukan matahari itu sendiri, tapi kita menerima sinarnya. Seperti Paulus mengatakan ada hal-hal yang tidak aku bicarakan dalam Ibrani 1:3 Nisa mengatakan orang-orang atau mempelai perempuan itu ditandai dengan sinar kemualiaan Allah dan sinar kemuliaan itu adalah nanti yang berwujud manusia itulah Yesus Kristus bahwa Dia adalah sinar kemualian Allah dalam Filipi 2:6, Yohanes 1:1 dan itulah yang kelihatan seperti emas tapi untuk mereka yang bisa melihat kebenaran itu sendiri. Ketika kita bisa melihat kebenaran itu sendiri maka kita ini kelihatan seperti emas dan bukan emas, jadi yang dinaamakan orang percaya maka mempelai perempuaNya Kristus itu bersinar seperti emas tapi bukan emas. Yang dimaksud dengan tanda-tanda atau manik-manik perak itu yaitu perak arti nyakata-kata yang menegaskan misalnya Amsal 10:20 lidah orang benar itu seperti perak dalam api jadi kalau kita berornamekan seperti emas maka yang menegaskan kita adalah kata-kata kita itu sendiri dari perak itu. Perak itu menentukan siapa kita dan ini spritual meaningnya. Pada akhirnya kita ini seperti emas kita tidak memanifestasikan substasinnya tetapi kita dilihat artinya kita bukan matahari tapi kita menerima pancara matahari itu. Kita bukan matahari tetapi kita menerima pancara matahari itu sehingga tubuh kita berkilau punya radiasi seperti kita berjemur di matahari samapai muka kita itu bercahaya bukan gosong tetapi terpancar radiasi itu maka kita bersinar, maka kita itu bisa dilihat oleh orang. Kalau kita baca Matius 6:22-23 tantang matahari atau peralihan transfigurasi Yesus san matahari itu dia mengajak Petrus, Yakobus dan Yohanes naik ke gunung tabor dan dia berubah wujud menjadi terang disitu datanglah Elia dan Musa pada hal Elia dan Musa sudah meninggal tapi Yesus bersinar terak dan disaksikan oleh Musa dan Elia sampai muka wajah tubuh Petrus dan Yakobus sialau tidak bisa memandang pertanyaannya adalah sebelum transfigurasi Yesus itu tidak punya terang? jawabannya adalah dari awal sudah terang dan kita yang mempelai perempuan ini terkena terangNya dan itu di tunjukkan suatu peristiwa di gunung tabor itu dan ini suatu contoh kita terkena terang Yesus. Maka Yesus mengatakan kamu adalah terang dunia.

Aplikasinya

            Mengikut Kristus bukan saja hanya formalitas, tetapi mengikut Kristus artinya siap sedia menjadi saksi-saksiNya sampai nyawa menjadi taruhannya. Setiap orang yang setia kepadaNya rohnya tidak akan mati, mengapa? karena roh terus disirami oleh firman Tuhan tetapi semakin hari rohnya akan hidup oleh imannya kapada Kristus. Marilah kita menjadi saksi-saksi Kristus yang siap memberitakan kebenarannya.

Spiritual Perfection

The Spritiuatuality Of Desert Father IV

Mengapa bapa padang gurun harus membagun sel doa? supaya bisa masuk di dalam keheningan untuk mencapai hesikesem. Sehingga mereka mampu berdoa kepada Allah. Matius 6:6 masuklah ke dalam sel doamu. Tujuan desert Fathers ini Supaya mencapai keselamatan ini berbicara bagaimana mereka bersatu dengan Kristus didalam keheningan.

Spiritual Perfection

Banyak godaan di dalam keheningan itu. Setiap orang didalam area kehidupan ini setiap manusia ingin mencapai kesempurnaan tetapi, selalu ada hambatan itulah yang disebut logismoi. Dan apa yang dilakukan oleh desert fathers ini semua pertempuran atau perjuangan di dalam batin mereka atau di dalam hati mereka. jadi, kalau mereka ingin mencapai perfection itu di mulai dari hati mereka dan dari roh mereka, tetapi peperangan mereka selalu juga muncul dari logismoi yang merupakan juga pikiran-pikiran batin yang dihasilkan dari hati itu sendiri akibat godaan yang selalu masuk. Bapa-bapa padang gurun ini tidak pernah menyerah mereka selalu berusaha mencari hikmat, tuntunan kepada senior-senior mereka itulah sebabnya, banyak perkataan-perkataan yang muncul, bukan sebuah perkataan yang panjang tapi sebuah perkataan yang singkat yang selalu mereka masukkan ke dalam hati lalu mereka lakukan sampai mereka benar-benar mencapai perfection itu. jadi, kenapa kita sering membangun sel silent, hesicesem,  itu adalah semata-mata untuk mencapai spiritual perfection. Efesus 4:13 setiap orang mencari kesempurnaan bukan sesuatu yang hanya bersifat fisik tetapi sesuatu yang bersifat hakiki, bersifat roh yang kemudian kita bisa mencapai kesempurnaan.

Spiritual perfection ini sesuatu yang bisa kita sampai di dunia ini, dan kehidupan zaman yang akan datang memang itu adalah kehidupan baik secara tubuh maupun jasmani dan kita percaya bahwa ada kebangkitan hal ini menunjukkan ada kesempurnaan secara jasmani. Kehidupan sekarang adalah kehidupan atau roh yang terus menerus diperbaharui dari hari kehari supaya kita semakin sempurna, semakin penuh seperti Kristus (1 Yoh 3:2). Desert Fathers ini sekalipun tubuhnya semakin hari semakin menurun tetapi rohnya semakin full Christ di dalam sel doa mereka di padang gurun hal ini adalah spiritual perfection yang mampu mereka capai di dunia ini. Roma 8:29; 2 Kor 3:18; 1 Kor 13:12, 15:49) kita semua akan serupa dengan gambar Anak-Nya atau serupa dengan rupa Anak-Nya yaitu Kristus. bangunlah tubuh dan roh kita yang betul-betul ditemui oleh Kritsus. Filipi 3:21 kelak kita akan di bangkitkan.

Maximus the Confessor

Menuliskan “kita yang berpatisipasi di dalam kepenuhan Allah maka the form of the soul and the body’s union Allah akan membuat kita accessible dengan Dia, hal ini kita bisa rasakan ketika kita masuk ke dalam silent dan hesychia, kita berpatisipasi secara roh, jiwa kita dengan Allah, inilah yang diajarkan Yesus (masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu itu kemudian berdoa kepada Allah) inilah partisipasi secara roh. Perfection yang akan sempurna yang Yesus katakan di dalam Yohanes 17:22-23 Yesus membagikan kekekalannya bagi kita karna kasih-Nya, dia bisa menyatu dengan kita, karena Dia juga adalah manusia, dia juga Allah makanya kita bisa menyatu dengan-Nya karena Dia di dalam Allah. Kita bisa menyatu dengan Allah melalui Kristus, dengan begitu akan seperti Kristus. kita adalah manusia yang akhirnya diciptakan dilahirkan. Kita harus hidup di dalam Dia sehingga kita bisa menjadi seperti Allah dan ini terjadi di dalam Inkarnasi. Melalui Kristuslah manusia diciptakan dan dibuat seperti Allah, karena Allah sendiri telah menjadi manusia. Kristus yang adalah Anak Allah membuat kita menjadi anak-anak Allah by grace (Maximus).

Desert Father mengajarkan bahwa tujuan akhir kita adalah deifikasi yang akan di capai di dalam kehidupansekarang ini melalui monastrip live. Kita bukan jadi Allah tapi kita akan seperti Allah, kita tetap manusia tetapi kita adalah sons in the sons. Sehingga kehidupan kita adalah kehidupan yang mencapai deifikasi melalui sinergi. Kehidupan Kristen kita adalah the light of synergi yang memiliki power untuk melawan dosa dan melakukan hal-hal yang baik untuk mencapai perfection. Lossky menuliskan, puasa, berdoa, berjaga-jaga dan semua pekerjaan baik yang kita lakukan di dalam nama Kristus itu bukan hanya sekedar berbuat baik tetapi sebuah usaha kita untuk memperoleh Roh Kudus itu. kita tidak bisa independent good for Christian tetapi kita synergy good at the Christian inilah pekerjaan yang mesti terus kita bangun. Seperti Rasul Paulus tuliskan di dalam 1 Korintus 3 kita harus membangun ke atas, dasarnya sudah di bangun oleh Kristus. Dasarnya yaitu mendengar dan melakukan apa yang Yesus perintahkan, membangun hidup kita di atas batu yang kokoh ini artinya ketika kita membangun hidup kita semakin baik, sukses kalau fondasinya bukan batu maka sebaliknya yang terjadi adalah kerobohan. Fondasi batu itu adalah Kristus sendiri di perjelas lagi dalam Matius 7 bahwa batu yang adalah Kristus adalah mendengar dan melakukan apa yang Yesus katakan. Bapa Gereja Anthony menjadi teladan bagaimana ia membangun dirinya di atas fondasi yang kuat yang kuat yaitu Kristus sendiri, sehingga ketika ia membangun ke atas sekalipun ada tantangan dan godaan tetapi dia tetap kuat dan kokoh karena ia memiliki fondasi yang kuat. Di dunia inilah Roh kita terus di dewasakan, dengan penuh perjuangan bersama dengan Kristus, di dalam diri kita inilah yang harus terus di bangun dengan mendengar dan melakukan perntah Tuhan. dengan cara apa saya menyenangkan Allah “pertanyaan kepada Abba Anthony, selalu ingat akan Allah kemanapun kamu pergi, apapun yang kamu lakukan tetap ingat Tuhan. jangan bergantung pada kebenaranmu sendiri jangan menyesali perbuatan lampaumu, tapi kuasailah lidahmu. Gregori pun menulis “koreksi iman dari jiwamu, pekatakan yang benar, dan kuasai tubuhu. Evagrius menuliskan “kalau kita bisa mencapai monotonous diet atau doa yang sungguh dengan kasih kita akan sampai pada kemampun untuk hidup kudus. Aba Zakharias menuliskan “biarawan bertugas terus melatih diri, hidup kudus, yang manyerahkan dirimu pada kejahatan. Minta pertolongan kepada Tuhan dalam keadaan apapun dalam hidupmu. Jika manusia lama kamu mau di lepaskan kamu harus mendengar, beristrahat dari memikirkan hal-hal yang salah dan rendahkan dirimu dihadapanNya, dan menahan untuk tidak menghakimi sesama inilah yang harus terus kita kerjakan juga. Bencilah hal-hal yang di dunia ini, beristrahatlah dari semua itu. repose adalah reward kepada kita yang sudah menyingkir dari dunia, ini adaah satu level yang lebih tinggi. Kita butuh belaskasihan kepada Allah tanpa henti. Begitu kita mulai berusaha masuk satu porsi kecil dari repose, Abba Sisoes menuliskan, tinggalkan itu semua, jangan kuatir tentang apapun juga tetapi, kamu akan memiliki repose ini. repose in this world adalah bagian dari of the next repose on advancing toward perfection. Seorang Elder berkata, tetaplah di dalam sel doamu, berdoa tanpa henti, maka takut akan Allah itu akan mengintari hatimu, usirlah segala sesuatu yang berdosa dari soulmu. Abba Isaia berkata, bagaimana kita mencaai repose tadi, hate everthing in the world and repose of the body, fot these made you and enemy for God. Abba Poemen to say, menyingkir dari hal-hal kedagingan dan kesombongan. Hidup di dalam sel doanya, ada selalu usaha untuk menyingkirkan segala kedagingan atau logismoi itu. Abba Isaah menuliskan, bagaimana kita punya ekspetasion untuk mencapai repose itu dengan cara cast away from the face of God and there will be neither anybody. Abba Antony berkata, dengan takut akan Allah kita akan selalu ingat kematian kita, marilah kita membenci akan dosa ini dan segala yang ada di dalamnya (yang ada di dalam dunia ini), ingatlah ada the day of judgment. Menguji diri kita, teruslah kita menangisi dosa kita sehingga kita bisa menemukan Allah, marilah kita membenci daging kita sehingga jiwa kita diselamatkan. Dengan reposing we can live for God and could be saved in this age and hesychia (jalan kepada repose). Become as nothing cast your will behind you and take no thought for the disquieting things of this world and you shall have rest. Repose ini adalah dimana hati kita benar-benar tidak terkontaminasioleh dosa itulah yang disebut perfection of the fathers. Abba Isaiah berkata, doa yang tercatat di dalam Injil ‘dikuduskanlah namaMu’ ini adalah untuk kesempurnaan, karena nama Allah tidak bisa dikuduskan di dalam diri kita, jika kita masih di kuasai dosa jadi kita berdoa ‘di kuduskanlah namaMu, datannglah kerajaanMu itu artinya kita mengundang Dia datang ke dalam hati kita, jadi kerajaan Allah itu datang tidak dengan fisik tapi spiritual, Ia bertahta dalam hati kita, Ia masuk menunjukkan kepada kita bahwa ini adalah kesempurnaan langsung bagaimana Allah bisa di kuduskan di dalam hati kita.

Theodore menuliskan, tiga hal yang kita butuhkan yaitu poverty (kehidupan yang sederhana), asceticism, and fleeing from folk. Abba John colobos menuliskan, ketika kamu bangun pagi buatlah / lakukanlah satu kebajikan sesuai dengan perintah Allah dengan ketekunan, dengan takut dan tahan menderita dalam kasih kepada Allah dengan spiritual dan fisik kita, dengan kerendahan hati, dengan doa, dengan sungguh-sungguh, dengan memurnikan lidah kita, mata kita dan segala hal ini artinya kita renounced dari hal-hal yang jahat masuk dalam hal-hal yang baik. Kita harus terus menerus berpatisipasi di dalam perfection, bagaimana kita punya langkah-langkah yang bisa kerjakan setiap hari, mulai dari kita bangun tidur hingga kamar tidur kita lagi. Apa yang terjadi di dalam hati kita ketika kita bisa silent, ketika mendengar Allah berbicara, berdoa kepada Dia, sehingga kita bisa sampe pada repose, benar- benar bisa bertemu dengan Allah di dalam doa, dan menyingkir dari dunia dan menangisi dosa-dosa kita. Sorrow For Sin Abba Antony menuliskan, dengan takut akan Allah di hadapan mata kita, marilah kita selalu dingatkan dengan kamatian, mari kita meninggalkan dunia, inilah adalah salah satu menangisi dosa kita. Evagrios juga menuliskan, staying in the cell, satu pikiranmu, ingatlah hari kematianmu, ingatlah decomposition of the body, ingatlah bahaya yang menerjang kita, kesakitan, berjaga-jaga dalam setiap keadaan, semangat yang tidak pernah padam. Abba arseniius juga menuliskan, sepanjang hidupnya ketika ia menangisi dosa-dosanya. Ammonas menuliskan, bagaimana aku bisa berdiri di hadapan tahta Tuhan, bagaimana aku membela diriku, ingatlah akan hari itu jika kamu bisa melakukan itu kamu akan bisa membebaskan jiwamu dan kamu akan di selamatkan. Sorrow for sin itu penting karena itu mengingatkan kita akan kematian kita, kebangkitan kita, kemalangan kita, pengadilan Allah inilah yang membuat kita go and frame your mind. Abba Theodore menuliskan, ketika kamu sedang duduk di dalam selmu fokuskan pikiranmu, ingatlah bahwa sedang di hadapan Allah, bayangkan yang takut, mengerikan yang akan terjadi dalam penghakiman dan itu terjadi kepada semua orang berdosa contohnya dalam Markus 9:48 akan api yang tidak akan padam, cacing yang tidak akan pernah mati, akan ada neraka sementara. Ada penyiksaan, ketakuatan, gertakan gigi (Mat. 8:12). Abba Elijah menuliskan, aku takut akan tiga hal ini ketika jiwaku keluar dari tubuhku artinya aku akan mati, aku akan bertemu dengan Allah dan sentence itu akan diberikan kepadaku. Hal inilah yang mesti membuat kita menangisi dosa-dosa kita dari penghakiman akan Allah dan meminta belaskasihan dari Allah terus-menerus. Abba Isaiah menuliskan, I visited him when he was sick and found him suffering badly. Dengan begitu dosa itu akan menyingkir dari hati kita dan takutku akan Allah itulah hal yang penting. Abba Peter menuliskan, ketika aku mengujungi Abba Isaiah, ketika dia melihat aku sedih dia berkata kepadaku, apa yang menghambat kamu mencapai repose? Yet fear of that darkest hour grips me, when I am cast away from the face of God and there will be neither anybody to answer for me nor any expectation of repose. Ketika aku mengujungi dia dan menemukan dia sakit, dia berkata kepadaku bahwa tubuh selalu mencari kesehatan tetapi, itu berbalik melawan dari Allah, tapi, apakah akar dari tanaman di siram setiap hari akan mati , menjauh dan tidak menghasilkan buah? Sama seperti kita, semakin kita hidup benar maka kita semakin dekat kepada Allah dan kita semakin mematikan the flesh itu. Abba Peter juga menuliskan, apa artinya takut kepada Allah dan ia berkata kepadaku, seseorang yang tidak takut kepada Allah itu sendiri that person does not have fear of God in himself. Kita juga harus memuliskan Dia seperti yang dikatakan Abba Josep ketika kamu sakit, ketika kamu dicobai terimalah hal itu dengan ucapan syukur itu yang pertama. Yang kedua, kemudian berusalah untuk membersihkan yang salah-salah itu dihadapan Allah jadi cepat memeperbaikinya, cepat menangisinya, dengn tangisan itulah akan menghapus segala dosa-dosa itu. untuk memuliskan Dia tetapi bukan untuk mencari muka kepada manusia, yang ketiga, kamu duduk di dalam satu ketaatan, satu perintah, carilah spiritual fathers dan renounce semua keinginan-keinginan kita jadi tiga hal ini menjadi panutan kita di dalam memuliakan Allah. Bagaimana kita renounce of the world kita harus memiliki tangisan untuk menangisi hal-hal yang duniawi, Abba Anthoni berkata, sama seperti ikan akan mati tatkala dia sering melompat dan keluar dari air, sama seperti dosa kita akan leluasa bekerja kalau kita keluar dari sel doa kita, karena kalau kita keluar dari sel doa kita kita akan kehilangan desterminasi, kita akan kehilangan doa, kehilangan soul full, kita kehilangan ketakutan akan Allah, jika kita keluar dari Allah kita akhirnya terasing, oleh sebab itukita harus kembali cepat kembali pada sel doa kita. Kemudian Abba Asenius juga menuliskan sel doa kita atau menangisi dosa-dosa kita sama seperti kita berada di istana raja dimana kita diberi keleluasan kepada Allah untuk melakukan apa yang Allah inginkan, bagaimana kita punya keleluasan di dalam meminta kepada Allah di dalam doa “mintalah kepada Ku…, maka Aku akan berikan kepadamu…”. Kita perlu satu bangunan di dalam kehidupan kita yang super fisik ini. kita menciptakan padang gurun kehidupan kita sendiri, memiliki waktu special kepeda Allah, punya silent pribadi dengan Allah sesuai waktu kita miliki untuk kita terus berkomunikasi dengan Allah.

Aplikasinya

Untuk mencapai perfection itu harus di mulai dari hati dan dari roh. Ketika Roh dan hati kita tidak dijaga, maka pikiran jahat sangat mudah merasuki kita. Sehingga tindakan dan perbuatan yang kita lakukan tidak sesuai dengan gambar Allah. Jadi mari kita sebagai orang yang sudah tahu akan kebenaran, sangat penting untuk mempraktekkan kebenaran ini dalam kehidupan sehari-hari.

Ajaran Orhtodoxy dan Heterodoxy (part I)

History : Greek Orthodox Church of Saint Paraskevi, Saint Barbara and Saint  John the Merciful

#Doctrine Matters

Penciptaan

            Ketika Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupa Allah yaitu Adam dan Hawa dan keturunannya, lalu gambar dan rupa Allah berinkarnasi yang diberi nama Yesus Kristus Dia jadi manusia. Manusia meneladani Yesus Kristus sebab Dia manusia yang sempurna. Manusia yang kudus tanpa dosa. Namanya manusia ada gambar dan rupa didalamnya berarti ada semacam benih atau gambaran tentang dirinya yang sempurna itu. Karena Dia adalah gambar dan rupa Allah berarti manusia itu punya gambaran siapa dirinya. Dia bisa mencari-cari gambar dan rupa Allah itu dan terus bertanya bagaimana supaya saya sempurna dan selamat?. Inilah yang menyebabkan munculnya doktrin dan ajaran-ajaran baik itu didalam kekristenan sendiri maupun diluar.

Gambar dan rupa Allah yang menjadi pola ciptaan kita menjadi manusia, lalu mengajar doktrin tentang siapa dirinya, siapa Allah, bagaimana keselamatan itu bisa terjadi lalu dia mendirikan gereja dan disebut gereja bersama dengan murid-muridnya yaitu para rasul, dan gereja itu berkembang sampai sekarang. Apa yang dicari oleh manusia selama ini, turun dari surga ke bumi lalu mengajarkan. dan ada istilah wahyu umum dan wahyu khusus.

Wahyu umum berarti usaha manusia untuk mecari tahu siapa dirinya, sedangkan wahyu khusus ini berarti Allah sendiri yang mengantarkannya kepada kita. Yang umum manusia sendiri yang mencari tahu kebenaran itu tetapi disisi lain kebenaran itu sekarang sudah turun menjadi manusia memberitahu kita. Ketika kita memandang ajaran agama orang lain maupun aliran-aliran yang berbeda didalam kekristenan. Semua usaha manusia itu hanya untuk mencari kebenaran yang sejati atau inkomplit (Allah yang misteri yang yang tidak bisa dipahami oleh kapasitas kita yang terbatas)

            Bagaimana kita bisa menempatkan diri kita ditengah-tengah ajaran –ajaran yang inkomplit sampai pada yang komplit. Kita mempelajari harus dengan kerendahan hati bukan dengan kesombonga. Seorang ilmuan dia harus memastikan angka-angka yang ia tulis itu tepat, seorang guru sejarah dia juga harus memastikan tanggal, tempat kejadian dan itu harus tepat. Jadi dalam kehidupan kita sehari-hari kata yang namanya kebenaran itu penting. Tetapi ketika berkaitan dangan agama dan spiritualitas seolah-olah yang dinamakan kebenaran itu jadi relative doktrin itu jadi tidak penting tetapi ketika berbicara tentang ilmu pengetahuan itu semua harus tepat dan benar. Doktrin itu menjadi sesuatu yang tidak penting lagi alasannya adalah karna masing-masing punya kepercayaan, punya cara menyembah Tuhan tidak penting lagi yang benar dan salah dan itu jadinya relative.

Apakah keselamatan hidup kita tidak ada kepastian? Kenapa kita perlu belajar tentang doktrin? Dan mengapa doktrin itu pentinh?

1 Yohanes 4:1,2à mengapa doktrin itu penting? bagi kita doktrin kita ini bukan seperti teori atau konsep tetapi yang gambar Allah itu sendiri jadi manusia. Jadi ketika kita berbicara doktrin berarti kita berbicara kebenaran bukan hanya sekedar berbicara teologi atau ilmu pengetahuan tentang alam. Tatapi yang manusia cari-cari itu dengan berbagai teori kopsetia ternyata jadi orang, berarti doktrin itu adalah kebenaran dan kebenaran itu sifatnya adalah pribadi. Dan Yesus Kristus itulah yang disebut doktrin itu.

Yohanes 14:6 à Aku adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Bahwa Kristus itu adalah kebenaran dan kebenaran itu adalah Kristus sebab kebenaran dan Yesus Kristus itu adalah sama. Jadi kebenaran yang kita cari adalah Pribadi yaitu Yesus Kristus karna Dia adalah gambar dan rupa Allah itu. Lalu diajarkan pada gereja dan gereja mewarisi kepada kita. Salah memahami tentang Yesus Kristus maka menurut rasul Yohanes atau kitab suci kita “kita bukan berasal dari Bapa” (1 Yohanes 4:1). 1 Yohanes 4:15à ini menjelaskan tentang siapa Yesus itu. Dan disini banyak yang menangkap salah karena disitu dikatakan bahwa banyak nabi-nabi yang mengajarkan bahwa yesus banyak.

1 Yohanes 2:22à ada nabi-nabi palsu atau guru-guru palsu yang mengajarkan bahwa Yesus itu bukan Mesias, Yesus itu bukan anak Allah, Yesus itu bukan Kristus berarti disini kita harus tahu kebenaran, doktrin yang sesungguhnya atau orthodox artinya yang lurus. Di balik didalam Krekristenan itu sendiri muncul banyak ajaran-ajaran heterodox dan kita harus tahu supaya kita tidak terjerumus pada ajaran tersebut. Kita tidak bisa relaktif dengan mengatakan bahwa semua ajaran sama bahkan membawa orang kepada surga. Namun kebenaran itu cuman satu “apa” atau “siapa”, kebenaran itu bukan apa tetapi siapa yaitu pribadi Yesus Kristus tetapi Dia yang seperti apa itu yang menentukan kita kemana. Jika kita salah memahami doktrin kita akan binasa sebab Yohanes 17:3à jelas bahwa doa Yesus kepada Bapa supaya semua manusia itu mengenal Allah yang Esa, Allah yang sesungguhnya, Allah yang benar melalui mengenal Yesus Kristus. sebab ketika kita salah mengenal Yesus Kristus maka kita salah memahami Allah itu.

Apa yang kamu percayai dan bagaimana kamu membuat suatu perbedaan?

            Yohanes 17:3 kehidupan kekal itu berkaitan bagaimana kita mengenal Yesus kristus itu sebab hanya dia yang menyatakan siapa Allah itu. Yohanes 17:22-23àhanya melalui Kristuslah kita akan menerima kehidupan kekal, kemuliaan Allah itu dan kemuliaan yang kita terima itu kemuliaan Kristus yang Dia terima dari Bapa. Dan pada akhirnya menjadi satu dengan Allah dan Kristus. jika kita salah mengenal yang benar ini kita akan salah jalan. Dan banyak orang bertanya bagaimana aku bisa selamat atau gimana aku bisa hidup pada akhirnya, artinya manusia mereka-reka jalannya sendiri. Untuk menentukan hidup dia harus menemukan jalan yang benar itu, dan keberan itu adalah pribadi itu sendiri (Yesus Kristus). Yang menyelamatkan bukan agama, bukan ajaran kepercayaan tertentu tetapi yang menyelamatkan adalah pribadi Yesus Kristus sebab Dia adalah jalan kebenaran dan hidup.

            Sejak zaman dulu manusia terus mencari jalan kehidupan dan kebenaran hidup dan tidak pernah ketemu. Sekarang jalan kebenaran dan hidup itu menjelma menjadi manusia. Oleh sebab itu Kristus ini adalah pribadi sekaligus Dia jadi doktrin, Dia jadi kabar baik yang ditulis.

  • Kalua Dia sebagai pribadi berarti Dia bisa dipegang 1 Yohanes 1:2à jadi kalua Dia jadi pribadi berarti Yohanes mengatakan bahwa Dia adalah saksi sejarah, dan historis. Para rasul menyatu dengan kita jadi satu dengan Bapa dan Anaknya artinya apa? Dia yang menjadi pribadi ini supaya nanti kita bisa menyatu dengan sang Bapa dan Dia (anaknya itu). Para rasul mencatat, menuliskan lalu Dia memberitahkan itukan lisan. Baik lisan dan tertulis isinya doktrin jadi pribadi yang bisa dilihat dan dirabah itu ngomomg sesuatu dan itulah yang diajarkan. Mengapa yang ajaran itu dapat membawa kita kapada Bapa? Apa yang Dia bicarakan itu sama dengan pribadinya itulah injil akhirnya menjadi kabar baik. Jadi injil itu sama dengan pribadinya. Pesan itu juga menyelamatkan karna injil itu adalah kekuatan dari Allah.  

Kekristenan awal muncul dari tradisi Yahudi. Mengapa yahudi? Karena yahudi itu adalah salah satu suku dari bangsa Israel. Israel dari mana? Dari Abraham yang adalah nenek moyang dari bangsa Israel. Dan Abraham itu dari Adam dan Hawa dan Adam dan Hawa dari Allah yang menciptakannya. Bangsa Yahudi dan Israel ini adalah bangsa yang dipilih oleh Allah untuk melahirkan seorang juruselamat. Lalu berkembang di abad 1,2,3 dan seterusnya, dan sampai pada abad pertama disitulah berdirinya lima pusat kekristenan yaitu:

  • Roma
  • Konstatinopel
  • Alexsandria
  • Antiokhia
  • Yerusalem  

Dalam 5 pusat ini punya dogma yang sama, kehidupan spiritual yang sama tanpa ada perubahan. Mulai dari abad pertama surat 1Yohanes dikatakan mulai muncul ajaran yang Heterodoxy sampai pada abad ke 2,3 dan seterusnya. Lalu pada abad ke-4 kira-kira pada tahun 367 kanon alkitab akhirnya jadi ditetapkan. Istilah kanon itu berarti ada kitab yang tidak termasuk. Lalu di abad ke-11 tahun 9054 gereja di Roma dan yang lain memisahkan diri yang diroma.

Ke abad-15 (1517) muncullah seorang rahib dari katholik ordoxagustinia yaitu Martin luther menamakan reformasi terhadap gereja yaitu gereja katolik. Kekristenan itu ada 3 dinominasi besar yaitu

  • Yang di Roma itu disebut Roma Katolik saudara tua kita (barat)
  • Anthiokhia, Yerusalem, konstatinopel dan Alexsandia di Mesir dan itu saudara tua kita (timur)
  • Yunani (asia)

Gereja ada ditengah-tengah berbagai macam kelompok yang Heterodoxi bahkan berbagai macam agama.

Ajaran Orthodoxy

Apa Ortodoxy yang kita percayai?

  1. Kita percaya Allah tritunggal

Kita percaya ada Allah yang Esa pencipta langit dan bumi yang menciptakan yang tidak ada menjadi ada.

  • Allah itu tidak tercipta. Kalauv  dari bawa ke atas maka kita menciptakan Allah menurut pikiran kita. Allah itu adalah pikiran kita ide kita yang kita ciptakan sendiri dan hal ini kita tidak mempercayainya. Kita percaya bahwa Allah itu tidak tercipta. Allah kita bukan antara ada atau tidak tetapi Dia adalah pribadi.
  • Allah itu buka sesuatu yang kita ciptakan.

Dia satu Esa tapi tiga pribadi. Yohanes 1:1à pada mulanya adalah firman, firman itu bersama-sama dengan Allah (ada relasi). Firman dan Allah itu sama? beda. Artinya ada persen antara firman dan Allah. Dan firman itu adalah Allah. Allah disini bukan pribadi lagi tetapi esensi atau predikat dari firman itu. Allah itu satu di sebut Bapa lalu dia bersama dengan firmannya dan Anaknya. Satu didalam hakikat, tiga didalam pribadi tetapi yang sehakikat, esensinya sama. Bapa itu adalah Allah artinya ada Allah Bapa, Allah Anak dan roh kudus.

Setiap pribadi dalam Allah tritunggal itu yang berbagi esensi dengan Allah itu disebut sebagia Allah tapi berbeda dalam hal pribadi. Bapa tidak sama dengan putra, putra tidak sama dengan Bapa begitu juga dengan Bapa tidak sama dengan roh kudus, roh kudus tidak sama dengan Bapa atau Anak tidak sama dengan roh kudus, roh kudus tidak sama dengan Bapa. Jadi sumber dari keilahian esensi itu adalah Bapa dimana Anak itu adalah dikandung dan holly spirit itu dikeluarkan. Esens itu adalah trasenden anoebel (tidak bisa dipahami, tidak bisa diketahui) tetapi dia imanen bisa diketahui dari energynya. Kalua kita berbicara anugerah itu bukan sesuatu yang keluar dari Allah tetapi energy Allah itu sendiri.

Tentang Yesus Kristus

Yesus Kristus adalah anak Allah pribadi kedua dari Allah tritunggal itu. Firman itu benar-benar Allah yang disebut sebagai anak Allah berarti Dia dikandung, sebelum segala jaman. Dikatakan pada mulanya adalah Firman itu menunjukkan bahwa sebelum ada segala sesuatu dan keberadaan itu adlaah firman itu sendiri. Firman itu sudah ada sebelum segala zaman, kekekalan itu adalah firman dan firman itu adalah kekekalan. Kita mengenal Kristus untuk kesempurnaan, dan keselamatan.

Gambar dan rupa Allah 

Bagaimana bisa melihat gambar dan rupa Allah? Yaitu manusia itu mereka-reka (menebak-nebak). Gambar dan rupa Allah itu sudah menjadi manusia bisa dilihat, disentuh dan dirabah dan itulah yang kita percayai.

Nabi-nabu palsu (duri dalam daging)

Apa sih ajaran-ajaran mereka?

1 Yohanes 2:18 itu muncul duri dalam daging artinya dari kekristenan sendiri 2 Yohanes 1:7,  2 Tesalonika 2:3 yang disebut dengan antikristus kata rasul Paulus yaitu manusia durhaka, kedepan nanti akan datang seorang Antikras yang benar-benar memparodikan apa yang dilakukan oleh Yesus, ia akan menyamar sebagai juruselamat palsu. 1 Yohanes 4:2 pada zaman itu sudah ada yang mengaku bahwa Yesus bukan Kristus. 1 Matius 16:13 ada yang mengatakan bahwa Yesus itu adalah Yohanes pembaptis, yang lain mengatakan Dia adalah nabi Elia, yang lain mengatakan Dia adalah Yeremia salah seorang dari para nabi. Pada saat Yesus hiduppun banyak nyang tidak mengenal Dia tetapi setelah pentakosta baru mereka mengerti siapa Yesus Kristus sesungguhnya.

Ajaran Heterodoxy

Siapa saja guru-guru palsu itu?

Yohanes 4:2 banyak nabi-nabi yang pergi kesuluruh dunia untuk memberitakan ajarannya itu. 2 Petrus 2:1, 1 korintus 2:10, Matius 7:15. 1 Tesalonika 5:21 menguji roh-roh artinya ajaran itu menguji roh kita.

Apa saja yang diajarkan oleh guru-guru palsu ini?

  1. Panarion
  2. Babarisem.

Sejak dari adam sampai Nuh. Babarisem itu artinya tidak ada hukum artinya orang boleh menentukan hukumnya masing-masing. Tidak ada satu hukum yang tunggal yang ada setiap orang membuat hukumnya masing-masin dan menjalankan hukumnya masing-masing (efanius).

  • Kemudian berkembang setelah banjir Nuh munculah pahamskitianisme dari sejak nabi Nuh sampai generasi menara babel.
  • Mulai muncul paham-paham helenisem dari situ berkembang, setelah menara babel itu dihancurkan akhirnya manusia berserak kemana-mana akhirnya muncullah yang paling awal helenisem. Dan helenisem itu penyembahan berhala seperti di Mesir, babelonia
  • Lalu muncullah yudaisem dan ini dari kaum Abraham ketika Allah memilih Abraham. Dan yang ini kemudian diturunkan ke generasi Abraham Musa dan seterusnya.

Helenisem itu berkembang lagi menjadi paham stoic, platonisme, pitagorian, epikuriem dan empat paham ini yang mendominasi yudaisme.  Jadi yudaisme itu dikelilingi oleh paham helenisme, kalau paham yudaisme itu percaya moneteisme bahwa Allah itu satu Allah yang Esa sedangkan helenisme itu percaya banyak berhala. Kalua kita baca PL bahwa bangsa Israel dikelilingi oleh banyak berhala-berhala. Ada babarisem, itu tidak ada hukum Kain membunuh Habel,

  • Sitianisme artinya manusia itu memuliakan dirinya sendiri ingin menjadi seperti Allah sampai menara babel itu dibubarkan akhirnya berserak kemana-mana membentuk peradapan, salah satunya disini adalah helenisem. Dari Yudaisme muncullah kekristenan, Kekristenan itu salah satu dari cabang yudaisme kalua menurut orang Yahudi. Induk dari kekristenan itu adalah kekristenan itu sendiri lahir dari Yesus Kristus dinama inti pengejarannya adalah tentang kasih bahwa hukum taurat itu sudah digenapkan dalam satu kata yaitu kasih.

Aliran-aliran Yudaisme:

  1. Ada kaum sabcraes àaliran dari hukum taurat, rabi-rabi, aliran saduki, farisis

dan ini dari awal sudah menentang Yesus Kristus. didalam kekristenan sendiri akhirnya membentuk kelompok-kelompok. Perkembangan gereja terus berkembang muncul lagi bidat-bidat yang lain seperti dari simoniem, menander, basiledes dan ini semua dari kekristenan dan itu semua muncul dari kekristenan sendiri.    

  • Agonestisis ini diajarkan oleh seorang petani di Afrika utara lebih kurang dari abad ke 3 ke 4 orang ini berkata bahwa seseorang harus secepatnya dengan cara apapun menjadi martir mereka memakai senjata pentungan dan menyerang pengembara demi harapan menjadi martir
  • Anggrol istralisme penyesatnya ia mengatakan bahwa bangsa iggris berkulit putih adalah keturunan bangsa Israel.
  • Anti antasianisme ini ada pada masa saduki. Saduki itu kelompok dari yudaisme, ini adalah paham yang munsul di korintus pada saat itu. Paham ini menolak adanya kebangkitan tubuh.
  • Antionianisme ini bersala dari Bahasa Yunani Anti “melawan” nomias “hukun” jadi melawan hukum. Paham ini muncul menyatakan bahwa setelah menerima Kristus manusia sepenuhnya dibawah kasih karunia tidak lagi diikat oleh seluruh hukum Allah. Tujuan dari pertobatan adalah menghindari kejahatan dan penyesalan hati nurani. Sekarang mulai muncul antionianisme itu tidak lagi dibawah hukum taurat tetapi di bawah anugerah.
  • Aparto desetai ini dari uskup Helniakanasus. Paham ini mengatakan bahwa tubuh Kristus tidak dapat mati sejak dari semula.
  • Apokatastis paham ini mengatakan bahwa kebebesan moral dan keselamatan berlaku bagi semua makhluk termasuk roh-roh jahat dan ini termasuk pada paham stoic.
  • Apolinarisme mengajarkan bahwa Yesus Kristus hanya mengajarkan satu natur yaitu natur ilahi sehingga tubuh Kristus itu sejak awal adalah tubuh kemuliaan dan spiritual. Dengan demikian ajaran ini menolak bahwa inkarnasi Yesus Kristus sebagai manusia yang sempurna
  • Arialisme paham ini mengajarkan bahwa Yesus Kristus tidak sehakikat dengan Allah
  • Asketiksizem mengatakan bahwa keselamatan diperoleh melalui penyiksaan diri
  • Nestorianisme mengajarkan bahwa Yesus Kristus memiliki dua natur yang terpisah ilahi dan manusia dalam  dua pribadi yang terpisah. Jadi bukan dalm satu pribadi Yesus itu punya dua pribadi yaitu Allah dan manusia. Jadi bukan bukan dua natur tetapi dua pribadi. Jadi kristus itu bagaikan manusia biasa yang kerasukan roh Allah (Nestorian).
  • Paham donatisme mengatakan bahwa sakramen dilakukan oleh imam yang kurang suci misalnya pernah murtad lalu bertobat. Orang-orang yang sudah murtad tidak boleh kembali lagi.
  • Aidionid (pecahan yudaisme) artinya orang yang memelihara hukum taurat secara literal dan menolak rasul Paulus karena dianggap bertentangan dengan hukum taurat.
  • Outitsme mengatakan bahwa esensi atu usia dari trinitas dapat dianggap oleh indra manusia secara konkrit dan bahwa sakramen tidak memiliki indra sebagai alat untuk menjawab nafsu badani
  • Monofisit ini juga muncul pada abad ke-5 mengajarkan bahwa Yesus hanya ada satu natur yaitu natur ilahi dan natur manusianya di telan oleh natur ilahinya.
  • Genostik ini intinya adalah dia percaya bahwa ada satu pengetahuan nanti genosis yang nanti akan bisa menyelamatkan dia. Berarti yang menyelamatkan itu bukan pribadi Yesus Kristus tetapi genosis atau pengetahuan itu. Sehingga orang-orang genostik ini percaya bahwa Allah dalam perjanjian lama itu adalah Allah yang jahat karna Dia bersifat materi seperti minta korban dan sebagainya.
  • Ikonaclosmen menghancurkan segala bentuk symbol dalam kekristenan. Antiaikom berarti dia anti dengan inkarnasi
  • Makedonia dari uskup makedonius dari dalam kekristenan sendiri. Mengakui bahwa hipotasis Bapa dan putra sebagai Allah namun menolak hipotasis roh kudus sebagai Allah. Roh kudus dipandang adalah makhluk ciptaan dari Bapa dan Putra. Dan ini bertentangan dengan Allah tritunggal.
  • Monakianisme dinamis megajarkan bahwa Yesus Kristus adalah manusia biasa yang kemudian menjadi Allah karena di angkat atau diadopsi oleh roh kudus sebagai kuasa ilahi.
  • Monarkianisme mordalis ini disebut dengan sabelialisme atau patripaseanisme ini diajarkan oleh seorang prespiter (penatuan gereja) yang bernama Sadelius dari Roma. Paham ini mengajarkan bahwa Bapa, Putra dan, Roh Kudus adalah modus-modus atau pesona Allah saja seperti seseorang yang menjabat sebagai ayah, suami dan direktur namun sebenarnya hanya ada satu pribadi saja. Dengan demikian paham ini mengajarkan bahwa Bapalah yang menebus manusia yang menyamar sebagai Yesus Kristus dengan kata lain Monarkianisme.
  • Patripaseanisme artinya Allah yang ikut menderita
  • Monotelitisme mengajarkan bahwa Yesus hanya punya satu kehendak saja bahwa natur manusia yang telan oleh natur ilahinya
  • Montanisme ini diajarkan oleh prespiter Montanus paham ini percaya bahwa ada manivestasi roh kudus.
  • Mormon ini percaya selain kita suci ada lagi kitab tambahan yaitu kitab Mormon yang diajarkan oleh jhosesmid ini banyak ditemukan di Amerika percaya dengan gereja kudus di akhir zaman. Mereka percaya Allah tritunggal itu sebagai tiga Allah yang benar-benar terpisah dan ini mengajarkan praktek poligami
  • Nasrani artinya dalam praktek hidupnya tetap melakukan hukum taurat tapi disisi lain juga tetap melakukan ajaran Yesus
  • Pelagialisme ini muncul di gereja barat mengajarkan bahwa manusia dapat mencapai keselamatan oleh usahanya sendiri dan menolak adanya dosa asal.
  • Setanisme ini menyembah setan sebagai Allah
  • Unitarianisme ini yang mengajarkan bahwa menolak tritunggal tetapi mengajarkan tauhit bahwa hanya ada satu hipotasis Allah
  • Jesisonli mengajarkan bahwa pembasuhan kaki adalah sakramen ketiga, memelihara hari sabat dan memelihara dan mempraktekkan.
  • Doketisem artinya mengajarkan bahwa Yesus itu sungguh-sungguh ilahi tetapi Dia hanya pura-pura menjadi manusia
  • Siliasem mengajarkan bahwa Kristus akan memerintah seribu tahun secara literar
  • Origenisme mengatakan bahwa nanti semua manusia nanti akan diselamatkan
  • Nofatianisme ini adalah ajaran bahwa orang percaya yang sudah jatuh krdalam dosa itu tidak ada lagi jalan untuk kembali
  • Donatisem itu mengajarkan bahwa para umat awam yang sudah jatuh kedalam dosa moral tidak bisa kembali masuk tidak ada lagi ruang pertobatan bagi mereka
  • Arianisem mengatakan Kristus diciptakan berarti ia tidak dari awal kekal

Aplikasinya

            Kebenaran tetap kebenaran yaitu Yesus Kristus, ketika kita tetap mempertahankan kebenaran itu maka setiap ajaran-ajaran diluar Yesus Kristus tidak akan bisa membinasakan kita. Intinya bahwa hanya didalam Yesus ada keselamatan, setiap orang yang percaya kepadanya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal dan akan mencapai kesempurnaan.

Eksegesis PL dan PB

Malaikat, Bernyanyi

(Kidung agung Part II)

Senses of scripture & song of song 1:8

Matius 7:24

Sytatik konten

1. Ada orang bijaksana mebangun rumahnya diatas batu ketika terjadi badai dan rumahnyapun tetap kokoh

2. Ada orang bodoh mebangun rumahnya diatas batu ketika terjadi badai dan rumahnya terjadi

badai, hujan dan banjir rumah itu kokoh

Alegorisnya

1. Orang bijaksana adalah orang yang mendengar firman dan melakukanya

2. Ada orang bodoh adalah orang yang mendengar firman Tuhan namun tidak melakukanya.

3. Fondasi batu sama dengan fondasi Kristus

Spiritual meaning

1. Membangun rumah berarti membangun pekerjaan kita, berkarya 1 korintus 3:12.

2. Diatas batu alegorisnya berbicara dasar, atau fondasi yang artinya fondasi batu ialah Kristus

3. Paulus mamakai figurative dari rumah bisa dari batu, dari kayu, dan jerami yabg berbicara

tentang kualitas bangunan itu.

4. Datang badai, hujan, angin alegorisnya ialah Krisis yang menimpa rumah itu atau puncaknya

adalah hari Tuhan atau penghakiman. Bisa terjadi sekarang dan sampai kedatangan Tuhan

5. Berarti bangunan hidup kita tidak pernah sepi dari krisis karena ada puncaknya adala hari Tuhan

6. Rumah yang bisa bertahan dari krisis berarti dia lolos dari ujian sebab dia mebangun rumahnya

dengan fondasi batu ialah fondasi Kristus

7. Fondasi Kristus adalah mendengar dan melakukan perkataan Kristus

8. Fondasi diluar Kristus adalah mendengar dan tidak melakukan

9. Melakukan perkataan Kristus adalah mengenal pribadi dan firman-Nya dan menurunkannya

dalam hati kita dan kedalam anggota tubuh kita timbulah keinginan roh.

10. Orang yang mendirikakan rumahnya diatas batu adalah orang yang membangun rumahnya

diatas batu.

11. Kalau kita sudah mendengar dan melakukan perkataan Kristus kita selalu diuji dan kita sudah

siap mengantisipasi terhadap datangnya krisis sebaliknya juga orang bodoh.

Semantic konten

Orang yang bijaksana adalah orang yang membangun rumahnya diatas fondasi kristus sehingga dia selalu mengatisipasi dan berjaga-jaga terhadap datangnya ujian sampai hari penghakiman

Konsep teologisnya   

Untuk menjadi orang bijaksana harus membangun rumah diatas fondasi Kristus, dengan mengenal Dia, bergaul dengan Di abaca Firman-Nya dengan berdoa, beribadah dll. Serta melakukanya membutuhkan

Sinergi dan ketaatan.

Ringkasan

Mengenal Dia berarti harus masuk dalam hati kita (kardia), ini adalah refklesi doktrin yang diturunkan kedalam hati yang mendorong kita untuk melakukan kebenaran.

Aplikasi atau personal

Selama ini kita hanya mendengar dan tidak melakukannya (reproof) Yang harus kita lakukan ialah mengenal Dia dan melakukan Firman-nya (correction) Personal ini seperti cermin bagi jiwa kita yang membaca kitab suci secara teratur.

Kidung agung 1:8

  1. Teks

BGT Song of Solomon 1:8 ἐὰν μὴ γνῷς σεαυτήν ἡ καλὴ ἐν γυναιξίν ἔξελθε σὺ ἐν πτέρναις

τῶν ποιμνίων καὶ ποίμαινε τὰς ἐρίφους σου ἐπὶ σκηνώμασιν τῶν ποιμένων (Cant. 1:8 BGT)

Song of Solomon 1:8 Jika engkau tak tahu, hai jelita di antara wanita, ikutilah jejak-jejak domba,

dan gembalakanlah anak-anak kambingmu dekat perkemahan para gembala.(Cant. 1:8 ITB)

Jelita,wanita, jejak-jejak domba, gembalakanlah anak-anak kambing, perkemahan para gembala

ini adalah kata figurative alegoris atau tipilogical terhadap sesuatu.

  • Syintactic form kidung agung 1:8-10

ἐὰν μὴ γνῷς σεαυτήν

ἡ καλὴ ἐν γυναιξίν ἔξελθε σὺ ἐν πτέρναις τῶν

ποιμνίων καὶ ποίμαινε τὰς ἐρίφους σου ἐπὶ

σκηνώμασιν τῶν ποιμένων

  •  Terjemahan literal kidung agung 1:8-10

Jika engkau tidak tahu tidak tahu dirimu sendiri,

  • Hai kamu yang paling cantik diantara perempuan-perempuan
  • Ikutlah jejak-jejak dari gembala domba
  • Gembalakanlah anak-anak kambing dekat para gembala
  •  Syntantik content: kidung Agung 1:8-10
  • Jika Engkau tidak tahu
  • Hai kamu yang paling cantik diantara perempuan-perempuan
  • Ikutlah jejak-jejak dari gembala domba
  • Gembalakanlah anak-anak kambing dekat para gembala
  • Konteks historis

Hubungan antara kasih suami dan istri suami atau kristus dan gereja-Nya

Lapisan : Theoria/noetic/spiritual/mysticisal meaning Kritus dan gerejaNya adalah spiritual meaning yang tersembunyi dibalik historis teks. Apa maksudnya? Ada beberapa jawabanya sebagai berikut

  • Semantic content Kidung agung 1:8-10
  • Jika engkau tidak tahu dirimu sendiri

Kata Engkau menunjukan (figurative) kepada wanita yang adalah mempelai Kristus Tidak tahu maksudnya wanita/umat Allah tipology daeri gereja. Kamu tidak tahu dirimu sendiri berkaitan dengan orang percaya dimana jiwanya harus mencapai pengetahuan dirinya yang terdiri dari 2 lapisan dia harus tahu siapa dirinya dan bagaiman ia mengakualisasikan dirinya ini kata origen. Dia disini adalah kamu yang paling cantik menuju kepada perempuan, tapi dalam kondisi tidak tahu, origen mejelaskan dual hal yang dia perlu tahu terdiri dari 2 lapisan dia harus tahu siapa dirinya dan bagaiman ia mengakualisasikan dirinya. Origen mengatakan dia disini menceritakan jiwanya. Kata Gregori dan Nissa dia yang tidak tahu dirinya akan keluar dari kawanan domba maka dia akan dikenal oleh kawanan kambing dimana tempat kambing adalah disebelah kiri gembala sedangkan domba berada disebelah kanan gembala. Kanan menunjukkan dia ada bersama dengan kristus jadi disini mempelai perempuan tidak boleh lepas dari mempelai laki-laki (Kristus). Kata Gregory Nisa gembala yang baik akan menempatkan domba-dombanya di sebelah kanan yang menunjukkan dia ada bersama dengan kristus (lihat matius 25:32-33) jadi kata Domba alegoris dimana domba berada di sebelah kanan dan kambing berada disebalah kiri. Bangsa domba dan bangsa kambing pada akhirnya akan dipisahkan. Bangsa domba Matius 25:31-46. Yang dilakukan bangsa kambing dan bangsa domba itu bertolak belakang, sebab yang dilakukan bangsa domba seperti yang Kristus lakukan. Misalnya ; memberi roti, memberi minum sebab Kristus itu adalah Roti dan air hidup, memberi pakaian, menyembuhkan orang sakit berarti bangsa perempuan ini harus tahu bahwa ada gembala yang harus kamu gembalakan tapi jangan sampai menjadi kawanan bangsa kambing. Anak –anak kambing dekat dengan para gembala. Gembala Agung disini adalah jelas Kristus dan para gembala-gembala ialah murid-murid Kristus. Apa yang dilakukan oleh kawanan domba? Mengikuti jejak para gembalanya dimana gembala itu memberi makan memberi minumm itulah gembala agung kita dia adalah air dan roti hidup, memberi makan dan minum. Matius 25:41

  • Ikutlah jejak-jejak gembala domba Matius 25:35

Jejak-jejak gembala dari kawanan domba yaitu mengerjakan apa yang gembala lakukan misalnya memberi makan, minun, mengungjungi orang sakit, merawat domba, melawat orang sakit lapar dan haus disini berbicara bahwa kita memberi makan orang itu dengan daging dan darah kristus supaya orang itu kenyang. Gimana cara memberi makan orang dengan daging dan darah kristus? roma 12:13, Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan. ibrani 6:10 ini mengejarkan kita bahwa memberi makan dan minum dan tumpangan ini adalah secara moralitas. Seperti kita memberi tumpangan bagi orang asing yang berpgian dan tiba-tiba menginap dirumah kita yang artinya kita sebagai tempat perlindungan sama seperti kristus, dimana Kristus ada damai sejahtera, sukacita filipi 2:1 sehingga orang mengalami kedamaian dan kasih. Kemudian memberi pakaian artinya pakaiam itu menutup kita dari dosa bagaimana kita memberi pakaian bagi orang-orang? Pakaian disini memberi kemuliaan/ atau pakaian Kristus sehingga Allah tidak meliha dosa kita namun pakaian Kristus yang menutup dosa kita. Bagaiamana cara melawat orang sakit? Berarti kita merawat yang sakit yaitu dosa tadi supaya orang itu bisa mengalami pertobatan dan sembuh dari dosa itu. Mengunjungi aku dipenjara yang artinya penjara itu adalah belenggu dosa itu, kata origen penjara disini ialah penjara jiwa. Berarti kita itu jadi orang yang mengunjungi orang yang paling hina itu adalah kambing. Kalau kita tidak mengunjungi mereka maka kita tidak bisa menarik mereka dari dosa.

Aplikasinya

Ketika kita belajar kitab suci, bukan hanya sampai pada level kognitif tetapi harus sampai pada level ketaatan artinya kita harus menghidupi firman Allah dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.  

EKSEGESIS PL DAN PB

(Kidung Agung part 1)

Nama       : Nesti Nurani Gulo

Tingkat 3 : semester 7

Dosen      : Hendi Wijaya Ss.

Ketika belajar alkitab, maka kita terlebih dahulu harus mencari meaningnya. Tujuannya untuk apa? Tujuannya adalah kita mau mencari teks kitab suci dalam pengertian meaningnya atau lapisan-lapisan permanen dalam kitab suci. ‘Empat lapisan makna didalam kitab suci: sampel teks kidung agung 1:8-10’.   

Question: pak bagaimana kalau orang-orang sederhana tidak mengerti bahasa aslinya berarti dia tidak mengerti kitab suci dong? Jadi bukan seperti itu pemahamannya tetapi Kitab suci diberika kepada kita yang kita yakini sebagai firman Allah yang tentu menjangkau untuk semua level manusia baik itu yang tidak terdidik maupun yang terdidik. Yang tidak terdidik Mislanya dia baca kitab suci aja dia langsung dapat literal meaningnya karna mungkin saja sudah diterjemahkan kedalam Bah asa Indonesia atau Bahasa yang kita mengerti. Misalnya kasihilah sesamamu umat manusia, kasihilah Allahmu, ‘ nah itu saya kira orang-orang biasa orang-orang yang simple itu pasti akan mengerti dari meaning atau teks yang sedang ia baca. Jadi kitab suci itu pada dasarnya ada lapisan literal meaning. Teks yang orang baca pasti langsung dipahami kalau teks itu ia baca. Sebab itu adalah bahasa manusia. Bahasa manusia itu dalam pengertian sudah diterjemahkan, nah yang kita tahu bahwa kitab suci itu bukan hanya sekedar teks saja atau Bahasa saja tapi itu adalah firman Allah yang sudah diinspirasi oleh Roh kudus dalam 2 Timotius 3:15-17 itu lalu ditulis oleh para penulis alkitab kedalam Bahasa manusia. nanti kita akan lihat kitab suci itu seperti apa. Kitab suci kita harus melihat apa yang tersurat dan yang tersirat. Yang tersurat itu semua orang bisa baca kalau dia mengerti bahasanya, lalu dia mengerti meaning atau arti yang ditimbulkan dari teks itu. ini adalah level 1.

Mengapa harus kidung agung yang dipilih?

 karna memang ini adalah salah satu teks atau kitab suci yang melihat hubungan antara Allah dengan gereja. Bagaimana pada akhirnya kita sebagai ciptaan Allah itu Kembali lagi relasinya dengan Allah. itulah tujuannya kenapa Kristus datang. Sebelumnya Kenapa Tuhan itu menciptakan manusia supaya punya relasi tapi karna dosa akhirnya relasi itu terputus sehingga Kristus menyelamatkan kita sebagai jembatannya supaya manusia itu digunakan dan mempunyai relasi dengan Allah. Nah bagaimana sih relasi manusia dengan Allah semua itu diceritakan didalam kitab kidung agung, itu satu sisi dari teologisnya. Kita belajar kidung agung itu kita belajar akan melihat bagaimana hubungan atau relasi antara Allah sebagai pencipta dan kita manusia terutama orang-orang yang sudah ditebus oleh Kristus punya relasi. antara Allah dan umatnya atau gereja dan Kristus, itu yang penting.

Mengapa kita pelajari kitab kidung agung?

    Secara teknikel dalam kelas ini kita akan belajar dua Bahasa yaitu dalam Bahasa ibrani dan speguanita dalam bahasa Yunani. Jadi kalian yang ambil kelas eksegesis pl akan menyoroti ibrani dan yunaninya. Sebab sebelum belajar ibrani otomatis sudah belajar yunaninya dulu. Yang eksegesis pb akan menyoroti yunaninya. Karena kita Kembali kedalam bahasa yang ditulis dalam bahasa ibrani dan Yunani kita perlu ingat lagi apa yang kemarin kita pelajari dibahasa Yunani dan ibarani. Level 1 itu kita bicara tentang masalah teksnya, literal meaningnya, tekstual meaninganya. Ibarat seperti manusia punya tubuh jiwa dan roh. Jiwa dan roh itu adalah didalam tubuh. Tubuh itu seperti tampilan kita tapi roh jiwa itu tidak kita lihat tapi ada dalam diri kita. Sama seperti bible/kitab suci, kita melihat yang tersurat dan yang tersirat, misalnya apa yang ilahi dan yang manusiawi. sebagaimana Kristus itu adalah Theanthropos yaitu Allah sejati dan manusia sejati.

Chrysostom juga mengatakan bahwa Kristus itu Theanthropos maka natur kitab suci itu juga tersirat dan tersurat. Kristus theantropos Allah adalah Allah dan manusia sekaligus. kitab suci juga sama dia kelihatan dan tidak kelihatan sekaligus. Atau kata origen yang memakai kata yang bagus mengatakan teksnya itu seperti tubuh kita yang tidak kelihatan itu adalah roh jiwa kita yang ada didalam tubuh kita.

Origen membagi kitab suci itu 3 lapisan yaitu

  1. Ada literal sencesnya
  2. Ada yang dia sebut sarkic. Sarkic itu tubuh. Kitab suci punya tubuh apa itu teksnya itu sendiri, kalau dibalik teksnya itu ada sesuatu yang tidak kelihatan yang disebut sebagai sarkic atau moral.  
  3. Ketiga adalah spiritual atau moetic.

Jadi kalau tubuh itu teksnya lalu jiwa itu moralnya dan roh itulah spiritualnya, jadi tiga lapisan. Ini yang kita coba membaca kitab kidung agung membaca dengan mengingat bahwa ini ada tiga level.

Bahkan seperti klemen dari Alexandria ‘jhon chasians’ mengatakan ada empat lapisan yang keempat itu adalah anagogic atau eskatologis. Artinya adalah kalau kita manusia menghapiri kitab suci yang pertama dengan level satu atau lapisan satu ini. yaitu

  1. Historia (makna literal dan historis/sejarah;sarkic) lapisan itu berupa tubuh jiwa dan roh. Berarti level 1 apa? Tubuh jiwa atau roh. level 1 itu adalah tubuh. Nah kalau tubuh berarti itu bisa gak tubuh itu di bedah, di anatomi? Bisa kan? Seperti tubuh kita terdiri dari kepala. Tubuh itu ada bagian atas badan dan bagian bawah yaitu kaki. Kalau bagian kepala ada mata, hidung dan sebagainya. Begitu juga kita belajar kitab suci kita bisa menganatomi tubuh kita, berarti kita bisa menganatomi teks itu. Itulah yang disebut sebagai level 1. Sama seperti teks itu dia mempunyai kepala dan dia mempunyai tubuh.

Anggota tubuh kita itu sebagai contoh bahwa teks itu sudah tersusun sedemikian rupa. Nah ini adalah lapisan yang pertama yang mesti kita pelajari, tetapi kitab suci itu akan kita percaya bahwa kitab suci itu adalah firman Allah. kalau kitab suci itu firman Allah berarti Dia. Jika dilihat dari 2 tim 3:15-17, dia bukan sekedar teks sejarah yang ada ditulis oleh orang-orang yang pernah hidup dalam satu konteks historis tertentu. Misalnya dalam PL historisnya bangsa Israel kan? Kalau PB yang konteks historisnya adalah gereja mula-mula. Bukan hanya itu teks ini diberikan supaya menuntun orang itu kepada Kristus dan keselamatan. Supaya apa? Supaya pada akhirnya manusia itu menjadi serupa dengan Kristus mencapai kekudusan hidup, punya relasi yang kekal dengan Allah. Itulah the final purpose of the holy scripture ini. ini diberikan manusia itu bukan hanya pintar baca atau mengeksegesis saja.

Ketika membaca kita suci sangan perlu mengetahui lapisan-lapisannya. Lapisan 2 3 dan lapisan 4. Jadi kita baca teks alkitab itu semakin dalam yang mempunyai banyak lapisan sehingga jika kita membaca kitab suci itu makin dalam, dan pada akhirnya menuntun kita kepada serupa dengan Kristus. Itulah lapisan yang ke 3 atau ke 4 nya. Sebab kitab suci diberikan kepada kita supaya menuntun orang kepada Kristus lalu ia mengerjakan keselamatannya sampai akhirnya ia sempurna seperti Kristus atau mencapai kekudusan. Itulah gunanya alkitab untuk kita.

Malaty menegaskan bahwa bible itu punya hidden meanings. Nah dia menguntip dari Clement of Alexandria yaitu ‘makna yang tersembunyi dan kita harus menemukan lewat kata-kata. Tapi kata-kata ini adalah kata-kata keselamatan. Jadi bukan hanya kata-kata sejarah saja tetapi salvation, yang tersimpan jika orang tersebut bisa gali maka akhirnya dia dapat menemukan keselamatan itu. Sama seperti kalau kita baca dalam 2 tim 3:15 disitu dikatakan bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci, berarti timotius sudah membaca kitab suci. Yang dapat memberi hikmat kepadamu. Berarti memperoleh pengetahuan hikmat itu berarti itu sudah masuk ke level 2. Mengenal kitab suci, tahu kitab suci, lalu itu level 1. Sehingga timotius itu diberikan hikmat. Hikmati itu spiritualnya, pengetahuan rohnya yang ada dalam kitab suci itu, (itu level 2). Terus menuntun engkau kepada keselamatn oleh iman kepada Kristus Yesus. Nah ini yang penting, akhirnya apa memberi hikmat akhirnya dia bertemu dengan Yesus (level 3). Dan pada akhirnya apa keselamatan (level 4). Jadi bertemu dengan Kristus dan diselamatkan, kalau hanya ketemu Kristus tapi tidak diselamatkan maka percuma. Kita harus punya pemahaman membaca kitab suci, kita bisa eksegesis nanti atau belajar bahasa aslinya. Dengan belajar firman memberikan kamu hikmat (itu level 2), supaya apa menuntun kamu kepada Kristus. Keselamatan itu artinya apa kamu diubah serupa dengan Kristus supaya kamu bisa hidup kekal punya relasi yang kekal dengan Allah itu pada akhirnya. Oleh sebab itu untuk mencapai itu maka kitab suci itu tidak bisa dibaca sampai level 1 harus sampai 4 lapisan. Pembacaan dan penafsiran kitab suci haruslah menuntun kita kepada keselamatan didalam Kristus dan mendatangkan kesalehan dan kebajikan ( 2 tim 3:17). Clemen, jhonkasia membaginya menjadi 4 lapisan tadi :

1. historia yaitu makna literal historisnya

2. theoria (makna spiritual;noetic;mystical) berarti ini adalah roh dari teks itu, berarti kalua dikatakan teoria itu roh dari tubuh kita. Tubuhnya punya roh itulah teoria. Lalu

3. moral (ketaatan psyhic;good works) berarti jiwa kita.

jadi waktu kamu baca kitab suci, kamu mepunyai kegelisahan kata rasul Paulus. Misalkan kita baca di 2 tim 3:17 scripture itu apa reproof, correction, introduction, insprition dan pada akhirnya adalah good works. Itu untuk apa itu untuk jiwa kita. Berarti untuk relasi kita kepada sesama. Apa itu reproof artinya menyatakan kesalahan, correction artinya memperbaiki kesalahan lalu introduction yaitu mendidik kita dalam kebenaran (itu level 3). Itulah yang disebut sebagai moral. Level 4 nya adalah anagogic atau eschatological artinya adalah kamu semakin serupa dengan Kristus atau kamu mencapai kekudusan yang sesungguhnya.

 Penelahan literal dan historis merupakan suatu keniscayaan berarti suatu keharusan, maka kita harus mengatakan bahwa kitab suci itu terdapat serangkaian fakta yaitu ada pesan dari Allah kemudian manusia lewat ke bahasa-bahasa manusia. kalau itu Bahasa maka bahasa itu hadir dalam bahasa manusia dan konteks sejarah berarti kita mempelajari :

– teks asli

– syntactic Form (struktur teks)

– terjemahan literal

– syntactic content (isi sintaksis berupa klausa-klausa dari terjemahan literal)

– konteks historis (latar belakang sejarah penulisan) latar belakang sejarah kitab kidung agung: kitab kidung agung ditulis oleh salomo, kira-kira pada abad yang ke 10 abad 900 th sebelum kedatangan Kristus tahun 965-960. Tema pertamanya adalah kasih antar suami dan istri, dalam tradisi yahudi berarti ini adalah untuk merayakan kasih manusia didalam pernikahan. Jadi tema ini adalah satu simbolik atau metafor dari kasih Allah kepada manusia. kalau kita Tarik lebih jauh lagi ini atau orang Kristen membaca kitab kidung agung ini adalah hubungan Kristus dengan gerejanya yaitu Dia sebagai mempelai laki-laki dan gerejanya adalah mempelai perempuan. Latar belakangnya ini juga termasuk kitab puisi yang merupakan tipical dari kitab puisi timur tengah.

  1. lapisan 1: Historia/sarkic/literal and Historical Meaning Historical atau grammatical. Origen mengatakan historia itu harus tahu literal meaningnya atau konteks historisnya. Lapisan lapisan itu bukan berarti ada 4 makna yang berbeda-beda. Penting kita catat bahwa pembacaan tiga atau empat lapisan ini adalah selalu ada 3 atau 4 yang berlainan dalam satu teks. Tapi ada satu atau 4 dimensi yang mengarahkan pembacaan kepada makna yang semakin mendalam (serupa dengan Kristus atau mencapai keselamatan). Jadi kita harus punya konsep membaca kitab suci itu seperti Timotius itu menuntun dia kepada keselamatan berarti dia punya hikmat, dia punya Kristus. Itulah level 2 berikutnya. Yang pada akhirnya nanti kamu akan diselamtkan atau serupa dengan Kristus. Berarti kita harus kenal teksnya. Tetapi ia mengatakan level yang ke 2 adalah orang-orang yang terpelajar artinya baca teks itu dia gelisah, dia mencoba menemukan jiwanya (siapa aku, dimana aku, aku ada disini, apa yang mesti aku kerjakan, Kenapa teks itu mengatakan seperti itu, aplikasi untuk aku apa pokoknya aku atau untuk jiwa kita.) jadi kalau kita membaca kitab suci tapi tidak pernah dipikirkan, apa ini, bagaimana aku melakukannya, untuk siapa, dsb. Berarti kita masih level 1 yaitu masih orang yang simple aja. Jadi kita disini harus masuk ke level 2 artinya apa untuk menggelisahkan hati kita. Origen mengatakan lagi level 3 itu adalah baru kamu bisa menemukan dirimu yang sejati dihadapan Allah, itulah roh kita. jadi semakin dia baca kitab suci dia semakin menemukan the true himself Jadi rahasianya ada didalam kitab suci ini, siapa diri aku, jadi semuanya diceritakan dalam kitab suci. Gaes ini sebelum membahas lapisan yang pertama ya!!! Soalya dia ulang lagi.
  2. Lapisan 2: Theoria/noetic/spiritual/mystical meaning Kristus dan gerejanya adalah spiritual meaning yang tersembunyi dibalik historia teks. Nah ada spiritual meaning yang tersembunyi artinya apa? Kitab suci yang kita baca atau sebagai orang percaya ini adalah foreshadowing of Christ. Seperti timotius mmembaca kitab PL menuntun dia kepada Kristus, PL menuntun dia kepada Kristus. Berarti ada satu level yang lain bukan hanya sekedar teksnya aja tapi ada foreshadowing of Christ. Waktu membaca kitab suci itu bahwa dikatakan dalam (2 kor 3:15-16) penghalang-penghalang kita yang menuntun kita kepada Kristus dibuka pada akhirnya. Apa yang dimaksud dengan theoria? Kita punya spiritual sense sehingga Ketika kita membaca teks itu mata kita itu adalah bukan lagi mata jasmani saja tetapi mata rohani yang bisa nembus dibalik teks itu artinya apa kita bisa dinyatakan kepada kristus didalam kesaksian kitab suci akhirnya theoria itu menjadi God given gift yang membuat kita bisa melihat Kristus, bisa menemukan the hidden meaning of the text. Dalam spiritual vision kita menggunakan satu metode yang namnay tipologi atau alegori. Alegori dari kata Yunani allegoria. Contoh seperti Kristus raja dari perumpamaan itu adalah narative alegori misalnya (ada orang yang membuat rumah diatas batu dan ada juga orang yang membangun rumah diatas pasir, terus orang yang membangun rumah diatas batu adalah orang yang bijaksana tetapi orang yang membangun rumah diatas pasir adalah orang yang bodoh) lalu dia menjelaskan kenapa bijaksana dan bodoh. Orang yang membanun rumah diatas batu rumahnya akan tetap kokoh berdiri walaupun diterjang krisis contohnya badai, angin topan dll tapi sebaliknya orang yang membangun rumah diatas pasir itu orang bodoh sebab usaha pekerjaanya akan sia-sia maka rumahnya akan rubuh Ketika datang badai atau banjir. Nah itu kan narasi cerita orang bangun rumah. Tapi ada alegorisnya yaitu ada sesuatu yang mau dikatakan oleh Tuhan Yesus. Alegoris itu keniscayaan didalam kitab suci. Kristus aja pake alegori, dia juga ngajar pakai alegori. Kenapa? Supaya gampang dimengerti oleh orang. Contoh narrative alegori matius 7 : 24-27

Aplikasinya

Ketika kita membaca kitab suci tidak hanya sekedar membacanya tetapi kita harus menghidupinya, atau teks alkitab itu semakin dalam, maka mempunyai banyak lapisan sehingga jika kita membaca kitab suci semakin dalam maka akan semakin menambah pengetahuan kita, dan pada akhirnya menuntun kita kepada serupa dengan Kristus.

Hidup Adalah Sebuah Pertandingan

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.” 1 Timotius 6: 12

Olimpiade tahun ini yang seharusnya diadakan di Jepang telah dibatalkan karena adanya pandemi. Pesta olahraga sedunia ini rencananya akan dilangsungkan tahun depan, tentu saja jika pandemi ini sudah teratasi. Bagi para atlit yang sudah mempersiapkan diri untuk bertanding tahun ini, penundaan Olimpiade telah membuat mereka kecewa. Mereka yang sudah berikrar untuk menang dan berkurban demi mewujudkan harapan bangsa, sekarang menghadapi kesangsian.

Jika sekarang para atlit harus tetap berlatih dan mempersiapkan diri untuk apa yang belum pasti terjadi pada tahun depan, ini adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Perasaan tidak menentu tentunya menghantui pikiran mereka. Walaupun demikian, mereka harus tetap bertahan dalam pengharapan bahwa pada akhirnya mereka akan dapat pergi ke Jepang. Pertandingan mereka sudah ada di saat ini yaitu untuk mengatasi rasa kebosanan dan putus harapan.

Bagi kita umat Kristen yang harus hidup di dunia, keadaan yang kurang baik saat ini tentunya menguji iman kita. Kita yang sudah berikrar untuk setia dan berharap kepada Tuhan dalam setiap keadaan, sekarang mungkin merasa bahwa hidup dalam penantian akan pertolongan Tuhan tidaklah mudah dijalani. Lebih dari itu, tidaklah mudah bagi kita untuk hidup dengan iman bahwa semua ini tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kebahagiaan di masa depan karena memperoleh mahkota kehidupan di surga.

Mengapa kita harus hidup menghadapi segala bentuk penderitaan di dunia? Sampai kapankah kita harus bertahan dalam pengharapan untuk menerima pertolongan Tuhan? Kapankah kita bisa merasakan kebahagiaan dan kemenangan yang datang dari Tuhan? Jika kemenangan di surga itu masih jauh di sana, harapan atas kemenangan atas perjuangan hidup di dunia seringkali kandas dalam rasa putus asa. Hidup sekarang ini terlalu berat.

Paulus dalam ayat di atas mengingatkan Timotius bahwa selama hidup di dunia kita berjuang untuk menang. Dengan iman kita harus berani menghadapi semua tantangan dan persoalan hidup agar pada akhirnya kita akan memperoleh mahkota kehidupan. Ini tidak mudah, tetapi kita sudah berjanji kepada Tuhan di hadapan banyak saudara seiman. Kita tidak boleh mundur dari iman kita.

Paulus dalam kitab Roma 8: 22 – 25 juga pernah menulis bahwa kita tahu sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasakan penderitaan. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima keselamatan juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan dari penderitaan dunia. Tetapi kita saat ini hanya bisa berharap kepada sesuatu yang tidak terlihat.

Pada pihak yang lain, kita harus sadar bahwa pengharapan atas apa yang bisa dilihat bukanlah pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Dengan demikian, jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita harus tetap menantikannya dengan tekun. Tetaplah beriman, tetaplah setia dan tetaplah berdoa dalam setiap keadaan!

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8: 28